Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Kang Asep

Halaman: [1] 2 3 ... 620
1
Kupas Logika / Sejarah Kelam PKI
« pada: September 21, 2017, 09:24:57 AM »
Pinky Mahardika, [21.09.17 00:04]
ANOTHER STORY ..............

.............Ade Irma Suryani Nasution, lahir pada tgl 19 februari 1960 dan wafat pada tgl 6 oktober 1965 pada usia 5 tahun.Ia adalah Putri bungsu Jendral Abdul Haris Nasution dan Ade Irma Suryani Nasution terbunuh dalam peristiwa G 30 S/PKI oleh Pasukan Cakrabirawa yang berusaha untuk menculik Jendral Abdul Haris Nasution.
Ade tertembak ketika berusaha menjadi perisai Ayahandanya.

..............Lettu Piere Andrieas Tendean wafat saat diculik oleh pasukan G 30 S/PKI di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution.Lettu Piere Andrieas Tendean sedang tidur diruang belakang rumah Jendral Nasution, suara tembakan membuatnya terbangun dan lari ke bagian depan rumah,Sementara gerombolan PKI sudah kelabakan karena tidak menemukan Jendral Nasution yang sudah sempat melarikan diri dan Lettu Piere Tendean bertemu dengan PKI dan mengaku sebagai Jendral Nasution,hal tersebut dilakukan untuk melindungi atasannya.
Esoknya ia ditemukan bersama 6 Perwira lainnya telah menjadi mayat disatu sumur tua di daerah lubang buaya.
Ke 7 Pahlawan tersebut akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta.

---------------------------------------

Tgl 31 Oktober;1948 :
Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 :
Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.

Tgl 19 Desember 1948 :
Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 :
PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 :
Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban.
 Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 :
PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 :
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 :
Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 :
PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 :
Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 :
Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 :
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 :
DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 :
TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 :
Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit K

Pinky Mahardika, [21.09.17 00:04]
eputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 :
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 :
PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 :
Kongres PKI.

Tahun 1963 :
PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ.Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 :
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 :
 Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 :
Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

Awal Tahun 1965 :
PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 :
Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 :
PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi :
 Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam :
Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu :
- Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayo

Pinky Mahardika, [21.09.17 00:04]
r Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain :
Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief.
Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi.
Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 :
PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 :
Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 :
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 :
Ormas Anshar NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 :
PKI menyamar sebagai Anshar Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshar Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshar Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshar yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 :
Anshar NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 :
PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 :
DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 :
Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 :
Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

Tgl 12 Maret 1965 :
Soeharto melarang secara resmi PKI.

Bulan April 1965 :
Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 :
Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI”

Tgl 5 Juli 1966 :
Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH. Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 :
Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 :
Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 :
Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 :
TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di Seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.

Dari tahun 1998 s/d 2015
 Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI seb

Pinky Mahardika, [21.09.17 00:04]
agai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI.
Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lg daftar kekejamannya di negeri tercinta ini..

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

Aamiin yaa robbal aalamiin..

Kang Asep, [21.09.17 09:17]
[In reply to Pinky Mahardika]
menyimak tuilsan ini, sejarah PKI terasa sangat mencekam. Tetapi kalau dipadang dari sudut ilmu logika, pemaparan  ini berpijak pada argumentum ad verecundiam dan juga ad hominem, di mana kebenarannya tidak bersifat mutlak, tidak ada sesuatu yang membuatnya mustahil, bahwa ada terjadi kesalahan dalam pemaparan sejarah. Tetapi, ketak-mustahilan, tentu tidak dapat dijadikan dasar bahwa pasti ada kekeliruan sejarah. karena itu, sifat argumentum ad verecundiam itu berlandas pada kecenderungan keyakinan.. artinya, orang boleh mempercayai kebenaran sejarah tersebut, boleh pula tidak. karena kita tidak dapat melarang orang yang mempercayai kbenarannya, disebabkan tak dapat membuktikan kekeliruan sejarah tersebut. sebaliknya, juga tak dapat melarang orang yang tak mempercayainya, karena juga tidak akan dapat membuktikan kebenaran sejarahnya.

Manusia, tidak dapat hanya menyandarkan diri kepada argumentum ad judiciam, di mana hanya berisi kebenaran-kebenaran mutlak yang tak terbantahkan. Dan sekarang, kita dihadapkan pada isu akan kebangkiran baru PKI, yang disebut-sebut Neo PKI. Benarkah PKI telah bangkit kembali ? tidak mustahil, dan juga tidak dapat dipastikan kebenarannya. Saya hanya bertanya, siapa yang memiliki pengetahuan tentang bangkitnya PKI masa kini ? apakah ia memiliki bukti-bukti yang jelas sehingga akal tidak dapat menyangkalnya ?

Anggaplah benar bahwa PKI telah bangkit kembali. lalu, apa yang harus kita perbuat ? jika kita percaya bahwa PKI telah bangkit kembali, maka yang kita butuhkan bukanlah hanya merasa takut dan was was, melainkan langkah nyata yang mesti dilakukan.

kemudian, sbagian orang membuat tuduhan sana sini, menuduh orang lain sebagai kader PKI atau partai yang disusupi PKI. benarkah tuduh ini ? jawabannya seperti tadi juga, yaitu hanya kemungkinan-kemungkinan. mungkin benar, mungkin salah. jika tuduhan itu benar,dan kita tidak mempercayainya, maka celakalah kita. dan demikian pula, jika tuduhan itu salah, dan kita mempercayainya, kita celaka juga. kita selamat, bila kita tidak mempercayai tuduhan yang salah, serta mempercayai tuduhan yang benar. Tapi bagaimana kita mengetahui, tuduhan mana yang benar, dan mana yang salah ?

jika anda dapat mengkonversi rumusan masalah ini ke dalam ekspresi logika, maka akan saya saya tertarik untuk mengupas soal tuduhan palsu dan tuduhan benar dari sudut pandang ilmu logika.

Kang Asep, [21.09.17 09:21]
A = kita mempercayai tuduhan palsu
B = kita mempercayai tuduhan benar
C = kita celaka
D = kita selamat

jika tuduhan itu benar,dan kita tidak mempercayainya, maka celakalah kita. dan demikian pula, jika tuduhan itu salah, dan kita mempercayainya, kita celaka juga. kita selamat, bila kita tidak mempercayai tuduhan yang salah, serta mempercayai tuduhan yang benar.

ada yang bisa mengkonversi ke dalam ekspresi logika ?

2
Teori Umum / Contoh Analisa Dialektika Logika
« pada: September 19, 2017, 05:43:39 AM »
Analisa Dielektika Logika :

Perhatikan pada Dialektika Logika I, Sultan menyatakan bahwa benar “Setiap perbuatan adalah gerakan tubuh”.  Dan sebaliknya benar pula “Setiap gerakan Tubuh adalah Perbuatan”. Ini berarti Sultan mendefinisikan “Perbuatan = Gerakan Tubuh”. Dengan demikian, semestnya apapun yang bukan Gerakan Tubuh tak dapat disebut dengan perbuatan.  Akan tetapi,  pada Dialektika Logika III, Sultan menyatakan bahwa benar “Sebagian Perbuatan adalah Diam” dan pada Dielaktika Logika II dinyatakan benar “Setiap Diam bukanlah Gerakan Tubuh”.  Ini kontradiksi. Apakah sudah terlihat kontradiksinya ?

Syllogisme :
A ) Setiap perbuatan adalah Gerakan tubuh

I) Sebagian Perbuatan adalah Diam
E) Setiap diam bukanlah Gerakan Tubuh
O) Jadi, Sebagian perbuatan bukanlah Gerakan Tubuh

Demikian kontradiksi antara bentuk A dengan O.

Silahkan disimak Dialektika Logika berikut :


Dialektika Logika I
--------------
A. Pertanyaan
1. Setiap Gerakan Tubuh adalah Perbuatan
2. Setiap Gerakan Tubuh bukanlah Perbuatan
3. Sebagian Gerakan Tubuh adalah Perbuatan
4. Sebagian Gerakan Tubuh bukanlah Perbuatan
5. Setiap Perbuatan adalah Gerakan Tubuh
6. Setiap Perbuatan bukanlah Gerakan Tubuh
7. Sebagian Perbuatan adalah Gerakan Tubuh
8. Sebagian Perbuatan bukanlah Gerakan Tubuh

 Dari delapan proposisi di atas, mana yang bernilai benar dan mana yang salah ?

B. Dijawab Oleh : Sultan

1. Benar
2. Salah
3. Benar
4. Salah
5. Benar
6. Salah
7. Benar
8. Salah

C. Kontradiksi : 0
D. Kontrari : 0

E. Definisi : Gerakan Tubuh = Perbuatan
F. KPP : (O). Sebagian Yang bukan Gerakan Tubuh bukanlah Perbuatan
G. KPS :
(E). Setiap Gerakan Tubuh bukanlah bukan Perbuatan
(O). Sebagian Gerakan Tubuh bukanlah bukan Perbuatan
H. KPPS : (I). Sebagian yang bukan Gerakan Tubuh adalah bukan Perbuatan
I. BPP : (E). Setiap yang bukan Perbuatan bukanlah Gerakan Tubuh
J. BPS : (O). Sebagian Perbuatan bukanlah bukan Gerakan Tubuh
K. KPB : (A). Setiap yang bukan Perbuatan bukan Gerakan Tubuh

Dialektika Logika II
--------------
A. Pertanyaan
1. Setiap Perbuatan adalah Diam
2. Setiap Perbuatan bukanlah Diam
3. Sebagian Perbuatan adalah Diam
4. Sebagian Perbuatan bukanlah Diam
5. Setiap Diam adalah Perbuatan
6. Setiap Diam bukanlah Perbuatan
7. Sebagian Diam adalah Perbuatan
8. Sebagian Diam bukanlah Perbuatan

 Dari delapan proposisi di atas, mana yang bernilai benar dan mana yang salah ?

B. Dijawab Oleh : Sultan

1. Salah
2. Salah
3. Benar
4. Benar
5. Salah
6. Salah
7. Benar
8. Benar

C. Kontradiksi : 0
D. Kontrari : 0

E. Definisi : Perbuatan <> Diam
F. KPP : (O). Sebagian Yang bukan Perbuatan bukanlah Diam
G. KPS :
(I). Sebagian Perbuatan adalah bukan Diam
(O). Sebagian Perbuatan bukanlah bukan Diam
H. KPPS :
I. BPP : (I). Sebagian yang bukan Diam adalah Perbuatan
J. BPS : (O). Sebagian Diam bukanlah bukan Perbuatan
K. KPB : (O). Sebagian yang bukan Diam bukanlah bukan Perbuatan

Dialektika Logika III
--------------
A. Pertanyaan
1. Setiap Gerakan Tubuh adalah Diam
2. Setiap Gerakan Tubuh bukanlah Diam
3. Sebagian Gerakan Tubuh adalah Diam
4. Sebagian Gerakan Tubuh bukanlah Diam
5. Setiap Diam adalah Gerakan Tubuh
6. Setiap Diam bukanlah Gerakan Tubuh
7. Sebagian Diam adalah Gerakan Tubuh
8. Sebagian Diam bukanlah Gerakan Tubuh

 Dari delapan proposisi di atas, mana yang bernilai benar dan mana yang salah ?

B. Dijawab Oleh : Sultan

1. Salah
2. Benar
3. Salah
4. Benar
5. Salah
6. Benar
7. Salah
8. Benar

C. Kontradiksi : 0
D. Kontrari : 0

E. Definisi : Gerakan Tubuh <> Diam
F. KPP : (O). Sebagian Yang bukan Gerakan Tubuh bukanlah Diam
G. KPS :
(A). Setiap Gerakan Tubuh adalah bukan Diam
(I). Sebagian Gerakan Tubuh adalah bukan Diam
H. KPPS : (I). Sebagian yang bukan Gerakan Tubuh adalah bukan Diam
I. BPP : (I). Sebagian yang bukan Diam adalah Gerakan Tubuh
J. BPS : (A). Setiap Diam adalah bukan Gerakan Tubuh
K. KPB : (O). Sebagian yang bukan Diam bukanlah bukan Gerakan Tubuh

Sultan :
Sebentar, sebentar, sebentar. Maaf Kang Asep,dalam analisa ini ada sedikit hal yang terlewat ; yaitu perubahan proposisi saya dalam dialektika logika 1.

"Jika tubuh kita bergerak, maka kita melakukan perbuatan"

Ini adalah perubahan proposisi yang saya gunakan sekarang semenjak postingan yang  sebelumnya. Proposisi saya dalam dialektika logika 1 yang pertama kali sudah tidak berlaku ; tidak saya gunakan.
Jika dirubah bentuknya ke proposisi silogisme formal maka akan berbentuk :

I : Sebagian bergeraknya tubuh adalah melakukan perbuatan

"Jika tubuh kita bergerak, maka kita melakukan perbuatan"

Dari proposisi di atas bagaimana Kang Asep dapat mengartikannya sebagai :

A : Setiap perbuatan adalah gerak tubuh

Lalu mendefinisikan term "perbuatan" saya sebagai "gerakan tubuh" kemudian membentuk kontradiksinya sendiri ?

Mohon dievaluasi kembali Kang Asep

3
Filsafat / Kerja Tanpa Berbuat
« pada: September 18, 2017, 01:48:15 PM »
Daftar Isi
====================
1. Ikhlas Berbuat
1.1. Tujuan Perbuatan
1.2. Tanpa Mengharapkan Hasil Perbuatan
2. Gemar Berbuat
3. Menyempurnakan Perbuatan
4. Kerja Tanpa Berbuat
====================

4. Kerja Tanpa Berbuat
Edisi : 18 September 2017, 13:45:05

Baghavad Gita itu berisi filsafat yang pelik dan rumit, di dalamnya seringkali terdapat kalimat-kalimat paradoks dan membingungkan. Seperti perkataan Kresna, "Perbuatan itu harus diketahui perbedaannya, perbuatan yang bukan perbuatan juga harus difahami perbedaannya, apa yang dimaksud tidak melakukan perbuatan juga perlu dimengerti. Tidak mudah untuk mengerti hal ini."

Kresna sendiri menyadari bahwa ajaran filsafatnya sangatlah rumit, bahkan banyak orang yang disebut sarjana atau kaum cerdik pandai sekalipun kesulitan mengerti ajaran filsafatnya. Kresna berkata, "Mana yang disebut perbuatan dan mana yang bukan perbuatan, mesikpun orang cerdik pandai, semua bingung menerima hal itu."

Walaupun pelik dan rumit, tetapi Sri Kresna berusaha menjelaskannya pada Arjuna agar Arjuna terbebas dari dosa, terhindar dari berbuat jahat.

Setelah menjelakan tentang apa itu Iklas Beruat, Gemar Berbuat dan bagaimana Menyempurnakan Perbuatan, kemudian Sri Kresna menjelaskan tentang filsafat Kerja tanpa Berbuat. Di sini Sri Kresna menggambarkan bahwa Tuhan adalah Dzat yang tidak berubah keadaannya. Karena itu tak ada apapun yang diperbuat oleh Tuhan, namun demikian Tuhan bekerja mengatur alam semesta ini. Demikian pula hal nya orang suci, berguru kepada Tuhan, dia tak berbuat apapun, namun semuanya dikerjakan.

Sri Kresna berkata, "Barang siapa mengetahui arti `Berbuat tanpa Berbuat` dan `Berbuat tanpa Kerja`, itulah orang bijak, itu sudah menyatu, meski mereka melakukan perbuatan apapun."

"Tak berbuat apapun, tapi semua dikerjakan" ini terlihat sebagai paradoks yang membingungkan. Agar dapat dimengerti, saya mencoba menjelaskannya dengan berbagai pendekatan.

Guru saya, Kang Irman pernah mengatakan tentang jurus beladiri yang terbaik. Beliau berkata, "Juru terbaik adalah jurus tanpa jurus".  Bagaimana maksudnya ? Orang melatih gerak jurus beladiri seperti menangkis, menendang, memukul, dsb, itu dengan tujuan melindungi diri dari serangan lawan dan kemudian melumpuhkannya. Tetapi, ada orang sakti, di mana ketika dia diserang oleh lawan, dia tidak melakukan apapun. Walaupun demikian, lawannya akan jatuh.

Dalam seni beladiri ilmu tenaga dalam, untuk dapat membuat tenaga dalam berfungsi menjatuhkan lawan yang menyerang, dibutuhkan kepasrahan yang tinggi kepada Tuhan. Apabila hati bergetar, merasa takut terkena pukulan lawan, khawatir celaka, tidak terima dengan sikap lawan, niscaya energi tenaga dalam tadi tidaklah berfungsi. Bathin harus dalam kondisi ketenangan yang mendalam, tidak goyah, tidak bergetar sedikitpun oleh apapun yang dilakukan lawan. Karena itu, kemudian menganggap apakah dirinya akan terkena pukulan lawan ataukah tidak, sama saja. Sudah tidak ada sikap untuk menolak maupun menghendaki sesuatu, dan tak ada gerakan yang ingin dilakukan terkait apa yang dilakukan lawan. Pasrah sempurna. Jika kepasrahan ini penuh, sempurna dalam diam, maka akibatnya energi sakti secara otomatis akan bekerja untuk melindungi diri dari serangan musuh serta melumpuhkannya. Ini adalah sedikit gambaran "kerja tanpa berbuat".

Perumpamaan lainnya, seperti seorang anak yang baru belajar berjalan. Dia mencoba berjalan menuju suatu tempat. Ketika berjalan, si anak berkali-kali terjatuh, berdiri lagi dan mencoba kembali berjalan. Sementara sang ayah mengamatinya dengan penuh takjub, serta membiarkan si anak berusaha mencapai tempat tujuannya dengan kekuatannya sendiri. Si anak sedang bekerja untuk meraih apa yang diinginkannya. Dikatakan pula, si anak sedang berbuat sesuatu. Namun, tempat yang hendak dicapainya terlalu jauh. Si anak kelelahan, dia terjatuh dan lalu menangis. Si Ayah mengerti, anaknya tak mampu lagi. Maka si Ayah menggendong anaknya dan mengantarkan anak tersebut ke tempat yang diinginkannya. Si anak sudah tidak berbuat sesuatu, karena keterbatasan kemampuannya. Tetapi dengan cara dia menghentikan usaha setelah, dia membuat Ayahnya bekerja untuknya.

Demikian pula, orang yang suci, dia tidak harus melakukan perbuatan apapun, kecuali menghentikan semua perbuatan yang berbalut kejahatan. Ketika semua perbuatan itu berhenti, maka kekuatan alam akan bekerja untuk dirinya. Inilah maksud dari "Kerja tanpa Berbuat".

Sri Kresna berkata :
______________________
Aku tidak akan melakukan perbuatan, demikian pula aku tidak menginginkan hasil perbuatan itu. Barang siapa yang mengetahui sikapku itu, itulah yang sudah tidak terikat oleh semua jenis perbuatan.

Barang siapa yang memulai semua perbuatan anpa mendambakan hasilnya, barang siapa yang perbuatannya terdapat di dalam api kebijaksanaan, para sarjana menyebut hal itu sebagai orang bijak.

Sesudah tidak mendambakan hasil dari perbuatan dan selau menerima apa adanya, tidak berusaha mencari perlindungan lain, berarti mereka tidak berbuat meskipun melakukan perbuatan apapun.

Apabila dalam hati, sudah tidak mengharapkan hasil dari perbuatn, menahan nafsu keinginan, dan setelah merelakan semua yang berguna bagi dirinya,mesikupun ia melakukan perbuatan, itu berarti telah terbebas dari dosa.

Sikap menerima apa adanya, serta tidak punya pendamping yang berlawanan, tidak serakah dan sudah menganggap untung dan rugi sama saja, meski telah melakukan perbuatan, tetapi tidak terbelenggu.

Barang siapa yang lenyap kegemarannya, yaitu yang merdeka, barang siapa yang hatinya sudah teguh pada kebijaksanaan, itulah yang disebut memusatkan niatnya, ia sudah terbebas dari segala bentuk perbuatan.

Jika engkau memahami semua itu, akan akan mengetahui semua yang terjadi di dalam Dzat, dan dengan Dzat engkau akan dapat melihat keadaanku.  Meskipun dosa-dosamu melebihi semua orang berdosa, engkau akan dapat melewati lautan kejahatan. Bagaikan api membakar kayu sampai semua menjadi abu, hai Arjuna, api kebijaksanaan itu memberantas semua perbuatan. Karena dalam hal ini sudah tidak ada lagi yang lebih utama dari kebijaksanaan, setelah menjalani Panunggal sampai siap, di situ akan ketemu dengan sendirinya Petunjuk di dalam Dzat.

Orang-orang bodoh selalu ragu-ragu dan selalu tidak percaya. Ia akan celaka. Meskipun di akhirat, dia tidak akan menjumpai kebahagiaan. Barang siapa yang dapa membendakan semua jenis perbuatan dengan cara Panunggal, keragu-raguannya akan tersingkirkan oleh kebijaksanaan. Itula yang akan membentengi diri dari semua perbuatan yang dapat membelenggu. "


4
Teori Umum / Penerapan Ilmu Logika
« pada: September 16, 2017, 07:55:36 PM »
antara menguasai teori ilmu logika dan keterampilan mempergunakan ilmu logika itu ada perbedaan. berikut penjelasannya :

https://t.me/joinchat/B5boI0CQ86QoreqDuReHQQ

5
Cerpen / Membela Kehormatan Istri
« pada: September 16, 2017, 06:57:10 AM »
Panas matahari terik, sepulang dari bekasi saya boncengan dengan istri. Di pertengahan Purwakarta, kami rasa dahaga, sehingga kami mampir di sebuah kedai. Istriku memesan jus mangga. Sedangkan saya menikmati segelas kopi panas.

Di sudut sana, terlihat seorang pria berwajah asia, namun tampaknya dia dari luar negeri. dia sedang duduk sendirian, tapi sekali temannya menghampiri dia dan bicara dalam bahasa Inggris.  Saya pikir pria ini mungkin dari Filipina atau Cina. Rambutnya agak keriting, matanya agak sipit, muka dan badannya agak lebar. Usia pria ini kira-kira 25 atau 27 tahunan. Sejak masuk ke dalam kedai tersebut, saya sudah merasa tidak suka dengan pria asing ini, yang belakangan saya ketahui namanya Jhon. Pasal mengapa saya tidak menyukainya, itu karena sejak kami masuk ke dalam kedai, matanya pria tersebut seakan tak mau lepas dari istri saya. Hanya sekali-kali dia memalingkan pandangan matanya, saat dia sadar bahwa saya mengamati dia dan saya tunjukan ekspresi tidak suka. Saat dia menyeruput  jus di gelasnya, saat bicara dengan temannya, saat makan, saat menerima panggilan di HP nya, matanya terus menerus memandang istri saya. Tentu saja saya merasa marah.

Jengkel dengan kelakuan pria asing itu, dada saya rasanya terbakar. Saya menimbang-nimbang, apa yang harus saya lakukan. Ingin rasanya langsung saja kuhantam wajah pria asing itu atau kuseret dia keluar kedai, lalu kuhabisi dia di luar sana. Astagfirullahal adzim. Semoga saya bersabar. Jika itu kulakukan, saya tidak akan sampai ke rumah, melainkan akan mampir ke kantor polisi dan mendekam di penjara.  Kasihan anak dan istrik saya, bila saya sampai dibui.

Tubuh saya sampai gemetaran karena menahan amarah. Tapi saya berusaha untuk tenang. Sementara dia terus menerus memandangi istri saya, saya terus menerus mengawasi dia. Tentu dengan sorot pandang yang berbeda. Dari sorot mata pria itu, terlihat rasa ketertarikan seorang pria kepada lawan jenis. Dia seolah-olah terpesona oleh kecantikan istri saya. Istri saya mengenakan pakaian yang sopan, dia mengenakan kerudung, lengan panjang, kemeja longgar dan celana panjang. Tapi kalau otak lelaki sudah mesum, seandainya melihat wanita dibungkus kain kafan, tetap saja akan birahi.

Sebentar saya beranjak dari tempat duduk, untuk berbicara pada pelayan kedai, memesan beberapa makanan. Pelayan kedai mempelihatkan menu makanan, dan sedikit menjelaskan isi menu. Lalu saya memilih beberapa menu makanan yang disukai oleh istri saya. Ketika saya hendak kembali ke meja kami, saya terkejut, darah saya mendesir, hati saya terasa disayat. Karena si pria asing itu duduk dan berbicara dengan istri saya.  Saat pria itu tahu bahwa saya melihatnya duduk di samping istri saya, dia buru-buru beranjak pergi. Amarah saya tak terbendung dan segera mengejarnya. Saya menarik bahu dia dan bicara dengan keras setengah berteriak dalam bahasa Inggris, “hei.... ! he's my girlfriend. You know ? she is my wife. You do not touch him. Do you understand ?”

Pria asing itu terlihat ketakutan dan dia berkata, “O... sorry .... ok..ok....” lau dia ngeloyor ke mejanya. Saya masih terus memandangi pria itu dengan marah. Pria itu tak berani bertatap mata dengan saya.

Tak mudah rasanya mengendalikan amarah. Sayapun ngeloyor kembali ke tampat duduk, di mana istri saya dari tadi memperhatikan apa yang terjadi tanpa beranjak dari tempat duduknya. “Huh.... ngapain tadi dia kemari ? apa yang dia katakan ke kamu, sayang ?” tanya saya.

Istri saya malah cengegesan. Dia berkata, “he..he.. gak tau ... dia ngomong dalam bahasa Inggris. Saya gak ngerti. Cuma ngerti yang pertamanya ada, dia nanyain nama saya. Trus... saya bilang aja my name is Santi. Gitu... selanjutnya saya gak ngerti apa yang dia omongin.”

Makanan sudah tiba. Kami makan nasi dengan ayam goreng. Ketika kami sedang makan, terlihat pria bernama Jhon tadi pindah tempat duduk ke sudut kanan, di mana di situ duduk beberapa orang pria bule. Rupanya dia tidak sendirian. Dia bersama kawan-kawannya. Hati saya curiga, “jangan-jangan dia bicara untuk mengadu pada teman-temannya tentang sikap saya, dan mereka hendak mengeroyok saya. Jika benar hal itu terjadi, saya harus siap menghadapi, apapun resikonya. Karena saya tak bersalah. Dan membela kehormatan istri adalah wajib hukumnya bagi saya.”

Mencuri-curi dengar, apa yang mereka bicarakan. Saya tidak dapat mendengar ucapan-ucapan si Jhon, karena dia bicara pelan. tapi saya dapat mendengar ucapan pria bule yang dipanggil dengan nama Henry. Si Henry ini berkata dalam bahasa Inggris, “do you like him, jhon? do not worry, we have money. no woman is not conquered by money.”

Darah saya mendidih. “Kurang ajar ... dia pikir istri saya bisa dibeli dengan uangnya.” Saya berdiri dan langsung menghampiri si Henry. “Hei.. you .. come here !” semua orang terdiam. Si Henry berdiri dan menghampiri saya. Kemudian saya menyeret si Henry ke tempat yang agak jauh dari teman-temannya. Saya sangat geram dan ingin memaki-maki dia, tapi saya tidak tahu bagaimana cara saya mengucapkannya. Saya hanya berkata, “You....” ingin mengatakan “kurang ajar”, “breng sek”, dsb. tapi tak tau english nya bagaimana. Dia tahu saya susah ngomong dalam bahasa Inggris, tiba-tiba si Henry ngomong,”Bahasa inggris kamu pas pasan, .. sudah ngomong dalam bahasa Indonesia saja, saya mengerti.” Huh... ternyata dia bisa bicara bahasa Indonesia.

“Saya dengar apa yang anda katakan di sana ... jangan kamu pikir kamu bisa membeli istri saya. Ini sudah merupakan pelecehan. Saya bisa memenjarakan Anda. Understand ? saya tidak terima dengan ucapan mu yang kurang ajar itu.” Bentak saya.

Dengan tenang, tanpa ekspresi rasa takut, tanpa terpancing emosi, dengan wajah dingin, si Henry berkata, “Anda masu memenjarakan saya. Mau lapor polisi ? silahkan. Anda punya uang untuk membeli polisi ? saya punya. Saya sudah lama tingga di Indonesia, polisi bisa saya beli, hukum bisa saya beli. Kamu tidak punya uang, you’r looser.”

Ingin kubunuh saja rasanya pria itu. Rasanya, sudah tak tahan membendung amarah. “Hei.... saya bilang jangan coba-coba menyentuh istri saya, uang mu akan berguna bila kamu masih hidup. Bila kamu mati, semuanya sudah tidak berguna. Jika kamu atau temanmu mencoba menyentuh istriku, then all your money tidak akan dapat berguna lagi. You understand ? kamu akan mati sebelum kamu dapt menyentuh istri saya. Kamu mengerti ?”

Dengan sangat mengesalkan si Henry tetap tenang dan berkata, “up to you” lalu dengan tidak sopan, dia meninggalkan saya.

Segera saya meraih tangan istri, bergegas meninggalkan tempat itu. Sungguh suatu pengalaman yang sangat mengesalkan.

Di halaman kedai, seorang pria berpakai ala sufi timur tengah menghampiri saya. Dia berkata, “Saudaraku... mereka itu sangat serakah... hidup mengejar kesenangan duniawi,.. mereka tak tahu apa yang mereka lakukan... maafkanlah mereka saudaraku ..”

Kami berhenti berjalan dan menghadap ke laki-laki sufi tersebut, “saya tidak akan memaafkan mereka, hingga mereka minta maaf. Sebaliknya saya mengutuk, melaknat tingkah mereka.”

Sufi tersebut berkata, “saudaraku, nabi saw dilempari batu... hingga beliau berdarah-darah, dan beliau memaafkan mereka. tidakkah anda hendak mencontoh nabi saw ?”

“Kawan ... guruku Abu Zahra berkata, bahwa rasulllah sawa bersabda, `melaknat orang yang pantas dilaknat adalah haq.`  dan beliau juga melaknat orang yang memang pantas dilaknat. Bacalah surah tabbat yadaa abi lahabiwatab ! kawan, istri adalah amanah dari Tuhan. Jika aku tidak membela kehormatan istriku, bagaimana kelak aku menjawab pertanyaan Tuhan, mengapa aku tidak memelihara amanahNya ? dan ingat pula pada perkataan imam Syafi`i, bahwa orang yang tidak marah pada sesuatu yang semestinya dia marah, maka dia itu unta. Jika istri Anda diganggu orang lain, tetapi Anda tidak marah, maka tak ada bedanya anda itu dengan unta.”  Demikian kata saya. Sayapun menarik kembali tangan istri saya meningalkan sufi itu terdiam sendirian. Batin saya bergumam, “lagian... sufi keliaran di halaman kedai makanan, lagi ngapain dia.”   

6
Psikologi / Re:Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan
« pada: September 15, 2017, 02:43:46 PM »
Rasa bosan sebaiknya tidak perlu ditentang dan juga sebaiknya kita tidak perlu bertekad di dalam hati untuk melawan rasa bosan.
Sesungguhnya rasa bosan itu adalah semacam 'alarm psikologis' ; pertanda psikologis dari diri kita yang memberi pesan bahwa "harus terjadi perubahan pada diri kita". Ya, kebosanan menyiratkan suatu perubahan.

hal ini benar.

kemudian, selidiki pula, mengapa meditator dapat duduk berjam-jam seperti patung tanpa merasa bosan ? dengan cara bagaimana meditator melenyapkan rasa bosan dalam posisi tubuh yang monoton tersebut ? bandingkan pula dengan gerakan jurus krachtology yang juga monoton. para krachtolog melakukan gerakan yang monoton selama berjam-jam tanpa merasa bosan. bagaimana itu caranya ?

7
Konsultasi Batin / Re:Membangkitkan Tenaga Dalam
« pada: September 11, 2017, 10:32:30 PM »
Bagi Anda yang ingin mengenal dan mempelajari ilmu Tenaga Dalam, maka berikut ini adalah latihan tahap pertama yang perlu dipraktikan :


caranya :


1) hadapkan dua telapak tanngan, beri jarak kira-kira dua jengkal.
2) goyang-goyangkan seperti menepuk-nepuk, tapi telapak tangan jangan sampai bersentuhan
3) setelah kira-kira 5 menit, hentikan tapi posisi telapak tangan tetap dalam keadaan berhadapan
4) pejamkan mata dan rasakan adanya medan gaya pada kedua tangan
5) Jika terasa ada dorongan pada telapan tangan atau punggung tangan, jangan melawan dorongan tersebut. Biarkan tangan mengikuti arah dorongan


ini latihan tahap pertama. Jika telah dapat merasakan dorongan energi TD, maka dilanjutkan ke latihan tahap berikutnya.

8
Filsafat / Menyempurnakan Perbuatan
« pada: September 11, 2017, 07:40:04 PM »
Filsafat Perbuatan :
====================
1. Ikhlas Berbuat
1.1. Tujuan Perbuatan
1.2. Tanpa Mengharapkan Hasil Perbuatan
2. Gemar Berbuat
3. Menyempurnakan Perbuatan <<<<<<
====================

3. Menyempurnakan Perbuatan
Edisi : 11 September 2017, 05:31:58

Rasullah saw bersabda, "innama bu`istu liutimma makarimal akhlak". Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bagaimana akhlak yang sempurna itu ? Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui artinya, juga ulama yang merupakan pewaris para nabi saw.

Beberapa orang menjelaskan pengertian akhlak sempurna bahwa bahwa syariat yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya belumlah sempurna. Dan disempunakan pada zaman nabi saw. Jika demikian, apakah menyempurnakan akhlak = menyempurnakan syariat ? Apakah akhlak para nabi sebelum nabi saw tidaklah sempurna ? Mari kita bertanya pada ulama, apa itu definisi Akhlak Sempurna ?

Terlepas dari ketidaktahuan saya tentang definisi istilah akhlak sempurna yang ada dalam hadis nabi tentang tujuan diutusnya beliau, di dalam literatur agama Hindu dan Buddha saya pun menemukan istilah yang serupa, yaitu tentang kesempurnaan akhlak. Salah satunya adalam kitab Bhagavad Gita, di mana Sri Kresna berkata pada Arjuna, "Sempurnakanlan perbuatanmu !" Untuk menyempurnakan perbuatan, menurut Sri Kresna seseorang tidak berbuat sesuatu karena gemar dan tidak berbuat sesuatu hanya karena damba akan hasilnya. Perbuatan yang sempurna adalah perbuatan yang ikhlas, tulus dan murni, bebas dari kegemaran. Tandanya, orang yang sempurna perbuatannya selalu berpegang teguh dalam menjalankan kewajiban-kewajiban dalam hidupnya. Dia tidak melakukan sesuatu karena dia suka atau tidak suka, tetapi apa yang benar dan baik, itu yang selalu dikerjakannya. Dia juga tidak hidup untuk mengejar kesenangan, tidak mengutamakan kesenangan inderawi. Karena orang yang selalu teringat pada kesenangan inderawi, tidak akan dapat menjalankan tugas-tugas hidup dengan baik, dan tak dapat bebas dari belenggu kemalasan. Orang yang malas dan lalai dari menjalankan tugas-tugas hidupnya menunjukan bahwa kualitas perbuatannya masih jauh dari sebutan sempurna. Bila kualitas perbuatannya belum sempurna, maka filsafatnya pun belum sempurna. Itu berarti, filsafatnya belum dapat menemukan kebenaran yang luhur. Silahkan dibaca tulisan saya berjudul : "ikhlas berbuat" dan "gemar berbuat".

Berikut adalah sebagian penjelasan Sri Kresna tentang menyempurnakan perbuatan :
--------------------------
Manusia tidak dapat meraup jika tidak melakukan suatu perbuatan yang mengasilkan serta tak dapat sempurna karena enggan berbuat. Sebab di dunia ini tak ada manusia yang tidak melakukan perbuatan, karena sudah terbawa oleh sifat prakriti.  Tetapi siapa yang adpt menaklukan pancaindera dan pikirannya, hai anak Kunti, itulah yang disebut menyatu karena perbuatan, karena tidak gemar akan perbuatan.

Sempurnakan tindakanmu untuk berbuat kebenaran, karena hal tu lebih baik dari pada tidak berbuat sesuatu,dan engkau dapat melindungi dirimu sendiri, jika melakukan suatu perbuatan. Dunia ini terikat oleh perbuatan. Karena itu sempurnakan keadaan perbuatan tadi hingga terbebas dari kegemaran. Setelah manusia membiasakan diri berkorban, maka dia dapat mendatangkan apa yang dituju, yaitu lembu harapan.

Barang siapa yang tidak berbuat kebajikan, itu dosa dalam hidupnya dan orang yang selalu menurut kemauannya sendiri, hidupnya tak berarti. Tetapi orang yang senang di rumah Dzat, dia sudah merdeka, tak ada sesuatupun yang harus dikerjakan. Karena semua yang dikerjakan atau tidak dikerjakan, sudah tidak berguna baginya. Karena itu sempurnakan semua perbuatan yang harus dilaksanakan, jangan sampai gemar. Sebab melaksanakan suatu perbuatan yang tak digemari itu merupakan sarana bagi manuia untuk mencapai kemuliaan yang paling tinggi.
==============

Sedangkan Buddha menjelaskan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas perbuatan hingga level yang tertinggi.

Berikut penjelasan Buddha tentang cara meningkatkan kualitas perbuatan :
--------------------
Raja Ajasathru, raja kerajaan Magadha itu sangat membenci Buddha. Lalu dia bermaksud mempermalukan Buddha dengan menggelar debat terbuka. Didatangkannya Brahmana terpandai yg menguasi Veda, Gita, dan Upanisat. Brahmana ini bernama Sudonda. Brahmana berkata kepada raja,"Tenanglah paduka, saya akan membuat dia bingung dengan prinsip-prinsip Veda dan Upanisat."

Debat terbuka digelar. Buddha dipersilahkan menentukan topiknya. Buddhapun memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan. Setelah melewati beberapa pertanyaan, sampailah Buddha pada pertanyaan,"O Brahmana, keutamaan apa yang harus dimiliki seorang Brahmana ?"

"ada lima keutamaan, dalam hal upacara ritual, mantra, keturunan suci, pengetahuan dan perbuatan baik." Jawab Brahmana Sudonda.

Buddha bertanya lagi,"dari lima keutamaan tersebut, mana yg paling utama ?"

Brahmana tersenyum dan berkata,"Yg paling utama adalah dua yg terakhir, yaitu pengetahuan dan perbuatan baik."

"Di antara pengetahuan dan perbuatan baik, mana yg lebih utama ?" tanya Buddha.

"Keduanya tidak bisa dipisahkan."

"Bagaimana meningkatkan pengetahuan dan perbuatan baik ke tahap yg tertinggi ?" tanya Buddha.

Brahmana tertegun dan tidak dapat menjawab pertanyaan Buddha. "Hei Buddh, aku tidak tahu. jelaskanlah padaku, bagaimana caranya !"

Buddha menjawab,"Dengan menjalankan moralitas, meditasi jadi hidup. Dengan meditasi yang hidup, pengetahun berkembang. Pengetahuan yang berkembang ini memberi jalan untuk meningkatkan kualitas perbuatan baik. Dan kualitas perbuatan baik mengembangkan meditasi. Demikian seterusnya sehingga pengetahuan dan perbuatan baik meningkat sampai pada tahapan tertinggi."

Brahmana terharu mendengar penjelasan Buddha. Lalu dia bersimpuh sambil beranjali di hadapan Buddha. "O..Buddha, engkau telah mengatakan kebenaran yang indah serta menghapus kegelapan batinmu. Terimalah aku sebagai muridmu !"

Melihat kejadian itu, raja Ajasatru menjadi murka. Dia gagal mempermalukan Buddha. Brahmana andalannya malah bertekuk lutut di hadapan Buddha.
================


9
Komentari Gambar / Ki Oma Iraha
« pada: September 10, 2017, 04:10:58 PM »


Ki Oma Iraha. Usianya 90 tahun. gaya bicaranya selalu terdengar riang dan bersemangat. Hari minggu, biasanya Ki Oma berjulan lahang di pasar Minggu Jatinangor Bandung.

"nama Aki siapa ?" tanya saya
"Oma. tapi awas jangan tertukar." Aki tersenyum,"kalo raja dangdut itu namanya Oma Irama. kalau saya Oma Iraha, .... Iraha wae oge rek senang." (kapan pun juga hendak gembira) Aki terkekeh.

10
Keranjang Sampah / Sarungan
« pada: September 08, 2017, 09:20:43 PM »

11
Komentari Gambar / Manis
« pada: September 08, 2017, 09:10:54 PM »
Ini manis :



yang ini juga manis :



sama-sama "Manis", lalu apa bedanya ?

Satu Kata Dua Makna

12
Panduan Forum / Hasil Belajar Ilmu Logika
« pada: September 08, 2017, 08:54:04 PM »

13
Panduan Forum / Cara Belajar Logika di Medialogika.org
« pada: September 08, 2017, 07:49:59 PM »

14
Proposisi / Manfaat Mempelajari Bab Pembalikan dan Pemutaran Proposisi
« pada: September 08, 2017, 07:14:07 PM »


15
Proposisi / Balik Putar Pokok
« pada: September 08, 2017, 05:32:47 AM »


Keterangan Balik Putar Pokok

CONTOH :

K.A : Setiap emas adalah logam
BP.P : Setiap yang bukan logam bukanlah emas

Halaman: [1] 2 3 ... 620