Penulis Topik: Kitab dan Imam Mubin  (Dibaca 75 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kitab dan Imam Mubin
« pada: Mei 06, 2018, 09:41:20 AM »
Apa bedanya Kitab Mubin dan Imam Mubin ?

Kitab Mubin - seperti yang disebut dalam surah Saba ayat 3 - adalah Lauhil Mahfudz. Dan tidak ada yang dapat membaca Kitab Mubin tersebut, kecuali orang yang disucikan (Laa yamassuhu illa mutahharun). Orang yang disucikan itu adalah para nabi, para wali dan imam Mubin, seperti yang disebut dalam surah Yasin ayat 12.

Segala sesuatu tercatat di Lauhil Mahdudz. Jika ada manusia yang dapat membaca isi Lauhil Mahfudz, maka dia dapat mengetahui segala sesuatu. Dengan demikian, jika para imam mubin dapat melihat ke Lauhil Mahfudz, berarti dia dapat mengetahui segala sesuatu.

Tuhan mengetahui segala sesuatu. Imam Mubin juga mengetahui segala sesuatu. Lalu apa bedanya pengetahuan Tuhan dengan pengetahuan Imam Mubin ? Bedanya Tuhan mengetahui segala sesuatu sejak azali, serta tidak ada pengurangan atau penambahan pada pengetahuan Tuhan. Dengan demikian pengetahuan Tuhan tidak bersifat baru. Dia tidak butuh kepada Lauhil Mahfudz untuk tahu. Karena Tuhan tahu sebelum segala sesuatu yang lain ada. Sebagaimana yang dikatakan Imam Baqir,"Sebelum ada sesuatupun selain diriNya, Allah senantiasa mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi. IlmuNya tersebut selalu sama, sebelum maupun sesudah terciptanya sesuatu."

 Sedangkan pengetahuan Imam Mubin, atau para wali bersifat baru. Tahu nya itu karena diberi tahu oleh Allah atau diperkenankan Allah untuk melihat apa yang perlu dilihatnya di Lauhil Mahfudz. Dengan demikian, seorang wali suci pada mulanya tidak mengetahui sesuatu. Namun ketika pengetahuan itu dibutuhkannya, dia dapat melihatnya pada Lauhil Mahfudz. Karena itu, para imam selalu dapat menjawab semua pertanyaan manusia dan tidak pernah menjawab "tidak tahu". Imam Baqir mengatakan " kami dibangkitkan tidak untuk menjawab 'tidak tahu'".

Selalu menjawab dengan cepat dan tepat. Itu ciri bahwa pengetahuan para imam meliputi segala sesuatu, sehingga Umar bin Khatab sangat heran dengan kemampuan Imam Ali bin Abi Thalib dalam menjawab setiap pertanyaan,"Wahai Abal Hasan," kata Umar,"Bagaimana Anda dapat menjawab setiap pertanyaan dengan cepat ?"

Ali bin Abi Thalib merentangkan kelima jarinya ke hadapan Umar,"Wahai Umar, berapa ini ?"

"Lima" jawab Umar

"Bagaimana Anda bisa secepat itu dalam menjawab ?" tanya Ali.

"Karena itu jelas sekali." jawab Umar.

Ali berkata,"Demikian pula, semua kebenaran itu jelas bagiku, sehingga aku dapat menjawab semuanya dengan cepat."

Dan Ali bin Abi Thalib itulah salah satu imam Mubin. Beliau sendiri yang mengatakannya. Ketika Ali bin Abi Thalib bersama rombongan berjalan melewati padang rumput, seseorang bergumam,"Padang rumput ini sangat lah luas, tentu di sini ada jutaan semut. Adakah orang yang tahu, berapa jumlah semut yang ada di padang rumput ini ?"

Ali bin Abi Thalib mendengar pertanyaan itu dan beliau menjawab,"Ada."

"Siapa yang mengetahuinya ?"tanya orang itu.

" Saya"

"Bagaimana Anda dapat mengetahuinya ?" tanya orang itu.

Imam Ali berkata,"Apakah kamu membaca Al Quran, inna nahnu nuhyil mauta, wanaktubu maa qaddamau wa arsarahum, wakulla syaiin ashainaahu fi imaamim mubin, (QS 36:12) ?"

"Ya...saya sering membacanya." jawab orang itu.

"Yang dimaksud imam mubin dalam ayat tersebut adalah saya." Kata Ali.

Tahu jumlah seluruh semut yang ada di padang rumput yang luas tidaklah mungkin dapat dilakukan oleh manusia, kecuali jika manusia itu dapat membaca semua catatan yang ada di Kitab Al Mubin (Lauhil Mahfudz), maka baginya menjadi mungkin untuk mengetahui berapa jumlah semut di seluruh dunia, berapa jumlah planet dan bintang di langit, dan sebagainya.

Adanya Imam Mubin yang merupakan pasangan yang tepat dari Al Quran Aliyah (Kitab Mubin) adalah wajib. Karena ia adalah hujatullahi fi Ardhihi (hujah Allah di bumi Nya). Harus ada orang yang dapat menjawab semua pertanyaan manusia. Ini adalah konsep yang ideal.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2775 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 01:07:42 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2083 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2013, 03:38:20 PM
oleh Abu Zahra
5 Jawaban
2001 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 06:58:40 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1837 Dilihat
Tulisan terakhir November 10, 2014, 06:21:09 AM
oleh Sandy_dkk
Imam

Dimulai oleh Kang Asep Definisi

1 Jawaban
893 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2015, 11:54:29 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
390 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 14, 2015, 11:54:33 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
769 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2015, 05:36:14 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
535 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2016, 10:25:01 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
296 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 07:52:23 AM
oleh Kang Asep
Kitab Tuhan

Dimulai oleh Sultan Puisi

0 Jawaban
38 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 02:25:39 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan