Penulis Topik: Teror Santet  (Dibaca 40 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Teror Santet
« pada: Pebruari 04, 2018, 02:02:59 PM »
Teror Santet
Edisi : 04 February 2018, 14:01:29

02 April 2003, lama tak ada kaba berita, tiba-tiba Sonia datang ke rumah. Dia menceritakan kesedihannya, tentang ayahnya yang sakit. Sudah berobat ke mana-mana, namun tak kunjung sembuh. "Kang, … tolong kang ! Tengoklah ayah saya ! Saya berharap, Akang dapat membantu menyembuhkan ayah saya." demikian pinta Sonia, memelas.

Saya melihat keadaan ayahnya Sonia. Ternyata, itu bukan sakit biasa, melainkan kena santet. Kekuatan santet tersebut sangatlah besar.  Saya ragu dapat melawannya. Tapi, karena rasa belas kasihan pada Sonia, saya mencoba untuk menolong ayahnya yang terbaring lumpuh di atas tempat tidurnya sejak 5 bulan lalu.

Ketika saya sedang melakukan ritual-ritual tertentu, tiba-tiba telepon genggam Sonia berbunyi. Sonia terlihat panik, "kang, tuh kan … orang ini selalu menelepon kami. Dia mengaku, dia yang membuat ayah saya sakit. Bagaimana Kang, … terima atau jangan ?"

Saya tertegun, .. Ini kasus pertama, di mana orang yang mengirim santet berterus terang kepada korbannya bahwa dia yang menyantet. Rupanya, dia memiliki ilmu santet yang hebat, sehingga begitu beraninya melakukan santet secara terang-terangan. Jantung saya berdebar, memikirkan apakah saya hendak terlibat jauh dalam masalah ini, ataukah lari untuk menyelematkan diri. Sementara saya berpikir, Sonia menunggu jawaban saya, untuk menerima atau menolak panggilan di HP nya.

Melihat wajah Sonia yang pernuh harap dan cemas, saya akhirnya berkata, "terima saja, biar saya yang menerima telepon tersebut."

"Hallo, siapa ini ?" tanya saya.

Terdengar suara tawa yang keras, tawa yang penuh dengan rasa kemenangan, "ha….ha… ha… kamu siapa ? Kamu mau mencoba menolong dia.   Ha… ha…ha.. Jangan kau coba-coba kalau kau tak mau celaka. Perlu kamu tahu, dia akan mati… dia akan segera mati,… tidak perlu kau tolong. Itu karena dosa-dosanya sendiri. Kamu menyingkir saja. Aku tidak ada urusan dengan mu."

"Tapi, … apa salah dia…. Sampai kamu tega menyakitinya ?" tanya saya.

"Sudah.. Diamlah ! Kamu tak perlu tahu. Menyingkir saja, kalau tak ingin ikut mati bersama dia. Ha…ha…ha…" lalu orang itu menutup teleponnya.

Saya menghela nafas dan menundukan wajah. Saya merasa kalah dan tak sanggup untuk melawan kekuatan santet yang telah membuat ayah sonia menjadi lumpuh. Lalu teringatlah saya pada guru, dan berpikir untuk meminta bantuannya. "Sonia, … bagaimana kalau kita ke rumah guru kita. Kita minta bantuan beliau."

"Iya…. Kang. Saya pikir juga begitu, bila Akang sendiri merasa tak sanggup untuk menghadapinya." kata Sonia.

"iya.. Maaf Soia, kekuatan santet ini terlalu kuat. Saya tidak sanggup melawannya sendiri." demikian saya katakan.

Keesokan harinya, saya dan guru datang ke rumah Sonia untuk melihat keadaan ayahnya Sonia. Tapi guruku tidak melakuan apa-apa. Dia hanya berdoa saja, seperti biasanya sesama muslim berdoa saat menengok orang sakit. Setelah itu, lalu memberikan nasihat-nasihat kepada Sonia dan keluarganya agar mereka ikhlas terhadap apapun yang terjadi dan terus berdoa, memohon pertolongan Allah.

Sebelum pulang, guruku mampir ke rumahku. Dia berkata, "Kita tidak dapat menolongnya. Bukan hanya karena kekuatan santet tersebut terlalu besar, namun juga karena dosa-dosa ayah Sonia yang terlalu besar. Itu adalah karma nya sendiri. Kita tidak dapat menolongnya. Kita hanya bisa mendoakan, semoga mereka diberi kesabaran dan keikhlasan, sehingga dengan itu dosa-dosanya diampuni."

Sonia bilang, orang yang mengirim santet itu menelepon setiap hari hingga tiga atau lima kali. Dan biasanya, setelah orang itu menelepon, ayahnya akan berteriak-teriak kesakitan selama 1 atau 2 jam lamanya. Sonia sudah tidak tahan melihat penderitaan ayahnya. Namun, kami tidak berdaya untuk menolongnya. Kami hanya dapat bertawakal, sambil terus memohon pertologan pada Allah, dan apabila memohon ampunan atas dosa-dosa ayahnya Sonia.

Lima hari kemudian, Sonia kirim SMS, "Kang, ayah saya telah meninggal hari ini. Saya mohon Akang datang untuk mendoakan ayah saya."

Saya merasa sedih, karena tidak dapat berbuat banyak untuk Sonia, salah satu murid saya. Terlebih pada waktu itu, saya tidak dapat melayat ke rumah Sonia, karena sedang ada tugas kerjan ke luar kota. Tapi sayapun, tak berani untuk membalas sms itu. Karena menjelaskan alasan tak bisa melayat, saya rasa akan mengecewakan sonia. Tak datang pun sama mengecewakan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Akhirnya saya diam saja.

Setahun kemudian, Sonia datang kembali ke rumah saya untuk bersilaturahim. Dia berkata, "Kang Asep, … waktu ayah saya meninggal, saya menunggu-nunggu kang Asep, tapi gak datang."

saya hanya terdiam, tak tahu apa yang harus dikatakan. Lalu setelah hening sejenak, mencoba mengalihkan pembicaraan.

Sejak hari itu, sampai hari ini saya tak pernah jumpa lagi dengan Sonia. Rumahnya telah pindah, entah ke mana. Semoga dia menemukan tulisan saya ini dan memaafkan saya. "Sonia, maafkan saya. Saya sangat sedih dengan kepergian ayahmu, dan sangat menyesal karena tidak dapat berbuat banyak. Waktu itu, saya juga belum dapat menerima kenyataan, bahwa saya tak berdaya. Tapi saya ingin kamu tahu, bahwa sebenarnya saya sangat ingin membantumu."
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teror Santet
« Jawab #1 pada: Pebruari 04, 2018, 02:50:09 PM »
kasus serupa

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1454 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2013, 07:54:13 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1347 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2013, 06:12:42 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1081 Dilihat
Tulisan terakhir September 29, 2013, 07:46:29 AM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
5947 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2014, 11:01:59 PM
oleh Kang Asep
21 Jawaban
5290 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2015, 07:31:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
745 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2016, 10:30:12 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
224 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 12, 2016, 07:51:15 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan