Penulis Topik: Diskusi Atas Dasar Rasa Hormat dan Kasih Sayang  (Dibaca 1321 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Diskusi Atas Dasar Rasa Hormat dan Kasih Sayang
« pada: Desember 02, 2012, 07:13:30 AM »
kalau ada orang berpikir, orang lain mau mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kita, sementara kita tidak memperlakukan orang lain dengan hormat, maka tentulah kita ini bahlul.

kalau benar-benar ada orang lain yang mau berdiskusi dengan kita, sedangkan kita tidak mempelakukannya dengan hormat, maka ada dua kemungkinan :

kemungkinan pertama, kita yang bahlul
kemungkinan kedua, orang lain yang bahlul

hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang-orang yang gemar bertengkar, yang memancing pertengkaran, yang ingin menghabiskan hidupnya dengan diskusi kotor. "diskusi adalah usaha saling membantu". kalau orang lain tidak merasa membutuhkan bantuan kita, akan terlihat postingan-postingannya hanya bertujuan menjatuhkan diri kita, tanpa peduli Logika dan ilmiah. hal-hal yang bersifat sentimentil itulah yang mereka kedepankan. sebaiknya kita tidak terpancing oleh "penyakit menular" seperti itu.

wabah penyakit sperti itu sudah menyebar dan menular, dan menjadi wabah di myquran. kalau tidak ada pihak yang berjuang untuk menghentikan wabah ini, 10 tahun ke depan, wajah myquran akan tetap seperti ini, yaitu di isi dengan diskusi kotor, saling mencaci dan menjatuhkan. apakah anda ingin membiarkan wabah ini tetap merajalela di myquran?

keyakinan berbeda, bahkan bertentangan tidak mesti "diskusi yang kotor". kita bisa diskusi dengan cara yang paling santun, kendatipun terhadap orang yang keyakinannya berbeda. tapi jika ornag sudah berkeyakinan bahwa tidak ada cara lain yang terbaik untuk diskusi dengan kita, kecuali dengan cara kotor itu, maka itu sudah merupakan "lampu merah" yang menjadi pertanda, bahwa dia bukan kawan baik untuk diajak diskusi.

pertama-tama, kita harus membersihkan niat diri kita sendiri dalam diskusi dari niat-niat kotor seperti "ingin menjatuhkan orang lain", "ingin memperoleh kesenangan intelektual" atau "ingin memperoleh pujian orang lain. niat yang baik dalam diskusi adalah "untuk salng menolong".

kedua, jika memang niat diskusi adalah untuk saling menolong. berarti kita harus perhatikan, "apakah ada orang yang merasa tertolong" dengan kata-kata  yang kita sampaikan?" jika ada, berarti kata-kata yang kita sampaikan adalah efektif.

ketiga, jika tidak ada yang merasa tertolong dengan kata-kata yang kita sampaikan, maka periksa, kata-kata siapa yang bisa "menolong kita".

keempat, jika ternyata "tidak ada orang lain yang merasa tertolong" dan juga "tidak merasa ada orang lain yang menolong", berarti ini juga merupakan lampu kuning, bahwa suatu diskusi harus ditinggalkan.

kelima, semua manusia memiliki problem. maka semua manusia tentu membutuhkan pertolongan. tapi para pendiskusi, hampir seluruhnya ingin pada posisi "yang menolong", yaitu "guru ilmu" dan bukan pada posisi "yang ditolong", yaitu "murid". orang bodoh hanya ingin mengajar. orang bijak, menganggap semua kawan diskusi adalah guru yang bisa memberikan pertolongan dengan ilmu,  kecuali orang yang berdiskusi yang tidak mendasari diskusinya itu pada rasa hormat dan kasih sayang. maka orang seperti itu, tidak layak dianggap sebagai guru ataupun murid, bahkan tidak layak dijadikan kawan diskusi.
« Edit Terakhir: Desember 02, 2012, 07:27:50 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 20
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Diskusi Atas Dasar Rasa Hormat dan Kasih Sayang
« Jawab #1 pada: Desember 02, 2012, 11:10:47 AM »
Setuju kang. Dan tampaknya 'kebiasaan' di forum sebelah itu telah berevolusi menjadi tradisi. bahkan board yang baru itu pun tak luput dari 'kebiasaan itu'. semoga rentang waktu 10 th kedepan, senior-seniornya sudah mulai jenuh dan berganti generasi yang baru yang yang bisa merefleksikan keberagamaan islam yang sesungguhnya. 
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Diskusi Atas Dasar Rasa Hormat dan Kasih Sayang
« Jawab #2 pada: Desember 02, 2012, 11:29:12 AM »
tapi di sisi lain, "tradisi debat kotor" itu telah melatih saya untuk banyak belajar tentang bagaimana seharusnya menghadapi orang yang keras hati.

saya teringat kepada kang Irman, guru saya. tidak jarang sayapun bertentangan pendapat dengan beliau. akan tetapi, saya lebih mengedepankan kesantunan dalam diskusi dari pada upaya menyampaikan argumentasi yang bisa diterima oleh beliau.

saya selalu memperhatikan "titik aman" pada diri sendiri dan pada kawan diskusi. sedikit menyinggung perasaan, atau kadang membuat orang orang lain agak kesal, itu gak masalah. namanya bumbu penyedap diskusi. tetapi sesudah itu, saya kembali membersihkan hati dan menunjukan bahwa saya menghormatinya. apapun yang saya katakan, apakah itu penyangkalan atau persetujuan, tak lain hanyalah atas rasa cinta. apabila saya sadar bahwa saya telah terlalu menyinggung perasaan orang dengan kata-kata saya, maka saya segera mencarikan obatnya.

sebenarnya, apabila mental suduh cukup kuat, debat keras pun gak jadi masalah. selama tidak kehilangan essensi diskusi, yaitu upaya saling membantu. tapi, kalau sudah kehilangan esensi diskusi, sebenarnya diskusi santunpun tidak berguna. tetapi, bagaimanapun bentuk-bentuk kesantunan umumnya selalu merupakan bantuan yang berharga bagi orang lain.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Diskusi Atas Dasar Rasa Hormat dan Kasih Sayang
« Jawab #3 pada: Juli 27, 2015, 11:03:47 AM »
pertama-tama, kita harus membersihkan niat diri kita sendiri dalam diskusi dari niat-niat kotor seperti "ingin menjatuhkan orang lain", "ingin memperoleh kesenangan intelektual" atau "ingin memperoleh pujian orang lain. niat yang baik dalam diskusi adalah "untuk salng menolong".

kedua, jika memang niat diskusi adalah untuk saling menolong. berarti kita harus perhatikan, "apakah ada orang yang merasa tertolong" dengan kata-kata  yang kita sampaikan?" jika ada, berarti kata-kata yang kita sampaikan adalah efektif.

ketiga, jika tidak ada yang merasa tertolong dengan kata-kata yang kita sampaikan, maka periksa, kata-kata siapa yang bisa "menolong kita".

keempat, jika ternyata "tidak ada orang lain yang merasa tertolong" dan juga "tidak merasa ada orang lain yang menolong", berarti ini juga merupakan lampu kuning, bahwa suatu diskusi harus ditinggalkan.

Sayangnya, orang-orang seperti mereka merasa berniat menolong orang yang "berdiskusi" dengan mereka untuk membawanya menuju "jalan yang benar" menurut mereka.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1733 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2012, 06:57:08 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1050 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2015, 09:07:37 AM
oleh gumalta
2 Jawaban
1436 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2012, 09:10:35 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
853 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2013, 06:29:07 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
596 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2014, 01:36:45 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1268 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 02, 2015, 11:41:58 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1118 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 12, 2014, 01:10:12 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
427 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2014, 01:35:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
730 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 26, 2015, 11:21:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
211 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 30, 2016, 09:03:20 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan