Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - Monox D. I-Fly

Halaman: [1] 2 3 4
1
Matematika / [Seri Ensiklopedi Matematika] David Hilbert
« pada: Januari 29, 2018, 02:04:09 PM »
(1862–1943) Ahli logika formal, geometri, fisika matematis, dan teori bilangan aljabar yang berasal dari Jerman.
Lahir pada tanggal 23 Januari 1862 di Königsberg, Prussia (sekarang Kaliningrad, Rusia), matematikawan David Hilbert sebagai salah satu dari pendiri matematika abad ke-20. Pada tahun 1899 Hilbert mempublikasikan karyanya yang terkenal berjudul Grundlagen der Geometrie (Fondasi geometri), dimana beliau menyajikan suatu fondasi aksiomatik yang lengkap dan tegas pada subjek tersebut yang menjelaskan asumsi tersembunyi yang dibuat Euclides dalam pengembangannya terhadap subjek tersebut dua two millennium sebelumnya. Selain itu, Hilbert mengembangkan topik logika formal dan menggunakan hasilnya untuk membuktikan bahwa pendekatannya terhadap geometri konsisten mengingat bahwa aritmetika pada bilangan bebas dari kontradiksi. Pada tahun 1900 Hilbert mengajukan 23 permasalahan kepada para matematikawan pada abad ke-20 yang dirasanya berada pada inti penelitian matematis yang vital. Dua dari permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan sangat cepat, tapi 21 tantangan sisanya benar-benar merangsang pemikiran matematis yang penting. Banyak dari tantangannya yang masih belum terselesaikan hingga hari ini. Hilbert juga berpengaruh besar terhadap pengembangan teori kuantum dalam fisika teoritis: gagasannya tentang “ruang Hilbert” memberikan kerangka konseptual yang tepat terhadap subjek tersebut. Hilbert juga memberikan kontribusi yang penting dalam bidang relativitas khusus dan relativitas umum.
Hilbert menerima gelar doktorat matematika dari Universitas Königsberg pada tahun 1885 setelah menulis sebuah tesis tentang aljabar abstrak. Ia menerima jabatan di salah satu fakultas universitas tersebut, dan tetap di situ selama 10 tahun sebelum menerima jabatan sebagai kepala matematika di Universitas Göttingen pada tahun 1895. Hilbert mengajar dan  Göttingen sepanjang sisa karirnya.
Naskahnya pada tahun 1897 yang berjudul Zahlbericht (Teori bilangan) dielu-elukan sebagai perpaduan yang brilian antara pemikiran terkini tentang teori bilangan aljabar, dan hasil yang orisinil di dalamnya diakui sebagai sesuatu yang mencengangkan. Kemampuan Hilbert untuk menangkap bagian-bagian yang tersembunyi dari teori matematika yang canggih, mengembangkan wawasan dan mendalam, dan memberikan perspektif baru yang inovatif dan merangsang pada suatu subjek sangat jelas. Sepanjang karirnya Hilbert bekerja pada subjek-subjek berbeda yang beragam luas, memberikan kontribusi yang mengguncang pada setiap subjek tersebut sebelum beralih ke subjek selanjutnya. Ia mempublikasikan hasil kinerjanya yang terkenal terhadap geometri Euclides pada tahun 1899.
pada tahun 1900 Hilbert diundang untuk membicarakan rapat Paris di Kongres Matematikawan Internasional. Dalam pidatonya ia menjabarkan 10 permasalahan matematis yang dirasanya sangat penting. (Ia menambahkan daftar tersebut menjadi 23 permasalahan saat ia mempublikasikan pidatonya.) Permasalahan-permasalahan tersebut mencakup hipotesis kontinum, konjektur Goldbach, pencarian terhadap aksiomatisasi fisika, dan pencarian terhadap algoritma umum untuk menyelesaikan persamaan Diophantus. Beberapa progres yang penting, dan dalam banyak kasus, solusi lengkap, telah dibuat untuk semua tantangan yang diajukan kecuali satu yang disebut hipotesis Riemann, yang menanyakan lokasi akar-akar dari fungsi zeta. Hal ini mungkin menjadi permasalahan belum terpecahkan yang paling terkenal hari ini.
Kemudian dalam hidupnya Hilbert bekerja pada logika formal dan pondasi fisika teoritis. Di antara tahun 1934 dan 1939 ia mempublikasikan dua volume Grundlagen derMathematik (Pondasi matematika), yang ditulis bersama dengan Paul Bernays (1888–1977), yang bertujuan untuk mengembangkan bukti konsistensi of matematika. (Akan tetapi, teorema ketaklengkapan Gödel menunjukkan bahwa tujuan seperti itu tidaklah mungkin tercapai.) Pengembangannya terhadap analisis fungsional menyediakan kerangka matematis yang tepat untuk teori mekanika kuantum.
Hilbert menerima banyak kehormatan sepanjang karirnya, termasuk penghargaan khusus dari Akademi Sains Hungaria pada tahun in 1905. Setelah pengunduran dirinya pada tahun 1929, kota Göttingen memberikan nama sebuah jalan dengan namanya, dan kota Königsberg, tempat kelahirannya, menyatakan dia sebagai penduduk terhormat. Ia meninggal di Göttingen pada tanggal 14 Februari 1943. Ia dikenang sebagai orang yang membentuk hakikat penelitian di abad ke-20 dalam matematika murni.

(Sumber: Tanton, James. 2005. Encyclopedia of Mathematics. New York: Facts on File.)

2
Matematika / [Seri Ensiklopedi Matematika] Teorema (Proposisi)
« pada: Januari 06, 2018, 02:27:42 PM »
Pernyataan dalam matematika yang telah terbukti benar disebut dengan teorema. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu theórema yang berarti “bahan perenungan.”
Teorema seringkali dikelompokkan berdasarkan tingkat seberapa penting teorema tersebut. Lemma adalah teorema tambahan, yaitu hasil yang terbukti benar untuk selanjutnya membentuk hasil yang lebih penting. (Dalam bahasa Yunani, lemma berarti “sesuatu yang diambil.”) Korolari adalah teorema dengan konsekuensi langsung, yaitu hasil dari teorema yang disusun sebelumnya dengan sedikit penjelasan atau bahkan tidak sama sekali. Sebaliknya, konjektur adalah pernyataan yang belum terbukti benar atau salahnya. Sekumpulan hasil berikut menggambarkan gagasan-gagasan tersebut:
Kutip
Lemma: Suatu bilangan asli jika dikuadratkan akan habis dibagi 4 atau menyisakan 1 saat dibagi 4.
Bukti: Misalkan a merupakan bilangan asli. Jika a genap, maka dapat ditulis dalam bentuk a = 2m untuk sembarang bilangan bulat m. Akibatnya, a2 = (2m)2 = 4m2 habis dibagi 4. Jika sebaliknya, a bilangan ganjil, maka a = 2m + 1 untuk beberapa bilangan m, sehingga a2 = (2m + 1)2 = 4m2 + 4m + 1 1 lebihnya dari kelipatan 4.
Kutip
Teorema: Jika suatu bilangan N sama dengan jumlah dua bilangan kuadrat, N = a2 + b2, maka N menyisakan 0, 1, atau 2, tapi tidak 3, saat dibagi dengan 4.
Bukti: Berdasarkan lemma sebelumnya, a2 menyisakan 0 atau 1 saat dibagi 4, demikian juga dengan b2. Tidak mungkin bagi kedua sisa tersebut jika dijumlahkan akan menjadi 3.
Kutip
Korolari: Tidak mungkin menuliskan 2.867.039 sebagai jumlah dua bilangan kuadrat.
Bukti: Bilangan tersebut akan menyisakan 3 saat dibagi 4.
Kutip
Konjektur: Dimungkinkan untuk menulis 3.457.417.105 sebagai jumlah dua bilangan kuadrat.
Pernyataan tersebut belum terbukti benar atau salahnya.

(Sumber: Tanton, James. 2005. Encyclopedia of Mathematics. New York: Facts on File.)

3
Matematika / [Seri Ensiklopedi Matematika] Geometri Euclides
« pada: Januari 04, 2018, 02:22:45 PM »
Geometri yang berdasarkan pada definisi dan aksioma yang ditetapkan dalam karya terkenal Euclides The Elements disebut dengan geometri Euclides. Fitur yang menonjol pada geometri ini adalah berlakunya postulat kelima, yaitu postulat kesejajaran. Inilah awalnya bahwa melalui sembarang titik pada bidang terdapat tepat satu garis melalui titik tersebut yang sejajar ke sembarang arah, bahwa semua sudut dalam segitiga jika dijumlahkan menjadi tepat, dan bahwa rasio keliling lingkaran manapun terhadap diameternya selalu merupakan nilai yang sama yaitu π.
Geometri Euclides dua dimensi disebut dengan geometri bidang, dan geometri Euclides tiga dimensi disebut dengan geometri ruang. Pada tahun 1899 matematikawan Jerman David Hilbert (1862–1943) membuktikan bahwa teori geometri Euclides bebas dari kontradiksi.

(Sumber: Tanton, James. 2005. Encyclopedia of Mathematics. New York: Facts on File.)

4
Matematika / [Seri Ensiklopedi Matematika] Aksioma (Postulat)
« pada: Januari 04, 2018, 11:07:52 AM »
Suatu pernyataan yang nilai kebenarannya dianggap terbukti oleh dirinya sendiri atau diterima tanpa bukti disebut dengan aksioma. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani axioma yang berarti “nilai” atau “kualitas.” Nama lainnya yaitu “postulat” berasal dari postulatum, kata dalam bahasa Latin yang artinya “sesuatu yang dibutuhkan.”
Salah satu pencapaian besar dari ahli geometri Euclides dan rekan-rekan sejawatnya pada sekitar tahun 300 SM adalah menyadari bahwa tidak semua pernyataan dalam matematika bisa dibuktikan: istilah-istilah tertentu tetap tak terdefinisi, dan aturan-aturan dasar (postulat) tentang hubungan-hubungan mereka harus begitu saja dianggap sebagai kebenaran. Orang harus mengembangkan suatu teori matematis dengan sebuah “big bang,” semacam itu, cukup dengan mendaftar sekumpulan asumsi awal. Dari sini, menggunakan hukum dasar penalaran, seseorang lalu menyusun dan membuktikan pernyataan yang lebih jauh, atau teorema, tentang sistem tersebut.
Sebagai contoh, dalam studi sistematis geometri Euclides, istilah titik, garis, dan bidang tidak didefinisikan, dan orang memulai studi sistematis dari subjek tersebut dengan mempelajari suatu daftar aksioma dasar yang mengatakan bagaimana seharusnya kuantitas-kuantitas tersebut berhubungan. (Salah satu aksioma dari geometri Euclides contohnya, menyatakan bahwa di antara dua titik manapun dapat digambar sebuah garis.) Semua hasil yang disajikan pada tulisan-tulisan umum jenjang Sekolah Menengah Atas tentang geometri, misalnya, merupakan konsekuensi logis dari lima asumsi pokok saja.
Dalam teori himpunan, istilah himpunan dan anggota himpunan tidak didefinisikan. Akan tetapi, diberikan aturan-aturan yang mendefinisikan kesamaan dua himpunan, yang menjamin adanya himpunan-himpunan tertentu, dan menetapkan cara untuk membentuk himpunan baru dari himpunan-himpunan yang lama. Dalam teori bilangan, postulat Peano memberikan fondasi logis terhadap teori bilangan dan aritmetika.
Suatu pernyataan dalam sistem matematis yang tampak benar tapi belum terbukti disebut dengan konjektur.

(Sumber: Tanton, James. 2005. Encyclopedia of Mathematics. New York: Facts on File.)

5
Matematika / [Seri Ensiklopedi Matematika] Euclides
« pada: Januari 03, 2018, 08:40:18 AM »
(300–260 SM) Ahli Geometri dari Yunani.
Ahli geometri Euclides dikenang sebagai penulis naskah paling terkenal dari seluruh dunia matematika, The Elements. Dalam 13 buku, karya tersebut mencakup semua yang diketahui dalam matematika di masa itu, dari geometri dasar dan teori bilangan, sampai teori yang lebih maju seperti perbandingan, bilangan irasional, dan geometri ruang. Akan tetapi, alasan utama Euclides dipuja-puja sekarang ini adalah karena pendekatannya yang unik dalam menyusun materi yang dia sajikan. Mulai dari sekumpulan kecil definisi, “gagasan umum,” dan aksioma (pernyataan dasar yang nilai kebenarannya dapat terbukti dengan sendirinya), Euclides menurunkan dari penalaran logika murni sekitar 465 proposisi (teorema) dalam matematika. Hal ini mendirikan standa kekakuan dan kekuatan deduksi yang menjadi model dari semua karya matematis yang lebih jauh untuk dua milenia ke depannya. Dapat dikatakan bahwa The Elements mendefinisikan tentang apa itu matematika murni.
Hampir tidak ada yang diketahui tentang kehidupan Euclides. Diyakini bahwa ia tinggal dan mengajar di Alexandria, sebuah kota di Yunani di dekat mulut Sungai Nil di tempat yang sekarang bernama Mesir, dan mungkin merupakan kepala perpustakaan besar di Akademi Alexandria. Banyak naskah kuno bersejarah mendeskripsikan karya Euclides keliru antara matematikawan Euclides dari Alexandria dengan filsuf Euclides dari Megara, yang hidup sekitar 100 tahun sebelumnya. Apalagi, Euclides merupakan nama yang sangat pasaran di masa itu, and terdapat banyak cendekiawan terkemuka dari berbagai bidang dalam periode ini. Karena kekeliruan-kekeliruan selanjutnya dan kurangnya informasi yang spesifik mengenai sang matematikawan Euclides, beberapa ahli sejarah berteori bahwa Euclides bukanlah sesosok tokoh bersejarah, melainkan nama yang digunakan oleh sekelompok matematikawan di perpustakaan Alexandria yang mempublikasikan suatu karya lengkap di bawah satu nama Euclides. (Bandingkan dengan nama fiktif Nicolas Bourbaki dari abad ke-20). Meskipun demikian, pandangan tersebut bukanlah pandangan yang populer.
The Elements dianggap sebagai naskah standar untuk belajar bagi cendekiawan Yunani dan Romawi selama 1.000 tahun. Naskah tersebut telah diterjemahkan ke bahasa Arab pada sekitar tahun 800 M dan dipelajari secara ekstensif oleh para cendekiawan Arab. Dengan bangkitnya minat saintifik pada masa Renaissance, karya Euclides menjadi model berpikir logis di Eropa. Lebih dari 2.000 edisi naskah yang berbeda telah muncul sejak versi ketikan pertamanya diproduksi pada tahun 1482, dan banyak ilmuwan hebat dari Barat, termasuk Sir Isaac Newton (1642–1627) contohnya, mendeskripsikan penguasannya terhadap karya Euclides sebagai suatu bagian yang signifikan dalam pengembangan berpikir saintifik mereka. Pembelajaran tentang TheElements merupakan bagian yang integral dari kurikulum standar SMA di AS hingga tahun 1950-an.
Karya-karya lain yang diatasnamakan pada Euclides dari Alexandria yang masih bertahan hingga hari ini mencakup Data, mengenai sifat-sifat bangun datar; On Divisions, mempelajari teori geometri tentang membagi daerah pada bangun datar menjadi perbandingan tertentu; dan Optics, karya pertama bangsa Yunani tentang teori perspektif. Juga diketahui bahwa Euclides menghasilkan setidaknya lima naskah lain dalam bidang geometri, termasuk risalat empat jilid tentang irisan kerucut, serta karya tentang musik and dan lain-lain yang membahas prinsip saintifik secara umum.

(Sumber: Tanton, James. 2005. Encyclopedia of Mathematics. New York: Facts on File.)

6
Matematika / Belajar Kanji dari Sudut Pandang Anak Matematika
« pada: April 30, 2017, 02:14:12 PM »
Hai teman-teman, lama nggak login ke sini. Saya bikin fanpage di Facebook nih, isinya soal belajar Kanji dari sudut pandang anak matematika. Ini link-nya:
https://facebook.com/ShuugakuHitoKaraKanjiNiNarau/
Ini gambar pertama yang saya upload di situ:

Kalau dipikir-pikir, Kanji dari angka 1 (一), 2 (二), dan 3 (三) mirip dengan angka Romawi mereka diputar 90 derajat.

7
Puisi / Fear in the Workplace
« pada: September 20, 2016, 10:01:55 PM »
Ini puisi yang saya buat 2 tahun yang lalu, waktu di kantor tempat saya baru bekerja mem-PHK 5 orang sekaligus:

Back then, I never thought that I would be using this
But now, the circumstance has changed
Well, this is just the true nature of humankind
I have gotten used to it
This world full of facade and mask
And being the real me
is weird
But this is the real me
I'm childish, yeah I know
I am well aware of it
However I don't want to be fake
So don't wonder if I laugh too much
That's just my way of dealing with the tough life
Laughing at my own stupidity
Laughing at my own misfortunates
Life is so hard I'll just laugh it off! :D
And even if someday I'll get called out
following our fallen comrades
I will try not to cry
I will just bow my head and smile
no, even laugh
while saying goodbye to my friends
waving my hand to the people behind me

Oh, and if the one reading this is curious
to what I referred to in the first line
Don't think too much about it
It's just my other mechanical pencil
whose color is yellow/gold/orange/whatever
Hahaha...
Gotcha...! :D

8
Matematika / Trading Card Game Serpents and Stairs
« pada: April 19, 2016, 10:47:16 PM »
Tiga tahun yang lalu saya punya ide ini, dan saya tulis sebagai note di FB. Link-nya ada di sini. Ini tentang Trading Card Game yang menggunakan permainan ular tangga. Buat yang belum tahu apa itu Trading Card Game, bisa dilihat di sini.

Dinamai "Serpents and Stairs", karena saya bingung saat memilih nama, akhirnya Bahasa Inggris dari "Ular Tangga" (Snakes and Ladders) saya terjemahkan ulang menjadi kata Bahasa Inggris lain untuk "Ular" dan "Tangga", yaitu "Serpent" dan "Stair".

Permainan ini terinspirasi dari ChessHeads, Trading Card Game produksi sebuah perusahaan catur ChessMate yang dimainkan dengan menggunakan permainan catur.

Ide untuk membuat permainan ini muncul saat saya mengajar les adik sahabat saya yang saat itu sudah kelas 7 tapi masih belum bisa matematika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). Namun sayangnya, rupanya saat hal itu saya konsultasikan pada kakak sahabat saya itu, sepertinya murid saya ini tetap tidak akan mengerti dengan cara ini karena cara ini menggunakan logika. Tapi karena ide sudah terlanjur muncul, saya bertekad untuk melanjutkannya sekalian dan mendesain beberapa kartunya.

Sama seperti permainan ular tangga pada umumnya, permainan ini dimainkan oleh 2 sampai 4 orang dimana orang yang mencapai petak 100 terlebih dahulu dijadikan sebagai pemenang.

Untuk peraturan permainan ular tangga tidak perlu saya jelaskan ya? Soalnya teman-teman sekalian sudah pasti tahu.

Kemudian isu yang paling santer menghinggapi semua Trading Card Game baru, yaitu Balancing System atau Sistem Keseimbangan. Hal ini adalah agar tidak ada kartu yang broken atau overpowered (terlalu kuat), jadi semua kartu diusahakan sebisa mungkin agar seimbang.
Dalam Trading Card Game ide saya ini, mekanisme yang akan digunakan untuk balancing yaitu Dice Reduction. Dengan sistem ini, semua kartu diberi Cost yang sesuai dengan Effect-nya. Dan Cost di sini dibayar dengan mengurangi mata dadu yang didapat.
Contoh:
Pada giliran ini saya akan mengeluarkan kartu dengan Cost 3
Mata dadu menunjukkan angka 6
Angka 6 dikurangi dengan angka 3 pada Cost kartu sehingga pada giliran ini saya hanya maju 3 langkah (6 - 3 = 3).
*Catatan: Dalam permainan ular tangga biasa, setiap pemain memperoleh mata dadu 6, dia akan mengocok dadu sekali lagi untuk menambah langkah. Pada permainan ini, peraturan tersebut hanya berlaku jika mata dadu 6 tidak dikurangi oleh Cost kartu apapun. Jika mata dadu 6 sudah dikurangi Cost suatu kartu, maka pemain tidak lagi berkesempatan untuk mengocok dadu lagi pada giliran tersebut.

Kartu dibedakan menjadi 2, kartu Aksi dan kartu Reaksi. Kartu aksi digunakan pada giliran sendiri, sementara kartu Reaksi digunakan pada giliran lawan dengan Cost yang sudah "ditabung" pada giliran sendiri.
Contoh:
Pada giliran lawan, saya akan menggunakan kartu Reaksi dengan Cost 2
Mata dadu menunjukkan angka 3
Dari angka 3, saya "menabung" 2 sehingga saya hanya maju 1 langkah pada giliran ini (3 - 2 = 1).
Catatan 1: "Tabungan" yang disimpan HARUS HABIS pada giliran lawan. Jika pada awal giliran kamu masih mempunyai sisa "tabungan" mata dadu, maka kamu mendapatkan penalti berupa dilompatinya 1 giliran kamu.
Catatan 2: Kamu baru menunjukkan kartu reaksi pada giliran lawan yang menjadi Target dari kartu tersebut. Jadi lawan hanya mengetahui Cost dari kartu itu.
 
Satu deck permainan ini berisi 60 kartu, dengan maksimal 6 kartu bernama sama di dalam deck.

Urutan yang dilakukan pada setiap giliran adalah sebagai berikut:
1. Draw (tarik) 1 kartu dari deck (Pada giliran pertama, masing-masing pemain mempunyai 5 kartu di tangan).
2. Kocok dadu.
3. Kurangi dengan Cost yang akan dikeluarkan atau "ditabung".
4. Melangkah sesuai dengan jumlah angka mata dadu dikurangi Cost kartu yang dimainkan atau ditabung.
5. Jalankan Effect kartu yang sesuai dengan petak dimana pemain berhenti.

Ini contoh-contoh data kartunya (Gambar menyusul):
1. WASPADA
Tipe: Aksi
Cost: 1
Efek: Lawan mundur 1 langkah.

2. PIJAKAN
Tipe: Aksi
Cost: 6
Efek: Naik 1 baris.

3. DADU GANDA
Tipe: Aksi
Cost: 3
Efek: Setelah dikurangi Cost kartu ini, kalikan mata dadu yang kamu peroleh dengan 2.

4. POTONG DADU
Tipe: Reaksi
Cost: 4
Efek: Jika lawan memperoleh mata dadu berupa bilangan genap, bagi nilai mata dadu itu dengan 2.

5. NEUROTOKSIN
Sub-Tipe: Toksin
Tipe: Aksi
Cost: 3
Efek: Jika lawan berada pada petak dengan kepala ular, pada giliran lawan, lawan tidak bisa melangkah.

6. ACROPHOBIA
Tipe: Reaksi
Sub-Tipe: Phobia
Cost: 5
Efek: Jika setelah lawan melangkah, lawan berhenti di kaki tangga, lawan tidak bisa menaiki tangga tersebut.

7. OPHIOPHOBIA
Tipe: Aksi
Sub-Tipe: Phobia
Cost: 6
Efek: Jika lawan berada pada petak dengan kepala ular, pada giliran lawan, lawan mundur 6 langkah.

8. KEBERANIAN
Tipe: Reaksi
Cost: 1
Efek: Jika lawan menggunakan kartu Phobia, hilangkan efek dari kartu tersebut.

9. SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
Tipe: Reaksi
Cost: 6
Efek: Jika setelah lawan melangkah, lawan turun karena berhenti di ekor ular, lawan menuju petak dengan puncak tangga terdekat dan menuruni tangga tersebut.

10.HEMOTOKSIN
Tipe: Aksi
Sub-Tipe: Toksin
Cost: 6
Efek: Jika lawan berada pada petak dengan kepala ular, lawan turun 1 baris.

11.KARDIOTOKSIN
Tipe: Reaksi
Sub-Tipe: Toksin
Cost: 6
Efek: Jika setelah lawan melangkah, lawan berhenti di petak dengan kelipatan 33, lawan ia kehilangan 3 giliran.

12. LUBANG ULAR
Tipe: Reaksi
Cost: 6
Efek: Jika setelah lawan melangkah, lawan berhenti di petak yang merupakan kelipatan dari petak tempat kamu berada, tukar posisi dengan posisi lawan.

Untuk sementara contohnya itu dulu, mungkin ada masukan atau saran dari teman-teman yang lain?
Oya, sekalian kalau ada yang punya koneksi dengan perusahaan mainan/hobi/media pendidikan tolong saya diberitahu. Saya ingin mengajukan ide ini kepada perusahaan tersebut. Terima kasih. :)

9
Matematika / [ASK] Lintasan Komet Berbentuk Parabola
« pada: Pebruari 05, 2016, 11:30:06 PM »
Jarak komet d dari salah satu satelit planet Yupiter ditentukan dengan persamaan d = 47,9t² + 0,03t - 908,7 dimana t adalah banyaknya jam sejak komet tampak pada tanggal 28 Juni 2001. Tentukan tanggal komet mencapai satelit tersebut.

Saya coba gambar ilustrasinya begini:

Berdasarkan ilustrasi tersebut, t = 0 pada tanggal 28 Juni 2001. Setelah mencapai titik balik yang terletak di sumbu simetri, komet kembali tampak di satelit tersebut. Dengan demikian, waktu saat komet kembali tampak di satelit tersebut adalah dua kali sumbu simetri, tapi kok saya dapatnya negatif ya? Jawabannya -0,03/47,9. Atau cara saya mengerjakan yang salah?

10
Hai para logicers, mari kita bermain sedikit puzzle. Di sini, kita menggunakan semua bilangan bulat dari 0 sampai 9 masing-masing tepat satu kali untuk menyusun operasi matematika yang menghasilkan nomor postingan. Pembulatan tidak diperkenankan. Sekarang karena ini postingan pertama, saya kasih contoh yang menghasilkan 1::
94875326 x 0 + 1= 1
Otanoshimi wa kore kara da! *ngomong pake' gaya Sakaki Yuya*

11
Matematika / [ASK] Hukum De Morgan untuk 3 Premis
« pada: Januari 06, 2016, 06:19:45 AM »
Waktu itu saya mendapat job untuk edit ensiklopedia matematika, saat saya hendak membuktikan sesuatu, saya melakukannya menggunakan langkah yang serupa dengan ~(p ^ q ^ r) ≡ ~p ∨ ~q ∨ ~r. Tapi waktu dicek oleh rekan saya yang juga alumni pendidikan matematika, dia meragukan saya karena setahu dia hukum De Morgan yang diajarkan selama sekolah dan kuliah hanya menggunakan dua premis, sedangkan saya menerapkannya pada tiga premis. Saya sudah menjelaskan bahwa hukum De Morgan tetap berlaku untuk tiga premis karena kedua operasi logika dalam tanda kurung sama, tapi dia tetap tidak percaya. Akhirnya saya mengalah dan mengganti langkah tersebut dengan cara lain dan menunjukkan kalau setelah beberapa langkah hasil yang didapat tetaplah sama, tapi dia malah bingung. Menurut teman-teman, apa benar hukum De Morgan hanya dapat diterapkan untuk dua premis?

12
Cerpen / Jiwaku Melayang
« pada: Januari 04, 2016, 02:23:45 PM »
“Dasar pemerintah nggak becus!” terdengar suara menggerutu. Rois yang sedang menengguk es kopi pahit kesukaannya menoleh ke arah sumber suara. Rupanya suara itu berasal dari teman sekelasnya yang bernama Jayadi. Di sekeliling Jayadi juga terdapat beberapa temannya yang lain. Mereka semua juga ikut membicarakan hal serupa.
“Iya nih, harga BBM naik terus.”
“Habis itu nanti ada pengalihan isu.”
“Ini gara-gara orang-orang pada salah pilih pemimpin, sih.”
Salah satu dari mereka menyadari keberadaan Rois di situ, kemudian menyapanya, “Hai Rois, ayo ikut nimbrung sini!” “Nggak ah, aku nggak ngerti politik!” jawab Rois sambil tersenyum. Temannya membalas, “Yah, kamu ini nggak peduli negara!” Rois hanya tersenyum. Dia menghabiskan minumannya dan bersiap untuk pergi, namun suara Jayadi mengurungkan niatnya.
“Kita demo aja yuk!”
Semua yang ada di situ saling berpandangan, hingga akhirnya terdengar seruan kompak, “Ayo!” Hanya Rois yang tidak menjawab. “Kamu kok diam saja Is? Ikut nggak?” tanya Jayadi. Rois hanya tersenyum sambil menggeleng. “Kenapa nggak ikut? Bukannya Radit yang dulu satu SMP sama kamu bilang kalau dulu kamu sering mengkritik kebijakan pemerintah?” Tri, salah satu orang yang bersama Jayadi bertanya pada Rois. “Waktu itu aku belum tahu” jawab Rois. Jayadi kemudian menebak, “Jangan-jangan presiden yang sekarang itu pilihanmu waktu pemilu dulu ya?” Rois menjawab datar, “Pilihanku waktu itu sama dengan kalian, dia yang akhirnya tidak terpilih.” “Tapi sekarang kamu dukung presiden yang baru kan?” kejar Jayadi. “Aku tidak mendukungnya,” jawabRois tegas. “Tapi, tidak mendukung bukan berarti menolak,” lanjutnya.
***

Kantin sudah sepi. Perdebatan Rois dengan teman-temannya tadi membuatnya merasa perlu memesan es kopi lagi. Sambil menunggu, ia merogoh bagian kecil tasnya dan mengambil sesuatu. Ia memegang benda itu sambil memandanginya, sebuah pin bertuliskan OSIS SMA Negeri 1 Wibawa. Karena aku tak pantas, pikirnya dalam hati.
“Lagi nostalgia Kak?” tiba-tiba seorang perempuan duduk di sampingnya. Merasa terkejut, Rois buru-buru memasukkan pin yang dipegangnya ke dalam tas. “Kholifah?” sapa Rois. “Lagi mengenang masa-masa di OSIS ya?” tebak Kholifah. Rois diam saja, ia tak tahu harus menjawab apa. “Di OSIS menyenangkan ya Kak, aku dulu juga menikmati banget. Aku bersyukur waktu kuliah di sini aku jadi adik tingkat Kakak dan bisa mengenal Kakak, seorang…” Rois meletakkan gelas yang baru saja diseruputnya ke meja secara kasar, membuat Kholifah tidak meneruskan kalimatnya. Pandangan matanya berubah tajam.
“Diam.”
Rois mengatakannya dengan nada datar, namun dari ekspresinya tampak bahwa ia sedang menahan emosi, “Aku tak ingin mengingatnya kembali.” “Kenapa Kak? Kan keren…?” Kholifah bertanya keheranan. “Kamu tak tahu apa-apa.” Sebelum Kholifah sempat menjawab, Rois meneruskan kalimatnya, “Saat kamu SMA, aku sudah lulus. Kamu belum pernah tahu bagaimana saat aku di organisasi itu”. Kholifah menghela nafas panjang, dia lalu bertanya, “Kakak cinta OSIS?” Rois memejamkan matanya. Ia menjawab, “Justru karena rasa cintaku itulah aku jadi seperti ini”. Mereka berdua pun terdiam dalam sunyi.
***

Massa sudah berkumpul. Beberapa orang membakar ban di jalan. Beberapa orang lagi merusak fasilitas umum. Salah seorang dari mereka berkoar-koar dengan toa, menebarkan kebencian pada pemerintah, “Kami butuh keadilan!” “Turunkan presiden!” “Negara ini negara demokrasi!” “Dengarkan suara rakyat!”
Rois mengamati teman-temannya yang sedang berdemonstrasi di depan salah satu gedung pemerintah. Dia merasa melihat seseorang yang dia kenal, adik kelasnya saat masih SMA dulu. Dia memfokuskan penglihatannya. Ternyata benar, orang yang dilihatnya adalah Arif, ketua OSIS dari generasi dua tahun di bawah Rois.

Polisi mulai beradu dengan mahasiswa. Mereka mulai saling pukul dan saling hantam. Rois berjalan perlahan, tidak tahan melihat semua kengerian ini. Dia tahu dia tidak akan bisa menghentikan perkelahian, namun setidaknya dia akan mencoba menghentikan teman-temannya. Jayadi yang mengira Rois akan bergabung dengan mereka menyambutnya dengan senyuman.
“Akhirnya kamu sadar juga”, kata Jayadi. “Boleh aku tanya satu hal?” Rois tidak menghiraukan ucapan Jayadi. Jayadi menjawab, “Silakan”. “Seandainya pemimpin yang sekarang lengser dan diganti dengan yang baru, apakah kelak kalian akan menerimanya? Apakah kalian tidak akan demo lagi?” Rois bertanya. “Sudah jadi kewajiban rakyat untuk mengkritik kebijakan pemerintah,” jawab Jayadi. “Artinya siapapun pemimpinnya kalian tidak akan pernah puas kan? Bukankah itu berarti kalian hanya mencari kesalahan pemerintah saja?” kejar Rois. Jayadi hendak membantah, namun dari samping tangan Radit menggesernya. Kali ini Radit yang akan menghadapi perdebatan dengan Rois.
“Bukankah dulu waktu SMP kamu suka mengkritik pemerintah? Bahkan sekarang aku jadi begini pun karena kagum akan pola pikirmu yang dulu.”
“Waktu itu aku belum sadar.”
“Belum sadar akan apa? Sadar kalau membela pemerintah menguntungkan bagimu? Itu artinya kamu hanya seorang penjilat!”
“Aku tak membela siapa-siapa. Pemerintah bisa saja salah. Aku berdiri di pihak yang netral.”
“Kamu tak akan bisa kemana-mana dengan sikap sok netral seperti itu! Kalau menurutmu pemerintah juga bisa salah, kenapa tidak ikut mengkritiknya?”
“Karena aku bukan orang yang pantas untuk mengkritik kepemimpinan seseorang.”
“Kenapa sekarang kamu berpikir begitu? Berbeda dengan waktu SMP.”
“Seandainya saja aku berada di posisi yang sama dengan pemimpin kita, bisakah aku melakukan yang lebih baik darinya? Aku rasa tidak.”
“Huh! Orang sepertimu tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin!”
“Justru karena aku merasa tidak pantas menjadi seorang pemimpin makanya aku bisa bilang begini.”
DOR! Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Rupanya polisi sudah mulai kehilangan kesabaran. Rois yang sedang berdebat dengan Radit pun mengalihkan perhatiannya. Ia melihat sesosok polisi menodongkan senjatanya, ke arah Arif. Dengan sigap Rois pun melompat mendorong Arif tepat bersamaan dengan ditariknya pelatuk pistol. “Argh!!!” Rois terkena peluru di bagian lengan. “Kak Rois!” teriak Arif begitu mengetahui siapa yang menolongnya.
Jayadi dan teman-temannya segera berbondong-bondong mengerumuni Rois. Bagaimanapun juga, Rois juga teman mereka. Radit menelpon ambulans sementara Medi, salah seorang temannya, berusaha memberikan pertolongan pertama pada Rois.
“Kenapa Kak?” tanya Arif yang sama sekali tak menyangka bahwa Rois ada di situ dan bahkan menyelamatkan nyawanya. “Karena… aku… ingin menebus kesalahanku,” jawab Rois dengan terbata-bata. Arif pun bertanya-tanya, “Kesalahan apa? Kakak nggak punya kesalahan apa-apa sama aku!”. “Rois menjawab, “Bukan… padamu. Tapi pada… organisasi,” Jayadi dan teman-temannya terheran-heran. Organisasi apa yang mereka maksud? Akhirnya ambulans pun datang dan Rois segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
***

Rumah Rois terlihat sangat ramai. Puluhan tamu duduk berjajar di kursi. Di antara mereka tampak Jayadi, Tri, Radit, Medi, Kholifah, dan Arif. Dari kabar yang sempat mereka dengar, nyawa Rois tidak sempat diselamatkan. Ia meninggal dunia karena kehabisan darah, namun dengan senyuman di wajahnya.Radit menunduk lesu, teringat perdebatan terakhirnya dengan Rois. Di depannya Arif sedang berbincang-bincang dengan seseorang.
“Kak Alfi, sebenarnya apa maksud penebusan yang dibilang Kak Rois waktu itu?”
“Kamu tau bagaimana sifat Rois?”
“Mestinya dia orang yang berwibawa, bertanggungjawab, disiplin, dan mempunyai sifat-sifat baik yang dibutuhkan seorang pemimpin kan? Dia kan pernah jadi ketua OSIS?”

Radit mendongakkan kepalanya. Ia kemudian menanyakan pada orang yang sedang berbincang dengan Arif, “Rois pernah jadi ketua OSIS?” Orang yang ditanya mengangguk. “Jadi itu sebabnya dia sudah tidak pernah lagi mengkritik kepemimpinan seseorang?” duga Radit. “Karena dia pernah merasakan betapa beratnya menjadi seorang pemimpin,” jawab Alfi. Kemudian ia melanjutkan, “Apalagi bagi orang seperti Rois yang kekanak-kanakan dan tak pernah bisa serius. Banyak yang bilang kalau di antara seluruh generasi OSIS di SMA kami, masa kepemimpinan Rois lah yang paling buruk. Generasi-generasi di bawahnya pun sudah tidak bisa sebagus generasi-generasi terdahulu lagi, dan Rois menyalahkan dirinya sendiri akan masalah ini. Dia meyakini bahwa dialah yang menyebabkan kehancuran OSIS SMA kami.”
“Tapi kalau dia merasa bersalah pada OSIS, kenapa dia selalu bilang kalau dia tidak pernah ikut organisasi? Bukankah itu artinya dia tidak mengakui OSIS?” tanya Radit. Alfi memejamkan matanya sejenak, “Sebaliknya, dia bilang begitu karena rasa cintanya kepada OSIS,” Melihat ekspresi wajah Radit dan Arif yang keheranan, Alfi melanjutkan, “Selama ini dia berpikir kalau dia adalah aib OSIS. Karena itu berusaha menjaga nama OSIS dengan merahasiakan bahwa dia pernah jadi ketuanya. “Lalu soal penebusan itu?” tanya Arif. Alfi menjawab, “Dia pernah bilang bahwa mungkin satu-satunya cara menebus kesalahannya pada OSIS adalah dengan nyawanya. Bisa jadi dia berpikir bahwa dengan mengorbankan nyawanya untukmu yang juga pernah menjadi ketua OSIS, dia telah menebus kesalahannya.”
Radit dan Arif tertunduk. Radit sangat menyesal bahwa perdebatan terakhirnya dengan Rois adalah tentang kepemimpinan. Sementara itu, Jayadi yang duduk di sebelah Rois sedari tadi mendengarkan percakapan mereka bertiga. Ia memukulkan tangannya ke kursi dan berbisik, “Selamat jalan, Rois. Maafkan aku.”
---***---

13
Definisi / Grafik
« pada: Januari 04, 2016, 10:14:11 AM »
Grafik adalah diagram yang menunjukkan nilai-nilai tertentu. Grafik biasanya disajikan dalam bentuk garis atau batang. Grafik yang disajikan dalam bentuk garis disebut diagram garis. Adapun grafik yang disajikan dalam bentuk batang disebut diagram batang.

Diagram garis:


Diagram batang:

14
Komentari Gambar / My Master Card
« pada: Januari 03, 2016, 10:27:43 PM »
Sekedar posting Master Card saya yang sudah tidak bisa saya pakai lagi gara-gara sudah tidak ada mesin yang tersedia untuk memakainya:
Spoiler for Hiden:
Sorry, you are not allowed to see this part of the text. Silahkan login or mendaftar.

15
My Journal / Farabi Onan
« pada: Desember 26, 2015, 10:27:53 PM »
saya kenal Farabi sudah lama.

Farabi yang dimaksud di sini itu Farabi yang member Forum Sains bukan? Kang Asep ketemu dia di forum mana? Apa dia juga member di forum ini?

Halaman: [1] 2 3 4

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan