Penulis Topik: Awal Berbagi Ilmu Logika  (Dibaca 220 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Awal Berbagi Ilmu Logika
« pada: Pebruari 25, 2017, 06:07:23 AM »
Kategori : Perkenalan
Edisi : 24 Februari 2017
Judul : Awal Berbagi  Ilmu Logika
Penulis : Asep
Tujuan :
- sebagai perkenalan
- menjelaskan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan saya menawarkan ilmu logika.
=====================

ada yang meminta saya memperkenalkan diri dan juga menceritakan latar belakang mengapa saya berjuang untuk menyebarluaskan ilmu logika.

Biodata saya

nama : Asep Rochman
pangilan akrab : Kang Asep
Gender : Laki-laki
Tempat tanggal lahir : Bandung, 14 September 1978
Status : Menikah
Anak : 1 putra dan 1 putri
Alamat : Cibiru-Bandung
Pekerjaan : Akunting

Pengalaman Kerja
sebelumnya profesi saya selama 12 tahun adalah sebagai Guru Honor di SD, SMP dan di SMK. di SD saya mengajar bidang seni tradisional, di SMP mengajar TIK dan di SMK mengajar pemrograman. saya juga membina Mahasiswa untuk kegiatan extra kulikuler beladiri.

Tahun 2010 saya memutuskan berhenti menjadi guru honorer dan bekerja di rumah sakit sebagai programer ngikut ke adik yang sudah lebih dulu bekerja di sana. pada tahun 2013, saya alih profesi lagi, menjadi manager untuk restoran mie ayam. Berhenti kerja sebagai manager di resto pada tahun 2015. Kemudian pernah bekerja di hotel Olympic Jakarta sebentar, trus balik lagi ke Bandung dan bekerja pada salah satu perusahaan sebagai akunting sampai sekarang.

Mencari Kebenaran dari Perbedaan
Saya lahir di tengah masyarakat Nahdiyin. pelajaran agama yang saya terima sejak kecil dari guru ngaji adalah bermazhab Syafi'iyah. Keluarga saya sendiri termasuk awam terahadap agama. Rata-rata pendidikannya rendah. Kakek-nenek, ayah dan ibu hanya selesai pendidikan SD. Padahal kakek buyut saya merupakan kyai.

Ki Amar, kakek saya dari ibu bahkan tidak dapat membaca tulis al Qur'an. Tetapi dia seorang ahli filsafat dan  kebatinan. dan saya banyak belajar dari beliau.

walaupun awam terhadap agama, tapi keluarga kami orang yang patuh pada agama. menjalankan perintah agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh ustadz-ustadzah setempat. kami menjalankan syariat islam seperti shalat dan puasa di bulan ramadhan. demikian pula saya menjalankan ritual-ritual keagamaan dengan penuh khidmat.

selain shalat dan puasa, kami juga melaksanakan ibadah Qurban, menghadiri undangan tahlilan, marhaba, maulid nabi dan amalan-amalan lainnya yang biasa diamalkan oleh kaum Nahdiyin. Praktik kegamaan di masyarakat bersifat homogen. Tetapi, ketika saya meningjak usia 16 tahun, keadaan mulai berubah dengan banyaknya aliran-aliran baru yang muncul, ada Persis, Muhammadiyah, Ahmadiyah, Syiah, Salafi, Darul Argam, Islam Jamaah, NII dan lain sebagainya. Amalan-amalan yang dulu biasa diamalkan tanpa ada yang mencela, kini banyak dipersalahkan. Kondisi ini membingungkan dan membuat saya berpikir keras untuk mencari tahu kebenaran dari perbedaan Karena itu, akhirnya saya belajar ke sana ke mari, ingin tahu apa yang diajarkan oleh semua mazhab itu.

Tuntutan Untuk Bicara Logis
Tidak disangka, pada tahun 1995, saya mengalami suatu peristiwa luar biasa bagi saya. saya mengalami mati suri ketika saya mengikuti kegiatan kemah Pramuka di Bandung Kidul. Dalam pengalaman itu, ruh saya pergi ke dunia lain dan melihat banyak hal yang menakjubkan dan juga menjawab segala pertanyaan yang selama ini saya pikirkan. kebenaran yang selama ini saya cari, telah saya lihat. di samping kebahagiaan karena telah menemukan apa yang selama ini dicari, juga ada kesedihan dan keprihatinan, karena mengetahui banyaknya manusia yang jatuh ke dalam penderitaan yang dalam akibat kesalahan di dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya.

ketika ruh saya kembali ke dalam jasad, saya menuliskan sebagian kecil yang saya alami kepada pembina Pramuka. Pembina tersebut terpana dan menggeleng-geleng kepala karena takjub dengan cerita yang saya sampaikan.

Tapi apa yang saya ceritakan pada pembina Pramuka hanyalah sebagian kecil dari pengalaman saya. sebagian besar, sulit bagi saya untuk menjelaskannya. sewaktu saya mencoba menjelaskan bagian lainnya itu, kang Mansyur, ketua Pramuka kwartir ranting Cibiru berkata, "kalo ngomong itu harus logis!"

saya bertanya pada kang Mansyur, "apa itu logis?"

kang Mansyur menjelaskan sedikit gambaran mengenai logika. bagi saya itu menarik. itulah awal mula saya tertarik untuk mencari tahu tentang arti "logis" dan akhirnya memutuskan untuk mempelajari ilmu logika sebagai disiplin ilmu yang mengajarkan kepada saya tentang cara berpikir logis.

pengalaman mati suri ini menjadi sebab saya sangat ingin mempelajari ilmu logika. kenapa ? karena disamping ada yang mengagumi kisah-kisah saya sepanjang mati suri, ada juga yang menuduh saya telah gila dan tuduhan-tuduhan lainnya yang lebih menakjubkan akal saya. Mereka menuntut saya untuk berbicara dengan akal sehat, secara masuk akal atau logis.

Mencari Guru Ilmu Logika
Setelah mengetahui bahwa ilmu yang berfungsi sebagai alat berpikir itu disebut ilmu logika atau ilmu mantiq, maka saya mencoba mencari buku tentang ilmu logika di perpustakaan daerah Jawa Barat. saya mempelajarinya halaman per halaman. tapi, sulit sekali untuk bisa saya mengerti. tidak ada guru yang bisa saya tanya. akhirnya saya memutuskan untuk menghafallnya, walaupun tidak mengerti. tapi saya bertekad untuk terus menghafal, agar bila brejumpa dengan ahli ilmu logika, maka saya dapat mengajukan banyak pertanyaan padanya.

semangat saya untuk belajar ilmu logika sangat kuat. karena itu, saya tidak tinggal diam, melainkan berkeliling ke berbagai tempat, mencari orang yang bersedia mengajarkan ilmu logika (mantiq).  sulit sekali bertemu guru bidang ilmu ini. ada yang ahli, tapi dia meminta bayaran tinggi, saya gak sanggup. ada juga yang tidak meminta bayaran sedikitpun, tempatnya di Cisoang Bandung, tapi saya sulit menjangkau tempatnya. situasainya sangat sulit. kemauan  besar, tapi tak ada biaya. Akhirnya, ada pesantren di Tanjungsari yang bersedia menerima saya sebagai santri di mana saya bisa belajar ilmu mantiq dengan syarat saya harus mau bekerja membantu kyai sebagai ganti biaya yang harus saya bayarkan. sayapun bersedia.

kehidupan sehari-hari yang saya jalani di pesantren adalah kisah-kisah yang indah. Tetapi, setelah berbulan-bulan saya belum juga mendapatkan apa yang saya harapkan. ustadz-ustadzah di pondok pesantren itu tidak juga mengajarkan ilmu mantiq kepada saya. mereka mensyaratkan saya harus khatam dulu kitab-kitab kuning yang berisi pelajaran nahwu sharaf. juga kitab-kitab kuning lainnya seperti tanqih, 'uqudulujein., safinah dan lain-lain. sayapun mempelajari semua itu hingga mendapat juara umum di pesantren. tetapi saya tidak sabar dan akhirnya tidak percaya bahwa untuk mempelajari ilmu mantiq harus khatam dulu semua kitab itu. Akhirnya dengan berat hati, saya meninggalkan pesantren dan meneruskan belajar ilmu logika secara otodidak.

Pada tahun 2003, saya berjumpa dengan ust. Yusuf Annas. beliau seorang ahli ilmu mantiq. ini adalh kesempatan saya untuk belajar. dari beliau saya tidak lagi mempelajari teori-teori dasar ilmu logika, karena semua teori dasar itu sudah saya hafal di luar kepala. dari Ust. Yusuf, saya belajar bagaimana menerapkan ilmu logika pada bidang Filsafat.

Berbagi  Ilmu Logika
Pada awalanya, saya tidak berminat untuk mengajarkan ilmu logika pada orang lain. cukuplah itu untuk kepentingan diri saya sendiri. Tetapi pada tahun 2011,  mengalami peristiwa luar biasa kembali. saya mengalami serangan jantung berat. Pada waktu itu seolah saya mengalami "mati sejenak" lalu hidup kembali. dalam pengalaman "mati sejenak" itu saya diperlihatkan pada banyak visi. saya merasa bahwa apa yang saya lihat itu harus saya sampaikan pada oang-orang yang saya cintai. itu penting dan sebenanya sangat mendesak.  Tetapi hal yang menyedihkan,  karena saya tidak tahu bagaimana cara menceritakannya. mereka tidak sanggup untuk mengerti hal-hal yang saya katakan, sehingga tidak terlihat rasa ketertarikannya. dibutuhkan keterampilan logika untuk mengerti semua itu. masalahnya, anak dan istri sayapun bukan ahli di bidang ini. tentu saja, apalagi anak-anak saya waktu itu masih kecil. bagaimana mereka akan dapat mengerti persoalan-persoalan pelik?

akhirnya saya memtuskan untuk mengajarkan ilmu logika kepada orang lain. saya menyelenggarakan kursus-kursus ilmu logika, juga aktif menyebar luaskan ilmu logika di berbagai forum diskusi. saya berpikir, masyarakat juga merupakan bagian dari keluarga saya. jika masayarakat saya menderita, maka sayapun akan menderita. jika saat ini, saya belum dpat mengajar anak-anak saya karena terlalu kecil, tidak mustahil kelak anak-anak saya belajar pada seseorang yang belajar pada saya. jika sekarang kerabat saya tidak tertarik untuk mempelajari apa yang ingin saya ajarkan, siapa tau bila banyak orang lain yang mau belajar, kerabat saya juga mau belajar. Qu anfusikum wa ahlikum naaraa. la haula walaa quwata illa billah. kita tidak dapat hidup untuk mencari keselamatan diri sendiri saja, tetapi juga harus memelihara diri sendiri dan keluarga dari api neraka. tetapi kita tidak memiliki sedikitpun kekuatan, kecuali Allah yang memberikan. saya sangat ingin berbagi rahasia-rahasia saya. tetapi jika dalam kehidupan ini  saya tidak sanggup untuk berbagi rahasia, saya berharap ilmu logika  yang saya ajarkan dapat menjadi alat untuk menemukan rahasia-rahasia yang ada di dalam diri mereka sendiri.

saya tidak merasa paling tahu, juga tidak merasa paling benar. saya hanya ingin berbagi kebahagiaan dan mewariskan apa yang saya ketahui pada orang-orang yang saya cintai sebelum saya pergi meningglkan dunia ini. saya akan senang bila orang-orang mau menerima apa yang saya bagikan. dan saya tidak akan bersedih bila orang lain menolaknya. karena saya beriman bahwa Allah itu Maha Pemberi Petunjuk. jika Allah hendak menganugrahkan pengetahuan pada seseorang, maka tanpa perlu diajarkan oleh saya atau siapapun maka dia akan mengetahuinya, sebagaimana Allah telah mengkaruniai saya dengan suatu pengetahuan yang tidak diajarkan oleh orang lain. Allah berkuasa untuk memberi petunjuk pada siapapun yang dikehendaki Nya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
3436 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2012, 07:27:10 AM
oleh ratna
38 Jawaban
5951 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2013, 06:44:17 PM
oleh Kang Asep
14 Jawaban
2851 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2015, 10:28:21 PM
oleh Monox D. I-Fly
6 Jawaban
1913 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2014, 09:22:30 AM
oleh kang radi
5 Jawaban
1029 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2015, 11:49:23 AM
oleh Agate
0 Jawaban
550 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 04:13:20 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
850 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2016, 02:16:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
633 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2015, 07:29:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
402 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 11:06:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
196 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2017, 07:46:07 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan