Penulis Topik: Menulis Sebagi Sebuah Seni  (Dibaca 2804 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menulis Sebagi Sebuah Seni
« pada: Pebruari 06, 2013, 06:45:44 PM »
Tidak selamanya, tujuan utama penulis dalam menulis itu adalah untuk menyampaikan informasi atau meyakinkan pembaca tentang suatu pendapat. Tujuan para penulis dalam menulis, mungkin berbeda-beda. Terkadang, penulis menulis untuk melakukan sebuah kreasi seni dari seni berkata-kata. Oleh karena itu, ketika tujuannya adalah seni, maka unsur-unsur keindahan dari kata-kata itulah yang lebih dikepedankan. Sedangkan unsur informasi, merupakan faktor pendukung saja. Berbeda bila tujuan penulis untuk meyakinkan pembaca tentang suatu keyakinan, di mana faktor informasi lebih dikedepankan dari pada nilai-nilai seni dari sebuah tulisan.


Unsur-unsur keindahan yang dikedepankan dalam sebuah seni kata-kata, tidak selalu berupa syair-syair yang menyentuh hati, tapi relevansi kalimat, argumentasi logis, kesinambungan paragraf, juga merupakan bagian dari unsur seni. Contohnya terkadang bagi saya, menulis adalah sebuah seni yang memberikan kepuasan tersendiri. Untuk dapat mengembangkan sebuah tulisan, saya harus terampil dalam membayangkan makna term. Setiap kali saya menulis sebuah kalimat, saya harus dengan jeli memperhatikan mana term Subjek dan mana Predikat. Sebab, hanya dengan mengamati mata subjek dan mana predikat dalam sebuah kalimat, itu dapat memberi inspirasi tentang hal-hal apa yang seharusnya dipikirkan dan ditulis selanjutnya. Prosedur yang saya lakukan untuk mengembangkan sebuah tulisan, dirasakan oleh saya sebagai suatu seni yang indah. Ketika saya menulis untuk menikmati keindahan-keindahan ini, berarti sebenarnya saya sedang membuat karya seni.

Dalam hal menulis, masing-masing penulis memiliki gaya berbeda, bergantung dari latar belakang keilmuan, keahlian dan pengalaman masing-masing penulis itu. contohnya, seni menulis saya sangat dipengaruhi oleh disiplin ilmu Logika, Sastra Sunda, Sastra Indonesia, Budaya Islam, Seni Meditasi dan Seni Memperhatikan dari Filsafat Milton Mayyerof. Selain saya, ada penulis-penulis lain yang juga sangat dipengaruhi oleh Logika dan Meditasi, tentu apalagi Sastra Sunda dan Sastra Indonesia. Tapi, saya belum menemukan penulis lain yang unsur seni yang dimilikinya di pengaruhi oleh Filsafat Milton Mayerof sebagaimana saya. Dulu, saya pernah membeli sebuah buku filsafat Milton Mayyerof, kemudian saya bersungguh-sungguh menyelami filsafat itu, mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari dan juga menerapkannya dalam seni menulis. Unsur “ Seni Memperhatikan” itulah yang mungkin menjadi ciri unik seni menulis yang saya miliki. Sedangkan para penulis lain, mungkin memiliki ciri unik yang berbeda pula.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Menulis Sebagi Sebuah Seni
« Jawab #1 pada: Pebruari 06, 2013, 10:44:45 PM »
Dari dulu, pengeeeeen banget saya bisa nulis, tapi gak bisa2.

Btw, jadi penasaran pengen baca bukunya kang asep.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menulis Sebagi Sebuah Seni
« Jawab #2 pada: Pebruari 07, 2013, 11:13:46 AM »
^ buku yang mana kang arya?

dalam hal menulis, yang paling penting kita terampil menulis paragraf. kalau membuat faragraf sudah terampil, maka untuk menulis sebuah buku itu akan terasa lebih mudah. coba baca buku berjudul "Terampil Menulis Paragraf" karya Asul Wiyanto. itu buku yang bagus, apabila kita ingin menjadi penulis.

saya sendiri sudah menulis banyak buku, menerbitkan dan menjualnya di toko buku terdekat. sekarang sya belum mencetak lagi. mungkin, kalau nanti saya mencetak dalam jumlah banyak, akan saya bagikan ke teman-teman forum. tapi ini bukan janji ya. cuma, menceritakan niata hati saja. niatan itu kadang bisa terlaksana, kadang enggak. kalau janji itu suka berat menanggungnya.

saya juga telah berjanji untuk mengirim buku-buku tersebut ke mertua saya di jawa. rasanya sudah gak enak hati, menanggung janji. tapi udah lewat 2 bulan, saya belum memenuhi janji saya. berhubung kesibukan yang saya hadapi di tempat pekerjaan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: menulis penulis seni karya 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1297 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2013, 07:14:43 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2402 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 31, 2013, 10:35:41 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
7000 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 21, 2015, 09:49:01 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
826 Dilihat
Tulisan terakhir September 26, 2014, 08:36:15 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
834 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2015, 09:46:36 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
810 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2015, 07:29:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
496 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 01, 2016, 03:21:52 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
318 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2016, 11:42:22 AM
oleh irfan99
0 Jawaban
433 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 15, 2017, 10:04:21 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
92 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2017, 03:03:54 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan