See likes

See likes given/taken


Posts you liked

Halaman: [1] 2 3 ... 9
Post info No. of Likes
Re:DOA ATAU PERMOHONAN KEPADA ALLAH Assalamualaikum Ustads!
  Membaca tausiyah Ustads Abu, terasa ada kesegaran dan semangat baru untuk kembali mendapatkan harapan-harapan dan cita-cita yang terasa jauh untuk direngkuh, dengan kegunaan dan manfaat do'a yang ternyata sangat besar itu.
  Masalahnya kadang-kadang ada rasa malu untuk berdo'a pak Ustads. Apalagi baru saja melanggar apa-apa yang tidak boleh dilakukan oleh Alloh atau teringat kembali akan apa-apa yang telah dilakukan pada masa lalu(dosa-dosa) atau kalaupun berdo'a tidaklah banyak-banyak, seperti ada rasa tidak enak didalam hati atau seolah hati berkata,"minta melulu! kapan ente kerjanya!" Nah apakah itu termasuk kategori kesombongan Ustads?

Maret 05, 2013, 08:21:33 PM
1
untukmu Ananda



kukirimkan padamu kanvas bergambar ini, Ananda...

taman indah, rerumputan dan bunga-bunga,
pohon dan daun keringnya yang berserakan, sebuah bangku kosong...

Aku, tentu saja, tak ada di antara mereka.
namun ada, disini, larut dalam khayalan bersamamu...

Maret 05, 2015, 11:42:07 PM
1
... ...
April 08, 2015, 03:09:41 AM
1
The Unwanted Creature (Part II) Lanjutan dari puisi saya yang sebelumnya. Sayang yg ini nggak "sejelas" yg bagian pertama & beberapa bagian cm org2 tertentu yg ngerti:

Aku pun melangkah, bukan, maksudku melata
Hingga akhirnya aku melihat seorang pria berdiri di depanku
Jaketnya hanya separo, setengahnya dibiarkan berkibar ditiup angin
Dia bersedekap menatap mataku tajam
Aku merasa terancam, maka kutegakkan kepalaku
"Aku tak akan membunuhmu."
Hei, kenapa ku bisa dengar suaranya padahal aku tak punya gendang telinga?
"Karena aku bicara dengan bahasa kesepian."
"Siapa kau?" tanyaku
Dan kami pun terlibat dalam telepati percakapan
"Aku si raja lalat. Bapak dari para serangga."
"Jadi kau pikir kau ini Beelzebub? Maaf, tapi aku bukan Leviathan.
Dan kita bukan sesama 7 iblis besar."
"Aku tahu. Kita ini serigala."
"Serigala? Kau pikir kau werewolf?"
"Bukan. Aku bahkan bukan Awul."
Aku ingin bertanya, namun dia sudah menukas
"Ataupun Anubis. Ia bukanlah serigala, melainkan jackal."
"Lalu apa maksudmu kita ini serigala?"
"Lone wolf. Makhluk-makhluk yang kesepian."
"Kau benci mereka?"
"Ya. Namun aku membantu mereka."
"Kenapa?"
"Mereka tak tahu kalau aku yang membantu mereka. Dan aku tak ingin mereka tahu.
Karena aku seorang aloof warrior, pahlawan tanpa tanda hadir dan balas jasa.
Kau juga begitu, bukan?"
"Kapan?"
"Kau memburu tikus di sawah, membantu para petani. Namun mereka, tak tahu kalau kau yang melakukannya."
"Tikus adalah makananku."
"Ya. Aku tahu. Dan itulah simbiosis."
"Kau tak takut padaku?"
"Mungkin. Tapi sesama lone wolf tak berhak untuk takut satu sama lain.
Dan tentu aku mencoba tak takut padamu."
"Aku bisa mematuk wajahmu kapan saja."
"Dan aku bisa menginjak kepalamu kapan saja."
"Kau yakin tak takut padaku? Aku lihat kau bergidik."
"Aku mencoba untuk tak takut kepadamu. Demi jangkrikku."
"Jangkrik? Siapa itu? Sepertinya seseorang yang kau sayang."
"Ya.
Sayang sebagaimana seorang ayah pada anaknya."
Aku menatapnya. Tajam. Organ Jacobson-ku bereaksi. Dingin.
Kujulurkan lidahku. Ya. Memang dingin. Dinginnya kesendirian.
Aku mendongak lagi. Matanya sedikit suram, namun ada kebahagiaan.
Menatapku tak berkedip, padahal dia tak sepertiku yang tak punya kelopak mata.
"Ya. Kita adalah lone wolf." kataku tanpa sadar
"Namun masih ada yang peduli pada kita." lanjutku
Aku pun berbalik. Kudengar dia bertanya
"Mau kemana kau?"
"Mencari kumbang." jawabku tanpa berbalik lagi
"Aku tahu jangkrikmu tersayang benci kumbang."
Dan organ Jacobson-ku merasakan dia tersenyum

by: Monox D. I-Fly, Godfather of the Insects

April 12, 2015, 08:10:33 PM
1
... ...
April 16, 2015, 01:56:50 AM
1
Re:Makna Al-Qurba Sekedar menambahkan arti kerabat menurut KBBI.Mungkin kerabat itu sendiri merupkan kata serapan dari bahasa arab.

Kerabat/ke·ra·bat/ n 1 yg dekat (pertalian keluarga); sedarah sedaging: masih -- dng engkau; 2 keluarga; sanak saudara: kaum --; 3 keturunan dr induk yg sama yg dihasilkan dr gamet yg berbeda;
-- angkat Antr kerabat yg berdasarkan adat atau hukum tt adopsi yg berlaku dl suatu masyarakat;
-- kawin Antr kerabat berdasarkan ikatan perkawinan;
-- kerja sekelompok petugas sepekerjaan yg tergabung sementara untuk melaksanakan tugas yg sama;
-- sebagian Ikn keturunan yg hanya mempunyai satu induk sama;
-- sedarah Antr kerabat berdasarkan hubungan darah;

berkerabat/ber·ke·ra·bat/ v mempunyai hubungan keluarga: ia masih ~ denganku;

kekerabatan/ke·ke·ra·bat·an/ n 1 perihal berkerabat; 2 Ling hubungan antara dua bahasa atau lebih yg diturunkan dr sumber yg sama

April 17, 2015, 03:26:05 AM
1
Re:Makna Al-Qurba Kalo ngak salah Al mirip THE gitu ya dalam bahasa Inggris, yang menunjukan bahwa yang dibelakang Al sesuatu yang diketahui
April 17, 2015, 08:17:23 AM
1
... ...
April 17, 2015, 11:23:28 AM
1
Ikhlas Dalam Mengejar Impian Allah SWT berfirman, “Katakanlah, ‘sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah swt., Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku…“ (QS. Al-An’am : 162-163).

Ayat tersebut menegaskan tentang penghambaan sejati manusia kepada Tuhannya. Dimana seluruh amal perbuatan yang dilakukan, hendaknya diniatkan hanya untuk Allah semata. Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi seorang hamba hanya ditujukan kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali (sa) bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Penyerahan diri sepenuhnya hanya kepada Yang Maha Kuasa inilah yang menjadikan manusia tidak pernah putus asa akan rahmat dari tuhannya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Dan hasilnya hanya akan melahirkan keputus asaan jika sesuatu yang diharapkan tersebut tidak kunjung datang. Selain itu, sikap tidak mensyukuri nikmat hanya akan menjauhkan manusia dari hakekat yang sebenarnya. Dimana ia hanya memperhatikan yang tampak saja dan mengabaikan sesuatu yang tak tampak dari dalam dirinya, yaitu potensi. Sementara setiap manusia diciptakan dengan potensi yang sangat besar.

Allah SWT berfirman, “Ruh atau nafs (yang merupakan esensi manusia) bisa sedemikian sempurnanya sehingga para malaikat pun tunduk dan sujud di hadapannya” (QS Al-Baqarah, 2 : 34);

Dalam ayat tersebut diatas, Allah Ta’ala menegaskan bahwa derajat manusia dapat melebihi para Malaikat Ilahi. Akan tetapi manusia yang jauh dari sifat ikhlas justru membatasi diri sendiri dari potensi yang demikian besar. Seperti misalnya pemikiran-pemikiran berikut :

Orang jika tidak memiliki modal besar tidak dapat meraih kesuksesan.
Orang jika tidak memiliki titel sarjana tidak dapat meraih kesuksesan.
Orang jika tidak memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kegiatan belajarnya tidak bisa pintar.
Orang yang kuliah di jurusan IT berkata, “Ah aku tidak bisa mengerjakan program itu. Kayaknya salah jurusan neh”. (Padahal sebenarnya hanya karena ia tidak mau mencobanya alias menyerah sebelum bertanding :D)
Dan pemikiran-pemikiran lainnya yang justru menjauhkan manusia dari hakekat dirinya.
Padahal, tidak sedikit orang yang meraih kesuksesan tanpa modal besar, titel sarjana, dari keluarga tidak mampu, dan keadaan-keadaan lainnya yang menjadi kekurangan setiap manusia. Bukankah Bill Gates ketika mendirikan Microsoft Beliau tidak menyelesaikan kuliahnya? Sehingga dalam keadaan yang dipenuhi pemikiran-pemikiran pesimistis seperti itulah manusia cenderung hanya memikirkan hasil akhir dan mengabaikan proses.
Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Seorang hamba yang ikhlas senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepadanya. Sehingga dia hanya fokus terhadap apa yang ada dihadapannya dan tidak membatasi dirinya dengan segala keterbatasan yang ada padanya. Yaitu dengan melakukan yang terbaik atas apa yang sedang dikerjakannya dan mengeluarkan seluruh potensi yang ada pada dirinya guna mencapai hasil semaksimal mungkin. Selebihnya ia serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

.

.

Allah SWT Mengabulkan Setiap Doa

Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepadaKu , niscaya Kuperkenankan bagimu.Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepadaKu) akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS.Al-Mukmin:60)

Berdasarkan ayat tersebut, seorang hamba yang ikhlas tidak akan pernah mengenal kata putus asa. Sebab, telah menjadi ketetapanNya bahwa Ia akan mengabulkan setiap doa yang ditujukan kepadanya. Dan jika apa yang diharapkannya tidak segera datang, maka ia akan bersabar dan tetap teguh dalam keikhlasan menerima ketetapan Ilahi.

Allah SWT berfirman, “Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan.” (QS. An-Nahl :1)

Dan terdapat penjelasan yang sangat bagus dari Imam Ja’far Ash Shadiq (sa) mengenai sebab-sebab tidak/belum terkabulkannya doa. Imam berkata :

“Tiada seorang pun yang meminta kepada-Nya kecuali Allah SWT mengabulkannya atau menyingkirkan bencana tanpa sepengetahuan mahkluk-Nya atau menyimpankan untuknya ganjaran yang akan sangat dibutuhkannya suatu hari kelak.

Jika permintaan seorang hamba berakibat buruk untuknya, Allah akan menangguhkan pengabulannya. Seorang mukmin yang mengenal Allah kadang enggan meminta sesuatu yang dia tidak ketahui pasti kebaikan atau keburukan akibatnya. Sebab, bisa jadi seorang hamba meminta sesuatu yang dampaknya adalah kecelakaan tak berkesudahan seperti orang yang meminta hujan turun disaat hujan akan membawa petaka, karena sesungguhnya Dia lebih mengetahui bagaimana mengatur ciptaan-Nya. Banyak kondisi semacam ini, maka pahamilah.” (Al-Ihtijaj, jil 2 hal 87)

Demikianlah sedikit ulasan mengenai pengaruh sifat ikhlas dalam mengejar sebuah impian. Akhirnya, hanya kepada Allah-lah semua dikembalikan. Segala puji bagi Allah, yang Maha Awal dan Akhir.

April 19, 2015, 02:17:50 PM
1
Re:Ikhlas Dalam Mengejar Impian
Apa makna dari "untuk Allah" ?
Maknanya segala perbuatan kita hendaknya ditujukan kepada Allah, dalam rangka menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh-Nya. Menurut Kang Asep gimana?

April 19, 2015, 03:28:08 PM
1