Penulis Topik: Hubungan Antar Kalimat  (Dibaca 2332 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Hubungan Antar Kalimat
« pada: Pebruari 18, 2015, 12:25:57 AM »
Paragraf yang baik adalah paragraf yang mengandung kesinambungan kalimat di dalamnya. Kesinambungan tersebut dapat dijalin oleh kesamaan term antar kalimat. Tetapi, kesamaan term ini terkadang tidak menjamin terjadinya kesinambungan kalimat.

Contoh :

Salman berlari kencang. Salman dimarahi ibunya. Salman menulis sepucuk surat.

Term “Salman” ada pada setiap kalimat. Tapi rangkaian kalimat di atas tidak menampakan hubungan yang jelas.


Bandingkan dengan contoh berikut :

Salman berlari kencang, karena ia takut terlembat datang ke sekolah dan dimarahi oleh bu Guru

Term “Salman” terdapat pada setiap kalimat.

1)  Salman berlari kecang
2 ) Salman takut terlambat datang ke sekolah
3)  Salman takut dimarahi bu Guru

Ketiga kalimat tersebut dihubungkan oleh Kata Penghubung, yaitu karena dan dan, sehingga menampakan hubungan yang jelas.

Terkadang, orang membuat sebuah paragraf yang berisi kalimat yang berkesinambungan, tapi terselip satu kalimat yang tidak jelas hubungannya.

Contoh :

Al Husain juga keluar dengan membawa seluruh keluarganya menuju kota Mekkah. Penduduk kota Kufah mengutus utusan membawa banyak surat, meminta beliau datang ke kota Kufah. Mereka berkata, “Kami, seratus ribu perajurit berpihak kepada Anda.”[1]

Secara makna yang difahami oleh penulisnya, mungkin jelas sekali hubungannya antara soal “Al Husain yang pergi menuju Mekkah” dengan “Penduduk kota Kufah yang menyurati Al Husain”. Tapi bagi pembaca yang tidak tahu menahu latar belakang sejarah atau situasi politik di masa itu, sulit untuk memahami hubungan antar kalimat, kecuali menduga-duga saja. Misalnya diasumsikan, “Al Husain ke Mekkah, karena disurati oleh penduduk Kota Kufah.”

Dalam membaca tulisan orang lain, memanglah seringkali diperlukan penggunaan asumsi. Tapi akan lebih baik bila asumsi tersebut diminimalisir dan hubungan antar kalimat lebih diperjelas lagi.
 1. Ibnu Jawzi, Khalifah Yazid, Hal. 39
« Edit Terakhir: Pebruari 18, 2015, 12:30:02 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1160 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2012, 04:39:52 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
4803 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2012, 08:25:36 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2988 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 06:47:29 PM
oleh Abu Zahra
5 Jawaban
1071 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2015, 07:13:44 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
903 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2015, 07:42:10 AM
oleh Agate
0 Jawaban
476 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2015, 06:29:51 PM
oleh comicers
0 Jawaban
562 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2016, 02:03:51 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
983 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 29, 2016, 12:00:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
231 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 09:20:32 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
254 Dilihat
Tulisan terakhir September 25, 2016, 12:14:35 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan