See likes

See likes given/taken


Your posts liked by others

Halaman: [1]
Post info No. of Likes
Ayat-ayat Al Quran Akan Diperlihatkan Bukti Kebenarannya
Ayat-ayat Al Quran Akan Diperlihatkan Bukti Kebenarannya
(Surat Ustadz Kepada Santrinya)

Ayat-ayat Al Quran yang belum dapat dibuktikan kebenarannya memang masih banyak. Tapi nanti akan diperlihatkan bukti kebenarannya itu, satu persatu, sebagaimana telah dijanjikan oleh Allah Swt. sehingga nyata bagi manusia bahwa Al Quran itu benar-benar kitab yang diwahyukan.
Namun manusia yang sudah membatu hatinya tetap tidak akan menerimanya. Dia tidak akan puas, kecuali baginya jahanam, demikian kata Allah Swt. :

حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا (QS. 58:8)

Inilah Janji Allah:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi, dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS. 41:53).

Jadi, semua orang bakal melihat, bahwa Al Quran itu benar, kecuali orang buta atau orang yang tidak mau melihat. Mereka yang dimaksud Al Quran itu tentunya orang-orang yang belum iman, sebab orang-orang yang sudah iman tahu yakin, bahwa Al Quran adalah haq dan benar, malahan berani bertaruh dan memang jiwanya sudah dipertaruhkan untuk memenangkan imannya itu.
Betapa bangganya seorang mukmin ketika menyaksikan momentum yang berisi ayat kebenaran Tuhan. Bangga iman yang dipertaruhkannya itu menang. kebanggaan yang mengandung kelezatan ruhani yang tidak dapat dinilai dengan uang dan benda lainnya, karena alamnya. Kelezatan seakan-akan mencapai syurga demikikian.

Seorang mukmin yang merasa bertaruhan merasa bangga ketika manusia menyaksikan Apollo-11 mencapai sukses. Mereka bangga yang bukan main nikmat dan lezatnya, karena telah menyaksikan betapa ilmu dan teknologi telah memmperlihatkan bukti kebenaran Al Quran. Membuat imannya teguh dan segar. Kecintaannya terhadap Al Quran semakin tebal dan mesra.

Demikianlah Allah mengajar manusia akan ilmu pengetahuan dan teknologi dan dibuatnya manusia Amerika berani mengeluarkan harta dan tenaganya, padahal perjalanan sangat berbahaya dan harta benda yang dibelanjakan tidak sedikit.
Perlu diketahui, bahwa seluruh biaya dana proyek Roket Appolo-11 (dari Apollo-1 s.d-17) Amerika telah mengeluarkan uang $ 24.000 juta waktu itu. Sungguh suatu dana pembiayaan yang tak terkirakan besar jumlahnya, namun tak sia-sia, akhirnya tercapailah sudah apa yang dicita-citakannya itu. Di samping dana yang begitu besar tingginya tidak luput pula pengorbanan yang harus diberikan, sungguh betapa tak terkirakan dan tak terperkirakan resikonya. Namun kesemua itu, apabila kita serius dan terutama yakin optimis,  maka usaha dan kegiatan-kegiatan itu berjalan lancar tanpa hambatan yang tak seberapa. 

Rupa- rupanya orang-orang Amerika itu, setelah mempelajari sumber berita dari  Al Quran yang dipegang oleh orang-orang Islam, terbesitlah timbul perangsang dan animo besar  untuk mencobanya, yang semula dari kecil-kecilan tapi berhasil dan terbukti kenyataannya.

Bukankan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan maka malapetakapun telah terjadi, terbakarnya Apollo-1 yang  menewaskan  tiga astronoutnya yakni, Virgil I. “Gus” Grissom, Edward H. White II, dan Roger B. Chaffee. Pada 27 Januari 1967 (Harian Abadi).
Ucapan Presiden Nixon: “Seperti yang kalian lakukan adalah seperti syurga-syurga yang dapat kita capai semua”
Saya dapat memahami: “Sebagai  terjemahan dari kelezatan semacam  itu, namun berbeda sumbernya. Sumber yang memancarkan rasa bangga bagi saya ialah: “Taruhan kita dalam beragama dan keyakinan kita dalam beragama itu.”

Marilah kita simak dalam-dalam: “Nanti akan Kami perlihatkan pada mereka itu, tanda-tanda Kami di jagad-jagad raya itu”.
Sahabat... semota Tuhan curahkan rakhmat-Nya atas sahabat dan kita semua. Kita sedang menyaksikan bahwa di abad angkasa luar sekarang ini, orang-orang bumi sedang meraba-raba dengan tangan dan mata yang dibuatnya dari berkat ilmu dan teknologi menggerayangi benda-benda langitl dengan peralatan Sputnik, Lunik, Skyllab, Voyager, Apollo, Soyuz, Viking, Challenger, Pesawat Ulang-alik untuk mengumpulkan fakta dan data yang akan diolah  menjadi pengetahuan yang matang dan mantap, sehingga dengan bantuan teknologi dan kekuatan-kekuatan lainnya menjadi sulthaan/kekuasaaan yang memungkinkan manusia bisa naik ke langit.

Sementara itu bukankah kita telah didatangi oleh manusia langit? Dengan adanya UFO dan Piring Terbang, Benda Aneh dan Benda Asing (BETA). Siapa tahu memang di planet-planet, baik masih dalam tata surya kita, ataupun dalam galaksi tetangga kita ataupun di planet bintang Alpha Centauri (bintang sirus atau bintang lainnya), terdapat manusia angkasa/planet.
Kita sedang menyaksikan mereka sedang berikhtiar dan berusaha dengan segala daya dan dana untuk bisa naik dan mi’raj ke langit, bisakah terjadi usaha dan ikhtiar itu lahir di kalangan manusia, sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini tanpa qadla dan qadr, yang tanpa kehendak dan penentuan Allah? mustakhil bukan?

Memang demikianlah sudah taqdir. Tujuannya untuk menjelaskan huruf-fhuruf Al Quran menjadi huruf-huruf alam yang dapat dibaca oleh segenap manusia, baik mukmin ataupun bukan, walaupun penghayatannya bisa jadi berlainan.
Demikian: “Nanti akan Kami perlihatkan pada mereka itu, tanda-tanda Kami di jagad-jagad itu”, atar nyata bagi manusia bahwwa Al Quran itu benar.”

والله أعلمُ بالـصـواب

Mei 27, 2018, 01:59:59 PM
1
Sekedar Ilustrasi
Sekedar Ilustrasi
       Ada anjuran, kalau ada perintah terlebih-lebih perintah itu datang dari agama maka kita harus:
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَ
(dengar dan taat/amalkan/laksanakan), tidak usah dipikiri lagi.  Kalau Kita lapar diperintah makan bukan? boleh makan, boleh..... sami’naa wa atha’naa, dengar boleh..., telan saja buktinya tidak bisa ya...? begitu wel....lep,  begitu wel...lep..., bagi yang mau berpikir, tiga kepal memakan waktu itu. Artinya pantas tidak dielep/dieleg.?
       Jadi walaupun jelas perintah itu harus pikirkan, jangan begitu sami’naa lep...lep... lep....sebab antara  sami’naa wa atha’naa ada abstan, yakni masukkan kepada femahaman/ditanggapi dahulu, jangan terburu-buru atau gegabah. Dengan kata lain harus penuh kehati-hatian, pikirkan dahulu segala-galanya.
       Contohnya Nabi Ibrahim diperintah Allah menyembelih Ismail dipikiri dahulu tidak langsung main sembelih, Allah berfirman:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
         “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (Q.37:102).
          Karena semua yang kita dengar dan amalkan semuanya dimintai pertanggungan jawabnya, sebagaimana firman Allah,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(Q.17:36).
“Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya, dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami, dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.”
(Ali bin Abi Thalib).
Catatan:
Hati-hati diera medsos ini, banyak orang yang suka merintah (menyuruh share), harus pikirkan dahulu..?
Wallahu a’lam bishawab.


Juni 09, 2018, 08:17:13 PM
1

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan