Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Ziels

Halaman: [1] 2 3 ... 29
1
Diskusi Umum / Re:Menangkal Faham Radikal
« pada: Juni 15, 2018, 01:13:03 AM »
hehe trims pak. Tak menata batin dulu.


2
Diskusi Umum / Re:Bukan Untuk Pemalas
« pada: Juni 15, 2018, 12:51:51 AM »
انتار مالس دينغن صالوسى دان مالس تانفى صالوسى

3
Diskusi Umum / Re:Menangkal Faham Radikal
« pada: Juni 15, 2018, 12:11:07 AM »
lama jawabnya nih,,,saya emosi nih merasa dikerjain...asw..

bilang saja "iya"
iya lebih baik daripada kau menangis
penguasa...
penguasa...

4
Diskusi Umum / Re:Menangkal Faham Radikal
« pada: Juni 14, 2018, 11:56:45 PM »
itu melaksanakan apa memaksakan? sengaja ya?

5
Diskusi Umum / Re:Menangkal Faham Radikal
« pada: Juni 14, 2018, 11:48:18 PM »
Saya mengerti tp bingung mau ngomong apalagi.

6
Diskusi Umum / Re:Menangkal Faham Radikal
« pada: Juni 14, 2018, 10:08:41 PM »
maksud dari 'faham radikal' disini yg seperti apa pak? krna saya search di google ternyata banyak versi

7
My Journal / Re:Menulis karena Cinta
« pada: Juni 14, 2018, 05:08:29 PM »
Demikian pula saya, sejak dahulu saya menulis bukan dengan harapan akan suatu upah, tapi semata karena cinta. Apabila cinta ini sirna, niscaya pena saya akan berhenti dan tertegun karena dihadang tanya,"Mengapa aku harus menulis ? Untuk apa menulis ? Berapa untungnya ? Adakah upah yang aku dapatkan ? Berapa banyak orang memberi apresiasi pada tulisan saya ? Mengapa saya saya harus bersusah payah menulis dan membagikannya pada orang lain ?" Tapi saya tidak atau belum kehilangan cinta ini, sehingga tak perduli dengan semua tanya itu.Saya menulis tidak untuk apapun, melainkan hanya karena Cinta. Dan semoga saya tak pernah kehilangan cinta ini.

Iya iya...duh...lah...hahaha...semangat teroosss pak!!!

8
Meditasi / Re:Sensasi Menjadi Ringan
« pada: Maret 07, 2018, 02:13:49 AM »
kapan hari saya liat di youtube ada juga teknik melayang tapi bukan soal meditasi yaitu magnetic levitation, kurleb adalah sebuah perangkat berbentuk kotak yg diberi arus listrik lalu diatasnya diberi magnet dan hasilnya magnet tsb melayang diatas kotak sembari berputar-putar.

Yg saya lihat alat tsb digunakan sebagai display semisal tanaman pot atau untuk perhiasan.

Untuk prinsip kerjanya saya belum tahu hehe sorry infonya cuma sekian dan sory oot tapi topiknya mirip2 lah karena sama2 ada media, kecenderungan dan mungkin ada titik/posisi tertentu yg tidak ketarik maupun tertolak jauh.


9
Cerpen / Re:Lelaki Yang Gak Asyik
« pada: Mei 29, 2017, 12:55:07 AM »
Wah lah kok .. Sy juga ga asik.. Kok seperti baca diri sendiri :embarrassed:

Wah maaf, saya becanda om

10
Kupas Logika / Re:Kenapa Gurun Pasir Lebih Banyak di Negara Islam ?
« pada: Mei 29, 2017, 12:21:56 AM »
Karena gurun pasir lebih sedikit di negara non-islam.

11
Kupas Logika / Re:Cinta dan Logika
« pada: Mei 28, 2017, 11:19:46 PM »
saat ini saya lupa bagaimana dulu saya memahaminya, tapi untung masih ada jejak kemungkinan jawaban, trimslah semua daripada saya mikir ulang.

12
My Journal / Re:Putra Jawara dan Orang Munafik
« pada: Mei 28, 2017, 09:51:16 PM »
Sampai sekarang identitas org yg mengaku anak jawara bagaimana pak? memang iya atau hanya ngaku2?

Kalau iya berarti Pak Asep saat itu lagi apes. Kalau saya digituin tak kamehameha langsung. hahaha

13
Pelajaran Bahasa / Re:Perumpamaan
« pada: Mei 27, 2017, 01:32:00 AM »
bakteri se bak

 :13:

14
Iya cerita diatas sesuai dengan apa yg pernah saya perhatikan. Hanya saja saya belum menemukan kepastian tentang kebenaran "kualitas kelangkaan mental sebanding dengan rasa minder yg muncul" atau gampangnya "kalau masih minder berarti masih suka gitu". Yah skip aja lah, mau cerita panjang lebar malah ntar merembet kemana-mana.

Intinya bagi saya kejadian tsb masih ada hubungannya dengan anatta yg ditulis Pak Asep dulu.

15
Proposisi / Re:Bedanya Kontradiksi dengan Paradoks
« pada: April 05, 2017, 03:37:49 PM »
Ini pak ada contoh kasus:
(note: untuk menghindari kesalahpahaman, disini alangkah baiknya saya jelaskan dahulu bahwa kata pak adalah singkatan dari bapak dan bukan dari sempak, kapak, lapak atau lainnya. Please tolong jgn berpikiran aneh-aneh dan salah mengerti!!) ^_^

-------------------------------------------
Soal:
Apakah di belahan tempat lain terdapat suatu jenis mahluk hidup yg belum diketahui/ditemukan oleh umat manusia masa kini?

Jawaban:

1. "Karena keterbatasan manusia berikut keterbatasan alat untuk pengidentifikasian, --bisa jadi-- di belahan tempat sana terdapat/tidak terdapat suatu jenis mahluk hidup yg belum diketahui oleh umat manusia."

2. "Iya terdapat mahluk yg blm diketahui."
Maka sampai di sini muncul pertanyaan lain yaitu: 
"coba sebutkan minimal ciri-ciri mahluk hidup tsb!"
Kalo bisa nyebutin ciri-cirinya berarti mahluk tsb bukan tergolong dalam mahluk yg belum ditemukan.
Kalo tidak bisa menyebutkan ciri-cirinya lantas tau dari mana atau bagaimana metode penarikan kesimpulan tsb?

3. "Tidak terdapat mahluk yg belum diketahui oleh umat manusia." Di sini juga muncul pertanyaan lanjutan yaitu "jadi berarti umat manusia sudah mengeksplorasi semua tempat?" kalo jawab sudah maka tidak sesuai dengan fakta. Kalo jawab belum, lantas pakai cara apa sehingga berkata "tidak terdapat mahluk yg belum diketahui oleh umat manusia"?

4. Dua-duanya hahaha.

-------------------------------------------
Maaf tata bahasanya contoh diatas acak-acakan, poin-poinnya kurang tertata rapi dan pemakaian istilah kata dan penempatannya kurang baik.

Menurut saya sebenarnya hal di atas agak mirip sama fermi paradox atau alien, tuhan dll hanya saja kasus diatas lebih simpel dan lebih kentara polanya sehingga lebih mudah diselesaikan.

Begini:

"Apakah di tempat lain, terdapat suatu jenis mahluk hidup yg belum diketahui/ditemukan oleh umat manusia masa kini?"

Soal diatas berpola sbb:

"Apakah A yg ditemukan oleh B juga A yg belum ditemukan oleh B?"

Ket:
A = mahluk
B = manusia

Kenapa bisa berpola seperti itu? atau kenapa kok perubahan soal menjadi begitu?

Karena kata terdapat = teridentifikasi = terketahui = diketahui = tertemukan = ditemukan = ada.
 
Dan juga kata "terdapat/didapatkan" dalam dunia nyata wajib memakai subjek dan objek lalu jadilah begitu.

Dan pola tsb kalau disederhanakan lagi ya jadi persis seperti penjelasan pak asep paling atas yaitu "A bukan A" dan kalau dijadikan kata tanya menjadi "apakah A bukan A?" atau "apakah A juga bukan A?"

Kesimpulan:
Kerancuan masalah di atas terjadi karena 1. Dua buah term yg sama dianggap berbeda atau term yg berkaitan/berhubungan terlihat seakan tidak berkaitan. 2. Sikap lumrah atas kata kerja "terdapat" yg tidak memiliki objek.

-------------------------------------------
-------------------------------------------
Gitu aja pak dan maaf kalau gak jelas, soalnya sulit pak ngonversi isi pikiran jadi bahasa tertulis. Dalam pikiran serasa jelas tapi ternyata sangat sulit dan butuh berjam-jam untuk menulis sesuai dengan isi pikiran.
Contoh saya berikut penjelasannya sudah benar belum pak?




Halaman: [1] 2 3 ... 29

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan