Penulis Topik: CurhatKu  (Dibaca 1174 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Ade.Rohana

CurhatKu
« pada: November 03, 2012, 02:15:52 PM »

Dia seorang ahli fikir. Semangatnya menuntut ilmu tiada akhir. Sedari kecil terlatih berfikir sekarang sudah menjadi mahir. Didukung ilmu logika yang mengatur alur berfikir. Meski kadang sebagian orang mencibir. Hal itu tidak membuatnya tersingkir. Bahkan akhirnya sebuah website logika karyanya terlahir.

Disela kebukannya sebagai tenaga administrasi  sekaligus kasir, sebuah website logika tercipta dan mampu terkoordinir. Meski member activnya baru beberapa gelintir, tapi itu bukan karena webnya amatir, tapi karena sebagian orang malas berfikir. Atau Bahkan mungkin sebagian orang menganggap ilmu logika seperti ilmu sihir. Sehingga ilmu logika ditolak atau diblokir dan bahkan praktisi logika dianggap kafir.

Ada satu hal yang membuat khawatir,dia terkadang terlihat sakit secara lahir. Sudah berobat ke dokter2 atau pun tabib2 penyakitnya tetep gak mau nyingkir. Biaya pengobatan yang cukup banyak hanya membuat dokter dan tabib jadi tajir sementara penyakit tidak terusir. Menurut Gurunya  sih dia sedang diuji dengan penyakit itu agar ilmunya semakin terasah dan dia jadi semakin mahir. Maka gurunya menyarankan agar dia banyak berdzikir.

Menurutku sakitnya itu disebabkan karena fikirannya terlalu diporsir. Siang malam otaknya diajak bekerja keras sementara tubuhnya hanya terduduk di kursi ditemani sebotol air. Jadi sepertinya harus lebih sering pelesir. Mungkin bisa lebih menyegarkan fikiran kalo melihat matahari terbenam di daerah pesisir. Menikmati keindahan alam sekaligus tafakur bahwa setiap yang berawal pasti berakhir. Seperti matahari yang terus terbenam seiring waktu yang terus bergulir. Akhirnya matahari itu hilang dari pandangan pergi ketempat lain diantarkan deburan ombak dan tiupan angin yang semilir.

Dihatiku namanya terukir. Tak kan terhapus hingga nafas berakhir. Meski pun harus jauh secara lahir. Tetapi bathin tetap hadir. Nasihatnya mencegahku dari tergelincir. Kedalam kubangan dosa dan penderitaan yang ketir. Meskipun terhadap nasihatnya kadang aku mungkir, tapi itu hanya di bibir. Padahal mendengar nasihatnya bagaikan menemukan air di padang pasir.

Tulisan ini hanyalah ungkapan hati dan bukanlah syair. Mungkin sebagiannya agak di dramatisir. Mohon maaf jika ada yang merasa tersindir. Tujuan tulisan ini hanya untuk meramaikan website medialogika.org supaya lebih banyak yang mampir. Sayang sekali aku bukan penulis yang mahir. Mau ikut diskusi juga ga pandai mikir. Kalo dipaksain mikir pikiran kayak mau jungkir. Akhirnya aku coba nulis dikertas se-cuir. Meskipun bahasanya blepotan dan agak dipelintir, mudah-mudahan masih ada yang mau baca dan mau ketawa, tersenyum, atau pun hanya nyengir....

 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:CurhatKu
« Jawab #1 pada: November 03, 2012, 04:31:18 PM »
sudah ku bilang sejak dulu
untuk siapa aku kembali ke dunia
setelah ku jelajahi alam surgawi

seakan bangkit dari kematian
demi sebuah berita tentang kebenaran
jalan-jalan menuju alam kebahagiaan
melepaskan segenap penderitaan
jangan sampai hidup yang singkat ini
akhirnya disia-siakan

di mana kita dahulu, sebelum datang ke dunia ini
kemana kita kelak, setelah pergi dari dunia ini
semua itu misteri, tapi bukannya tak dapat diselami

sekarang aku turun dari alam surgawi
menjadi manusia biasa saja
mengalami sakit dan sehat
merasakan susah dan senang
terkadang sedih dan gembira
sesekali jengkel dan marah
tiada yang lebih kuinginkan
selain menjadi manusia biasa saja

sebab,

manusia-manusia yang ingin kubawa serta ke dalam jalanku
adalah manusia biasa-biasa saja
tetapi setelah sampai di jalanku
mereka akan menjadi manusia biasa yang bersemangat
penuh semangat
itulah hidup yang sesungguhnya



Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:CurhatKu
« Jawab #2 pada: Mei 06, 2015, 11:05:33 AM »

Dia seorang ahli fikir. Semangatnya menuntut ilmu tiada akhir. Sedari kecil terlatih berfikir sekarang sudah menjadi mahir. Didukung ilmu logika yang mengatur alur berfikir. Meski kadang sebagian orang mencibir. Hal itu tidak membuatnya tersingkir. Bahkan akhirnya sebuah website logika karyanya terlahir.

Disela kebukannya sebagai tenaga administrasi  sekaligus kasir, sebuah website logika tercipta dan mampu terkoordinir. Meski member activnya baru beberapa gelintir, tapi itu bukan karena webnya amatir, tapi karena sebagian orang malas berfikir. Atau Bahkan mungkin sebagian orang menganggap ilmu logika seperti ilmu sihir. Sehingga ilmu logika ditolak atau diblokir dan bahkan praktisi logika dianggap kafir.

Ada satu hal yang membuat khawatir,dia terkadang terlihat sakit secara lahir. Sudah berobat ke dokter2 atau pun tabib2 penyakitnya tetep gak mau nyingkir. Biaya pengobatan yang cukup banyak hanya membuat dokter dan tabib jadi tajir sementara penyakit tidak terusir. Menurut Gurunya  sih dia sedang diuji dengan penyakit itu agar ilmunya semakin terasah dan dia jadi semakin mahir. Maka gurunya menyarankan agar dia banyak berdzikir.

Menurutku sakitnya itu disebabkan karena fikirannya terlalu diporsir. Siang malam otaknya diajak bekerja keras sementara tubuhnya hanya terduduk di kursi ditemani sebotol air. Jadi sepertinya harus lebih sering pelesir. Mungkin bisa lebih menyegarkan fikiran kalo melihat matahari terbenam di daerah pesisir. Menikmati keindahan alam sekaligus tafakur bahwa setiap yang berawal pasti berakhir. Seperti matahari yang terus terbenam seiring waktu yang terus bergulir. Akhirnya matahari itu hilang dari pandangan pergi ketempat lain diantarkan deburan ombak dan tiupan angin yang semilir.

Dihatiku namanya terukir. Tak kan terhapus hingga nafas berakhir. Meski pun harus jauh secara lahir. Tetapi bathin tetap hadir. Nasihatnya mencegahku dari tergelincir. Kedalam kubangan dosa dan penderitaan yang ketir. Meskipun terhadap nasihatnya kadang aku mungkir, tapi itu hanya di bibir. Padahal mendengar nasihatnya bagaikan menemukan air di padang pasir.

Tulisan ini hanyalah ungkapan hati dan bukanlah syair. Mungkin sebagiannya agak di dramatisir. Mohon maaf jika ada yang merasa tersindir. Tujuan tulisan ini hanya untuk meramaikan website medialogika.org supaya lebih banyak yang mampir. Sayang sekali aku bukan penulis yang mahir. Mau ikut diskusi juga ga pandai mikir. Kalo dipaksain mikir pikiran kayak mau jungkir. Akhirnya aku coba nulis dikertas se-cuir. Meskipun bahasanya blepotan dan agak dipelintir, mudah-mudahan masih ada yang mau baca dan mau ketawa, tersenyum, atau pun hanya nyengir....



Kayaknya bagus buat dijadiin lagu rap nih... Belakangnya -ir -ir -ir semua...
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan