Penulis Topik: Menulis sebagai Game  (Dibaca 876 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menulis sebagai Game
« pada: Desember 08, 2013, 09:04:18 PM »

Sewaktu kecil, sebagaimana anak-anak lainnya,  saya menyukai game seperti Nintendo, PS, atau game-game lainnya. Sebenarnya semua orang juga menyukai game. Tapi, gamenya orang dewasa tentu berbeda dengan gamenya anak-anak. Kalau sewaktu kecil, kita suka bermain pistol-pistolan, sudah besar, tidak mungkin lagi kita senang dengan permainan itu. Permainan elektronik, bermain petak umpet, atau adu kelerang tentu sudah tidak menarik lagi bagi orang dewasa. Bukan hanya tidak menarik, tapi juga tidak pantas rasanya, kalau orang dewasa masih bermain hal-hal seperti itu. Dan bagi saya, game yang tampak masih sangat menarik dan terasa layak untuk dilakukan adalah “game menulis”.

Selain sebagai seni, menulis juga bagi saya adalah seperti game. Sebagaimana ciri game elektronik yang digemari oleh anak-anak zaman sekrang, mempunyai ciri berlevel-level. Demikian pula halnya dengan “game menulis”, ia memiliki level-levelnya. Level pertama adalah bagaimana saya menuangkan apa yang ada di dalam hati saya ke dalam bentuk sebuah kalimat. Level kedua adalah bagaimana saya mengembangkan kalimat tersebut menjadi sebuah paragraf. Level ketiga, bagaimana saya melakukan Empat Analisa Paragraf. Dan sayapun memenangkan permainan yang menyenangkan.

Mengapa sebuah game bisa terasa menyenangkan ? karena ia memiliki tantangan bertingkat yang bisa diselesaikan secara bertahap. Demikian pula dengan “game menulis”, bagi saya memiliki tantangan bertingkat. Dan karenanya menulis menjadi sesuatu menarik dan menyenangkan.

Bukan saja hal-hal yang menyenangkan yang bisa diharapkan di dalam “permainan menulis” ini, tetapi juga berkembangnya pengetahuan yang bermanfaat. karena untuk bisa menulis, orang dituntut untuk berpikir dan membaca. Untuk kekuatan berpikir, dapat ditunjang oleh Dua Sarana. Sedangkan “membaca” tidak hanya dimaknai sebatas “membaca buku” tetapi juga membaca diri dan alam semesta. Tuntutan untuk berpikir dan membaca ini merupakan dampak positif dari “game menulis”.

Selain dampak positif, “game mnulis” juga bisa saja menimbulkan dampak negatif. Apa dampak negatif lainnya ? seperti game-game yang lain, kalau membuat kita lupa waktu, atau melekati kesenangan yang muncul dari game tersebut, maka rusaklah tubuh-batin kita. oleh karena itu, walaupun “game menulis” ini menyenangkan, tentu kita harus waspada jangan ampai hal menyenangkan tersebut menjadi belenggu diri kita.
« Edit Terakhir: April 28, 2015, 11:32:38 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Menulis sebagai Game
« Jawab #1 pada: Agustus 25, 2015, 10:54:37 PM »
Kalau saya mah, menganggap matematika yang sebagai game. :D
 

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
879 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2014, 01:05:23 PM
oleh roady
0 Jawaban
743 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2014, 01:28:13 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
1294 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2014, 07:29:41 PM
oleh Kang Asep
Game

Dimulai oleh Kang Asep Definisi

1 Jawaban
787 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2015, 05:00:19 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1951 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2015, 03:25:14 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1118 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2015, 02:21:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
447 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2016, 10:47:16 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
160 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2016, 09:21:07 PM
oleh CusromOS
0 Jawaban
61 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 11:24:07 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
127 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2017, 03:03:54 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan