Penulis Topik: Bersikap Hormat Pada Guru  (Dibaca 779 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bersikap Hormat Pada Guru
« pada: Maret 11, 2016, 08:31:22 AM »

Bersikap hormat merupakan kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh murid terhadap guru. Seingat saya, sejak saya usia 7 tahun, ketika saya mengaji malam di mesjid dan juga di sekolah, para guru selalu mengajarkan murid-murid untuk bersikap hormat pada guru. Demikian pula orang tua menasihati saya agar bersikap hormat pada guru. Mayoritas orang sepakat bahwa kita harus menghormati para guru kita. Tapi, ternyata banyak orang yang kurang atau bahkan tidak bersikap hormat pada gurunya. dan ada juga yang memang berpikir bahwa dirinya tidak perlu bersikap hormat pada gurunya. dan ketika gurunya menasihati dia agar bersikap hormat, lalu menuduh sang guru dengan sebutan "gila hormat".

Jika kita menjadi guru, tentu kita tidak boleh "gila hormat". apa itu gila hormat ? yaitu merasa butuh pada penghormatan dan akan kesakitan bila murid-muridnya tidak bersikap hormat padanya. Sebagai guru, kita wajib mengajarkan para murid agar melaksanakan kewajiban-kewajibannya serta memenuhi hak-hak gurunya, yaitu salah satunya bersikap hormat. "mengajarkan sikap hormat" itu sebatas kewajiban kita. dan bila kita guru, dihormati adalah "hak kita". Tidak berarti kita harus marah, bila murid tidak memberikan apa yang menjadi hak kita. Jika seorang murid tidak tahu cara menghormati gurunya, bisa jadi karena mungkin gurunya belum mengajarkan kepadanya tentang keutamaan-keutamaan sikap hormat. demikian pula murid-murid kita kurang menghormati kita, bisa jadi karen kita kurang mengajarinya dengan baik. Seorang guru sejati, biasanya memiliki kasih sayang yang besar para murid-muridnya, sehingga betapa besar dosa dan kesalahan murid-murid kepadanya, sang guru selalu memaafkan dan kasih sayangnya mengalahkan kemarahan dan rasa sakit hatinya. Apalagi bila sekedar murid itu enggan menghormatinya. Bahkan seorang guru akan berbelas kasihan pada muridnya yang durhaka, sebab pasti murid yang demikian akan ditimpa bencana.

Sebaliknya, jika kita murid, maka kita harus menghormati guru dengan penghormatan yang sebaik-baiknya. Agar kita terhindar dari bencana dan mendapat ridha Allah. Jangan kita merendahkan seorang guru hanya karena kita melihat beberapa kelemahan atau kesalahannya. Saat kita memutuskan untuk berguru pada seseorang, maka niatkan bahwa sesungguhnya kita hendak berguru pada Allah. Sejatinya Allah lah Maha Guru, Maha Mengajar, Maha Mendidik, Maha Memberi Petunjuk. Mungkin guru kita itu memiliki beberapa kelamahan, kekurangan dan pernah melakukan beberapa kesalahan. Tetapi Allah Maha Sempurna dan Maha Tahu. Jika kita tidak menghormati guru kita, maka bagaimana Allah akan ridha menurunkan cahaya ilmu ke dalam hati kita.

Sebagaimana guru saya, Kang Irman. beliau adalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan. Beberapa orang murid meninggalkannya, atau bahkan memusuhinya hanya karena sang Guru memiliki beberapa kelemahan dan kesalahan. Rasa hormat merekapun telah punah. Tetapi rasa hormat saya dan kesetiaan saya tidak pernah pudar, walaupun telah melihat sekian banyak kelehaman dan kekurangannya. Sebab yang pertama, "kullu bani Adam Khotoun", setiap anak Adam pastilah memiliki kesalahan. yang kedua "Laa haula wala quwata illa billah". siapapun, termasuk guru saya itu tentu tidak memiliki daya kekuatan, kecuali atas kekuatan yang diberikan Allah. Beliau tidak akan mampu mengajarkan apa-apa pada saya bila tidak ada izin Allah. karena itu bila saya datang kepadanya sebenarnya saya bermaksud datang kepada Allah. Artinya secara dhahir saya belajar pada Sang Guru, hakikatnya memohon agar Allah menurunkan cahaya ilmu ke dalam hati saya.

Guru saya itu seorang berpendidikan lulusan S2, dia juga keturunan dari kyai ternama di Garut. Beliau ahli bahasa, ahli krachtology, ahli meditasi dan Kareteka. Tentu banyak yang bisa saya pelajari darinya. Jangankan dari orang yang berpendidikan seperti itu, jika Allah berkehendak, maka kita akan mendapatkan ilmu yang sangat berharga dari seorang anak kecil penggembala bebek yang bahkan tidak tamat SD. Jadi, kita jangan khawatir dengan beberapa kesalahan dan kelemahan yang kita saksikan ada pada pribadi seorang guru, bila niat kita memang berguru kepada Allah.

Setelah belajar sedikit seni meditasi, pernah saya merasa sombong. Ketika bibi saya sakit keras, saya berkata,"jangan khawatir, saya akan menemukan obatnya. dan bibi pasti sembuh." sayapun bersemedi sampai datanglah iham. Dalam meditasi itu saya melihat ada sebuah tanaman yang tumbuh di atas pohon kelapa, di antara tangkai daun dan buah, terdapat tanaman hijau yang tumbuh di situ. dan menurut petunjuk, itulah yang dapat menjadi obat bibi saya yang sedang meraung-raung kesakitan karena kepalanya bengkak sebelah hingga membiru.


Hari menjelang maghrib, saya memanjat ke atas pohon kelapa. benar saja, di situ ada tanaman hijau yang tumbuh. saya gembira dan langsung mencabut tanaman tersebut. dengan sombong, saya menunjukan pada paman bahwa petunjuk ghaib itu benar adanya. dan pasti si bibi sembuh dengan obat itu. sayapun menumbuk tanaman tersebut dan mengoleskannya dari arah pelipis kiri, daun telinga hingga ke kepala. Dan saya mulai berbicara sombong tentang ilmu ini dan itu.


Sekitar pukul 10 malam, raungan bibi makin keras. Sakitnya makin parah dan mengkhawatirkan. Bahkan dia sampai kejang-kejang. melihat keadaan itu saya panik, mulai bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Bagaimana kalau bibiku mati ? Bagaimana kalau tanaman itu racun ?" begitulah kepanikan saya.

Sampai pagi rasa sakit yang menimpa bibiku tidak kunjung reda. sementara pamanku tidak mengajaknya ke rumah sakit. Saya rasa karena kondisi ekonomi paman yang lemah.

Dengan hati yang sedih dan rasa depresi, pagi hari saya pulang ke rumah. saya mulai meragukan kebenaran seni meditasi yang diajarkan oleh guru saya untuk memperoleh "petunjuk ghaib". saya merasa marah dan berkata dalam hati, "ternyata petunjuknya salah, ilmu ini bohong. saya tidak akan belajar lagi dan akan membuang ilmu yang tidak berguna ini." sayapun tidak berani datang lagi ke rumah paman, karena merasa malu.

Dua hari kemudian saya mendengar kabar bahwa bibiku telah sembuh total. Bagaimana cara dia sembuh ? Adikku yang cantik, dia baru kelas 5 SD. di malam hari di mana saya menginap di rumah bibi, adik saya bermimpi bahwa ada seorang tua yang berkata padanya, "Di belakang rumah ada setangkai bunga berwarna putih. ambilah itu, dan gunakan untuk mengobati bibimu !"

Pagi hari, ketika saya pulang dari rumah paman dalam keadaan bersedih karena gagal mengobati sang bibi, adik saya datang ke situ dengan membawa setangkau bunga putih. adik saya berkata, "Paman, .. ini saya menemukan bunga putih di belakang rumah. tadi malam mimpi, katanya ini bisa dijadikan obat untuk bibi." tidak seorangpun yang tahu nama dan jenis bunga tersebut. penduduk kampung umumnya tahu nama-nama tanaman yang ada di sana. tapi bunga putih tersebut, asing bagi mereka.

Paman saya menumbuk bunga itu dan mengoleskannya ke bibi saya. ajaib, seketika bibi saya berhenti meraung-raung. tidur lelap dan ketika bangun sudah merasa baikan. keesokan harinya, bibiku sembuh total.

Di situ saya merasa aneh dan dipermalukan. mengaku diri berilmu tinggi, ternyata pentunjuk yang benar itu justru datang kepada sang adik yang saya anggap "tidak tahu apa-apa" soal ilmu-ilmu ghaib. Akhirnya saya merasa bahwa tidak perlu belajar ilmu-ilmu ghaib, ilmu mistik, ilmu kebatinan. yang kita butuhkan hanyalah kejujuran, tanpa kesombongan, rendah hati dan disenangi Allah. Jika Allah ingin mematahkan kesombongan seseorang dan bermaksud memberi petunjuk, maka Allah mengilhamkan petunjuk yang benar pada seorang anak kecil yang bahkan belum dapat menalar perkalian hingga seratus.

Kisah di atas merupakan pelajaran berharga bagi saya, bahwa tidak sedikitpun kita patut untuk menyombongkan diri. kita harus selalu ingat bahwa diri kita ini "tanpa daya", kecuali atas "pertolongan Allah". Sebaliknya, kita tidak boleh merendahkan seorang anak kecil yang belum tamat SD sekalipun, apalagi seorang guru yang bertitel profesor hanya karena melihat kelamah dan kekurangannya. Karena niat kita datang kepadanya, sejatinya bermaksud kepada Allah. Jadi, apapun keadaan guru kita, hormatilah !

Faidzaa fa'alta dzaalik, syahida malaikatallahi Qashadtahu wa ta'lima 'ilmahu lillah jallas muhu, laa linnas

"Dan ketika kamu melakukan yang demikian itu (menghormati guru), maka malaikat Allah bersaksi bahwa engkau bermaksud kepada Nya dan belajar ilmu karena Allah, bukan karena manusia."


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline flair666

Re:Bersikap Hormat Pada Guru
« Jawab #1 pada: Mei 14, 2017, 06:20:09 AM »
Tapi sayang sekali, hari ini adab terhadap guru semakin lama semakin hilang. Bahkan, ada guru yang sampai dipenjara karena mencubit muridnya yang nakal.  :03:
Mau cari International school in Jakarta yang berkualitas baik dengan kurikulum Cambridge? Kunjungi website kami.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1733 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2012, 06:57:08 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1321 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2015, 11:03:47 AM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
1246 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2013, 10:41:43 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1262 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2014, 09:43:15 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
730 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 26, 2015, 11:21:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
328 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2015, 04:58:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
382 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2016, 02:41:00 PM
oleh seorang
0 Jawaban
24 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 30, 2017, 07:30:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
31 Dilihat
Tulisan terakhir November 05, 2017, 11:57:08 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
30 Dilihat
Tulisan terakhir November 30, 2017, 10:56:47 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan