Penulis Topik: Ratapan Hati Sang Istri  (Dibaca 1117 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ratapan Hati Sang Istri
« pada: November 29, 2014, 07:33:41 PM »
Akhirnya, istriku merasakan luka hati yang sangat dalam, karena menyadari suaminya telah mencintai wanita lain. Setelah puisi cintaku yang terakhir untuk Tin Hayatin, istriku menuliskan curahan isi hatinya dengan judul Ratapan Hati. Dengan demikian akupun menyadari bahwa aku belumlah dapat menyempurnakan kebahagiaan istriku.

berikut isi kata-katanya :

Begitu mudahnya cintamu hilang. Apakah akan kau biarkan rumah tangga ini hancur ? memanglah lidah itu tidak bertulang dan sangat sulit untuk dipegang. Aku tidak akan mengikatmu, karena kau bukan anak kecil lagi. Dan kau juga tau, kau lebih tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Bila waktu ini bisa diputar kembali, tentu saja aku tak akan memiihmu jadi suamiku. Karena ternyata kau menyimpan cinta yang begitu besar kepada Tin Hayatin.

Semua itu kan kuserahkan kepada Allah. Dialah yang mengatur semuanya. Tapi sangat aku sayangkan kalau pengorbananku selama ini ternyata sia-sia belaka. Salah apakah aku ?

Sebenarnya aku sudah lelah dan akan keluar kerja. Tapi mengapa cobaan ini datang. Aku yang selalu ada di tengah-tengah keluarga ini, ternyata suamiku tega melakukan itu semua. Bagaimana nanti kalau aku sudah gak ada di sini ? akankah perjalananku terhenti sampai di sini ?

Baru kali ini aku merasakan sangat sakit hati yang begitu dalam. Dan aku teringat kepada emak. Kepada siapa aku akan mencurahkan perasaan hati yang hancur, karena suaminya ternyata telah mencintai wanita lain. Bila waktu bisa berputar, aku ingin Emak hidup kembali, biar aku menangis sepuasku di pangkuannya.

Emak, aku sangat merindukanmu! Aku adalah wanita yang lemah yang tidak berdaya. Dan sepertinya aku telah terpuruk ke jurang yang sangat dalam dan gelap. Akan adakah lentera yang menyala tuk terangi perjalanan hidupku ?

Dengan air mata yang terus mentes, aku terbungkam, saat aura, putri kecilku bertanya “mengapa ibu menangis ?” Tak ada sepatah kata yang bisa terlontar dari mulutku.

Ya Allah, berikan aku kekuatan tuk jalani semua ini. Karena aku tidak ingin semua ini hancur ! 14 tahun lamanya aku bangun rumah tangga, aku tidak ingin melihat anak-anaku bersedih !

Ada dua lentera yang menyala di lubuh hatiku dan akan tetap ku jaga letera hatiku agar aku tetap bertahap tuk jalani hidup. Walaupun langkah kakiku telah lunglai, dan separuh jiwaku telah hilang, aku tetap harus bertahan demi dua buah hatiku. Terkadang aku merasa lelah. Hanya buah hatiku yang menjadikan sumber kekuatanku.

Suamiku! Memang aku tidak secantik dia dan mungkin aku juga tidak sepandai dia. Tapi aku telah mengiringi perjalanan hidupmu selama ini. Apakah ini semua hadiah darimu ? sangat menyayat hatiku. Kurasa, aku gak pantas menerima semua ini.

Dan aku harus tetap berjalan dan tegar, demi menyongsong masa depan bersama buah hatiku. Walaupun hidup terasa hampa, tanpa cinta lagi. Tapi, ... mengapa sangat sulit tuk menghentikan air mata ini.

Cinta memang anugrah. Tapi pantaskah mencintai istri orang dan apakah pantas menyimpan fotonya di dompetmu ?


Membaca ratapan hati istriku, aku trenyuh, rasanya hampir menangis, tapi kemudian saya tersenyum. Kuhampiri istirku, kupeluk erat dan kucium. Dan aku berkata, “Istriku, maafkan aku, bila aku menyakiti perasaanmu. Tapi, bukankah aku telah bersumpah di hadapanmu bahwa pertama aku tidak akan menyentuh wanita yang tidak berhak aku sentuh. Kedua, aku bersumpah tidak akan menyakiti perasaanmu dengan cara yang tidak hak. Dengan sumpahku seperti itu, apakah kamu masih merasa khawatir akan kehilangan suamimu ?

Memanglah benar, kini kamu merasakan sakit hati yang dalam, seperti kata mu. Tapi, .. itu karena kamu dilukai oleh pikiranmu sendiri, istriku sayang. Kamu cemburu dengan rasa cintaku kepada Tin Hayatin, karena kamu belum mengerti hakikat cintaku. Tahukah kamu, siapa Tin Hayatin ? Dia hanyalah tokoh fiktif, bayangan masa lalu. Apakah “bayangan” perlu kamu cemburui ? Tin Hayatin yang ayah cintai itu sudah tidak ada, ia telah lenyap di telan masa. Tin yang sekarang, bukan Tin yang dulu. Cinta untuk ayah di dalam dadanya telah punah. Tidak ada cinta untuk ayah di dalam Tin yang sekarang. Dan ayah merasa asing dengan dia. Ayah mencari Tin yang dulu, tapi ayah tidak menemukannya. Ayah sadar, bahwa ayah hanya mencintai bayangan.

Mencintai bayangan, tak lebih sekedar mengenang kembali perjalanan indah di masa lalu. Hal itu, tidak perlu kamu khawatirkan. Karena suamimu, masih dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan. Aku mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hati. Tapi bila kamu melihat suamimu sedang tergila-gila dengan Tin Hayatin, sebenarnya dia sedang bermain-main dengan bayangan masa lalu. Tapi dia tidak gila. Suamimu sedang mengajakmu memikirkan sesuatu. Dan lihat, bagaimana kamu akan mempelajari semua ini, jika kamu tidak melihat suamimu gila karena cinta. Dan puisi-puisi cintaku untuk Tin, jangan kau anggap terlalu serius. Itu hanyalah karya sastra, suamimu sedang melatih dirinya di dalam menggunakan gaya bahasa. Dan Tin Hayatin hanyalah inspirasinya.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1309 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:57:58 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
738 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 02:02:29 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1126 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2015, 09:39:38 PM
oleh Monox D. I-Fly
15 Jawaban
3252 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 09:35:15 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1146 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2014, 03:02:48 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1582 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 01:00:09 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
791 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2015, 07:59:27 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
576 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 18, 2015, 08:36:58 AM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
554 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2015, 07:19:54 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
208 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 09:51:50 PM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan