Penulis Topik: Memindahkan Rasa Cinta  (Dibaca 3789 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Memindahkan Rasa Cinta
« pada: Pebruari 02, 2014, 06:14:20 AM »
Ramdan mulai menggombali Nina, membuat hati Nina berbunga-bunga. Akhirnya Ramdan nembak Nina. “Nin, aku suka kamu. Maukah kamu jadi pacarku ?”

“Kang, saya udah capek pacaran. Maunya menikah saja. Kalau memang Akang suka sama saya, datang saja ke rumah, lamar saya ke bapak!” jawab Nina.

“Ok. Saya mau menikah dengan kamu. Tapi nanti, setahun ke depan. Sekarang, saya pengennya pacaran.” Kata Ramdan.

Nina terdiam. Hatinya galau. Sebenarnya dia sangat menyukai Ramdan. Tapi, dia sudah bosan pacaran. Umurnya memang baru 20 tahun. Tapi dia sudah berkali-kali pacaran. Dan yang terakhir dia menjalin hubungan hingga 4 tahun. Sayangnya, pacar terakhirnya itu selalu mengundur-ngundur waktu kalau diajak nikah. Nina sudah memberi batas waktu, tapi tidak ditepati. Oleh karena itu, Nina mungkin akan meninggalkan pacarnya itu, kalau ada lelaki lain yang berani untuk segera menikahinya.

Tiba-tiba Ramdan menggenggam tangan Nina. Tubuhnya semakin merapat ke tubuh Nina. Tangan Ramdan memeluk erat tubuh Nina, dan mulai. Wajahnya pelahan mendekat ke wajah Nina. Tak salah lagi, Ramdan hendak menicum Nina. Segera Nina meronta, mendorong dada Ramdan, serta menggeser duduknya, menjauhi Ramdan.

“Nin, … ayolah … saya ingin mencium kamu!” bujuk Ramdan. “Kamu juga mau kan aku cium?”

Nina terdiam. Hatinya berdebat keras. Dia mengakui bahwa memang dia suka apabila dipeluk dan dicium. Tapi selama ini, walaupun sudah berkali-kali ganti pacar, Nina belum pernah peluk-pelukan, apalagi cium-ciuman. Lagi pula, walaupun tampaknya menyenangkan, Nina merasa hal itu merupakan hal yang amoral, kecuali bila sudah menikah. “Maaf, kang Ramdan. Saya tidak pernah peluk-pelukan, apalagi cium-ciuman.”

“Hari gini, kamu belum pernah dicium? Makanya, biarkan aku mencium bibirmu, biar kamu rasakan, bagaimana rasanya dicium!” pinta Ramdan.

Nina menggeleng kepala.

“Bodoh!” Ramdan kesal.

“Maaf!” kata Nina.

Tapi Ramdan rupanya masih ingin berusaha. Ia kembali menyerbu tubuh Nina, dan berusaha mencium Nina, nafasnya mendengus penuh nafsu, seperti banteng matador. Tapi Nina menepis dengan tangannya, meronta dan menjauh kembali.

“Nina, aku pengen ngeseks sama kamu. Kau suka kan sama aku!” Ramdan, tanpa tedeng aling-aling.

“Ya. aku suka, tapi aku gak mau ngeseks.” Jawab Nina.

“Gak normal. Saya ini lelaki normal, suka seks. Kalau kamu gak suka seks, berarti kamu gak normal. Sudah lupakan saja saya. Saya tidak suka perempuan yang tidak normal.” Ramdan kesal dan putus asa. Ia bangkit berdiri, lalu pergi meninggal Nina sendirian.

Nina menangis dan bingung hatinya. Haruskan ia menyerahkan dirinya kepada Ramdan ?

Setelah tangisannya mereda, dia teringat kepada saya,  mantan atasannya ketika ia bekerja sebagai sekretaris dua tahun lalu. Waktu itu, apabila ada masalah-masalah yang melanda hatinya, ia selalu curhat sama kang Asep sampai hatinya menjadi tenang. Segera Nina mengambil HP nya, dan menelepon. “Assalamualaikum! Kang Asep ?! saya Nina, masih ingat kan ? apa kabarnya Kang Asep?”

“Oh ..tentu saya masih ingat. Lama kita tidak bertemu. Kemana aja kamu ? apa kabarnya ?” tanya saya.

“Saya ingin bertemu sama kang Asep hari ini, bisakah ?” tanya Nina.

Hm… sebetulnya jadwal kerja saya hari ini cukup padat. Tapi setelah dua tahun tidak bertemu, dan sekarang Nina ingin bertemu, dan saya menangkap dari getar-getar suaranya, tampaknya dia sedang dilanda masalah berat, dan dia membutuhkan bantuan saya. Maka saya pikir, kasihan apabila saya menolaknya. Untuk jadwal kerja, mungkin bisa saya atur ulang, kalau perlu saya kerja lembur hari ini. “Baiklah Nina, sehabis jumatan nanti, temui saya di rumah!”

Tapi Nina mengajak saya bertemu di bukit Gandola, tempat saya bermeditasi. Sayapun menyetujui.

Dan benar saja, Nina mengadukan dilemma soal Ramdan, lelaki yang sangat dia sukai, tetapi minta seks sebelum nikah darinya. Nina meminta saran dan pendapat saya. “Wah, lelaki ini sudah gak beres. Syukurlah kamu mempertahankan diri! Orang ngeseks sesudah menikah, itu baru normal, menurut saya. Kalau ngeseks sebelum nikah, itu gak normal. Dia adalah Orang Gila yang Sesungguhnya. Sebab bagaimana tidak disebut gila, Tuhan dilawan, ayat-ayat yang Maha Tahu diingkari, neraka dihampiri. Apa gak gila tuh ?”

“Iya. Bener juga ya Kang. Tapi bagaimana, saya sangat menyukainya. Kalau saya tidak mau ngeseks dengannya, dia akan meninggalkan saya?” tanya Nina bingung.

Begini, dalam Krachtology, rasa cinta, rasa rindu sebenarnya merupakan sebuah arus energi. Apagila seseorang menguarasi arus energi ini, maka dia dapat melepaskan cinta itu seperti melepaskan peci dari kepalanya. Saya akan mengajari kamu melepaskan cinta itu, memindahkannya kepada Ramdan. Nanti kamu akan lihat, dia yang akan menggelepar-gelepar mencarimu, sedangkan kamu sudah dalam kondisi tidak lagi cinta padanya.”

“Benarkah ?” tanya Nina.

“Coba saja!” jawab saya.

“Bagaimana caranya?” tanya Nina penasaran.

“Mari berdiri, ikuti gerakan saya perlahan-lahan, posisi kaki seperti ini, perhatikan saya! Kaki kiri di depan, dan kanan di belakang serong! Tarik kaki bersamaan dengan tarikan nafas, dan tangan ditarik ke arah dada! Tahan nafas, melangkah, setelah tubuh tumaninah usai melangkah, lepaskan nafas perlahan-lahan. Lakukan yang sama ke arah kiri!” sayapun melatih Nina berulang-ulang sampai dia bisa melakukannya sendiri. “Lakukan gerakan ini dua jam dalam sehari, lihat hasilnya dalam tujuh hari. Bila gerakannmu lebih sempurna dari ini, kamu akan melihat hasilnya dalam waktu tiga hari! Datang lagi minggu depan, untuk evaluasi! Tapi apakah kamu yakin ingin memindahkan rasa cintamu ? nanti kamu tidak lagi merasa cinta pada dia, dan dia akan mencintaimu!”

“saya yakin. Biarlah saja, kalau memang bisa, rasa cinta dan rindu ini berpindah kepadanya. Sebab, menanggung rasa cinta ini sakit rasanya.” Jawab Nina.

“Baiklah kalau begitu. Itu keputusanmu sendiri!” kata saya.

“Terima kasih banyak kang Asep!” Nina.

“Sama-sama.” Dan saya pergi, berjalan menuruni bukit sambil menunggu anak saya menjemput. Sementara Nina dijemput oleh sepupunya, Aryanti.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #1 pada: Pebruari 02, 2014, 02:51:13 PM »
saya jadi teringat perkataan seorang kawan lama semasa SMA dulu.

begini perkataannya: cowok yang baik disia-siain, milihnya cowok yang bajingan, giliran disakitin langsung bilang "semua cowok itu bajingan".


tapi, tentunya Nina bukanlah cewek yang bilang "semua cowok itu bajingan" walaupun sudah dibajingani oleh Ramdan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #2 pada: Pebruari 04, 2014, 09:21:36 PM »
Tampaknya ini jurus yang kudu di pelajari..
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #3 pada: Pebruari 04, 2014, 11:45:38 PM »
^ he...he.. apa kang ratna jatuh cinta lagi ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #4 pada: Pebruari 05, 2014, 08:08:08 AM »
apakah nantinya tidak berakibat buruk? kenapa rasa cinta itu justru dipindahkan ke Ramdan?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #5 pada: Pebruari 05, 2014, 09:18:44 AM »
apakah nantinya tidak berakibat buruk? kenapa rasa cinta itu justru dipindahkan ke Ramdan?

Mungkin karena pak asep berpikir ramdan itu tak benar2 cinta hanya tujuan nya seks jadi biar merasakan penderitaan ditolak ketika jatuh cinta beneran
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #6 pada: Pebruari 05, 2014, 11:06:04 PM »
^ he...he.. apa kang ratna jatuh cinta lagi ?

Tidak juga Kang, hanya saya ini mudah jatuh cinta.... :alas:
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #7 pada: Pebruari 06, 2014, 01:17:20 AM »
^ he...he... sama aja kang! saya juga tiap-tiap lihat cewek kece langsung jatuh cinta. :be happy:

saya bersyukur, Tuhan masih memperlihatkan keindahan kepda saya. kalau nikmat sudah dicabut, kita tidak mampu melihat cantiknya wajah wanita. seperti ketika saya sakit keras waktu itu, di mana saya melihat wajah setiap orang tampak menakutkan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #8 pada: Pebruari 06, 2014, 01:22:41 AM »
apakah nantinya tidak berakibat buruk? kenapa rasa cinta itu justru dipindahkan ke Ramdan?

pertama, setiap manusia itu berhak bahagia. jurus yang saya ajarkan adalah untuk melindungi Nina dari penderitaan, sehingga ia menjadi tenang dan bahagia, tidak disiksa oleh rasa cinta dan rindu.

kedua, cinta Nina itu tidaklah murni. ia muncul karena daya tarik Ramdan. daya tarik Ramdan itu muncul dari sebuah energi, yaitu nafsu birahinya. jadi, cinta Nina itu adalah energi birahi Ramndan. karena itu punya Ramdan, jadi lebih baik dikembalikan kepada Ramdan saja.

ketiga, saya akan mengajari Nina tentang cinta murni, yaitu cinta sperti cahaya matahari, sebagaimana lagu kasih ibu "hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia." cinta seperti ini bukan karena daya tarik orang lain, bukan karena tuntutan, tidak mengharap imbalan, ia bersinar memberi kehangatan karena sifatnya sendiri.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #9 pada: Pebruari 06, 2014, 12:18:05 PM »
ketiga, saya akan mengajari Nina tentang cinta murni, yaitu cinta sperti cahaya matahari, sebagaimana lagu kasih ibu "hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia." cinta seperti ini bukan karena daya tarik orang lain, bukan karena tuntutan, tidak mengharap imbalan, ia bersinar memberi kehangatan karena sifatnya sendiri.

Nah saya berminat kepada cinta yang seperti ini!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #10 pada: Maret 01, 2015, 07:49:36 PM »
^ he...he.. apa kang ratna jatuh cinta lagi ?

sepertinya, sekarang saya yang sedang jatuh cinta lagi  :embarrassed:

bisa gak rasa cinta itu disingkirkan tanpa harus dipindahkan?  :sign0085:
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #11 pada: Maret 01, 2015, 08:18:30 PM »
Rasa cinta itu kan anugerah, seperti halnya rasa sakit. kalo kita sakit, bolehlah kita minum obat pereda rasa sakit. tapi jangan sampai setiap merasa sakit, makan obat itu. sebab, rasa sakit itu alarm tubuh. kita harus mampu menafsirkan rasa sakit itu. demikian pula dengan rasa cinta, "dengarkanlah apa yang ia katakan", apakah dia menyuruh kita berbuat kebaikan atau keburukan ? apa sebab dan tujuan ia hadir dalam diri kita.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #12 pada: Maret 01, 2015, 09:02:36 PM »
sejauh ini, rasa cinta tsb masih menggerakkan saya untuk berbuat kebaikan. tapi justru itu yang saya takutkan.
dia gadis yang baik, seandainya rasa cinta yang saya miliki membuat saya melakukan hal2 buruk, tentulah ia akan segera menjauhi saya, selesai urusan!

bisa jadi saya hanya GR, tapi saya merasa bahwa cinta itu juga tumbuh pada dirinya. menyenangkan memang, tapi justru menyimpan ketakutan. takut kalau2 kami sama2 ingin saling memiliki dan tak ingin dipisahkan, takut kalau ada yang akan tersakiti.

karena rasa takut tsb, sejauh ini rasa itu tak pernah terungkapkan dengan kata2, tapi tentu bahasa tubuh dan perbuatan saya tak bisa menutupinya. dan saya hampir yakin bahwa dia tahu apa yang saya rasakan, dan ia pun menikmatinya.


ah, seandainya saya mampu berbuat buruk kepadanya, lalu ia menghindar dan menjauhi saya, mungkin justru keadaan akan lebih baik, dan saya tidak terlalu lama "tersiksa". tapi saya tak mampu!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #13 pada: Maret 02, 2015, 07:34:51 AM »
Ikuti saja seperti air mengalir. biarkan rasa takut bertarung dengan rasa cinta. semua akan berjalan alami. Jika dorongan untuk berbuat buruk lebih kuat, di situ kekuatan pengendalian diri kita diuji. Batasi diri hanya untuk mengikuti dorongan berbuat baik padanya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Memindahkan Rasa Cinta
« Jawab #14 pada: Maret 02, 2015, 01:59:33 PM »
jawaban Kang Asep seperti jawaban khas seorang meditator! :wink:


nampaknya menarik mengamati bagaimana rasa cinta dan rasa takut tsb saling melengkapi. tapi muncul kekhawatiran baru, apa si gadis tidak merasa seperti digantung jika keadaan seperti ini terus berlangsung?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1681 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2012, 06:57:08 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1005 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2015, 09:07:37 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
1429 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 25, 2012, 07:55:57 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
833 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2013, 06:29:07 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1653 Dilihat
Tulisan terakhir November 27, 2013, 07:00:16 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
728 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2015, 12:10:37 AM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
1717 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 01, 2016, 07:42:46 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
670 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 10:24:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
929 Dilihat
Tulisan terakhir November 28, 2014, 12:30:52 AM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
3305 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 31, 2015, 10:42:48 AM
oleh Ziels

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan