Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Kang Asep

Halaman: [1] 2 3 ... 615
1
Syllogisme / Nyaya
« pada: Juli 26, 2017, 09:09:54 PM »
Dapat dikatakan Nyaya adalah sistem logika dalam Hinduisme. Lihat posisi Nyaya dalam struktur filsafat India :

Nyaya.png [2]

Ajaran Nyaya didirikan oleh Maharsi Aksapada Gotama, yang menyusun Nyayasutra, terdiri atas 5 adhyaya (bab) yang dibagi atas 5 pada (bagian). Kata Nyaya berarti penelitian analitis dan kritis. Ajaran ini berdasarka pada ilmu logika, sistematis, kronologis dan analitis. [1]

Dalam logika Aristoteles setiap susun pikiran secara formal terdiri dari tiga prposisi yang terdiri dari premis minor, mayor dan konklusi. Sedangkan dalam Naya, secara formal susun pikiran terdiri 5 proposisi, yang disebut :

1) Keyakinan (Prameya)
2) Alasan (Samsaya)
3) Contoh (Sakya)
4) Aplikasi (Prayojana)
5) Kesimpulan (Vyudasa)

Contoh :

1) Prameya : setiap malaikat akan mati
2) Samsaya : karena dia bernyawa
3) Sakya : Setiap yang bernyawa akan mati, contohnya manusia
4) Prayojana : Jadi, manusia itu akan mati
5) Vyudasa : Karena itu malaikat juga akan mati

Contoh lain :

1) Setiap kambing tidak bertelur
2) karena dia berdaun telinga
3) setiap yang berdaun telinga tidak bertelur, contohnya kelinci
4) jadi, kelinci tidak bertelur
5) karena itu, kambing juga tidak bertelur

Kunci nya terlak pada contoh. Jika ditemukan contoh yang membatalkan peniapan pada sakya, maka keyakinannya bernilai salah atau tak logis.

Sistem logika Nyaya ini pertama kali diperkenalkan kepada saya oleh seorang kawan di forum Buddhis. Intinya sama saja dengan logika Aristoteles, tetapi logika Nyaya ini lebih terasa cita rasa sastra nya. Itu seperti gaya berbeda dalam menggunakan nalar.

Bandingkan dengan sistem logika Aristoteles yang lebih simpel :

1) malaikat itu bernyawa
2) setiap yang bernyawa akan mati
3) jadi, malaikat akan mati

sebenarnya dalam susun pikiran Nyaya ,  Nomor 4 dan 5 hanyalah pengulangan nomor 1 dan 2. Jadi, dua nomor terakhir itu sebenarnya diilangkan. Dapat dipergunakan sebagai penguat dan uji konsistensi. Contoh susun pikiran yang tidak konsiseten :

1) Tahlilan itu bid`ah
2) karena itu perkara baru
3) setiap perkara baru adalah bid`ah, contohnya HP
4) tapi, HP tidak bid`ah
5) karena itu, tahlilah bukan bid`ah


Sungguh ajaib, bahwa kemunculan sistem Logika Hinduisme yang disebut Nyaya muncul hampir bersamaan dengan kemunculan Logika Yunani, yakni kurang lebih pada 4 abad sebelum Masehi.  Nyaya yang kemudian disusun dalam sebuah kitab yang disebut Nyayasutra dan Logika Yunani yang disusun dalam kitab Logicae, itu memiliki intisari ajaran yang sama. Bedanya logika Aristoteles dibukukan ketika Aristotelesnya masih hidup, sedangkan logika Nyaya baru dibukukan 2,5 kemudian, sejak disusunnya ilmu tersebut dalam tradisi lisan.

Nyayasutra diusun oleh Maharesi Gautama. Sedangkan Logicae oleh Aristoteles. Apakah Aristoteles telah belajar dari Maharesi Gautama ataukah sebaliknya, kitab Aristoteles telah sampai kepada Maharesi Gautama kemudian ditranslate ke dalam bahasa sansekerta ? Tidak tahu. Tapi rasanya tidak demikian. Walaupun intisari ajarannya sama, tetapi gaya logika nya menunjjukan tanda bahwa antara Maharesi Gautama dan Aristoteles tidak saling meniru. Salah satu perbedaan gaya nya adalah dalam bentuk syllogisme seperti yang dicontohkan di atas.

_____________
1) https://id.wikipedia.org/wiki/Sad_Darshana
2) https://www.slideshare.net/aeneas92/nyaya-pptx-baru-15682663

2
Warta Dunia Maya / Bersama NKRI
« pada: Juli 25, 2017, 03:11:19 PM »

3
Meditasi / Untuk Kesehatan Jasmani dan Ruhani
« pada: Juli 25, 2017, 05:32:27 AM »
Daftar Isi
====================
1. Bantuan Yang Besar Bagi Orang Sakit
2. Batin Dan Jasmani Yang Sehat
3. Service Tubuh Batin
4. Bebas Dari Rasa Sakit
====================



*Untuk kesehatan Jasmani dan Ruhani*

Salah satu manfaat meditasi adalah untuk merasih kesehatan jasmani dan Ruhani. Bagaimana meditasi dapat membantu kita dapat memperoleh manfaat tersebut, saya uraikan dalam catatan-catatan berikut.

1. Bantuan Yang Besar Bagi Orang Sakit
Edisi : 22 Juni 2017, 07:32:10

Ketika saya mengalami sakit keras, saya sangat berharap kesembuhan. Biaya besar telah dikeluarkan, tapi tak juga kunjung sembuh, kecuali sejenak saja. Sakitnya kambuh lagi, kambuh lagi. Karena sangat berharap kesembuhan, Mencari obat ke mana-mana, tak peduli siapa yang memberi obat, agamanya apa dan dengan cara apa, selama tidak melanggar norma-norma kesusilaan tak mengapa, yang penting dapat sembuh.

Mencoba berobat dokter, tabib, sinse bahkan paranormal. Dan tentu saja, selalu berdoa. Semua usaha dan bantuan pihak lain tentu sangat berguna, tetapi tidak ada yang lebih berguna dari pada kemauan dan semangat diri sendiri untuk sembuh.  Dan semangat itu dapat dibangun oleh praktik meditasi. Karena itu, saya menyebut meditasi adalah bantuan yang besar bagi mereka yang sedang mengalami sakit. `

2. Batin Dan Jasmani Yang Sehat
Edisi : 30 Juni 2017, 16:54:23

Kita telah mengatur hidup kita sedemikian rupa yang kita pikir dapat mendatangkan kenikmatan, tetapi kita kurang menyadari bahwa kita hanya menipu diri sendiri. Dunia modern menciptakan kenikmatan, bukan kebahagiaan. Kenikmatan ini mengganggu pikiran kita dan mempengaruhi sistem saraf kia. Meditasi merupakan satu-satunya untuk menenangkan pikiran dan sistem saraf untuk membantu kita menjalani kehidupan yang sehat melalui pengembangan mental.

Sang Buddah berkata, "kesehatan adalah perolehan yang paling tinggi." jika kita mengabaikan kesehatan kita, maka tidak peduli apapun yang kita peroleh, hidup kita akan menjadi begitu sengsara. Sudah diyakini bahwa meditasi merupakan obat untuk berbagai penyakit fisik dan mental. Para ahli medis dan psikolog besar di dunia mengatakan bahwa frustasi, kecemasan, kesedihan, keresahan, ketegangan, dan ketakutan merupakan penyebab berbagai penyakit.

_____________
Sri Dhammananda, "Meditasi Untuk Siapa Saja", hal. 103

3. Service Tubuh Batin
Edisi : 26 Mei 2017, 19:16:12

Seperti dalam menggunakan motor, dalam kondisi tertentu kita harus pergi ke bengkel untuk service, ganti oli, membersihkan knalpot, mengganti lampu yang sudah mati dan lain sebagainya. Demikian pula tubuh – batin kita, sesekali perlu diservice dengan cara Meditasi.

Secara alami, tubuh dan batin kita mempunyai cara tersendiri untuk memperbaiki diri sendiri serta menjaga keseimbangannya. Tetapi, kita seringkali melakuan banyak hal yang tidak alami, sehingga kotoran-kotoran yang melekat pada tubuh – batin itu tidak dapat dibersihkan secara alami, atau karena kita kehilangan daya service alami yang kita miliki. Bermeditasi berarti memfungsikan kembali daya service alami tubuh – batin secara maksimal.

Ketika bermaksud untuk melakukan service terhadap tubuh – batin, saya memulai dengan shalat, baik shalat wajib mapun shalat sunnah. Dilanjutkan dengan wirid dan doa. Untuk shalat, wirid dan doa, kadang saya menghabiskan waktu sekitar satu jam, kadang lebih cepat dari itu, tergantung kondisi. Jika pikiran sudah siap untuk memasuki wilayah Konsentrasi, sayapun berhenti untuk membaca wirid dan doa, dan mulai memusatkan perhatian kepada nafas, di dalam hati membaca tasbih setiap kali menarik nafas, dan hamdalah setiap kali menghembuskan nafas, dan meneguhkan pikiran pada objek nafas. Tetapi, apabila daya konsentrasi menurun, saya kembali membaca wirid/dzikir lisan dan doa, sehingga Pikiran, siap kembali untuk berkonsentrasi.

Ketika konsentrasi berkembang, maka terbentanglah tiga jalan. Pertama, jalan pengetahuan. Kedua, jalan ketenangan. Ketiga, jalan kesaktian. Pengetahuan berharga pertama yang muncul adalah pengetahuan tentang tubuh – batin. Munculnya pengetahuan tubuh – batin ini, yaitu melihat apa yang telah rusak pada tubuh batin, sehingga harus diperbaiki, apa yang tidak pada tempatnya, sehingga harus dikembalikan kepada tempatnya, apa yang tidak alami, sehingga dikembalikan kepada kondisi yang alami, agar tercapai harmoni. Untuk itu diperlukan ketenangan, kesabaran dan ketekunan. Kekuatan konsentrasi itu sendiri akan memberikan kita jalan untuk memudahkan tercapainya ketenangan, kesabaran dan ketekunan tersebut. lebih dari itu, dari konsentrasi lahirlah Energi Shakti, yang dapat membuat kita bisa memperbaiki kerusakan pada tubuh – batin, mengembalikan segala sesuatu kepada tempatnya kembali.

4. Bebas Dari Rasa Sakit
Edisi : 25 Juli 2017, 05:05:56

Sakit kepala merupakan penyakit yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Boleh dikata, ini merupakan penyakit yang lumah dan tidak dianggap sebagai penyakit berat seperti halnya penyakit jantung, ginjal, paru-paru, dll. Walaupun sebenarnya sebagian rasa sakit kepala tidak selalu berarti "penyakit ringan". Beberapa penyakit berat berdampak pada rasa sakit kepala.

Salah seorang tetangga saya, sebut saja namanya Jerry. sering mengalami sakit kepala. Tapi dia tidak terlalu memusingkan hal itu. Sekarang ini, ada banyak obat sakit kepala yang "ces pleng" alias manjur. Cukup dengan uang seribu perak, bisa beli obat sakit kepala dan biasanya tak lama sembuh. Tapi rasa sakit kepala yang dialami Jerry makin hari makin menjadi. Obat warung tak mempan lagi. Dia pun dibawa berobat ke dokter.  Ternyata sakit kepala yang dirasakannya itu berasal dari tumor yang ada di kepalanya. Ini gambaran yang menunjukan bahwa rasa sakit kepala bisa jadi berasal tadi penyakit yang berbahaya. Semoga kita sehat, dijauhkan dari penyakit-penyakit berbahaya seperti itu.

Saya bersyukur bahwa hampir 15 tahun lamanya saya tidak lagi mengalami yang namanya rasa sakit kepala. Boleh dikata, sudah lupa dengan namanya sakit kepala, dan tentu tidak perlu lagi obat sakit kepala. Saya mempertahankan keadaan ini dengan berbagai faktor, diantaranya menjaga pola makan, pola tidur, pola kerja dan salah satu faktor penunjang terbesar adalah kegemaran praktik meditasi. Bagaimana meditasi membantu saya membebaskan diri dari sakit kepala ? Ini yang ingin saya jelaskan pada kesempatan ini. Saya prihatin dengan orang-orang yang sering menelan pil anti sakit kepala dan berharap mereka sehat, bebas dari rasa sakit kepala tanpa harus minum obat. Semoga uraian ini menjadi motivasi bagi orang lain untuk bagaimana menjadi sehat tanpa obat.

Mengapa meditasi dapat membebaskan kita dari rasa sakit kepala ? Pertama, karena dalam meditasi kita belajar teknik relaksasi. Teknik relaksasi ini adalah teknik untuk mengendurkan otot dan syaraf.  Jika dilatih dalam jangka waktu lama, kita dapat lebih terampil mengendurkan otot dan syaraf tubuh. Sakit kepala kebanyakan disebabkan oleh ketegangan oto dan syaraf ini.

Kedua, dalam seni meditasi juga kita belajar tentang "Melihat sesuatu sebagaimana adanya." Teknik ini akan mengantarkan kita pada kesadaran bahwa "rasa sakit" itu adalah ilusi. Gambaran ilusi rasa sakit ini akan saya ilustrasikan dengan cerita berikut :

Seorang perempuan, sebut saja namanya Lely, dia seringkali mengeluh sakit kepala. Suatu pagi, dia berjumpa dengan saya. Matanya terlihat berkaca-kaca. Dan seperti biasanya, dia mengelukan sakit kepala. Tampaknya kali ini rasa sakit kepala nya sangat berat. Saya berkata padanya, "Sebenarnya kamu gak sakit kepala."

"Justru kepala saya sakit banget." jawab Lely.

"Itu hanya ilusi." kata saya.

"Ilusi bagaimana .. Saya gak ngerti." kata Lely.

"Untuk mengerti, cobalah mari saya ajarkan meditasi. Duduklah dengan tenang, pejamkan mata, dan konsentrasi pada rasa sakit di kepala mu. .. " saya menginstruksikan.

Setelah Lely mempraktikan apa yang saya instruksikan, saya bertanya, "Apakah sekarang kamu merasa sakit di kepala mu ?"

"Ya." jawab Lely.

"Apakah kamu dapat menunjuk dengan ujung jari mu, sebelah mana rasa sakit itu kamu rasakan ?" tanya saya lagi.

Lely menunjuk kepada satu bagian di kepalanya.

"Perhatikan dengan seksama ke arah yang kamu tunjuk itu. Benarkah rasa sakit itu ada di situ ? Perhatikan pula, apakah rasa sakitnya tetap, melemah atau menguat, apakah terus mnerus sakit ataukah muncul dan lenyap ?" kata saya.

"rasa sakitnya berdenyut, muncul dan lenyap. Eh... Kok pindah sakitnya .." ujar Lely.

"ke mana pindahnya, ayo tunjuk lagi !"

Lely pun menunjuk ke bagian lain di kepalanya. Tapi tak lama, rasa sakitnya pindah lagi,dan Lely menunjuk ke bagian lain lagi sebagaimana saya instruksikan. Setelah beberapa kali menunjuk, Lely membuka matanya dan dia menatapku. Saya bertanya, "kenapa kok berhenti menunjuk rasa sakit itu ?"

"enggak tahu... Kok tiba-tiba rasa sakitnya hilang ..." jawab Lely.

"Jadi, sekarang kamu tidak merasa sakit kepala ?" tanya saya.

Lely menggeleng kepala. Dia tampak bingung dan heran, juga terlihat mencoba mencari kembali rasa sakit yang tadi dia rasakan. Tapi tak berhasil menemukan. Berkali-kali dia bergumam, "Lha.. Kok menghilang .. Tadi kepalaku sakit kok...".

Itulah gambaran ilusi sakit kepala. Cerita tersebut diambil dari pengalaman nyata. Ilusi tersebut disingkirkan melalui teknik konsentrasi. Anda pun dapat melakukan trik yang sama dengan yang dilakukan Lely untuk mengatasi rasa sakit kepala dan lalu tak perlu lagi minum obat.

Mudah dan sederhana, hanya dengan cara ditunjuk, rasa sakit itu lenyap. Tapi bagi sebagian orang, ini akan terlihat aneh dan mustahil.  Dan sebagian lagi, tidak berhasil mengenyahkan rasa sakit kepala dengan trik ini, sehingga dapat menganggap bahwa trik ini hanya bualan semata. Persoalannya, lenyapnya rasa sakit tersebut bukan soal soal ditunjuk oleh ujung jari, melainkan bagaimana kekuatan konsentrasi seseorang ketika menunjuk rasa sakit tersebut. Tapi dari pada berspekulasi, lebih baik coba praktikan saja. Tidak ada resiko yang berbahaya kok. Jika Anda tidak berhasil mengenyahkan rasa sakit dengan trik ini, maka lakukan pengobatan seperti biasanya Anda melakukannya selama ini. Tapi bila Anda mengalami keajaiban, maka berikan testimoni Anda pada saya.

Konsentrasi butuh keterampilan. Karena itu seringkali saya menyebutkan "keterampilan konsentrasi".  Tetapi orang yang tidak sering berlatih konsentrasi pun, bisa saja tanpa sengaja masuk ke dalam arus konsentrasi yang mendalam, sehingga ilusi perasaan itu bisa dienyahkan. Seperti yang terjadi pada Lely, dia masuk pada konsentrasi yang mendalam, dengan bantuan bimbingan saya. Karena itu, ilusi menyingkir. Sebagian orang tidak dapat menyadari bahwa rasa sakit itu hanyalah ilusi, karena daya konsentrasinya tidak memadai untuk membuatnya sadar. Tetapi apailla Anda rajin berlatih meditasi, membiasakan diri meditasi setiap hari, maka Anda akan selalu merasa mudah untuk mengenyahkan ilusi rasa sakit itu.

Lenyapnya rasa sakit, belum tentu berarti lenyapnya penyakit. Karena ada perbedaan antara pernyakit dan rasa sakit. Rasa sakit itu adalah "alarm tubuh", yang memberi tahu bahwa di dalam tubuh sedang terjadi masalah. Karena itu, kita perlu bertindak untuk mengatasi masalah tersebut. Contohnya, orang merasa sakit kepala, itu bisa berasal dari lambung atau perut kembung. Perut kembung, bisa disebabkan oleh makanan pedas, kopi atau makanan yang dikonsumsi kurang sehat. Sehingga solusinya, agar tidak sakit kepala mesti mengatur pola makan yang baik. Kalau perlu berpuasa sunnah bagi yang muslim. Dengan begitu, kita menggunakan "rasa sakit kepala" sebagai petunjuk tentang "apa yang harus kita perbuat" atau "bagaimana pola hidup yang seharusnya". Tapi kalau selalu menggunakan obat-obatan kimia untuk mengatasi rasa sakit kepala, itu seperti anestesi pada gusi yang biasa diberikan dokter sebelum mencabut gigi pasein. Bagaimana kiranya memberikan anestesi, tapi giginya tak pernah dicabut ? Tentu itu konyol dan bodoh. Seperti itu pula, apabila setiap kali merasa sakit kepala, kita dpat membius diri dengan obat sakit kepala. Tapi bila penyakitnya tak pernah dicabut, berarti ini sebuah kekonyolan.

Daya konsentrasi yang mengenyahkan rasa sakit, itu tak ubahnya obat bius. Dengan konsentrasi tersebut, rasa sakit ditekan, sehingga menjadi tidak terasa. Sinyal rasa sakit itu tidak sampai kepada otak. Perumpamaan lainnya seperti alarm. Jika kita menganggap alam itu sendiri sebagai bahaya dan lalu mematikannya setiap kali berbunyi, maka ini sebuah kesalahan. Alarm adalah tanda bahaya, bukan bahaya itu sendiri. Segera cari tahu apa yang terjadi, bila alarm berbunyi. Itulah sikap yang benar.

Banyak orang tidak dapat membedakan antara sakit dengan rasa sakit. Sebenarnya orang yang sakit belum tentu merasa sakit. Kenyataannya, orang yang merasa sakit juga belum tentu sakit. Ini adalah problem. Ada penyakit yang menjadi sangat berbahaya, karena orangnya tak merasakan sakit. Karena tak merasa sakit, maka tidak mencari obat. Seperti kanker yang diidap seseorang, terus berkembang di dalam dirinya tak tidak dirasakan. Baru terasa setelah stadium 4 dan sulit untuk diiobati. Andainya saja terasa sakit sejak stadium 1, niscaya lebih mudah pengobatannya.

Dengan menguraikan manfaat rasa sakit, saya berharap pembaca menghargai rasa sakit itu dan tidak selalu mempergunakan anti rasa sakit, apakah itu obat-obatan kimia maupun meditasi. Dengan kekuatan yang dikembangkan dengan seni meditasi, seseorang dapat "melupakan rasa sakit" hingga tingkat yang ektrem.  Inilah yang justru saya khawatirkan. Karena itu saya berpesan, apabila kelak Anda mahir mengatasi rasa sakit, maka ingatlah pesan saya untuk tidak membuang semua rasa sakit. Rasa sakit yang perlu dibuang adalah : Pertama rasa sakit yang berlebihan, sehingga rasa sakit tersebut mengganggu kenyamanan, merenggut kebahagiaan dalam hidup sehari-hari. Kedua, rasa sakit yang hanya merupakan ilusi atau tidak memberi petunjuk kepada bahaya apapun di dalam tubuh.

Akibat pola kerja yang terlalu banyak duduk, dan konsumsi kopi berlebihan, saya pernah mengalami sakit batu ginjal. Rasa sakitnya bukan main, membuat saya tidak dapat tidur siang malam. Setelah berobat, dokter memberi saya obat anti rasa sakit. Tapi saya tidak mau menggunakan obat-obatan seperti itu. Bukan obat pereda rasa sakit yang saya ingin, melainkan obat untuk menghancurkan batu ginjal itu. Jika saya ingin mengenyahkan rasa sakit akibat batu ginjal itu, maka cukuplah bermeditasi 5 atau 10 menit, maka rasa sakit itu lenyap. Tapi saya tak mau melenyapkannya. Sebab apabila rasa sakitnya lenyap, maka saya tak akan berkeinginan untuk mencari obat.

Cerita lainnya, pada tahun 2002 saya mengalami sakit gigi yang keras. Rasa sakit itu menyiksa sekali. Saya menelan obat sakit gigi dari dokter, tetapi setelah dua malam, sakitnya tak kunjung reda. Akhirnya di malam ketiga, pukul 2.00 dini hari, saya memutuskan membuang rasa sakit itu dengan cara meditasi. Tak menyangka, tidak perlu waktu lama untuk meredakan rasa sakit itu, hanya dalam waktu 3 menit saya rasa sakit itu lenyap tanpa bekas.

Saya bukanlah anti obat-obatan kimia. Dulu, saya suka juga menggunakan obat anti pereda sakit, karena menolak obat pereda sakit dan hanya mengatasinya trik meditasi membuat saya merasa seperti sombong. Jadi, saya minum obat pereda sakit untuk "tak merasa sombong". Seperti rasa lapar, yang memang bisa ditahan sampai mati sekalipun. Tetapi, kalau menolak makanan karena merasa kuat menahan lapar, itu salah satu bentuk kedzaliman. Saya tidak mau dikategorikan kepada dzalim maupun sombong, oleh karenanya saya tidak anti terhadap obat-obatan baik untuk sakit itu sendiri maupun untuk rasa sakitnya. Keterampilan meditasi bukan untuk menjadi anti obat-obatan, melainkan untuk menjadi bijak dalam menggunakan obat-obatan.

Sewaktu kecil saya sering mengalami sakit gigi. Hingga usia 6 tahun, saya diajak berobat ke pengobatan tradisional yang menggunakan trik pengasapan mulut. Dengan trik pengasapan itu, dari mulut keluar ulat-ulat kecil yang katanya merupakan sumber sakit gigi. Banyak orang bilang bahwa trik pengobatan seperti itu adalah kebohongan. Teman-teman saya yang profesinya dokter mengatakan bahwa tidak ada ulat di dalam mulut. Tapi sungguh, sejak pengobatan dengan trik pengasapan itu, saya bersama teman-teman saya tidak pernah lagi mengalami sakit gigi, hingga usia saya mencapai 23 tahun, barulah mengalami kembali sakit gigi. Dalam kurun waktu 16 tahun, hidup tanpa keluhan sakit gigi. Sementara dalam masa itu, saya mendapati banyak orang sebaya sering mengalami sakit gigi. Demikian sekarang dengan trik meditasi, sejak tahun 2003 hingga sekarang saya hidup tanpa keluhan sakit kepala.

Kendatipun bebas dari rasa sakit kepala dan rasa sakit-sakit yang lainnya, tapi bukan berarti saya selalu sehat. Sesekali saya mengalami demam. Tubuh saya panas dingin, meriang dan saya harus cuti dari bekerja untuk beristirahat, dan lalu memperbanyak makan sayur dan buah selama 1 atau 2 hari. Proses meditasi sangat membantu dalam proses pemulihan kesehatan, terutama dalam mengatasi rasa sakit. Saat demam, seseorang bisa merasakan kesakitan yang sangat pada tubuhnya, sehingga mengganggu kenyamanan jiwanya. Inilah rasa sakit yang harus dibuang. Sedangkan demam itu tidak bisa disingkirkan. Karena itu merupakan mekanisme tubuh dalam mengatasi penyakit yang menyerang dalam tubuh.  Jadi, saya ingin "menghormati tubuh" dengan membiarkan tubuh berproses dalam mengatasi penyakit.

Yang diharapkan dari praktik meditasi itu bukan saja meredanya rasa sakit, melainkan juga terangkatnya penyakit. Apabila tubuh sakit, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang baik, dan kadang diperlukan boat-obatan.  Tidak semua rasa sakit dan penyakit dapat diatasi dengan teknik meditasi. Maka gunakanlah obat-obatan apbila memang diperlukan. Seperti halnya keseleo atau patah tulang, urat yang salah tempat tidak akan dengan serta merta kembali ke tempatnya karena trik meditasi. Tulang yang patah tidak bisa tiba-tiba menyambung kembali hanya dengan meditasi. Seseorang perlu datang ke bengkel tulang, untuk menyambungkan dan membenahi tulang yang patah itu. Tetapi ada penyakit yang ditimbulkan akibat pikiran-pikiran jahat yang tak disadari. Kejahatan pikiran ini pada dasarnya merupakan sumber penyakit yang terbesar. Pikiran jahat bukan saja dapat membuat tubuh seseorang merasa sakit dan berpenyakit, bahkan pikiran yang jahat itu dapat membuat seseorang terbunuh. Meditasi itu merupakan cara untuk membersihkan pikiran-pikiran jahat ini, yang berarti mengatasi penyakit dari akarnya.


4
Filsafat / Filsafat Perang
« pada: Juli 24, 2017, 07:18:21 PM »
Daftar Isi
====================
1. Filsafat Perang
1.1. Perang
1.2. Menolak Perang
1.3. Wajib Perang
====================



1. Filsafat Perang

1.1. Perang
Edisi : 29 Mei 2017, 22:16:47

“Kita akan dibombardir oleh banyak pertanyaan”, ujar Raja Sudodhan pada putranya, pengeran Sidharta. Mereka menuju ruang persidangan para raja. Karena para raja Sakya ingin meminta pertanggung-jawaban atas tindakan pangeran Sidharta yang telah mengampuni musuh Negara.

“Tenanglah ayah ! kejujuran ada dipihak kita. Kejujuran kita adalah kekuatan sejati kita.” Ujar pangeran Sidharta.

Di ruang sidang yang dihadiri seluruh raja Sakya, pimpinan sidang mulai membuka persidangan, “Karena pernikahan pangeran Sidharta, kita telah menunda sidang. Sekarang sidang telah kita buka. Kita akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi pertama, dan kemudian mendengarkan jawaban. Pangeran Sidharta dan raja Sudodhan harus menjawab pertanyaan tentang keputusan yang mereka ambil dalam perang terakhir. Setelah itu, kita akan melakukan voting.”

Pimpinan sidang beralih ke pangeran Sidharta, “Pangran, Anda telah menyusun rencana  dan mencoaba untuk menghentikan perang, tanpa diketahui oleh siapapun.”

“saya tidak hanya mencoba menghentikan perang, tetapi saya menghentikan perang. Dan itu menunjukan keahlianku sebagai seorang prajurit.  Jika aku tidak menghentikan perang, maka prajurit dari kedua belah pihak akan banyak yang terbunuh. Pembantaian itu tidak akan menguntungkan siapapun.” Jawab pangeran Sidharta.

Seorang raja yang lain berkata, “Musuh kita dikalahkan, tetapi anda mengampuninya. Bukankah itu sebuah kesalahan ?” raja lainnya menimapali , “ya.. itu menyalahi prosedur.” Yang lainnya ikut menyerang, “dengan mengampuni Raja Kaushal, apakah anda menjamin dia tidak akan melakukan penyerangan lagi ?” pangeran Sidharta benar-benar dibombardir dengan berbagai pertanyaan. Para raja itu sedang berupaya menyudutkan pangeran Sidharta.

Dengan lantang dan berani, pangean Sidharta menjawab semua pertanyaan itu, “Anda semua tampaknya siap untuk sebuah pertempuran.  Prasanajit menjadi teman kita hanya setelah dia dikalahkan. Kalian semua mengetahui bahwa persahabatan mengalahkan permusuhan.”

“Itulah yang mengganggu kami,” kata seorang raja yang lain, “tidak semua orang jujur sepertimu. Tahukah anda,  dia telah merasa terhina. Dan selum dia pergi,  dia bersumpah untuk membalas penghinaan terhadapnya.”

Pangeran Sidharta menjawab, “Kita tidak tahu, apa nasib kita di masa depan. Anda tidak tahu, sayapun tidak tahu. Kenapa kita harus mengkhawtairkan masa depan kita ?”

Seorang raja mengajukan pertanyaan pada raja Sudodhan, “Yang mulia, peperangan dengan kerajaan kaushal membuat kita kehilangan banyak harta dan nyawa. Bukahkah kau seharusnya meminta ganti rugi terhadap Prasanajit ?”

Raja Sudodhan menjawab, “tentu, kita akan melakukan itu.”

“Apakah kita akan melakukannya saat Prasanajit menyerang kita lagi ?”  Tanya seorang raja sakya.

Semua yang hadir bergemuruh, mendukung si penanya. “ya… bagaimana kita akan meminta ganti rugi.”

Beralih ke pangeran Sidharta, “kau juga telah mengundang Prasanajit ke pesta pernikahan untuk menunjukan dominasimu terhadap kami.”

Pangeran Sidharta berkata, “Prasanajit adalah musuh kita sebelum perang. Dan menjadi kawan kita setelah perang. Adalah kewajiban kita untuk mengundang seorang teman ke pesta pernikahan.”

“Tapi perang  telah mengorbankan banyak nyawa prajurit Sakya. Bukankah kau juga punya kewajiban terhadap mereka ? Para janda menangis, suaminya tewas di medan jurit. Dan kau mengundang pembunuhnya ke pesta pernikahanmu. Di mana rasa empatimu terhadap keluarga korban ?” Tanya seorang Raja Sakya bertubi-tubi. “

Pangeran Sidharta menjawab,”anda melakukan perdebatan yang sia-sia untuk membela argumentasimu. Jika kau memang peduli pada para korban, sekarang saya Tanya, siapa di antara anda yang pergi untuk menanyakan berapa jumlah prajurit yang  terbunuh ?  berapa  orang yang terluka ? adakah ? jangan menjadikan kematian mareka sebagai argumen untuk membela kepentingan ego kalian. Itu sama sekali tidak membantu para korban atau keluarganya, itu hanya untuk mempertahankan pendapat kalian saja. Saya sudah mengatakan semua ini dan akan mengatakannya lagi bahwa perang tidak berakhir di medan perang. Para prajurit terluka, dan merak harus terus berperang melawan penderitaan.  Kalian menyeka darah di atas pedang kalian. Mereka adalah makhluk tidak berdaya, dengan masa depan yang suram.  Apakah kalian memikirkan hal itu ?”

Seorang Raja Sakya menjawab, “kami tidak menginginkan perang. Tapi jika kami diserang, tentu kami harus  melawan untuk memprtahankan diri, dan bagi keslamatan kami. Kami harus berprang untuk kedamaian dan mempertahankan harga diri bangsa.”

Dengan serta merta pangeran Sidharta mencabut pedang raja yang baru saja berbicara. Semua yang hadir terkejut. Sang pangeran mengacungkan pedang di tengah persidangan. Ruang sidang menjadi gaduh. Pangeran berkata lantang, sambil menunjukan pedang itu, “Pedang  tidaklah memberimu kedamaian. Ini adalah alat untuk menumpahkan darah. Ini tidak menawarkan perlindungan, tidak akan membuat kalian merasa aman.  Jika kau ingin membuat sesuatu yang baik untuk negaramu, maka hilangkan pikiranmu untuk perang. Tidak ada yang namanya perang terakhir. Semua perang menuntun pada perang yang lain, tidak menuntun pada perdamaian. “



Setelah mengatakan demikian, pangeran Sidharta pergi meningalkan persidangan. Sidang ricuh, dan mereka berterika, “Pangeran telah menghina para raja Shakya.”

Seorang raja lain, yang  tersentuh oleh ucapan pangeran Sidharta berujar, “Tetapi .. kita tidak dapat mengabaikan hasrat pangeran demi nilai kemanusiaan.”  Semua jadi hening.

Piminan sidang menutup sesi Tanya-jawab. “Baiklah ! anda semua telah mendengar jawa-jawaban, saatnya kita melakukan pemungutan suara.”

Raja Sudodhan berdiri. Mahkota takhta kerajaannya ditaruh di atas kursi. Dia berkata,”Baiklah.. kita akan mengadakan pemungutan suara. Jika saya dikalahkan, saya berjanji tidak akan mengenakan mahkota kerajaan lagi. Tapi bila saya menang, maka pihak yang  tidak mendukung saya akan pulang tanpa mahkotanya. Silahkan raja yang mendukung saya dan pangeran Sidharta, letakan pedang di sebelah kanan saya. Dan yang tidak mendukung kami, letakan di sebelah kiri saya!”

Beberapa  raja mulai meletakan pedang di sebalah kanan Raja Sudodhan.  Yang lain ricuh, di mana mereka akan meletakan pedang mereka. Sebelumnya, raja Dudhohan telah malakukan kampanye hitam untuk menentang keputusan Raja Sudhodhan. Tetapi, sekarang beberapa raja telah mendukung keputusan raja Sudodhan. Sisanya ragu-ragu untuk meletakan pedang mereka di sebelah kiri rang raja, sesuai rencana sebelumnya. Seorang raja lain mendekati raja Dudodhan dan berkata, “ayo.. kamu terlebih dahulu letakan pedangmu di sebelah kiri raja, nanti kami akan mengikuti.” Dudodhanlah menghasur para raja untuk menuntutut raja Sudodhan ke persidangan. Tapi kini, Dudodhan sendiri  yang ragu, di mana dia akan meletakan pedangnya.

“Raja Dudodhan… ayo.. tentukan pilihanmu!” panggil Raja Sudodhan.

Raja Dudodhan melangkah menuju ke singgsana Raja Sudodhan, lalu meletakan pedang di sebelah kanannya. Tentu ini membuat raja-raja yang  lain geram. Sang provokator, tidak berani mengambil resiko, tidak berni melawan kakanya, Raja Sudodhan. Akhirnya yang lainpun meletakan pedang mereka di sebelah kanan. Mereka takut kehilangan tahta kerajaan mereka. Tinggal seorang raja lagi, yang ragu-ragu, dan masih belum memutuskan. Tetapi seorang  raja lain berkata, “ayo, tentukan pilihanmu. Tinggal kamu saja yang belum meletakan pedang. Kau letakan pedangmu di sebelah kiri raja Sudodhan, dan kamu pulang tanpa mahkota.”  Akhirnya raja yang satu itupun meletakan mahkota di sebalah kanan raja.

1.2. Menolak Perang
Edisi : 29 Mei 2017, 22:09:20

Untuk menghindari banyak pertumpahan darah, pangeran Sidharta menghentikan perang yang baru saja terjadi antara Republik Sakya dengan kerajaan Kaushal. Sidharta menantang Prasanajit, Raja Kaushal itu untuk berduel. Pihak yang kalah harus mengakui kekalahan kerajaannya dalam perang. Dengan cara demikian, prajurit tidak perlu berperang, janda-janda dan anak yatim tidak perlu bertambah, darah tidak perlu ditumpahkan lagi. Raja Kaushal setuju, tetapi beberapa raja Sakya meragukan kemampuan pangeran Sidharta. Mereka ingin berperang bersama pasukannya dan berkata, “bagaimana kami akan menyerahkan nasib kerajaan kami kepadamu ?”

Tetapi, pengeran Sidharta rela berkorban demi menyelamatkan nyawa prajurit. Dia meyakinkan para raja bahwa itu jalan yang terbaik. Akhirnya, kaisar sudodhan mengizinkan pengeran Sidharta duel dengan Prasanajit. Pertarungan sengit antara dua ksatria tangguh, berakhir dengan kemenangan pangeran Sidharta.  Prasanajit bertekut lutut. Dia yakin bahwa itu adalah akhir hidupnya. Para kesatria Sakya memberikan yel-yel, memberi semangat pada pangeran Sidharta agar segera memenggal kepala Prasanajit.

Di luar dugaan, pangeran Sidharta bukannya memenggal kepala Prasanajit, melainkan meraih kedua tangannya, memberinya maaf, dan menawarkan persahabatan. Hal itu membuat para raja Sakya marah. Mereka berpikir, semestinya musuh dibunuh, bukan dijadikan sahabat. Tetapi, pangeran tidak berpikir untuk menyakiti siapapun. Baginya memangkan perang bukanlah dengan membunuh musuh, tetapi mengalakan kebencian dengan cinta, mengubah musuh menjadi sahabat.

Prasanajit tersentuh oleh kemuliaan hati pangeran Sidharta. Dengan senang hati dia menerima ampunan dan tawaran persahabatan. Dia berjanji akan membayar seluruh kerugian akibat perang. Tetapi, karena di kemudian hari seseorang menghasut Prasanajit, maka amarah dan kebencian Prasanajit berkobar, sehingga Prasanajit kembali menyerang kerajaan Kapilavastu dan meluluh lantakannya.

Mendengar kerajaan Kapilavastu diserang, Raja Magadha yang sedang ditemui oleh pangeran Sidharta segera mengirim pesan agar Prasanajit menghentikan perang. Jika Prasanajit tidak menghentikan perang, maka kerajaan Kaushal akan berhaapan dengan kerajaan Magadha. Kekuatan kerajaan Magadha tidak dapat dianggap enteng. Karenanya, Prasanajit tidak memiliki pilihan lain, kecuali berhenti dan kembali ke kerajaannya.

Pangeran Sidharta bersedih hatinya, mendengar kerajaannya diserang saat dia berkunjung ke kerajaan Magadha. Saat tiba kembali di kerajaannya, mayat-mayat bergelimpangan. Anak-anak balita berkeliaran di tengah jenazah yang berserakan, untuk mencari ayah atau ibunya yang mungkin telah tewas. Semua itu membuat pengeran Sidharta tidak kuasa menahan air mata.

Terlena di dalam kesedihan, Chana mengingatkan, “Pangeran, … anda harus segera menemi keluar anda !”

“Keluargaku ? bukankah semua orang yang terbunuh ini adalah keluargaku ?” Tanya Sidharta.

“Anda harus segera ke Istana, menemui maha raja, maha dewi, istri dan anakmu !” ujar Chana.

Teringat kepada keluarganya di istana, segera pengaran Sidharta bergegas menuju Istana. Ditemuinya ayahnya yang terluka parah.

“aku gembira kau selamat.” Ujar raja Sudodhan.

“Aku menyesal tidak hadir di sini .” pangeran Sidharta tertunduk.

“Aku bersyukur kamu tidak di sini. Kaisar masa depan Kapilavastu selamat.” Raja. “kau tidak perlu menyesal. Aku yang menyesal, karena telah mengamuni seorang musuh. Semua ini terjadi karena keputusan yang salah. Ini pelajaran, janganlah kamu mengampuni seekor ular.”

“tidak. Jangan menyesali hal itu. Itu bukan keputusan yang salah. Kita telah memenangkan peperangan karena mengampuni dia.” Sanggah Sidharta.

“Tidak nak ! kamu sudah mendengar tentang hukum rimba. Siapa yang terkuat, itulah yang hidup. Politik bukanlah binatang yang berbeda. Kita telah dipersalahkan karena mengampuni musuh.” Sang Raja sangat geram atas pengkhiatan raja Kaushal.

Sidang para raja pun di buka. Semua raja sepakat untuk menyerang balik kerajaan Kuashal. Tetapi, pangeran Sidharta tidak setuju. Menurut Sidharta, perang bukanlah solusi bagi masalah yang sedang terjadi. Perdebatan sengitpun terjadi.

Pengeran Sidharta berkata, “saya mohon maaf, karena tidak hadir bersama kalian untuk melawan pasukan kerajaan Kaushal.”

Seorang raja Sakya berkata, “Anda tidak perlu menyesal pangeran. Kami senang anda pergi ke kerajaan Magadha. Pasukan Kaushal mundur karena pesan raja Bimbisar.”

Raja Tapodana, yang kehilangan tangan kanannya saat perang melawan pasukan Kuashal, dia menimpali, “Benar, .. kita akan mengambil bantuan raja Magadha untuk memenggal Prasanajit.”

“Raja Tapodhan, anda kalah perang, dan tangan anda terpotong. Tetapi anda ingin berperang lagi ?” Tanya pengeran Sidharta.

Raja Tapodhana naik pitam, “memang kenapa pengaran ? Aku adalah ksatria. Dan aku akan bertarung lagi. Kita akan berperang, dan kali ini kita akan kalah. Prasanajit menusukmu dari belakang. Kita tidak boleh memaafkan seorang pengkhianat. Kita akan memenggal Prasanajit. Kita akan menggunakan bantuan militer dari kerajaan Magadha untuk memenggal Prasanajit.”

Pendapat raja Tapodhana diukung oleh seluruh raja Republik Sakya.

“Itu berarti, akan ada kehancuran. Akan ada kehilangan nyawa kembali. Orang-orang kita akan menderita lagi. Ini adalah benturan ego. Dan pembunuhan terhadap kemanusiaan.

Seorang raja Sakya yang lain bertanya, “Apakah darahmu tidak mendidih melihat orang tuamu terluka dan  banyak masyarakatmu juga ? tidakkah kamu merasa sakit ? tidak kah kamu merasa ingin menghabisi musuhmu ? ”

“Saya marah. Tapi, lebih baik saya menghancurkan kebencian dari pada menghancurkan musuh kita. “ Jawab pengeran Sidharta.

“Kita tidak dapat hidup dalam kekalahan.” Ujar salah seorang raja lainnya.

“benar, .. benar.. benar…” semua raja yang hadir mendukung.

“Berhentilah melekat pada masa lalu kalian ! pikirkan tentang masa depan kita ! butuh waktu berabad-abad untuk membangun kekaisaran. Tapi hanya butuh waktu sekejap untuk menghancurkannya.”  Pengeran Sidharta.

Para raja tetap tidak setuju dengan pendapat pangeran Sidharta, “Pangeran, simpanlah pendapat anda untuk dirimu sendiri. Kami ingin mendapatkan kembali kehormatan kami agar republik Sakya Berjaya kembali. Karenanya kami akan berperang.”
Seperti biasanya, pangeran Sidharta melempatkan tanya kembali, “Bagaimana kalian mendefinisikan kehormatan ? Apakah mendapatkan kehormatan merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan kejayaan ? kita telah menciptakan monster diskriminasi dan kelaparan dari suatu kekuatan. Beritahu aku, siapa yang memiliki tanah, tumbuhan, dan langit ? “

Para raja menjawab, “itu milik leluhur kita.”

Pangeran Sidharta meneruskan pertanyaan, “Bagaimana bila saya bertanya pada leluhur kita dengan pertanyaan serupa ? pada akhirnya, kita sadar bahwa tidak ada yang memiliki semua itu. Jika semua itu bukan milikmu pada awalnya, mengapa sekarang kalian ingin menguasainya ? mengapa kalian  harus berperang karenanya ? Perang sperti itu sia-sia. Sedangkan perdamaian ….”

Seorang raja sangat emosional dan berkata, “Satu kata lagi kamu ngomong perdamaian, kamu akan mendapatkan perang tepat di sini, di tempat ini, di dalam pengadilan kerajaanmu. ”

Semua raja tetap menentang pendapat pengeran Sidharta.

“Jika kalian mengharapkan perang dengan bantuan militer Magadha, maka aku akan memerintahkan militer Magadha untuk segera pulang ke negeranya.” Ujar pangeran Sidharta.

Hal itu membuat para raja semakin marah, “Pengeran, pernyataanmu melawan kerajaan Republik Sakya. Kami tidak akan membiarkan anda membuat keputusan seperti itu.”

Akhirnya, para raja memutuskan untuk melakukan pemungutan suara. Jelas, “perang” adalah suara terbanyak tidak seeorangpun mendukung pendapat pengeran Sidharta untuk menghentikan rencana perang.

Karena kalah suara, pengeran Sidharta diminta mendukung para raja untuk berperang melawan kerajaan Kaushal atau melepaskan jabatannya di pemerintahan. Tetapi pengeran Sidharat tetap pada pendiriannya untuk tidak berperang, walapun harus meletakan jabatannya,

1.3. Wajib Perang
Edisi : 24 Juli 2017, 19:14:17

Sebagian teman-teman Buddhis menganggap bahwa perang dengan alasan apapun merupakan hal yang tercela. Keyakinan tersebut didasarkan pada banyak kisah penolakan sang Buddha terhadap perang. Kendatipun negeri Kapilavastu telah diporak porandakan oleh musuh dan bahkan ayahandanya hampir tewas, tetapi pangeran Sidharta menolak untuk melakukan serangan balik. Tetapi menurut hemat saya, sebenarnya Buddha tidaklah menganggap semua bentuk perang merupakan sesuatu yang tercela, itu terlihat dari kisah ketika sang pangeran menantang duel raja dari pasukan musuh, dengan tujuan agar tidak banyak rakyat yang jatuh korban. Beliau meminta raja yang kalah duel, harus menarik mundur pasukannya dan mengaku kalah. Sejatinya, Sang Buddha adalah ksatria sejati yang siap perang jika memang tak ada cara lain untuk menghindarinya.

Jika ditelisik lebih banyak lagi, ujaran-ujaran Buddha tentang konsep perang, maka kita akan mendapati kesamaan pada konsep perang dalam Hinduisme maupun Islam. Dalam Islam, perang diwajibkan sebagai bentuk beladiri, bersifat defensif bukan opensif.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S 2:216)

Bahkan perang itu merupakan sesuatu yang wajib, bila syarat wajibnya telah terpenuhi. Wajib itu berarti, seseorang menjadi tercela dan berdosa hidupnya karena enggan berperang.

Konsep wajib perang, dapat saya temukan juga persamaannya dalam Hinduisme. Dalam Bhagavad Gita Sri Kresna berkata pada Arjuna yang enggan ikut berperang, "Dari mana asal kesedihan hatimu itu Arjuna ? Sikap mu itu bukannya membawamu ke sorga, malah akan menjermuskan mu ke dalam neraka. Karena Engkau enggan berperang, semua raja yang ada di atas kereta, yang seharusnya menyanjung-nyanjungmu, akhirnya akan menghinamu. Banyak kata yang tak pantas akan diucapkan atasmu oleh musuh. Adakah yang melebihi perasaan malu mu ? Padahal bila kau mati dalam perang, engkau akan memperoleh sorga. Dan kalau engkau menang perang, engkau akan memperoleh kebahagiaan di dunia. Karena itu Arjuna, bersiaplah untuk perang !"


5
Komentari Gambar / Rorongkong
« pada: Juli 24, 2017, 06:52:17 PM »

6
Komentari Gambar / Kreasi
« pada: Juli 23, 2017, 09:59:25 PM »

7
Proposisi / Pertentangan Pendapat
« pada: Juli 23, 2017, 02:44:30 PM »
Setiap orang memiliki pendapat. Pendapat masing-masing orang itu berbeda-beda. Bukan hanya berbeda, bahkan seringkali bertentangan. Apakah perbedaan antara "Perbedaan Pendapat" dengan "Pertentangan Pendapat" ? Apakah berbeda pendapat berarti bertentangan ? Apakah bertenangan pendapat berarti berbeda ? Sebanyak-banyaknya pertentangan pendapat umat manusia, itu hanya ada empat terdapat empat jenis pertentangan. Perhatikan gambar berikut :



Di situ digambarkan empat bentuk pertentangan pendapat, yaitu :

1) Kontrari
2) Subkontrari
3) Alternasi
4) kontradiksi

Untuk memahami lebih lanjut, lihat tulisan : Pertentangan Proposisi

8
Cerpen / Beratnya Tanggungjawab seorang Dokter
« pada: Juli 23, 2017, 03:56:05 AM »
Klinik tempat praktik dr. Frans terlihat tutup. Beberapa pasien berdatangan dengan maksud hendak berobat, mereka tidak mengetahui bahwa hari itu klinik dr. Frans tutup.

Sudah tiga hari klinik dr. Frans tutup. Kata bu Haji, pemilik tempat praktik yang disewa oleh dr. Frans, klinik tersebut tutup karena dr. Frans sedang pergi ke singapura untuk menjalani operasi. Dulu dr. Frans pernah terkena sakit usus buntu. Kemudian, dia menjalani operasi. Karena kelalain dokter yang mengoperasinya, ada organ lain yang secara tidak sengaja terpotong saat operasi. Akibatnya fatal. Dia harus menjalani operasi berulang-ulang untuk penyembuhan.

"Duh,... Kasihan..." gumam saya.

Bu Haji berkata, "dr. Frans ini sangat baik. Tidak tidak menarif biaya kepada pasien. Pasien boleh membayar semampunya. Bahkan pasien yang tidak mampu, diperbolehkan berobat gratis."

Sangat baik hatinya. Apalagi pada waktu itu, belum ada yang namanya BPJS. Tidak ada yang menanggung biaya berobat orang miskin. Kalau digratiskan, tentu biaya obat-obatan dan sebagainya dari uang pribadi dr. Frans. Sangat disesalkan, dokter lain yang mengoperasi dia melakukan kelalaian, sehingga menyengsaran hidup pasien yang juga dokter baik hati itu. Dokter dioperasi oleh dokter, tapi gagal. Bukannya jadi sehat, malah penderitaan dr. Frans beramba berat.

Tentulah, saya pikir kecelakaan saat operasi itu bukan hal yang disengaja. Mana ada sih dokter yang ingin mencelakai pasiennya. Tapi tugas operasi itu merupakan tanggungjawab berat yang harus dipikul seorang dokter. Saya teringat pada cerita dr. Paul Brand yang menggambarkan bagaimana beratnya tanggungjawab seorang dokter ketika proses operasi.

Dr. Paul Band bercerita, "Ketika berhadap dengan tengkorak yang keras ini (tengkorak kepala manusia), saya akan bekerja dengan martil dan pahat (saat melakukan operasi), seperti ketika saya memahat batu. Di lain waktu, ketika saya menyingkirkan lapisan-lapisan lemak dan otot-otot, saya menarik nafas dalam-dalam dan berhati-hati menjaga agar ujung pisau beda yang tumpul itu tetap mengarah pada urat syaraf.  Saya ingat ketika sekali waktu pisau bedah saya tergelincir ketika saya sedang menelusuri urat syaraf yang membawa sensasi-sensasi jalan pintas sampai ke saluran telinga. Ups ! Kesalahan seperti itu dapat menjadi mimpi buruk bagi seorang ahli bedah : jika mengoperasi pasien, saya bisa mengakhiri kesenangan yang diperoleh dari makan dan minum. Saya menempelkan kembali urat syaraf tersebut dengan lem, mengucap syukur karena saya bekerja dengan sesosok mayat, dan bukannya dengan seseorang yang masih hidup[1]."

_____________
Dr. Paul Brand, "Rasa Sakit ...", hal. 72


9
Keranjang Sampah / Bertanya TanggungJawab seorang Dokter
« pada: Juli 22, 2017, 05:52:39 PM »
Klinik tempat praktik dr. Frans terlihat tutup. Beberapa pasien berdatangan dengan maksud hendak berobat, mereka tidak mengetahui bahwa hari itu klinik dr. Frans tutup.

Sudah tiga hari klinik dr. Frans tutup. Kata bu Haji, pemilik tempat praktik yang disewa oleh dr. Frans, klinik tersebut tutup karena dr. Frans sedang pergi ke singapura untuk menjalani operasi. Dulu dr. Frans pernah terkena sakit usus buntu. Kemudian, dia menjalani operasi. Karena kelalain dokter yang mengoperasinya, ada organ lain yang secara tidak sengaja terpotong saat operasi. Akibatnya fatal. Dia harus menjalani operasi berulang-ulang untuk penyembuhan.

"Duh,... Kasihan..." gumam saya.

Bu Haji berkata, "dr. Frans ini sangat baik. Tidak tidak menarif biaya kepada pasien. Pasien boleh membayar semampunya. Bahkan pasien yang tidak mampu, diperbolehkan berobat gratis."

Sangat baik hatinya. Apalagi pada waktu itu, belum ada yang namanya BPJS. Tidak ada yang menanggung biaya berobat orang miskin. Kalau digratiskan, tentu biaya obat-obatan dan sebagainya dari uang pribadi dr. Frans. Sangat disesalkan, dokter lain yang mengoperasi dia melakukan kelalaian, sehingga menyengsaran hidup pasien yang juga dokter baik hati itu. Dokter dioperasi oleh dokter, tapi gagal. Bukannya jadi sehat, malah penderitaan dr. Frans beramba berat.

Tentulah, saya pikir kecelakaan saat operasi itu bukan hal yang disengaja. Mana ada sih dokter yang ingin mencelakai pasiennya. Tapi tugas operasi itu merupakan tanggungjawab berat yang harus dipikul seorang dokter. Saya teringat pada cerita dr. Paul Brand yang menggambarkan bagaimana beratnya tanggungjawab seorang dokter ketika proses operasi.

Dr. Paul Band bercerita, "Ketika berhadap dengan tengkorak yang keras ini (tengkorak kepala manusia), saya akan bekerja dengan martil dan pahat (saat melakukan operasi), seperti ketika saya memahat batu. Di lain waktu, ketika saya menyingkirkan lapisan-lapisan lemak dan otot-otot, saya menarik nafas dalam-dalam dan berhati-hati menjaga agar ujung pisau beda yang tumpul itu tetap mengarah pada urat syaraf.  Saya ingat ketika sekali waktu pisau bedah saya tergelincir ketika saya sedang menelusuri urat syaraf yang membawa sensasi-sensasi jalan pintas sampai ke saluran telinga. Ups ! Kesalahan seperti itu dapat menjadi mimpi buruk bagi seorang ahli bedah : jika mengoperasi pasien, saya bisa mengakhiri kesenangan yang diperoleh dari makan dan minum. Saya menempelkan kembali urat syaraf tersebut dengan lem, mengucap syukur karena saya bekerja dengan sesosok mayat, dan bukannya dengan seseorang yang masih hidup[1]."

_____________
Dr. Paul Brand, "Rasa Sakit ...", hal. 72


10
Kajian Islam / Pluralisme E001 PDF
« pada: Juli 22, 2017, 03:24:57 PM »

silahkan dibaca

https://drive.google.com/open?id=0B0uY2f1TTpzwanZrcVB3NmVoWmM

dan ditunggu tangapannya.

11
Proposisi / Pertentangan Proposisi E001 PDF
« pada: Juli 22, 2017, 03:10:59 PM »

12
Komentari Gambar / Banyak Penggemar
« pada: Juli 22, 2017, 02:56:22 PM »


Artis muda berbakat yang satu ini punya banyak penggemar. saya lihat di twitter, kalo dia ngetwit itu fans nya yang ngerespon hingga ribuan.  :13:

13
Filsafat / Filsafat Cinta
« pada: Juli 22, 2017, 05:42:10 AM »
Daftar Isi
====================
1. Filsafat Cinta Dan Sastra
2. Lima Bentuk Cinta
====================

1. Filsafat Cinta Dan Sastra
Edisi : 22 Juli 2017, 05:36:37

Filsafat cinta adalah pemikiran-pemikiran yang menjawab pertanyaan, "apa itu cinta ?" Sedangkan sastra adalah seni menungkapkan keindahan melaui bahasa. Cara menyampaikan filsafat Cinta itu dapat dengan bahasa logika, dapat pula dengan bahasa sastra.  Perhatikan, bagaimana Rumi menjelaskan filsafat Cinta melalui puisi :

KERANA CINTA

Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan

Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan

Cinta itu sesuatu yang dirasakan oleh orang yang mengalami sebagai sesuatu yang indah.  Karenanya keindahan itu, darinya lahirlah sastra. Di dalam setiap keindahan yang dirasakan oleh seorang insan, di situ ada cinta.

Salah satu bentuk karya sastra itu adalah prosa dan puisi. Dan karena orang yang sedang jatuh cinta mengalami kesan keindahan yang mendalam terhadap objek yang dicintai, maka lahirlah puisi-puisi tentang cinta itu. Bahkan kita mendapati mayoritas lagu-lagu bernuansakan cinta asmara. Sedangkan lainnya mendengakan lagu-lagu cinta ilahi.

Bagi seorang pria yang sedang dilanda asmara, puisi cinta yang memuja muji kecantikan seorang wanita adalah sesuatu yang indah. Lagu-lagu asmara adalah hal yang menarik. Nada-nada sendu terasa menyentuh kalbu. Tapi, bagi orang yang telah mencapai tingkat spiritual tertentu, lagu-lagu dan puisi cinta seperti itu tak ada bedanya dengan tangisan dan rintihan kesakitan seseorang yang hidup dalam penderitaan, terlhat memprihatinkan. Bagi yang mengenal cinta ilahiah, lagu dan puisi cinta terlihat sebagai hal yang memalukan, tapi bagi para pecinta itu sendiri tak ada yang memalukan, melainkan keniscayaan. Mengungkapkannya seperti kebutuhan untuk buang hajat. Cinta asmara yang terasa indah itu, juga diselimuti oleh rasa penderitaan. Dengan menumpahkannya dalam bentuk puisi, adalah sebagai suatu cara untuk mengurangi beban penderitaannya. Perhatikan puisi cinta dan rindu seseorang ini :

MENGAGUMIMU

dalam sepihnya waktu
tak jeddah ku sulam rindu di jiwa
dalam sunyinya lara
tak sirna ku rajut kasih di muara kalbu
bahwasanya akulah pengagum
di balik tabir rahasia
setiap senyum karismamu
melekat erat di benak malamku
menghantarkan hasratku ke tepi bahagia
walau aral nan jadi ruang pemisah
mengagumimu bukanlah dosa

lelah cucuran keringat dalam munajat
tiada terbilang oleh hitungan dalam angka ,dalam aksara
tuk cumbui bayangmu pda rembulan
tuk datangi jiwamu dalam impian
meski terkadang dalam bisu
ku kemas tetes -tetes bening yang jatuh
meski terkadang dalam senyumku
ku basuh luka merona oleh rajam lakumu
aku tetaplah sang bidadari rahasia
yang menyulam sebuah harapan
di balik tirai yang menerungku
dalam bias malam- malam sepihku
sampai bila airmataku kering
sampai bila napasku henti
ku masih di sini dalam malamku
merajut sejuta impian indah
bersama bayanganmu

Karya : Uthe Mariane

Puisi itu merupakan gambaran jiwa si pembuatnya. Orang yang dimabuk cinta ialhiah, tidaklah mungkin membuat lagu dan cinta tentang "mabuk asmara", tak bicara tentang kerinduan pada seorang wanita, apalagi memuja mujinya, atau lebih dari itu melihat keindahan dalam cinta seksual. Perhatikan puisi seksual berikut :

PACARAN

awalnya saya juga tidak percaya
dan selalu bertanya-tanya
kok bisa
setelah saya tanyai dia
“sudah makan atau belum?”
kami langsung jadian
padahal sekali pun saya
belum pernah menanyainya
“mau makan apa, di mana?”
apalagi
“mau tidak jadi pacar saya?”

mungkin benar kata orang
romantisme yang hakikatnya basa basi
memang tidak diperlukan lagi
oleh cewek modern pemegang gadget
yang makannya serba instan seperti nugget

tiap bangun pagi
handphone saya berbunyi
“sayang….” katanya terlihat di notifikasi
“kok kamu belum nanya aku udah makan atau belum?”

seminggu dua minggu
sebulan dua bulan
saya masih bisa tahan
lama-lama saya makin bertanya-tanya
apa masih relevan ucapan nenek saya
“cu, jangan pacaran, berbahaya!”
nah, kalau pacaran tiap hari cuma nanya
udah makan atau belum
itu bahayanya di mana?

di bulan ke tiga
dia makin sering ngambek
pada puncaknya dia murka
“kamu berubah!” katanya
saya heran, apa yang berubah dari saya?
saya masih saya yang seperti biasanya
“kamu nggak pernah lagi nanyain aku udah makan atau belum!”

saking kesalnya
saya cipok saja bibirnya
“nih, baru pacaran!” ucap saya
sebel saya

eh, dia minta putus
“kamu jahat!” katanya
dua hari kemudian
dia minta balikan
“maafin aku ya.” rengeknya

saya belai rambutnya
“kamu udah makan atau belum?”
“nggak usah nanya itu lagi.”
“terus?”
dia menciumi bibir saya
sampai saya megap-megap

dia buka satu per satu kancing bajunya
dia buka resleting celana saya
“wah, relevan nih, relevan.” ucap saya
“relevan?” tanyanya
“ternyata ucapan nenek masih relevan.”
“apaan sih?”
“berbahaya. pacaran berbahaya.”
“ya udah, nggak jadi aja.” dia tutup lagi resleting saya
“iya… jangan ya, sayang… kita makan aja, yuk.”
“iya… hehehe… by the way, nugget kamu boleh juga.”
“hussy..! berbahaya!”
“oya, tapi pembaca puisimu nanti kecewa lho, adegannya nggak jadi.”
“bodo amat lah!”

Bekasi, 31 Januari 2017
Norman Adi Satria

Bandingkan lagi dengan puisi Sang Pecinta Ilahi :

CINTA

“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,
Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.
Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,
Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,
Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta
yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan
dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia
Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.

By : Rumi

DISEBABKAN RIDHO-NYA

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan Cinta-Mu?

By : Rumi

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
Bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …

By : Rumi

Puisi dari Cinta. Tapi cinta itu ternyata berbeda-beda jenisnya. Apa saja itu ? Lihat dalam tulisan : Lima Bentuk Cinta.

_______________
puisi-puisi Rumi di atas saya peroleh dari sini : https://addinie.wordpress.com/2011/09/16/kumpulan-puisi-dan-syair-indah-jalaluddin-rumi/

2. Lima Bentuk Cinta
Edisi : 21 Juli 2017, 08:37:41

Ketika orang mengatakan "cinta" maknanya bisa berbeda-beda, sehingga terjadinya mis persepsi. Untuk memastikan, kita dapat menanyakan langsung apa arti Cinta yang dia maksud. Tapi sebagai landasan pengetahuan, saya akan menjelaskan lima bentuk cinta sebagai berikut :

1) Metta

Metta adalah cinta kasih. Jenis cinta ini lahir dari kedamaian dan kebahagiaan diri Anda sendiri. Ketika Anda mengalami suatu kebahagiaan, Anda berharap agar orang lain juga merasakan kebahagiaan seperti yang Anda rasakan. Cinta metta membuat Anda ingin memberikan sesuatu bagi sesama makhluk tanpa mengharapkan balasan apapun dari mereka. Ini disebut cinta yang tulus murni. Sifat cinta ini seperti sinar matahari dalam sebuah lagu anak berjudul kasih ibu, "Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia." Ini sekedar gambaran, yang pada umumnya seorang ibu memang memiliki cinta yang tulus murni ini pada anaknya. Namun di luar kebiasaan, bisa jadi cinta tulus seperti ini lenyap pada pribadi seorang ibu, karena jiwa yang ternoda. Sebaliknya, cinta tulus ini tidak hanya dimiliki oleh seorang ibu, melainkan bisa pula dimiliki oleh setiap orang.

Pada dasarnya, sifat sejati manusia adalah memancarkan metta. Apabila sejak bayi hingga jiwanya tidak ternoda, maka seorang anak manusia akan selalu memancarkan metta. Tapi karena noda-noda yang bahkan terjadi sejak dalam kandungan, maka seringkali metta ini tertutup oleh noda-noda sehingga lebih menonjol jenis-jenis cinta lainnya.

2) Karuna

Karuna adalah belas kasihan. Ketika Anda merasa berbelas kasihan atas penderitaan yang dialami orang lain, Anda berharap orang lain bebas dari penderitaan itu, ini termasuk jenis cinta.

3) Muditta

Walaupun Anda miskin, tapi Anda bahagia ketika melihat orang lain memperoleh kekayaan. Anda mengagumi kelebihan-kelebihan orang lain dengan tulus. Itu semua muncul dari faktor mental yang disebut muditta.

4) Asmara

Asmara adalah cinta yang berlandaskan rasa suka, berhubungan dengan kecantikan, kesenangan dan samyojana (keterikatan batin). Ini salah satu bentuk cinta.

Apabila Anda merasa bahagia dan tersenyum saat membayangkan wajah seseorang, itu pertanda Anda mengalami cinta Asmara. Anda lalu ingin mengingatnya kembali, mengingat dan terus mengingat. Apabila jauh dengannya, terasa ingin berjumpa. Anda merasakan kerinduan dan ingin selalu dekat dengannya. Inilah asmara.

Biasanya asmara dirasakan oleh para kawula muda. Saat mulai berumah tangga, dan menjalani hubungan seksual, biasanya cinta asmara memudar, dan lebih menonjol cinta birahi. Pada sebagian orang perumah tangga, cinta asmara sudah tidak dapat lagi dimengerti artinya. Karena itu, seringkali ditemukan kasus pertentangan pendapat antara orang tua dan anaknya soal cinta, di mana anak muda memilih pasangan hidupnya berdasarkan cinta asmara ini. Sedangkan orang tuanya lebih memandang jauh ke depan. Bagi anak mudah, ada pepatah, "cinta itu buta". Tapi pepatah orang tua, "rumah tangga tak bisa hanya makan cinta". Orang tua dalam memilh menantu, lebih mempertimbangkan baik buruk, untung rugi. Urusan cinta belakangan. Sedangkan anak muda yang dilanda asmara, seringkali tak peduli pasangannya itu urakan, pengangguran, atau bahkan berperilaku buruk, karena asmara tetap ingin memilihnya sebagai pasangan hidup.  Kadang para orang tua lupa dengan jenis cinta asmara ini, sehingga tak habis pikir karena anaknya memilih pasangan hdiup yang menurutnya tak layak.

Ketika saya mengisahkan kisah asmara saya, mencintai seorang gadis anak rektor.  Seorang pria berumur 40 tahunan berkomentar, "mengapa kamu tidak berterus terang dengan mengatakan `i want to sex with you` ?" Hal itu menunjukan, bahwa dia lupa dengan namanya asmara. Kini yang dia tahu `cinta adalah sex`, padahal asmara bukan soal sex. Saat seseorang dilanda asmara, dia tidak mengalami rangsangan-rangsangan seksual.

5) Birahi

Birahi atau sex, yaitu ketertarikan terhadap lawan jenis berhubung kebutuhan biologis, obsesi terhadap keindahan bentuk tubuh wanita, suara, dan sentuhannya.

Jika Anda merasakan cinta, maka selidikilah cinta mana yang Anda rasakan itu. Setelah Anda terampil melihat jenis cinta pada diri sendiri, Anda akan dapat lebih mudah mengetahui pada diri orang lain tentang cinta semacam apa yang ada di dalam hatinya.


14
Komentari Gambar / Terlihat Indah
« pada: Juli 21, 2017, 05:26:15 AM »


saya lihat foto-foto instagram nya Aiswarya Rai, dia terlihat cantik seperti biasanya artik-artis India lainnya. Trus saya lihat juga foto-fotonya Nabilah. sama cantik juga. Tapi cantiknya Nabilah tuh ada bedanya, tidak biasa, tidak hanya cantik melainkan juga terlihat indah dan ada kuch kuch hota hai nya.   :57:

15
Komentari Gambar / senyumnya
« pada: Juli 19, 2017, 07:01:38 PM »

Halaman: [1] 2 3 ... 615