Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Purnama

Halaman: [1] 2
1
Komentari Gambar / Re:Bulan
« pada: Desember 11, 2017, 02:16:15 AM »
Gambar pertama cukup indah dipandang, cuma agak aneh. Seharusnya bagian bulan yang terang itu menghadap matahari. Disitu terlihat sabitnya ada di baguan atas, tapi nampaknya matahari ada di bawah ufuk, ini mustahil.

Gambar kedua membuat sangat ingin rasanya berada disana. Entah itu purnama yang baru terbit atau mau tenggelam. Purnama yang ada di dekat ufuk seperti itu membuat laut nampak kemilau.

2
Kajian Islam / Re:Cacat Epistemologis
« pada: Desember 11, 2017, 02:06:31 AM »
Jika "sistem khilafah tang baku" disitu maksudnya "sistem khilafah tanpa khilafiah", maka rasanya semua orang juga tahu bahwa sistem khilafah tidak baku. Tapi bagaimana jika "baku" disitu maksudnya adalah "sistem khilafah ala HTI yang sudah tersusun dengan rapi dan terstruktur menurut pemahaman mereka terhadap Quran dan Hadits"? Tidak perlu dibenturkan dengan pemahaman pihak lain. Saya rasa kita memang patut mempertanyakannya pada HTI.

Dalam hal ini HTI tidak perlu memusingkan pendapat orang pihak atau mazhab lain, mereka susun saja misalnya Kitab undang-undang semacam UUD, KUHP dan KUH Perdata, lalu uji materi secara terbuka. Jangan sampai mereka (HTI) seperti pedagang yang meminta orang lain untuk membeli dagangannya, padahal barang dagangannya belum ada bahkan belum tau dagangan macam apa yang akan dibuatnya, baru ada nama tokonya saja, toko "khilafah", detil barangnya masih ghaib.

3
Komentari Gambar / Re:sombong
« pada: Desember 09, 2017, 01:24:26 AM »
"Menyombongi orang yang sombong"

Saya belum mengerti apa maksud "menyombongi" seperti yang dikatakan Pak Mahfud.

Misalnya saya berkata kepada Kang Asep : "Kang, saya ini lebih pintar dari pada Pak Mahfud" dengan maksud sombong.
Pertanyaannya : siapa orang yang saya sombongi? Kang Asep atau Pak Mahfud?

4
Proposisi / Re:Logika Predikat
« pada: Desember 04, 2017, 06:05:52 PM »
Semoga tentang logika predikat ini bisa dibahas lebih lanjut, penasaran

5
Filsafat / Re:Perilaku Penganut Konsep
« pada: Desember 04, 2017, 06:03:13 PM »
Kutip
Contoh 6 :

"kamu bilang kamu akan berani menghadapi hukum, tetapi sekarang kau lari dari hukum".

Ini kontradiksi atau tidak ?

Contoh 7 :

"Anda berjanji, bahwa hari ini Anda akan melunasi hutang Anda pada saya. Tapi kenyataannya, Anda tidak membayar serupiahpun."

Kontradiksi atau tidak ?

Keduanya bukan kontradiksi kan?

6
Matematika / Re:Teorema Godel
« pada: Desember 03, 2017, 11:10:24 AM »
Ada paradoks Katalog Russell, yang bisa juga menjadi alternatif penjelas teorema Godel sekaligus mungkin bisa membuktikannya.

Biasanya dalam suatu perpustakaan ada katalog, yaitu daftar buku-buku yang dikoleksi oleh perpustakaan tsb beserta letaknya di rak perpustakaan agar memudahkan pencarian. Karena katalog tsb juga merupakan buku di perpustakaan itu, maka ada katalog yang terdapat dirinya sendiri dalam daftar. Tapi tidak setiap katalog demikian, beberapa katalog tidak memuat dirinya sendiri dalam daftar.

Katalog-katalog yang ada diperpustakaan-perpustakaan kemudian dikumpulkan dalam perpustakaan khusus, perpustakaan katalog. Tentunya perpustakaan khusus tsb juga mempunyai katalog. Ada suatu katalog yang khusus memuat daftar "katalog yang tidak memuat dirinya sendiri", sebut saja katalog khusus ini adalah katalog K. Pertanyaannya, apakah katalog K akan memuat dirinya sendiri?

Jika katalog K tidak memuat dirinya sendiri, berarti katalog K tidak lengkap, karena ada katalog yang tidak memuat dirinya sendiri tapi tidak terdaftar pada katalog K.

Jika katalog K memuat dirinya sendiri, berarti katalog K tidak konsisten, karena ada katalog yang memuat dirinya sendiri tapi terdaftar pada katalog K.

Maka mustahil katalog K adalah katalog yang lengkap lagi konsisten.

7
Kupas Logika / Deterministik vs Probabilistik
« pada: Desember 02, 2017, 01:53:06 PM »

Ketika kita menjatuhkan koin yang salah satu sisinya bertuliskan angka dan sisi lainnya gambar, maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa peluang munculnya sisi angka dan peluang munculnya sisi gambar saat jatuh ke lantai adalah sama besar. Tentu dalam hal ini kita telah menyederhanakan persoalan sehingga mengabaikan banyak hal yang mungkin mempengaruhi nilai peluang dari sisi koin mana yang akan muncul. Misal bagaimana cara kita menjatuhkannya, bagaimana tekstur koin (mungkin sedikit bengkok, ada bagian yang rusak, dll), kelentingan lantai, arah dan kecepatan angin, dsb. Jika variabel-variabel tsb kita tambahkan dalam perhitungan, maka peluang yang didapat akan berbeda, tergantung banyak dan besarnya variabel tsb. Bahkan, jika kita telah mengetahui seluruh hal yang berpengaruh terhadap hasil penjatuhan koin serta mengetahui setiap nilainya dan memperhitungkannya, maka kita akan dapat memastikan sisi koin mana yang akan muncul, tidak ada lagi 0<P<1, yang ada hanya P=0 atau P=1. Masalahnya, hampir mustahil (atau benar-benar tak mungkin?) bisa diketahui seluruh hal yang berpengaruh terhadap hasil penjatuhan koin serta nilainya secara pasti, akhirnya perhitungan peluang tidak bisa benar-benar bernilai 0 atau 1, tidak bisa benar-benar dipastikan.

Perhitungan peluang munculnya sisi koin yang tidak bisa menghasilkan nilai pasti yang tergambar dalam tulisan ini termasuk ketidakpastian subjektif, yaitu ketidakpastian yang timbul karena kurangnya informasi tentang macam dan nilai variabel yang mempengaruhi. Padahal jika semua itu diketahui, maka tidak ada lagi ketidakpastian tsb.

Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta tunduk pada pengaruh peristiwa-peristiwa sebelumnya, tak ada pilihan barang secuil untuk melenceng dari itu. begitu pula munculnya salah satu sisi koin saat jatuh di lantai, tak bisa memilih pilihan lain selain yang sudah ditentukan oleh variabel-variabel penentunya sampai tepat sesaat sebelum koin berhenti bergerak di lantai. Begitulah yang diyakini oleh kaum yang disebut deteminis. Lebih jelasnya tentang faham deterministik; setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta saat ini, adalah akibat dari kompilasi peristiwa-peristiwa sebelumnya, tidak ada pilihan lain. Maka peristiwa-peristiwa sebelumnya tsb juga jika terus ditarik ke belakang merupakan konklusi pasti dari peristiwa-peristiwa yang lebih lampau, hingga segalanya disimpulkan merupakan akibat dari peristiwa pada suatu titik waktu dimana alam semesta bermula. Bukan hanya pada benda-benda, melainkan berlaku juga bagi kehendak dan perilaku manusia. Apa yang kita kira merupakan pilihan kita, dimana kita sangka bahwa kita bisa saja memilih pilihan lain, dalam pandangan determinis tidaklah demikian, kehendak bebas sejatinya hanya ilusi. Toh kita juga tidak bisa membuktikan bahwa kita bisa memilih pilihan lain saat itu, karena semua telah berlalu, waktu tak bisa kembali.

Lawan dari faham deterministik adalah probabilistik, dimana diyakini bahwa pada alam semesta terdapat ketidakpastian objektif, ketidakpastian absolut, sehingga segala sesuatu yang akan terjadi sama sekali tidak dapat dipastikan walau informasi tentang "saat ini" sudah berhasil diketahui semuanya.

Saya berniat memberikan gambaran selanjutnya tentang probabilistik di lain waktu. Sebelumnya saya ingin minta pendapat dulu mengenai faham deterministik yang sedikit saya jelaskan diatas. Apakah faham tsb memiliki kecacatan logis? Bagian mana? Atau jika belum dapat dipastikan, maka bagaimana cara kita agar bisa sampai pada kesimpulan bahwa faham tsb cacat atau tidak?

8
Humor Tak Bohong / Re:10 tipe manusia
« pada: Desember 02, 2017, 10:35:52 AM »
Kalau begitu kita sama Kang!
Saya masih belum tahu, angka "10" dalam konteks sistem bilangan biner itu bagaimana cara mengucapkannya : "sepuluh" atau "dua" ?
 :confuse:

9
Matematika / Re:Bilangan Prima
« pada: Desember 02, 2017, 10:14:23 AM »
mengapa harus ada angka-angka yang dikelompokan sebagai bilangan prima ? apakah fungsi dan tujuannya ?

Salah satu dari kegunaannya adalah seperti apa yang tergambar dalam thread ini : http://medialogika.org/teori-umum/hukum-akal-sehat/, saat Imam Ali menjawab pertanyaan-pertanyaat terkait bilangan.

Kutip
Imam Ali, katakan kepadaku tentang sebuah angka, yang ketika kita, membagi angka tersebut, dengan angka 1 sampai 10, jawabannya yaitu selalu bilangan bulat, dan bukan bilangan pecahan?

Pertanyaan tsb sama dengan pertanyaan : "Berapakah kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 1, 2, 3, dst hingga 10?"
Untuk menjawabnya dengan mudah terlebih dulu kita lakukan faktorisasi prima :
2 = 21
3 = 31
4 = 22
5 = 51
6 = 21×31
7 = 71
8 = 23
9 = 32
10 = 21×51

1 tidak kita ikutkan, karena sudah jelas bahwa setiap bilangan bulat merupakan kelipatan dari 1.

Melalui faktorisasi prima dari 2 hingga 10 kita menemukan empat buah bilangan prima yaitu 2, 3, 5 dan 7, maka kalikan semua bilangan prima tsb beserta pangkat tertingginya :
23×32×51×71 = 8×9×5×7 = 2520

Begitu juga dengan dua persoalan lainnya, bisa diselesaikan dengan melibatkan faktorisasi prima untuk mempermudah perhitungan.

10
Humor Tak Bohong / 10 tipe manusia
« pada: Desember 01, 2017, 10:50:41 PM »
Manusia di dunia ini bisa dibagi menjadi 10 kelompok :
1. Manusia yang mengerti sistem bilangan biner
10. Manusia yang tidak mengerti sistem bilangan biner

Anda termasuk yang mana?

11
Teori Umum / Re:Hukum Akal Sehat
« pada: Desember 01, 2017, 08:05:46 PM »
Cerita tentang Imam Ali yang menjawab beberapa pertanyaan matematika tsb Kang Asep ambil dari kitab/buku apa?

12
Warta Dunia Maya / Re:Mimpi Enstein
« pada: Desember 01, 2017, 02:24:28 PM »
Sayang sekali tidak diceritakan peristiwa apa yang tergambar dalam mimpi Einstein tsb ya?

13
Proposisi / Re:Law Of Double Negation
« pada: Desember 01, 2017, 12:35:53 PM »
Ini materi tentang proposisi atau term?

Kira-kira kondisi yang bagaimana yang membuat seseorang lebih terarah untuk mengatakan ¬¬A dibanding A saja?

14
Komentari Gambar / Einstein vs Bohr tentang Tuhan
« pada: November 30, 2017, 11:33:58 AM »

Einstein : "Tuhan tidak bermain dadu..."
Bohr : "Einstein, jangan beritahu Tuhan tentang apa yang harus atau tidak harus Dia lakukan!"

15
Teori Umum / Re:Manfaat Ilmu Logika
« pada: November 30, 2017, 02:28:34 AM »
Dulu saya kira saya tahu. Setelah belajar di klinik tong fang, eh maksud saya media logika, sekarang saya tahu bahwa saya hanya mengira. Terimakasih klinik logika! Eh maksud saya media tong fang...

Aduh... Maksud saya, terimakasih media logika!

Halaman: [1] 2

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan