See likes

See likes given/taken


Your posts liked by others

Halaman: [1]
Post info No. of Likes
CANTIKNYA AKHLAK ITU PALING UTAMA" Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Jangan merasa gelisah hati walaupun tak memiliki wajah cantik nan memikat hati banyak lelaki. Jangan pula merasa rendah diri walaupun kita tak memiliki wajah manis yang jadi incaran banyak lelaki.

Jangan merasa gelisah hati walaupun tak memiliki wajah tampan yang bakal menjadi idaman banyak wanita. Jangan pula merasa rendah diri walaupun tak memiliki wajah ganteng yang bakal dikerubuti banyak wanita.

Asal keimanan tetap di hati.
Asal lisan senantiasa sopan.
Asal akhlak melekat mulia.
Asal takwa selalu tertanam di dada.

Itulah arti kecantikan yang sebenarnya.
Itulah arti ketampanan yang sesungguhnya.

Inna Akramakum 'Indallahi Atqakum.
Bukankah yang paling mulia di hadapan Alloh adalah karena takwanya?
Bukan karena kecantikan atau ketampanannya?

Saatnya kita harus bangga dengan kecantikan lisan dan akhlak kita.
Bukan membanggakan kecantikan atau ketampanan yang bisa menjerumuskan.
 :) :) :) :)

Maret 11, 2013, 04:00:29 PM
1
SYARI'AT, HAKIKAT, DAN MA'RIFAT Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak seorang pun dimasukkan surga karena amalannya..” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, “Tidak pula engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dan saya pun tidak termasuk, kecuali Rabbku melimpahkan rahmat-Nya kepada-Ku.” (HR.. Muslim).

Syariat, Hakekat, dan makrifat

Menjadi debat bagi para pengusungnya

Seakan ketiga konsepsi ini bersebrangan, terpolarisasi dalam kutubnya masing-masing

Inilah, untuk memahami dinamika Islam secara utuh, kita dapat mengamati bagaimana keadaan yang nampak dalam kesadaran kolektif umat Islam.

Setiap kelompok memahami Islam berdasarkan (keadaan) keyakinan mereka yang secara umum di bagi dalam 3 pilar utama melalui pemahaman syariat (Islam), hakekat (Iman), dan Ihsan (makrifat). Melalui pendekatan methodology lengkap dengan asumsi, hukum-hukum dan praktek-partek yang dapat mendukung ‘kebenaran’ keyakinan mereka.

Ketiga pilar utama ini, yaitu Rukun Iman, Rukun Islam, dan Ihsan. Telah memberikan nuansa ke-Islaman yang memiliki corak berbeda di setiap peradabannya. Sehingga Isalm menjadi banyak sekali warna.

Pertama; Rukun Iman (AKIDAH), inilah jalur hakekat, jalan masuk ini telah dilalui banyak sekali penempuh jalan spiritual, pemahaman syariat, hakekat dan makrifat, ditempuh melalui jalan pembersihan Jiwa. Di jalur ini banyak sekali tarekat-tarekat, sekte-sekte, dengan mujahadah , riyadah, dan formulasi dzikir yang sudah diramu oleh penemunya. Kelompok ini kemudian memperkenalkan diri sebagai TASAWUF. Pelakunya selanjunya di sebut SUFI.

Kedua; Rukun Islam (SYARIAT), inilah jalur syarit, penempuh jalan ini mengedepankan ritual syariat untuk mencapai hakekat dan makrifat. Kita harus mengerti hukum-hukum syariat (fikih), dan menjalankannya dengan kedisplinan yang tinggi. Mulai dari bacaan Al qur’an dengan tata tertib- nya, sholat dengan hukum-hukumnya, puasa, zakat, dan ibadah-ibadah lainnya, dan lain sebagainya.

Kedua gerbang , telah bertahta berabad-abad lamanya. Melahirkan fenomena yang mendunia, penuh warna-warni. Terjadi debat, menghebat , dimulai dari abad ke dua Hijrah perang pendapat memasuki ke tataran akidah umat.

Sebagian peneliti berpendapat bahwa orang yang pertama kali mengucapkan kata ‘sufi’ adalah Al-Hasan Al-Bahsri. Pendapat ini di dukung oleh Ath-Thusi dalam kitabnya yang berjudul Al-Luma. Salah satu riwayat mengatakan bahwa orang yang pertama kali di sebut sufi adalah Abu Hasyim Al Kufi, pada tahun 150 H.

Kelompok ini mengumpul terpolarisasi di sudut satunya dikenal dengan kelompok tarekat- tarekat sufi ; seperti Nahsyahbandi, Qodariyah, Sadziliyah, Maulawiyah, dan masih piuluhan lagi lainnya, semua dalam dinamika dan wahan yang ditawrkan.

Melahirkan sekterian dalam pemahaman akidah. Masing-masing tarikat memecah menjadi sekte-sekte dan sekte masih terpecah lagi menjadi sempalan-sempalan yang lebih kecil. Hingga saat ini, banyak sekali selokan-selokan dari berbagai aliran.

Perang pertama dalam ranah teologi terjadi di dalam kelompok ini. Setiap kelompok merasa methodology mereka paling benar. Pemahaman mereka yang paling pas menurut Al qur an. Sehingga semua menafikan pemahaman dari yang lainnya. Maka puncaknya dengan di hukum matinya salah seorang tokohnya. Hingga saat ini kisah tersebut menjadi debat tak berkesudahan hingga sekarang ini.

Perang kedua dalam teologi terjadi beberapa abad kemudian, banyak sekali tokoh-tokoh yang ber pengaruh. Melalui tokoh-tokohnya perang pendapat memasuki tataran syariat, maka kemudian kita kenal golongan-golongan, wahabi, salafi, aswaja, dan lain-lainnya.

Awalnya, kelompok ioni menyerang kelompok pertama para pengusung Tasawuf. Mereka menghantam dengan segala cara. Menggugat orang-orangyang senantiasa hanya asyik berada di pojokan masjid, hidup hanya berdoa saja, hidup hanya bermunajat saja. Mereka dianggap tidak mau memikirkan nasib bangsa.

Pada awalnya misi ini mulia. Kaum syariat berusaha mengembalikan ‘ruh’ Islam, kembali kepada Al qur an dan sunnah. Mereka mendobrak kemapanan para kaum Sufi yang sebagian besar di ‘kultus’kan. Kaum yang menerima penghormatan melebihi nabi. Bahkan ada diantara telah dianggap sebagai AVATAR. Diperlakukan sebagaimana mereka memperlakukan ‘penyembahan’ kepada Tuhan.

Namun sayangnya, kejadian yang sama terulang kembali. Sangat ironis dalam kelompok ini pun mengalami ambivalensi, setelah mereka berhasil menggeser posisi para Sufi dari pemerintahan. Mereka kemudian berebut pengaruh antara mereka sendiri. Terjadilah debat tak berkesudahan. Kemudian diantara mereka saling mengkafirkan dan mem-bid’ah-kan.

Jangan disangka perang ini hanya sekelas debat saja , jika kemudian kekuasaan menjadi niat, apalagi jika kemudian umat berkiblat pada salah satu mahzab~ Jadilah perang saudara.

Yah..perang saudara. Sejarah telah mencatat dengan sangat rapi. Saat kita menebas saudara muslim kita dengan raungan.. Allah hu Akbar..!. Jiwa-jiwa pun lepas dari raga menghadap Tuhannya, sepuluh, seratus, seribu bahkan beribu-ribu jiwa masih tak cukup, demi mempertahankan paham mereka. Kemudian kadang kita bertanya, bukankah kita sama-sama Islam ?. Angkasa hanya diam. Bahkan rumputpun tidak mampu bergoyang.

Ketiga ; Ihsan ; “Konsepsi Ihsan adalah bagaimana agar KESADARAN kita berada pada melihat Allah dan atau KESADARAN kita berada pada tahap sedang dilihat Allah”

Pintu masuk yang satu ini. Jarang sekali di sentuh. Benar-benar masih perawan. Pintu inilah yang bebas dari perdebatan. Sebab mereka hanya memohon bimbingan langsung dari Tuhannya. Tuhan adalah Guru bagi mereka. Karenanya pintu ini tidak mengenal kelompok, mahzab, golongan, dan lain sebagainya. Pintu ini menekankan hubungan personil antara ‘hamba’ dan Tuhan-nya.

Semua orang dianggapnya adalah teman seperjalanan dalam munuju Allah. Entah orangitu dari Islam sendiri atau dari agama-agama lainnya. Bagi mereka semua adalah makhluk ciptaan Allah. Tidak ada perbedaan antara satu dan yang lainnya. Allah sendiri yang akan memberikan penilaian. Semua diserahkan kepada Allah. Mereka tidak berani memberikan penilaian apa-apa kepada lainnya.

Rasionalitas alam semesta, peredaran bintang, matahari, silih bergantinya siang dan malam. Pergiliran musim, hujan dan air yang jatuh berupa hujan, menumbuhkan benih di bumi..kesadaran terus meroket tak terkendali…menyapa hukum-hukum Allah dimana saja , di seantero alam semesta. Menjadi pijakannya. Inilah pengajaran Allah kepada KESADARAN mereka.

Nabi Ibrahim bapak para Nabi yang membuka hijab atas pilar yang satu ini. Telah diceritakan bagaimana upaya nabi Ibrahim mengamati alam semesta, dalam kontempelasinya setiap waktu, dari malam ke siang, dari siang kemalam, entah berapa lama, satu hari, bulan , tahun, tidaklah diceritakan. Muncullah KESADARAN, demi KESADARAN, dari pengamatannya kepada bulan, kepada matahari, dari malam ke siang. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Ketika muncul kesadaran tersebut pada diri Nabi Ibrahim, maka Allah membimbingnya, Allah menunjukkan kekuasaan-NYA pada KESADARAN (Ibrahim) itu untuk dapat melihat jauh ke lebih dalam lagi dari hanya nampak wujud materi hingga tampaklah wujud hakiki semua benda ~dengan KESADARAN Nabi Ibrahim telah melihat alam semesta secara hakiki. Nabi Ibrahim telah meletakan pondasi ini. Mengamati dan mengkontempelasi dan KESADARANNYA DIBANGUN ATAS RASIONALITAS DALAM TATARAN PEMAHAMAN MANUSIA. Untuk mampu ‘melihat’ Tuhan.

Setelah mampu ‘melihat’ Tuhan. Dan mengenalnya melalaui hukum-hukum alam semesta (sunatulloh) nabi Ibrahim kemambali ‘membumi’ berjalan sebagaimana manusia biasa. Mengingatkan kepada kesadaran-kesadaran lainnya. Mengajarkan bagaimana hakekat ‘mengenal dan ‘menuju’ Tuhan.

Dan hakekat inilah yang dilalui Rosululloh sepanjang perjalanan hidupnya sebelum diangkat sebagai nabi. Inilah yang ingin saya katakan. Dalam tulisan sebelum ini. Memasuki Islam secara utuh, memahami syariat, hakekat, dan makrifat, melalui pengamatan dan pengumpulan informasi dan refernsi terlebih dahulu. Kemudian secara paralel berusaha untuk mengerti hakekat, dan dengan pemahaman ini akan mampu menjalankan syariat dengan hati ikhlas, puas, tenang dan ridho.

Di wilayah inilah, kita membebaskan diri dari debat atas syariat, menghindari perdebatan hakekat. Langsung menuju Dzat Allah sang Kebenaran sejati. Dengan keyakinan dan kesadarannya memasuki wilayah tauhid. Menerobos melewati batasan-batasan dalam kesadaran manusia atas syariat, hakekat, danmakrifat.

Diri sendirilah yang tahu hunbungan CINTA seperti apa antara dia dengan Tuhannya. Sebab CINTA adalah privacy. Maka dengan keykinan ini, jiwa mampu melepaskan diri dari dari penghakiman persepsi manusia.

Dengan pemahaman inilah, saya mencoba membebaskan diri saya dari ‘dendam’ turunan, debat tak berkesudahan antara mahzab yang satu dengan yang lainnya. Perdebatan antara syariat dengan syariat, hakekat dengan hakekat, dan syariat dengan hakekat. Sebab sebagaimana hadist Rosululloh ;

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak seorang pun dimasukkan surga karena amalannya..” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, “Tidak pula engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dan saya pun tidak termasuk, kecuali Rabbku melimpahkan rahmat-Nya kepada-Ku.” (HR.. Muslim).

Maka meski kita lelah berdebat, semua itu akan sia-sia. Hanya akan mendapatkan capai dan nelangsa. Maka carilah rahmat Allah saja. Dengan jalan itu, Insyaallah kita akan SELAMAT.

WALLAHU A'LAM

Maret 14, 2013, 03:56:06 PM
1
12 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari:  >: >: >: >: >: >:
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

Semoga bermanfaat
 >: >: >: >: >:

Maret 18, 2013, 11:59:15 AM
1
Lelaki yang memiliki 4 orang istri: Istri ke-1 : Tua dan jelek, biasanya tidak diperhatikan.
Istri ke-2 : Agak cakep, agak diperhatikan.
Istri ke-3 : Lumayan cakep dan cukup diperhatikan.
Istri ke-4: Sangat cakep, sangat diperhatikan dan disanjung-sanjung serta diutamakan!

Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki (suami) tersebut mau meninggal, lalu dipanggilah 4
orang istrinya...

Dipanggilah istri ke-4 yang paling cakep dan ditanya...
"Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?"
Si istri menjawab...
"Sorry, cukup sampai di sini saja saya ikut dengan mu..."

Saat dipanggil istri ke-3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab...
"Sorry, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka."

Kemudian dipanggil istri ke-2 dan ditanya hal yang sama... Maka dia pun menjawab,
"Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu Good Bye."

Si Suami sungguh kecewa mendengar semua itu... Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian...

Lalu dipanggil lah istri ke-1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya...
"Saya akan menemani ke manapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu..."

~~~~~~~~~~

Mau tahu apa dan siapa istri ke-1 sampai ke-4 itu?

Istri ke-4 adalah "harta dan kekayaan".
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

Istri ke-3 adalah "teman-teman" kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.

Istri ke-2 adalah "keluarga". Saudara dan teman dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

Istri ke-1 adalah "tindakan dan perbuatan" kita selama hidup di dunia. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya...

Berbuatlah banyak kebaikan selama kita masih hidup di dunia ini agar nantinya kita dapat memiliki bekal yang dapat dibawa apabila sudah waktunya nanti...

Maret 19, 2013, 08:31:09 AM
1
Sudahkah Kita Terbebas dari Sesuatu yang HARAM??? TAK ADA CERITANYA KEBAHAGIAAN DIBANGUN DI ATAS HARTA HARAM
RAMBU-RAMBU DALAM MENCARI HARTA
EFEK-EFEK NEGATIF HARTA HARAM

“Di antara yang aku khawatirkan atasmu sepeninggalku kelak adalah terbukanya untukmu keindahan dunia dan perhiasannya.” [HR: Bukhari-Muslim]

Pesan ini bukan berarti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kita mencari harta. Islam sendiri memberikan peluang kepada umatnya untuk mencari kekayaan dunia.

“Dan carilah dari anugerah Allah kebahagiaan negeri akhirat, dan jangan melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah kamu sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan jangan kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” [TQS: Al-Qashash: 77]

Kecintaan terhadap harta bahkan merupakan fitrah dari Allah ta'ala.

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." [TQS. Ali Imran: 14]

Dan manusia mempunyai kecenderungan besar untuk mencintai harta.

"dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta." [TQS. Al-Adiyat: 8]

Karenanya, sebagaimana ditegaskan Allah, harta memang perhiasan yang menyebabkan hidup manusia senang.

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." [TQS. Al-Kahfi: 46]

Islam hanya memberikan "warning" agar manusia tidak menjadikan harta sebagai tujuan akhir.

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." [TQS Fathir: 5]

Tujuan hidup sebenarnya adalah kepuasan ruhani yang mengantarkan pada kebahagian di akhirat.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [TQS: Al-An'am: 32]

Musthafa As-Siba’i dalam ‘Isytiraqiyatu Al-Islam’ menjelaskan beberapa rambu agama dalam mencari harta.

Pertama, tidak menggunakan cara jahat dan kejam (bi ad-dhulmi). Tidak ada agama di dunia yang membenarkan upaya mencari harta dengan cara merampok, mencuri, atau menyerobot hak orang lain.

Mencari harta dengan cara demikian juga ditolak oleh norma dan budaya masyarakat manapun. Dan termasuk kategori ini adalah menimbun barang atau kebutuhan pokok dengan tujuan menjualnya dengan harga mahal ketika terjadi kelangkaan. Lainnya, membajak karya seseorang atau mengutak-atik anggaran agar dapat mengeruk keuntungan sebesar mungkin.

Kedua, tidak menggunakan cara curang dan culas (bi al-ghasysyi). Dipastikan, tidak ada orang yang senang ditipu. Penipu sekalipun akan marah saat menjadi korban penipuan. Tetapi kesulitan hidup kerap membuat orang buta mata dan tuli telinga. Tidak sedikit orang sekarang yang begitu ‘kreatif’ dalam melancarkan penipuan.

Modusnya, mulai undian berhadiah, menjual daging gelonggong, mewarnai telur cokelat dengan cat putih, menjual bensin dicampur minyak tanah, membuat uang tiruan, memalsukan ijazah, dan serupanya. Tren mutakhir, mengumbar janji-janji manis demi sebuah jabatan politik, tetapi justru berkorupsi ketika sudah duduk di kursi jabatan itu.

Ketiga, tidak menggunakan cara yang merugikan dan membahayakan (bi al-idlrar). Berbisnis narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain dan lingkungan. Demikian pula bisnis perjudian, pelacuran atau jual-beli manusia (trafficking) sebagaimana marak belakangan.

Menjadi makelar kasus, kurir suap, dan hakim ‘pesanan’ juga masuk dalam kategori terakhir ini. Karena, mencari harta dengan cara demikian menimbulkan kerugian dan bahaya yang sangat fatal bagi diri sendiri, keluarga, bangsa, dan agama. 

Berjuta cara bisa dilakukan untuk mendapatkan harta halal ketimbang harus menghalalkan segala cara. Bumi Allah terlalu luas asal manusia mau berdaya usaha.

“Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu. Maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian rezeki Allah. Dan hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan.” [TQS: Al-Mulk: 15]

Firman Allah di ayat lain:

“Allah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal bisa berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari karunia Allah. Dan mudah-mudahan kamu bersyukur.” [TQS. Al-Jatsiyah: 12]

Harus dicatat, tidak ada kebaikan yang lahir dari harta haram. Ali bin Abi Thalib radiallahu'anhu menjelaskan beberapa dampak negatif dari harta yang diperoleh secara haram.

Pertama, melemahkan gairah ibadah (al-wahanu fi al-ibadah). Mungkinkah ada pegiat ‘dunia hitam’ yang beribadah secara ikhlas dan benar?

Mungkin sekali koruptor rajin melakukan shalat, bahkan pergi haji atau umrah ke Tanah Suci. Tetapi, yakinlah, ibadahnya itu sebatas kulit, tidak khusuk, sehingga tidak menembus jantung kemanusiaannya. Pelaku bisnis haram justru selalu dililit kesibukan. Hidupnya habis hanya untuk urusan kerja. Tidak ada waktu untuk beribadah, sehingga sangat rapuh saat kegagalan menimpa.

Kedua, harta haram akan menimbulkan kesumpekan hidup (ad-dloiqu fi al-ma’isyah).
Dipastikan, pelaku kejahatan akan dilanda takut dan resah kalau-kalau perbuatannya itu ketahuan. Boleh jadi koruptor yang tertangkap mengumbar senyum dan melambai di depan kamera wartawan.

Tetapi perhatikan raut mukanya dengan seksama. Semua itu hanya gaya, citra. Jauh dalam lubuk hatinya ada galau dan was-was. Makan tidak terasa enak dan tidur tidak pulas, takut korupsinya semakin terbongkar oleh KPK, sehingga harta kekayaannya disita negara.   

Ketiga, harta haram akan mengurangi kenikmatan (an-naqsu fi al-ladzdzat).

Jadi tidak ada ceritanya kebahagiaan dibangun di atas harta haram. Alih-alih menikmati harta, pemiliknya justru selalu gundah gulana dan merasa bersalah.

Bukankah tidak sedikit dijumpai pelaku kejahatan menyesal, bahkan menangisi kesalahannya? Pertama ditangkap senyum-senyum. Tetapi setelah beberapa kali berurusan dengan pengadilan, dia mendadak sakit. Baru tiga bulan menjadi tahanan, kondisinya merana. Jauh dari keluarga dan fasilitas rumah membuatnya tidak doyan makan. Hari-hari terpuruk, badannya menjadi kurus dan lemah.

Kaum beriman jangan sampai menggadaikan agama demi harta. Senantiasa mari langitkan setiap urusan dunia, agar kita termasuk yang dipuji Allah

“Orang-orang yang bisnis dan perniagaannya tidak sampai melalaikannya dari mengingat Allah, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Mereka takut kepada hari dimana hati dan penglihatan menjadi goncang.” [TQS: An-Nur: 37]

Sumber: http://www.hidayatullah.com/read/27849/25/03/2013/tak-ada-ceritanya-kebahagiaan-dibangun-di-atas-harta-haram.html

Maret 28, 2013, 04:45:43 PM
1
Setiap Manusia Adalah Perahu Yang Berlayar Di Samudra Kehidupan Hidup kita ibarat perahu ditengah samudra luas yang penuh badai dan angin kencang namun ddidalam perahu itu sudah dilengkapi dengan alat-alat komunikasi dan kompas, ketika seorang insan sudah terlalu jauh dari jalan yang harusnya ditempuh maka  alat komunikasinya adalah Allah dan kompasnya adalah alqur'an dan alhadits dan, tidak ada yang lain.
Lebih dari itu... Manusia diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat serta kemampuan yg luar biasa. Diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalankan perahu kehidupan kita secara baik dan benar.
Bahkan seekor lalat pun rezekinya sudah diatur oleh Maha Besar Allah, lalu bagaimana mungkin seorang manusia yang jauh lebih sempurna (memilih akal budi & perasaan) masih mengeluh bahwa hidup ini tidak adil, mengeluh bahwa rezeki mereka terlalu sempit, bagi mereka yang sering berpikiran demikian tida ada salahnya jika sesama muslim kita saling mengigatkan, cobalah ajak mereka berjalan keluar dan mengelilingi daerah sekitarnya, cobalah minta mereka tidak hanya melihat dengan mata tapi juga melihat dengan hati dan pikiran yang jernih, lhat bagaimana seorang pemulung masih bisa makan, cobalah lihat bagaimana seorang tukang parkir masih bisa bertahan hidup, cobalah lihat seroang penjual kerupuk masih bisa bersyukur, dan banyak lagi! apa kurang cukup bukti bahwa manusia sudah ditakdiran sebagai salah satu penciptaan Allah yang paling sempurna, hanya orang-orang kufur yang bisanya mengelu dan mengatakan hidup ini tidak adil.
Tidak ada gunanya perahu yang hebat jika hanya ditambat di dermaga. Sejatinya hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, melawan badai, menembus ombak dan menemukan pantai harapan. Sejatinya hidup selalu ada masalah, dan manusia akan selalu dihadapkan dengannya tinggal bagaimana manusia mengunakan alat komunikasi dan kompasnya untuk menghadapi semua masalah itu.

Mari kita kembangkan layar, penuhi dada kita dengan keyakinan bahwa Allah bersama kita...
Allah Hu Akbar!!!


Maret 29, 2013, 01:03:38 PM
2
Fakta Besar Di Balik Kecilnya Nyamuk



Apa yang tergambar di benak Anda ketika mendengar kata “nyamuk”? mungkin jawabannya berbeda-beda. Namun, semua jawaban tampaknya mempunyai makna yang hampir mirip satu sama lain; nyamuk adalah binatang lemah yang bertubuh kecil, bisa terbang dan sekali “tepok” langsung mati.

Namun demikian, kehadirannya selalu membuat orang jadi jengkel, berbagai macam cara dilakukan agar tidak bertemu dengan binatang tersebut.

Ternyata tidak hanya itu, binatang yang satu ini memiliki beberapa fakta yang teramat mengejutkan sekaligus menakutkan, di antaranya:

    Memiliki 100 mata di kepalanya.
    Memiliki 48 gigi di mulutnya.
    Mempunyai 3 jantung di perutnya lengkap dengan bagian-bagiannya.
    Memiliki 6 pisau di belalainya dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda
    Memiliki 3 sayap pada setiap sisinya.
    Dia dilengkapi dengan alat pendeteksi panas yang bekerja seperti infra merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi warna ungu hingga bisa dilihat olehnya.
    Dilengkapi dengan alat pembius yang membantu dari bahaya jarumnya, agar manusia tidak merasakannya. Adapun yang kita rasa seperti gigitan adalah hasil dari hisapan darah kita.
    Dilengkapi dengan alat penyeleksi darah, hingga dia tidak menyedot sembarang darah.
    Dilengkapi dengan alat untuk mengalirkan darah hingga darah bisa mengalir lewat belalainya yang sangat lembut dan kecil.

10.Dan yang lebih mengherankan lagi dari semua ini adalah bahwa ilmu pengetahuan modern telah mengungkap fakta bahwa di atas punggung nyamuk terdapat banyak serangga yang sangat kecil, yang tidak nampak kecuali dengan alat pembesar (mikroskop).

Jika kita lihat fakta sejarah tentang nyamuk, maka kengerian kita akan semakin bertambah. Seperti yang terjadi di zaman Nabi Ibrahim a.s, bagaimana Raja Namrudz yang mengaku Tuhan tak berdaya melawan keganasan seekor nyamuk yang berhasil masuk ke dalam kepalanya melalui lubang telinga lalu memakan sebagian besar isi otaknya hidup-hidup. Nyamuk juga telah mengalahkan banyak raja-raja besar Romawi di zaman Alexander the Great, begitu juga yang terjadi pada zaman perang dunia 1 bagaimana prajurit inggris yang mati digigit nyamuk lebih banyak ketimbang prajurit yang mati tertembak peluru musuh, hingga kejadian-kejadian yang bisa kita saksikan saat ini yaitu bagaimana penyakit malaria dan wabah demam berdarah menjadi mesin pembunuh terbanyak sepanjang abad.

Benarlah apa yang dikatakan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat: 26, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”

Maha Benar Allah SWT dengan segala firmanNya.

Mei 10, 2013, 03:32:03 PM
1
BEGINILAH SEHARUSNYA KITA BERSAUDARA ...


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun ...

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi ...

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara ...

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Allah telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka ...

Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain ...

Allah tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain ...! ...

Wallahua’lam bish Shawwab ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Mei 11, 2013, 10:55:54 AM
1

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan