Penulis Topik: Neraka Yang Gelap Gulita  (Dibaca 2650 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Neraka Yang Gelap Gulita
« pada: April 30, 2013, 08:22:28 PM »
Dulu, ketika saya masih sering meraga sukma, saya pernah tersesat di dalam yang gelap gulita.

biasanya, ketika hendak meraga sukma, diawali dengan tubuh yang terasa bergoyang-goyang atau berputar. ini merupakan pertanda sukma hendak lepas dari raga. kemudian sukma ini tergelincir dan masuk ke dalam bumi, atau langsung mengambang ke angkasa. demikian juga di sore itu, saya merasakan hal yang sama. bedanya, setelah tergelincir saya tidak jauh ke perut bumi, tidak pula mengambang ke angkasa, tapi saya terperosok ke suatu alam yang gelap gulita. saya tidak mengetahui di manakah saya berada, sepi, sunyi dan tidak ada sesuatupun yang bisa saya sentuh.

saya bergerak dan terus bergerak, berharap menemukan jalan keluar, setitik cahaya atau sesuatu yang bisa dipegang atau diinjak. tapi sejauh-jauh saya bergerak saya tak sampai ke manapun, semuanya hitam legam. diri sendiripun tidak kelihatan. saya mencoba merentangkan kelima jari saya, tapi saya tidak bisa melihatnya. mencoba menoleh ke samping kiri, kanan, atas , bawah, depan atau belakang, semua sama saja, gelap gulita tiada tara.

saya mulai takut dan kesepian. saya berteriak mencoba memanggil seseorang, "hai...! hallo...! adakah seseorang di sana?" tiada jawaban. saya terdiam, menunggu sesuatu terjadi. tapi tidak ada ssuatu yang terjadi, kecuali rasa takut dan kesedihan yang semakin menyeruak. "Oh, apakah kini aku akan terperangkap di sini selamanya? oh tidak, aku ingin kembali ke dunia yang penuh warna, aku ingin berhimpun bersama keluarga, di sini tidak ada seorangpun, tidak ada sesuatupun." saya seperti berada di luar angkasa yang gelap, tanpa bintang tanpa rembulan dan tanpa suatu ujung yang dicapai.

aku menangis dan merintih. lalu teringat kepada Tuhan, dan berpikir, "mungkin ini karena salah dan dosaku sendiri. astagfirullahal adzim....! ya Allah... ampunilah dosa hambamu yang menyebabkan hamba terperosok ke dalam neraka gelap ini. ya Allah ampunilah aku! jika Engkau mengampuniku, niscaya aku bertekad untk bertaubat, ya Allah aku sungguh-sungguh memohon ampunan padamu dengan tangisan, dan jeritan batinku yang pnuh kepedihan, mengaku segala dosa dan kesalahanku!"

setelah berkata demikian tiba-tiba setitik cahaya muncul di ujung sana. putih kecil, tapi jelas bersinar terang. saya bergerak ke sana dan terus bergerak. lalu saya melesat seperti kilat masuk ke lubang cahaya putih itu, tiba-tiba sayapun telah berada di dalam tubuh kembali. "Alhamdulillah!" gumam saya. Allah berkenan untuk melepaskan saya dari neraka hitam itu. tak ingin saya jatuh ke sana untuk kedua kalinya. sayapun sujud, bersyukur atas belas kasih Allah kepada saya, dan memohon ampunan kepadanya. sungguh suatu pengalaman yang mengerikan dan tak terlupakan.

adapun perbuatan dosa yang menyebabkan saya terperosok ke dalam neraka gelap itu adalah menyakiti hati orang tua dan rakus terhadap makanan. maka hindarilah itu! jika terlanjur melakukannya, segeralah bertaubat, minta ampunan pada Allah, serta minta maaf pada orang tua, jadikan hati mereka ridha kepadamu, niscaya dapat menjadikan terang di dalam jiwamu. semoga saja, inya Allah. Amin ya Allah ya Rabbal alamin.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #1 pada: Mei 02, 2013, 06:28:11 AM »
Apakah sukma itu sama dengan nyawa Kang ...

Apakah yang dimaksud sukma/nyawa adalah sesuatu yang sama yang dicabut oleh malaikat maut sehingga menyebabkan kematian?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #2 pada: Mei 02, 2013, 06:45:10 AM »
sukma, jiwa, nyawa dan ruh adalah hal yang berbeda-beda.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #3 pada: Mei 02, 2013, 09:31:50 AM »
sukma, jiwa, nyawa dan ruh adalah hal yang berbeda-beda.

Oo..beda to. Saya pikir sama.
Bisa dijelaskan perbedaanya Kang?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #4 pada: Mei 02, 2013, 02:19:44 PM »
sukma = proyeksi astral = badan halus
jiwa = faktor-faktor mental
nyawa = sistem kerjasama organ vital tubuh
ruh = essensi manusia

kalau suka keluar tubuh, manusia tidak mati, karena di dalam tubuh ada nyawa. kalau sistem kerjasama organ tubuh berhenti, berarti manusia mati, karena sudah tidak ada nyawa. sukma pun terpisah dari tubuh. ruh dan jiwa, pergi bersama sukma. ketika sukma dan jiwa lenyap, ruh tidak lenyap.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #5 pada: Mei 09, 2013, 10:58:47 PM »
^ Kalau kesadaran itu adanya dimana Kang? Sukma, nyawa, jiwa atau ruh?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #6 pada: Mei 10, 2013, 04:29:48 AM »
ruh
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 179
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #7 pada: April 27, 2017, 08:17:17 PM »
Dulu, ketika saya masih sering meraga sukma, saya pernah tersesat di dalam yang gelap gulita.

biasanya, ketika hendak meraga sukma, diawali dengan tubuh yang terasa bergoyang-goyang atau berputar. ini merupakan pertanda sukma hendak lepas dari raga. kemudian sukma ini tergelincir dan masuk ke dalam bumi, atau langsung mengambang ke angkasa. demikian juga di sore itu, saya merasakan hal yang sama. bedanya, setelah tergelincir saya tidak jauh ke perut bumi, tidak pula mengambang ke angkasa, tapi saya terperosok ke suatu alam yang gelap gulita. saya tidak mengetahui di manakah saya berada, sepi, sunyi dan tidak ada sesuatupun yang bisa saya sentuh.

saya bergerak dan terus bergerak, berharap menemukan jalan keluar, setitik cahaya atau sesuatu yang bisa dipegang atau diinjak. tapi sejauh-jauh saya bergerak saya tak sampai ke manapun, semuanya hitam legam. diri sendiripun tidak kelihatan. saya mencoba merentangkan kelima jari saya, tapi saya tidak bisa melihatnya. mencoba menoleh ke samping kiri, kanan, atas , bawah, depan atau belakang, semua sama saja, gelap gulita tiada tara.

saya mulai takut dan kesepian. saya berteriak mencoba memanggil seseorang, "hai...! hallo...! adakah seseorang di sana?" tiada jawaban. saya terdiam, menunggu sesuatu terjadi. tapi tidak ada ssuatu yang terjadi, kecuali rasa takut dan kesedihan yang semakin menyeruak. "Oh, apakah kini aku akan terperangkap di sini selamanya? oh tidak, aku ingin kembali ke dunia yang penuh warna, aku ingin berhimpun bersama keluarga, di sini tidak ada seorangpun, tidak ada sesuatupun." saya seperti berada di luar angkasa yang gelap, tanpa bintang tanpa rembulan dan tanpa suatu ujung yang dicapai.

aku menangis dan merintih. lalu teringat kepada Tuhan, dan berpikir, "mungkin ini karena salah dan dosaku sendiri. astagfirullahal adzim....! ya Allah... ampunilah dosa hambamu yang menyebabkan hamba terperosok ke dalam neraka gelap ini. ya Allah ampunilah aku! jika Engkau mengampuniku, niscaya aku bertekad untk bertaubat, ya Allah aku sungguh-sungguh memohon ampunan padamu dengan tangisan, dan jeritan batinku yang pnuh kepedihan, mengaku segala dosa dan kesalahanku!"

setelah berkata demikian tiba-tiba setitik cahaya muncul di ujung sana. putih kecil, tapi jelas bersinar terang. saya bergerak ke sana dan terus bergerak. lalu saya melesat seperti kilat masuk ke lubang cahaya putih itu, tiba-tiba sayapun telah berada di dalam tubuh kembali. "Alhamdulillah!" gumam saya. Allah berkenan untuk melepaskan saya dari neraka hitam itu. tak ingin saya jatuh ke sana untuk kedua kalinya. sayapun sujud, bersyukur atas belas kasih Allah kepada saya, dan memohon ampunan kepadanya. sungguh suatu pengalaman yang mengerikan dan tak terlupakan.

adapun perbuatan dosa yang menyebabkan saya terperosok ke dalam neraka gelap itu adalah menyakiti hati orang tua dan rakus terhadap makanan. maka hindarilah itu! jika terlanjur melakukannya, segeralah bertaubat, minta ampunan pada Allah, serta minta maaf pada orang tua, jadikan hati mereka ridha kepadamu, niscaya dapat menjadikan terang di dalam jiwamu. semoga saja, inya Allah. Amin ya Allah ya Rabbal alamin.

Ada indikasi hubungan antara kasus Kang Asep ini dengan firman Yesus Kristus. Di dalam Alkitab, secara garis besarYesus Kristus sering berfirman bahwa "seseorang yang tidak taat kepada Allah, tidak takut kepada Allah, ingkar terhadap Allah, dan sebagainya akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap". Entah benar - benar serupa dengan kasus Kang Asep ini atau tidak.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #8 pada: April 28, 2017, 02:22:16 PM »
jika Yesus berkata demikian, maka tentu ada korelasinya. tapi saya tidak mengetahui bahwa Yesus berkata demikian di dalam al Kitab.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline indoet93

Re:Neraka Yang Gelap Gulita
« Jawab #9 pada: Oktober 10, 2017, 02:48:43 PM »
artikel bagus
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
1407 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2015, 07:48:41 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1000 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2013, 02:11:18 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1685 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 06:43:21 PM
oleh Abu Zahra
6 Jawaban
1450 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2013, 06:43:47 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1708 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2015, 09:06:07 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
687 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2014, 01:02:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
726 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2014, 05:23:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
131 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2016, 01:12:57 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
225 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2017, 04:22:54 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
158 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2017, 09:35:54 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan