Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Sultan

Halaman: [1]
1
Meditasi / Akar Dari Perbuatan dan Munculnya Emosi/Perasaan
« pada: September 14, 2016, 07:34:02 PM »
Selalu menyadari dan mengawasi gerak pikiran dan batin lalu kemudian mengendalikannya, akan membuat kita terhindar dari segala ucapan dan perbuatan buruk - jahat (dosa).

Awal dari perbuatan adalah paradigma (pandangan) dan pikiran.
Dengan selalu menjaga paradigma dan pikiran, maka kita selalu menjaga ucapan dan perbuatan.
Bisa dikatakan bahwa paradigma dan pikiran ibarat akar.Ucapan dan perbuatan ibarat pohon beserta buahnya.Oleh karena demikian, maka menjaga akar berarti menjaga pohon beserta buahnya.

Menurut pengamatan saya sehari - hari, banyak orang terbakar amarah lalu kemudian melakukan berbagai tindakan buruk.Dengan suatu pemahaman bahwa, tindakan/perbuatan berasal dari paradigma dan pikiran, maka dapat dimengerti bahwa penyebab munculnya amarah beserta tindakan negatif yang timbul akibat dari amarah tersebut, berasal dari paradigma dan konsep - konsep pikiran yang mereka buat sendiri.

Saat kita marah pada seseorang lalu timbul suatu paradigma beserta konsep - konsep mental negatif seperti misalnya “orang ini sangat menyebalkan”, “dia menghina aku”, dan sebagainya dan berbagai ucapan serta tindakan - tindakan buruk muncul akibat dari paradigma dan konsep - konsep mental negatif, jika kita menyadari dan waspada terhadap gerak batin - pikiran kita, maka pada saat itu juga kita bisa mengendalikannya lalu menghapus berbagai paradigma serta konsep - konsep mental negatif tersebut dan ucapan serta berbagai tindakan negatif tersebut tidak akan muncul.

Jika yang berusaha kita kendalikan adalah kondisi, faktor, atau stimulus - stimulus luar untuk melenyapkan amarah serta berbagai ucapan dan tindakan negatif yang merupakan konsekuensi dari amarah tersebut, ini adalah sebuah kekeliruan.Karena amarah tersebut ada di dalam diri kita tetapi kita malah berusaha untuk melenyapkan hal - hal luar yang bukan merupakan amarah tersebut.Akarnya pun ada di dalam diri kita.

Oleh karena amarah tersebut berada di dalam diri kita, maka untuk seyogianya kita sendirilah yang harus melenyapkan amarah tersebut di dalam diri kita.Ini adalah cara yang terbaik menurut saya.

Hal yang sama pun berlaku untuk rasa takut.Jika rasa takut timbul, maka rasa takut tersebut berada di dalam diri kita sendiri.Ketika kita berusaha untuk melenyapkan kondisi, faktor, atau stimulus - stimulus luar yang kita anggap sebagai penyebab timbulnya rasa takut tersebut, ini pun juga sebuah kekeliruan.Karena rasa takut tersebut ada di dalam diri kita sendiri tetapi kita malah berusaha untuk melenyapkan hal - hal luar yang bukan rasa takut itu sendiri.Akarnya pun ada di dalam diri kita sendiri, yaitu paradigma/persepsi dan konsep - konsep bentukan pikiran kita terhadap hal - hal luar yang kita anggap sebagai penyebab kemunculan rasa takut tersebut.

Oleh karena rasa takut tersebut berada di dalam diri kita sendiri, maka untuk seyogianya kita sendirilah yang harus melenyapkan rasa takut tersebut berada di dalam diri kita sendiri.

Untuk cara pelenyapannya dari masalah - masalah di atas, menurut saya adalah berlatih meditasi.

Ketika kita memusatkan seluruh kesadaran kita secara absolut pada objek meditasi dengan baik dan benar, maka tidak akan ada paradigma/persepsi negatif beserta konsep - konsep bentukannya yang negatif pula.Tidak akan ada kesenangan atau pun kebahagiaan.Kita akan mengalami apa yang saya sebut sebagai "kekosongan pemikiran dan perasaan” yaitu tidak adanya perasaan mau pun konsep, pemikiran, perenungan dan lain sebagainya atau dalam istilah buddhisme disebut sebagai "upekkha" (keseimbangan batin).Dalam kondisi kosongnya pemikiran dan perasaan seperti itu bagaimana kita bisa merasa takut atau pun marah ?

Efek dari keseimbangan batin inilah yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari - hari jika kita mampu untuk "mempertahankannya" dari seusai meditasi.

Kita menjadi tidak tergoyahkan oleh perasaan positif mau pun perasaan negatif (amarah, takut, dan lain sebagainya).

Postingan ini juga saya jadikan sebagai pedoman bagi diri saya sendiri.
The following users thanked this post: purnawan

Halaman: [1]

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan