Penulis Topik: Berpaling dari Alam-alam Gaib  (Dibaca 10479 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Berpaling dari Alam-alam Gaib
« pada: Maret 26, 2013, 11:17:02 PM »
Saya ingat, dulu saya pernah berguru kepada beberapa ahli kebatinan untuk belajar ilmu "meraga sukma". dengan meraga sukma, berarti saya mengalami mati suri. bukanlah perjuangan yang mudah untuk menguasai ilmu tersebut. sangatlah berat jalan yang harus saya tempuh. betapa bersemangatnya saya untuk bisa merambah ke alam-alam gaib. walaupun para guru memberi tahu saya bahwa dengan meraga sukma tersebut ada kemungkinan kita mati sungguhan, tidak kembali lagi ke dunia, tapi anehnya tak ada rasa takut sama sekali. dan saya berpikir, kalau saya sudah ditakdirkan mati, ya matilah, saya rela dan tak keberatan.

sebuah pengalaman luar biasa, ketika saya mengalami bahwa ruh saya terpisah dari jasad dalam bentuk seperti energi bening yang melayang-layang di dalam ruangan rumah. ketika istri saya berjalan, ia melwati dan menembus saya. ini pengalaman yang amat menakjubkan bagi diri saya sendiri, sehingga ketakjuban itu membuat saya jauh dari rasa takut.

akan tetapi, sudah hampir 3 tahun terakhir ini saya tidak berani lagi "meraga sukma". justru saya berusaha untuk mengindari hal itu ketika ada tanda-tanda akan terjadi meraga suka secara otomatis. sekarang saya menjadi takut untk pergi ke alam-alam gaib. dan bahkan saya cenderung berpaling dan menutup mata dari hal-hal gaib.

dulu, bila saya merasa kesepian, saya memanggil para jin untuk diajak berincang-bincang. sekarang, justru ketika ada makhluk-makhluk halus yang mendekat dan mengajak berbicara, saya cenderung mengabaikan, pura-pura tidak mendengar dan melihat. apalagi untuk melihat jauh ke alam-alam gaib. kenapa? karena akhir-akhir ini, alam-alam yang saya lihat di alam gaib itu sangat menakutkan. sedangkan dulu, bila saya tengok ke sana penuh dengan keindahan. walaupun dulu terkadang saya terjebak di alam-alam manakutkan, tapi tidak pernah membuat saya takut untuk pergi lagi ke sana.

ini adalah perubahan drastis pada diri saya. entahlah bagaimana kedepannya. apakah saya akan berhenti berpetualang di alam-alam gaib, ataukah akan saya lanjutkan kembali. saya tidak punya rencana. sekarang saya hanya ingin bedoa kepada Allah, agar dosa-dosa saya diampuni, dan agar benar-benar ditunjukan pada jalan yang benar, serta dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab terhadap diri, keluarga dan lingkungan. saya tidak berminat untuk merambah ke alam-alam gaib lagi. karena ternyata, walaupun orang telah pernah melihat sorga yang sangat indah ataupun neraka yang sangat menakutkan, faktnya tidak serta merta hal itu membuat dia hidup dengan benar. sebab, manusia memiliki daya kehendak bebas. oleh karena itu, merambah ke alam gaib, melihat sorga ataupun neraka, bukan jaminan bagi kehidupan yang suci.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #1 pada: Maret 27, 2013, 12:49:22 AM »
segala yang ghaib, memang sangat menarik untuk diketahui...

seperti energi bening,, saya yakin, kang Asep masih belum cukup puas mengumpamakan gambaran bentuknya saat melakukan raga sukma ini. tapi memang nampaknya tak ada kata yang sanggup menggambarkannya.

saya ingin tahu, apakah kesadaran kang Asep juga turut melayang bersama 'energi bening' ini? apakah ketika jasad yang tertinggal dicubit oleh seseorang, apakah 'energi bening' yang melayang merasakan cubitan itu?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #2 pada: Maret 27, 2013, 07:21:26 AM »
apabila sukma sedang berada di luar tubuh, tubuh tidak merasakan cubitan. tapi bukan berarti benar-benar mati rasa. itu lebih mirip orang yang tidurnya sangat nyenyak, sehingga ditepuk-tepuk pun tidak berasa, dan ia tetap tidur lelap. demikian pula, saat meraga sukma, tubuh mati rasa. tapi, kalau tubuh "diganggu" lebih keras dan berulang-ulang, itu akan membuat sukma segera melesat dan masuk kembali ke dalam tubuh. perasaan pada tubuh itulah yang menarik sukma untuk masuk kembali. jadi, sebenarnya tubuh tidak benar-benar mati rasa.

bahkan, dalam suatu eksperimen, "tangan sukma" saya mencoba mengusap pipi saya yang dalm kondisi duduk meditasi atau terlentang. ketika tangan sukma ini bersentuhan dengan pipi, saya merasakan suatu kondisi yang membingungkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa yang bisa dimengerti manusia. karena "tangan sukma" saya merasakan sentuhan. atau tangan sukma terasa menyentuh pipi (jasad). tapi bersamaan dengan itu, jasad juga merasakan sentuhan pada pipi. dan perasaan jasad ini diinformasikan pada ruh.

tidaklah mengherankan apabila dalam kondisi biasa, saya menyentuh pipi sendiri, maka saya merasakan sentuhan baik pada telapak tangan saya maupun pada pipi saya. tapi apabila saya menyentuh pipi Anda misalnya, adalah sangat mengherankan, apabila disamping saya merasakan sentuhan pada telapak tangan, juga merasakan sentuhan pada pipi saya sendiri.

ketika sukma di luar tubuh, saya melihatnya dan berhadapan seperti saya berhadapan dengan orang lain. di sini ada sukma saya, walaupun bening tidak berwujud, tapi tubuh saya terasa lengkap dari ujung kepala hingga kaki. pada waktu itu, apabila saya menyebut "saya", maka pastilah saya menunjuk pada "energi bening" itu, dan bukan pada jasad. karena saya, kesadaran saya berada di sini, bersama energi bening, bukan di dalam jasad itu. ketika tangan sukma saya menyentuh pipi saya, pipi sukma saya tidak merasa disentuh. sentuhan itu hanya dirasakan pada pipi jasad saja. mungkin kalau yang tidak mengalami, akan sulit memahami kondisi ini.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #3 pada: Maret 27, 2013, 08:17:39 PM »

akan tetapi, sudah hampir 3 tahun terakhir ini saya tidak berani lagi "meraga sukma". justru saya berusaha untuk mengindari hal itu ketika ada tanda-tanda akan terjadi meraga suka secara otomatis. sekarang saya menjadi takut untk pergi ke alam-alam gaib. dan bahkan saya cenderung berpaling dan menutup mata dari hal-hal gaib.

dulu, bila saya merasa kesepian, saya memanggil para jin untuk diajak berincang-bincang. sekarang, justru ketika ada makhluk-makhluk halus yang mendekat dan mengajak berbicara, saya cenderung mengabaikan, pura-pura tidak mendengar dan melihat. apalagi untuk melihat jauh ke alam-alam gaib. kenapa? karena akhir-akhir ini, alam-alam yang saya lihat di alam gaib itu sangat menakutkan. sedangkan dulu, bila saya tengok ke sana penuh dengan keindahan. walaupun dulu terkadang saya terjebak di alam-alam manakutkan, tapi tidak pernah membuat saya takut untuk pergi lagi ke sana.



Bisa dideskripsikan Kang (yang saya tebalkan), kok tampaknya begitu menakutkan?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #4 pada: Maret 27, 2013, 09:44:05 PM »
^ ya. sangat menakutkan, sampai-sampai untuk bisa menceritakannyapun saya harus mengumpulkan segenap keberanian saya. hampir-hampir tidak berani saya untuk menceritakannya, kecuali yang bersifat "permukaan saja".
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #5 pada: Maret 27, 2013, 10:32:03 PM »
^ ya. sangat menakutkan, sampai-sampai untuk bisa menceritakannyapun saya harus mengumpulkan segenap keberanian saya. hampir-hampir tidak berani saya untuk menceritakannya, kecuali yang bersifat "permukaan saja".

Waduh saya jadi ikut mikir nih Kang. Tetapi mengapa bisa begitu menakutkan Kang, Apakah ada suatu peristiwa besar disana yang akan mempengaruhi dunia nyata, ataukah sebaliknya ada suatu peristiwa didunia nyata yang berimbas kepada kegemparan di alam ghaib?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #6 pada: Maret 27, 2013, 10:44:13 PM »
^ benar kang Ratna. sesungguhnya apa-apa yang kita lakukan di alam dunia ini, bisa menggempakan suatu alam di sana. dan apa-apa yang terjadi di sana, sangat berpengaruh dengan kehidupan di sini. sebelumnya, saya hanya mendengar berita dari para guru, para ustadz, para kyai dan ulama, kalau syaitan itu suka membisiki manusia dengan bisikan yang jahat. Bagaimana kiranya, kalau kita tidak hanya mendengar berita itu, melainkan juga melihat syaitan-syaitan dari bangsa jin itu tengah berbisik kepada orang-orang, apakah kita tidak akan takut melihatnya?

saya melihat syaitan bertenggel di atas kepala seorang wanita dan terus menerus membisikan kata-kata jahat kepada wanita itu. ketika saya memberitahunya, si wanita itu tertegun dan menceritaan penderitaannya, karena setiap hari dia selalu di terror oleh pikiran-pikiran yang jahat. yaitu dia berencana membunuh anak kandungnya sendiri. semua itu dia rahasiakan rapat-rapat, tak seorangpun yang tahu. sehingga dia tertegun, karena tidak menyangka ada orang yang dapat mengetahui apa yang slalu terlintas di dalam pikirannya. dan dia tidak menyangka bahwa pikiran jahatnya itu berasal dari bisikan syaitan.

ini baru permukaan yang menimbulkan dilema kepada saya. satu yang saya lihat, lalu berat beban yang harus saya tanggung. apakah yang harus saya lakukan, beritahukan pada wanita itu, atau biarkan saja. apakah saya tega hati untuk membiarkan wanita itu di terror oleh bisikan-bisikan jahat? tapi ketika saya mencoba untuk mengusir syaitan ini, ini tidak mudah. sebab gerakn mereka itu tidak sendirian, melain terorganisir. jika prjuritnya kalah, maka akan datang komandannya. dan akhirnya saya harus siap berperang dengan mereka. benarlah kata alQuran, syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

baru satu kasus. bagaimana kalau saya meilhat jutaan syaitan yang bergentayangan. bisakah kang ratna membayangkan beban berat yang saya rasakan?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #7 pada: Maret 27, 2013, 10:57:44 PM »
baru satu kasus. bagaimana kalau saya meilhat jutaan syaitan yang bergentayangan. bisakah kang ratna membayangkan beban berat yang saya rasakan?

Ya! saya bisa membayangkan seperti apa beban yang Akang tanggung, walaupun tidak secara keseluruhan. Karena saya pun pernah mengalaminya meski tidak persis sama..
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #8 pada: Maret 27, 2013, 11:01:15 PM »
^ Nambah nanya Kang! Kalau seandainya saya masuk kealam ghaib itu dari tempat tinggal saya dan sebelumnya saya memberitahu Akang bahwa saya akan memasukinya. Apakah Akang bisa menemukan saya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #9 pada: Maret 27, 2013, 11:09:18 PM »
belum lagi mesti berhadapan dengan ketakutan dan prasangka orang lain. apabila saya banyak "melek" ke alam gaib, niscaya dari mulut saya banyak keluar berita-berita tntang hal itu. lalu orang-orang menjadi takut kepada saya, mereka takut dibohongi, takut terperdaya akibat ketidak tahuan, takut menjadi korban seperti para korban "orang pintar" yang banyak diceritakan di TV.

sayapun pernah berjumpa dengan seorang yang mengaku imam, dia mengaku bisa melihat jin dan malaikat. semua orang percaya pada kemampuannya. saat saya berjumpa dia, dia mengatakan bahwa di majelisnya hadir sejumlah jin dan malaikat. sedangkan saya tidak melihatnya, kecuali dengan logika, yakni bahwa malaikat ada di mana-mana, demikian pula jin, berarti di tempat itu ada jin dan malaikat. tapi itu penglihatan logika, bukan kesaksian langsung. sedangkan si imam tersebut mengaku melihat langsung. dalam hati saya bertanya, "apakah orang ini jujur ataukah berbohong?" sayapun tak mau dibohongi.  tapi logika telah menunjukan jalan terbaik dalam mensikapinya. yakni, tidak perlu menganggap hal itu benar ataupun salah, sampai bukti-bukti kebenaran atau kebatilannya jelas bagi saya. oleh karena itu saya berkata kepad dia, "saya tidak melihat jin dan malaikat di ruang ini, tapi apabila anda mengatakan bahwa di ruangan ini berjubel jin dan malaikat, saya tidak menyalahkannya. mungkin perrkataan itu benar, mungkin juga salah. pertanyaan saya, apakah tujuan anda mengatakan semua ini kepada jamaah, apakah Anda hendak curhat? hendak menunjukan kemampuan diri anda bahwa anda mampu melihat makhluk-makhluk gaib? ataukah ada suatu pelajaran yang bisa diambil darinya yang bisa dimanfaatkan oleh jamaah untuk kehidupan sehari-hari mereka?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #10 pada: Maret 27, 2013, 11:10:58 PM »
^ Nambah nanya Kang! Kalau seandainya saya masuk kealam ghaib itu dari tempat tinggal saya dan sebelumnya saya memberitahu Akang bahwa saya akan memasukinya. Apakah Akang bisa menemukan saya?

bisa "ya" bisa "tidak". dan untuk saat ini, kemungkinan tidak.

itu sama seperti besok kang ratna hendak pergi ke indramayu. demikian pula saya. apakah kita besok akan jumpa di sana? bisa "ya" bisa pula "tidak". indramayu itu kan luas, apalagi alam gaib. benar atau tidak?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #11 pada: Maret 27, 2013, 11:18:55 PM »
bisa "ya" bisa "tidak". dan untuk saat ini, kemungkinan tidak.

itu sama seperti besok kang ratna hendak pergi ke indramayu. demikian pula saya. apakah kita besok akan jumpa di sana? bisa "ya" bisa pula "tidak". indramayu itu kan luas, apalagi alam gaib. benar atau tidak?

Kalau penjelasanya seperti itu ya pasti benar Kang! Maksud saya apakah tidak ada sinyal/gelombang tertentu yang bisa mengidentifikasikan atau menjadi ciri khas seseorang sehingga bisa ditelusuri keberadaanya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #12 pada: Maret 27, 2013, 11:28:10 PM »
itu sangat sulit kang ratna. sayapun tidak pernah berjumpa dengan guru atau murid saya di alam gaib itu. inilah yang kemudian sering menjadi bahan pertanyaan orang, bhwa kenapa pengalaman mistis itu bersifat individual? apakh tidak bisa dua orang pergi ke alam yang sama barengan? bukannya tidak mungkin, tapi sangat sulit. saya pernah menyusul sukma bibi saya yang tersesat di alam gaib, sehingga sukma ini dapat terselamatkan kembali ke dalam jasadnya. tapi kalau saya diminta menjelaskan bagaimana caranya, saya tak akan dapat menjelaskan. saya hanya bermeditasi kemudian memohon kepada Allah agar saya diizinkan menolong bibi saya. ini adalh pertolongan Allah, saya bisa menemukan sukma bibi tersebut di alam gaib. belum tentu saya bisa melakukan yang kedua kalinya. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #13 pada: Maret 28, 2013, 12:12:58 AM »
Apakah itu berarti seseorang harus sendirian untuk masuk mengenali dan merambah alam ghaib itu? Tanpa adanya seseorang yang mengawalnya atau membimbingnya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berpaling dari Alam-alam Gaib
« Jawab #14 pada: Maret 28, 2013, 05:46:08 AM »
tidak harus sendirian. tapi bimbingan guru itu tidak harus berarti selalu pergi bersama. kenyataannya, praktik pergi bersama itu sangat sulit dilakukan. dengan alasan pertama, kmungkinan ilmu kami belum sampai untuk bisa melakukan prkatik pergi bersama. kedua, tiada dirasakan suatu kepentingan oleh kami untuk pergi bersama. ketiga, ketiga, untuk bisa pergi merambah alam-alam gaib mensyaratkan suatu kondisi. untuk mencapai suatu kesamaan kondisi yang memenuhi syarat itu sangat sulit.

tapi kalau komunikasi bersama dengan makhluk-makhluk gaib, itu sering dilakukan saya barengan guru atau murid. misalnya, kami berkumpul dalam suatu ruangan di mana di sana dihadiri para jin. saya dan murid-murid sama melihat dan sama dapat berbicara kepada para jin tersebut.

kalau pergi merambah ke alam gaib bersama, pernah dilakukan bersama kakek saya, tapi tidak pernah bersama guru-guru saya. yaitu, ketika saya sedang sakit keras, kakek membawa saya berkelana ke alam-alam gaib untuk menunjukan apa saja yang terjadi di alam gaib yang berhubungan dengan kesakitan saya itu.

selain itu, saya juga pernah ketika paman saya sakit keras, sayapun membawa dia berkelana ke alam gaib. pertama-tama, saya harus mengkondisikan tubuh batin paman saya sendiri. setelah kondisinya tepat, barulah kami pergi bersama. ketika sukmanya kembali ke dalam tubuh, paman saya berkata, "saya bermimpin terbang ke langit bersamamu, kemudian berkelana ke sana kemari." saya diam saja, membiarkan paman menganggapnya sekedar mimpi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
1425 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2015, 07:48:41 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
2753 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 12, 2012, 08:25:05 AM
oleh Ratno Golan
2 Jawaban
5071 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2012, 07:35:23 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3189 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2012, 10:22:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2012, 09:07:50 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
3282 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2012, 09:51:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1928 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2012, 07:35:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1877 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2013, 05:29:37 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
738 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2014, 05:23:04 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
920 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2014, 10:02:42 AM
oleh ratna

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan