Penulis Topik: Dua Cara Menjelaskan  (Dibaca 681 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Dua Cara Menjelaskan
« pada: Pebruari 19, 2014, 02:40:54 AM »
Dalam menjelaskan suatu pengetahuan, terutama dalam bidang agama dan filasfat, sebenarnya saya dapat menjelaskan dengan dua cara. Pertama cara yang mudah dan sederhana, sehingga orang lain dapat mengerti penjelasan saya dengan mudah dan menyenangkan. Rasa kasih sayang dan kehendak untuk membantu, merupakan faktor yang utama di dalam metoda pertama ini.  Caranya yaitu dengan menjelaskan segala sesuatunya secara lebih bertahap. Sebelum menjelaskan sesuatu, saya berupaya menyelidiki dulu, sejauh mana tingkat pemahaman seseorang, dan saya mencegah diri untuk tidak mengemukakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh pikiran orang lain. Dalam cara ini, saya akan berpedoman  untuk mengharamkan diri saya menerangkan hal-hal yang kiranya sulit untuk difahami orang lain. Saya akan memilih kata-kata terbaik, terindah, termudah dan yang paling menyenangkan, sehingga orang lain dapat menerima, memahami dengan senang hati.

Ketika seseorang terlihat cukup memiliki rasa hormat atau saya bermaksud untuk melunakan hatinya yang keras, bila orang itu keras hati, maka saya akan memilih metoda pertama ini. Tapi ketika saya melihat seseorang yang jelas sekali kebodohannya, tapi dia tidak menyadari, tidak mengakui, sombong, merasa diri pintar, kurang ajar, tidak memiliki cukup rasa hormat, suka menghina, maka saya menggunakan metoda penjelasan yang kedua, yaitu cara yang membingungkan, menyebalkan dan mematahkan.

Cara menjelaskan kedua adalah cara yang membingungkan dan menyebalkan. Ini juga merupakan bagian dari metoda. Cara kedua ini diterapkan kepada orang agresif destruktif. Dan penyampaikan argumentasi dari saya merupakan tindakan defensif. Ibarat Hukum Energi Tenaga Dalam yang dipergunakan di dalam seni bela diri, barang siapa yang memukul lebih keras, maka dia akan terjatuh lebih keras. Jadi, bila argumentasi-argumentasi saya dirasakan oleh seseorang sebagai argumentasi yang membingungkan, menyebalkan atau membuat patah hati, maka bisa jadi itu akibat perbuatannya sendiri. Yang saya lakukan hanyalah mengembalikan apa yang telah dia perbuat terhadap saya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

c2e


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
35 Jawaban
7542 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2013, 11:37:48 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
941 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 19, 2013, 01:23:46 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
779 Dilihat
Tulisan terakhir April 09, 2014, 08:51:30 AM
oleh Abimanyu
0 Jawaban
703 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2013, 10:02:54 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
882 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 11, 2013, 03:57:10 PM
oleh sky
7 Jawaban
2286 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2013, 10:12:21 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
1115 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2016, 01:13:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
810 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 25, 2014, 01:53:05 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
632 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2015, 11:23:17 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
334 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 07:13:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan