Penulis Topik: Problem Semangat  (Dibaca 2335 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Problem Semangat
« pada: April 21, 2013, 06:38:27 AM »


Gambar Ilustrasi :[1]



Pagi hari saya bangun, rata-rata pukul 4.00. Hal pertama yang saya lakukan adalah menuju rak buku, memilih buku yang ingin saya baca, lalu saya membacanya di atas tempat tidur atau dibangku tulis. Ini adalah kebiasaan rutin yang telah saya lakukan sejak lama. Anak dan istri saya pun sudah sangat mengenal kebiasaan saya ini. Seperti pagi hari ini anak saya yang berumur empat tahun, dia sedang berada di Bekasi,  kirim sms sama saya, katanya, “Ayah pasti sedang mengetik”.

Anak saya sering menghampiri meja tulis saya dan bertanya, “Ayah sedang apa?”

“hmmmm….lagi…”

“Pasti lagi nulis artikel!” katanya. Ini gambaran, bahwa anak-anak saya sudah hafal betul dengan rutinitas saya.

Demikian pula di malam hari, saya tidak bisa pergi tidur apabila saya belum membaca atau menulis. Apabila saya lelah membaca atau menulis, sedangkan mata saya belum juga merasa ngntuk, maka yang saya lakukan adalah menghafal ayat-ayat suci al Quran, menghafal pengetahuan-pengetahuan atau membaca doa yang panjang-panjang. Tidak jarang saya tidur ditemani oleh buku-buku di samping kiri, kanan atau saya taruh buku itu di atas bantal dalam keadaan halaman yang masih terbuka.

Apabila tubuh dan mental saya mengalami suatu kelelahan, maka saya mentup seluruh buku, meninggalkan komputer yang masih menyala, mengambil lembaran kertas yang kosong dan pulepn, lalu saya menuju meja tulis, dan menyimpan kertas kosong beserta pulpennya di atas meja tulis. Sedangkan saya segera bermeditasi, mengheningkan cipta.

Ketika saya berusaha mengheningkan cipta, saya menyadari bahwa hal itu tidak mudah untuk dilakukan, dan saya menjadi sadar, pikiran ini mengandung teralu banyak semangat untuk berpikir dan terus berpikir tanpa henti. Selalu saja ada ide-ide baru yang ingin sya tulis, walaupun tubuh saya sudah merasa lelah karena telah digunakan untuk mengetik seharian. Saya sadar bahwa saya terlalu bernafsu untuk menulis, menulis dan terus menulis. Tiada habis-habisnya ide-ide yang yang ingin saya tuangkan ke dlam bentuk tulisan. Ini adalah sebuah problem.

Semangat saya dalam membaca dan menulis yang tampaknya berlebihan itu, sebenarnya merupakan problem bagi diri saya sendiri. saya ingat, sewaktu SMU dulu, apabila saya sudah ingin membaca dan menulis, terkadang saya tidak keluar kamar selama tiga hari tiga malam, atau bahkan seminggu, tidak pergi ke sekolah, dan tidak melakukan kegiatan lainnya kecuali hal-hal mendesak seperti untuk makan dan buang air besar. Kebiasaan ini berlangsung sampai hari ini.

Apabila saya memposting satu artikel di forum medialogika.org, sebenarnya artikel yang telah saya tulis bukan satu, tapi 40 artikel. Setiap hari saya menulis artikel, kadang 10 artikel dalam sehari. Saya menulisnya di atas kertas menggunakan pulpen. Sewaktu-waktu ada waktu, saya salin ke laptop. Kemudian sewaktu-waktu saya posting ke media online satu persatu. (Seperti artikel ini, baru saya posting hari ini, padahal artikel ini telah saya tulis sekitar tiga bulan yang lalu). Saya memang sengaja tidak terburu-buru memposting, agar tidak terlalu mendominasi forum dan agar memberi kesempatan pada orang lain untuk memposting forum, dan memberi kesempatan kepada diri saya sendiri untuk menyimak postingan sahabat-sahabat forum.

Sementara saya menghadapi problem “Semangat Berpikir”, “Kecanduan Membaca dan Menulis”, sampai mendirikan forum yang disebut “Komunitas Para Pemikir”, sedangkan ada juga orang yang mengalai problem yang berlawanan, yaitu malas berpikir, malas membaca dan menulis. Tampaknya masalah mereka bersifat negatif. Sedangkan masalah saya bersifat positif atau mungkin ada yang menganggapnya bukan masalah. Tapi, sebenarnya saya pun mengalami efek-efek negatif dari semangat yang berlebihan itu. dari hari ke hari, saya mencoba mengendalikan diri, dan berusaha mencegah dan mengatasi efek-efek negatif. Segala sesuatu kalau berlebihan dan kurang terkendali tentu akan buruk dampaknya.

Apabila pikiran saya kosong dari ide-ide, maka saya merasa gembira, “Nah sekaranglah waktunya bagi saya untuk beristirahat!” demikian pikir saya. Tapi kalau saya tidak merasa ngantuk, sayapun bermeditasi mengheningkan cipta. Tapi tidak sampai lima menit, pikiran ini berkecamuk, memikirkan ini dan itu, sangat bersemangat kembali untuk menuangkan pikiran-pikiran itu ke dalam bentuk tulisan. Menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan ini merupakan salah satu cara pengendalian pikiran. Karena dalam menyusun sebuah tulisan hauslah terstruktur dengan baik, jelas narasi, deskripsi dan kronologinya. Kemudian hal-hal yang saya tulis tersebut bermaksud saya bagikan di media online atau media cetak, berharap bermanfaat bagi sesama dan bagi diri saya sendiri. Demikian pula saya menyampaikan curhat saya ini di sini, ada informasi yang ingin saya sampaikan, bahwa orang yang memiliki semangat belajar, tentu lebih baik dari orang yang malas belajar. Dari kemalasan itu akan muncul banyak masalah. Tapi harus difahami pula, bahwa orang yang bersemangat belajar pun akan menghadapi banyak masalah karena semangatnya. Sementara umumnya orang menganggap kemalasan itu sebagai bentuk kelemahan. Sedangkan para ahli batin melihat bahwa bukan hanya kemalasan belajar yang merupakan kelemahan, tapi juga semangat belajar. Oleh karena itu, ada yang lebih baik dari pada orang yang malas maupun yang bersemangat. Apa itu? jika Anda menyimak artikel ini dengan cermat, tentu Anda akan mengetahuinya.
 1. Sumber Gambar : http://2.bp.blogspot.com
« Edit Terakhir: Desember 20, 2013, 05:06:09 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Problem Semangat
« Jawab #1 pada: April 21, 2013, 08:18:04 PM »
yang lebih baik dari pada orang yang malas maupun yang bersemangat, adalah yang mampu mengontrol semangatnya.
apakah benar demikian?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Problem Semangat
« Jawab #2 pada: April 22, 2013, 05:48:59 AM »
betul banget, kang sandy.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2220 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2015, 12:00:04 AM
oleh gumalta
2 Jawaban
936 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 08:46:01 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
694 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2013, 05:26:03 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1319 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 07:36:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
823 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2014, 09:38:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
489 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 05:36:04 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
935 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 09:42:08 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1732 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2015, 03:53:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
235 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 09:22:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
213 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2016, 05:56:51 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan