See likes

See likes given/taken


Posts you liked

Halaman: [1] 2 3 ... 9
Post info No. of Likes
Butuh Keterampilan Mental Untuk Menggunakan Logika Untuk dapat menggunakan logika, seseorang tidak hanya membutuhkan kemampuan menghafal dan memahami cara kerja syllogisme, melainkan juga membutuhkan keterampilan mental tertentu, dimana pada suatu tahap mental tertentu secara otomatis pikiran mampu mengingat dan memahami keterkaitan satu hal dengan hal lainnya.

Seseorang yang menguasai ilmu logika, tapi tahapan batinnya masih rendah, pikirannya akan bergerak secara lokal. Dia dapat menggunakan logika dengan benar, tapi pikirannya tidak akan mampu "ngelink" ke berbagai persoalan lain yang relevan dengan persoalan yang sedang dipikirkan ketika itu. Dia seperti hanya dapat melihat "dunia yang kecil". Tapi apabila kemampuan mentalnya berkembang, maka ia akan dapat melihat dunia yang lebih luas.

Sumber : A. Rochman, Logika, No. 12081

Pebruari 01, 2012, 02:43:45 PM
1
Tabel Logika Tabel Logika

Sebelum membaca table Logika (Modus syllogisme), sebaiknya difahami terlebih dahulu 4 bentuk categorical proposition, sebagai berikut :

(A) . Setiap A adalah B
(E) . Setiap A bukan B
(I) .  Sebagian A adalah B
(O). Sebagian A bukan B

Contoh :
(A) . Setiap emas adalah logam
(E) . Setiap kayu bukan logam
(I) .  Sebagian logam adalah emas
(O). Sebagian logam bukan emas

Jika bentuk-bentuk proposisi tersebut digabung-gabungkan, maka akan melahirkan kesimpulan-kesimpulan. Misalnya, jika bentuk A digabungkan dengan bentuk A, maka akan melahirkan keterangan bentuk A pula. Contoh :

(A). Setiap emas adalah logam.
(A).Setiap logam adalah benda padat.
 (A). setiap emas adalah benda padat

Bentuk I, jika digabungkan dengan bentuk E, maka akan melahirkan bentuk O. Contoh :
(I). Sebagian logam adalah emas
(E). Setiap emas bukanlah kayu
 (O). Sebagian logam bukan kayu

Kesimpulan tersebut adalah kesimpulan yang benar. Walaupun dalam bahasa sehari-hari ada kemungkinan bahwa kesimpulan tersebut dianggap salah. Karena bila kita mengatakan bahwa “Sebagian logam bukan kayu”, maka pihak pendengar biasanya mengasumsikan bahwa itu berarti kita menyatakan “sebagian logam adalah kayu”. Tetapi dalam bahasa logika tidak demikian. Jika kita menyatakan bahwa sebagian logam bukan kayu, tidak mengandung arti kita menyatakan sebagian logam adalah kayu. Jadi, kita harus membedakan antara bahasa awam dengan bahasa logika.

Setiap bentuk psoposisi dapat digabungkan dengan bentuk lainnya. Seluruh penggabungan tersebut adalah 16 bentuk, seperti tampak pada table berikut :

    

16 belas ikat pikiran (Modes) tersebut diterapkan pada 4 bentuk kerangka berpikir (figure), jadi jumlah seluruhnya ada 64 buah ikat pikiran (Modes). Mengenai keranga berpikir (figure) dibahasa pada bab lain.

Agar setiap kesimpulan tersebut tidak salah, maka harus mematuhi 6 hukum logika. (lihat pada bab : Hukum Aristoteles). Berdasarkan hokum logika, maka modus syllogisme itu hanya sebagian saja  yang lolos sebagai modus yang sah. Tampak pada tabal berikut :










Sumber : A. Rochman, LOGIKA,  No.12412

Maret 05, 2012, 12:12:14 PM
1
Re:siapakah orang yang mau mengikuti jalannya orang bodoh Intermezo : Orang Bodoh sama Orang Pintar katanya beda tipis  pak ^_^
orang gila dan orang jenius juga beda tipis

jadi inget kata2 guru : semakin orang mencari ilmu maka akan merasa semakin bodoh

Oktober 16, 2012, 04:43:26 PM
1
Memahami Kerangka Pikiran Pertama
Memahami Kerangka Pikiran Pertama

Kerangka Pikiran Pertama di dalam Logika itu disebut KTTB (Kecil Tengah Tengah Besar).

K = Term Kecil, yaitu term yang menempati  Pinggir Pokok (Subjek) pada premis minor
T = Term Tengah, yaitu term yang menempai Pinggir Sebutan (predikat) pada premis minor dan menempati Pinggor Pokok pada premis mayor dalam Kerangka Pikiran Pertama
B = Term Besar, yaitu term yang menempati Pinggir Sebutan (predikat) di alam premis mayor.

Dengan kata lain,

  • Term Kecil adalah term yang menempati Subjek di dalam Kesimpulan
  • Term Besar adalah term yang menempati Predikat di dalam kesimpulan
  • Term Tengah adalah term yang ada pada premis tapi tidak ada pada kesimpulan
Letak term tengah itulah yang menentukan bahwa bentuk Kerangka Pikiran tersebut disebut Kerangka Pikiran Pertama.

Contoh :

Setiap A adalah B
Setiap B adalah C
Kesimpulan : Setiap A adalah C

A = Term Kecil
B =  Term Tengah
C = Term Besar

Ciri Kerangka Pikiran Pertama adalah :

Term Tengah menempati Subjek pada premis mayor dan menempati predikat pada premis minor
Term Tengah pada premise mayor selalu bersifat meniap

Ada empat Ikat Pikiran (Syllogisme) pada Kerangka Pikiran Pertama, yaitu :

(1) AAA ,

Bentuk Umum :

Setiap A adalah B
Setiap B adalah C
Kesimpulan : Setiap A adalah C

Contoh :

Setiap manusia adalah yang berakal
Setiap yang berakal itu berpikir
Kesimpulan : setiap manusia berpikir

(2) AEE,

Bentuk Umum :

Setiap A adalah B
Setiap B bukan C
Kesimpulan : Setiap A bukan C

Contoh :

Setiap emas adalah logam
Setiap logam bukan kayu
Kesimpulan : Setiap emas bukan kayu


 (3) IAI,

Bentuk Umum :

Sebagian A adalah B
Setiap B adalah C
Kesimpulan : Sebagian A adalah C

Contoh :

Sebagian logam adalah emas
Setiap emas itu berharga
Kesimpulan : Sebagian logam itu berharga

(4) IEO,

Bentuk Umum :

Sebagian A adalah B
Setiap B bukan C
Kesimpulan : Sebagian A bukan C

Contoh :

Sebagian orang pembohong
Setiap pembohong tidak disukai publik
Kesimpulan : Sebagian orang tidak disukai Publik.


Sumber : A. Rochman, ILMU LOGIKA,  No.13161

Desember 12, 2012, 07:11:33 AM
1
Re:Belajar Logika lagi sama Kang Asep
Kutip dari: arya
Sebagian ciptaan Allah adalah manusia
manusia dapat berbicara

kesimpulan : Sebagiaan Ciptaan allah dapat berbicara


Allah tidak sama dengan CiptaanNya
Ciptaan Allah adalah manusia

Kesimpulan : Allah Tidak Sama dengan Manusia

Benarkah allah tidak bicara

premis minor : Allah tidak sama dengan manusia  =>E
premis mayor : Manusia itu bicara => A

kesimpulan : Nihil (tidak ada / tidak boleh ada kesimpulan)

mengapa? karena premise tersebut melanggar Hukum Dasar Logika No. 4 yang brbunyi "term yang meniap Universal) dalam premis harus meniap dalam kesimpulan. sedangkan yang tidak meniap (partial) tidak boleh meniap (universal) dalam kesimpulan."

bentuk Umum : Setiap A bukan B
                       (Univ)          (Univ)
                       Setiap B adalah C
                       (univ)           (part)

kesimpulan    : setiap A bukan C
                      (univ)            (part)

perhatikan pada bentuk umum tersebut, bahwa C yang tadinya bersifat universal dalam premis, mengapa menjadi partial dalam kesimpulan. inilah yang dimaksud pelanggaran hukum Logika No. 4

sekian dulu ya. insya Allah nanti disambung.


Desember 13, 2012, 06:30:59 AM
1
Re:Belajar Logika lagi sama Kang Asep kenapa term "Allah" termasuk term yang meniap atau universal? karena term "Allah" akan menunjuk kepada sesuatu yang tunggal, yaitu Sang Penguasa Mutlak Alam Semesta.

sama seperti term "merkurius" misalnya, term "merkurius" akan menunjuk kepada sesuatu yang tunggal, yaitu planet dalam tata surya kita yang paling dekat dengan matahari.
maka, tidak perlu membuat premis "setiap merkurius adalah planet".
tapi, cukup dengan premis "merkurius adalah planet".

contoh lain, seperti term "ibu kandungku" misalnya, term "ibu kandungku" akan menunjuk kepada sesuatu yang tunggal, yaitu yang telah melahirkanku.
maka, tidak perlu membuat premis "setiap ibu kandungku adalah perempuan".
tapi, cukup dengan premis "ibu kandungku adalah perempuan".

term "Allah", "merkurius", dan "ibu kandungku", adalah contoh2 term meniap (universal) tanpa ditambahi kata "setiap" diawalnya.

Desember 14, 2012, 01:52:32 AM
1
Re:Problem Logika ujang berada di bandung
bandung berada di jawa barat
ujang berada di jawa barat

 :)

Desember 17, 2012, 08:44:37 PM
1
Re:Cuma Dapat Satu di dalam film Mahabharata sya pernah mendengar narasi pengantar film tersebut begini, "dan yang Maha Suci pun turun ke muka bumi untuk memahami benar salah, baik dan buruk, keadilan dan kelaliman. sebab di alam tunggal, benar salah, baik buruk, lalim dan adil tidaklah dikenal.

mula-mulanya manusia harus tunduk patuh pada hukum "benar" dan "salah". ia harus mengikuti jalan yang benar, dan menghindari jalan yang salah. tetapi setelah sampai pada kesucian, hukum benar dan salah itu lalu tunduk pada dirinya, jalan yang benar itulah yang mengikuti dirinya.

Bikkhu Utomo, seorang pemuka Agama Buddha berkata bahwa pada permulaannya, orang dalam menjalani moralitas itu seperti "keris yang masuk pada sarungnya". tetapi, ketika manusia itu telah sampai pada kesucian, maka "keris itulah yang masuk ke dalam sarungnya". :)

Januari 05, 2013, 09:09:10 PM
1
Logika tanpa Empiris & Empiris tanpa Logika contoh logika tanpa data empiris:
setiap planet berbentuk kubus
bulan adalah planet
maka bulan berbentuk kubus

contoh data empiris tanpa logika:
segala yang berasal dari laut itu halal
babi tidak berasal dari laut
maka babi haram

Januari 19, 2013, 02:05:19 PM
1
Re:Sembilan Tahap Berpikir soal Keberadaan Imam Mahdi ^ Sepakat Kang!
   problemnya kadang sulit untuk menentukan bagaimana membuat pijakan pertama
   bagi mengolah pikiran itu kemudian  bagaimana tahap-tahap selanjutnya,
   sehingga sampai kepada kesimpulan, jawabnya adalah dengan ilmu logika!
   akan tetapi tidaklah mudah mengaplikasikanya secara gamblang seperti contoh yang
   Kang Asep berikan diatas.

Pebruari 27, 2013, 02:20:57 AM
1

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan