Penulis Topik: Al Wilayah  (Dibaca 673 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Al Wilayah
« pada: Pebruari 09, 2014, 03:37:45 AM »
Pengantar

Kadang-kadang orang bermimpi hingga tiba-tiba terbangun dan menganggap mimpi itulah yang membangunkannya. Contohnya sebagaimana yang dialami Rani Putri[1]. Kalau menurut saya, bila Anda bermimpi hingga terbangun seperti itu, apalagi bila terjadi selama 3 malam berturut-turut, ada kemungkinan bahwa ada sosok makhluk astral yang mencoba membangunkan Anda dengan berbisik di telinga Anda[2]. Mimpi tersebut berasal dari bisikan astral. Seharusnya Anda bangun, bukan malah bermimpi. Tapi Anda tidur terlalu nyenyak, sehingga bisikan-bisikan itu menjadi mimpi di dalam tidur Anda. Apalagi bila mimpi Anda tersebut terjadi antara pukul 1 hingga pukul 3 pagi, maka itu lebih memungkinkan lagi bahwa memang ada yang membangunkan Anda. Ia ingin menyampaikan suatu pesan kepada Anda. Masalahnya mungkin Anda tidak cukup mengerti, tidak dapat mendengar bisikan tersebut dan apalagi melihat wujud pihak yang berbisik pada Anda. Lalu Anda mengabaikan dan melupakannya begitu saja.

Sebenarnya Anda bisa belajar mendengarkan bisikan tersebut. Caranya, ketika Anda terbangun seperti itu, maka cobalah untuk mengamati pikiran sendiri. Apa yang ia pikirkan ? cobalah untuk tidak berusaha untuk memikirkan sesuatu, kecuali apa yang Anda ingat dan Anda pikirkan secara tidak sengaja. Biarkan pikiran Anda bekerja secara alami, tanpa dorongan kehendak sendiri. Bila Anda dapat memahami dengan jelas, ingatan atau pikiran apakah gerangan yang selalu terulang-ulang dalam ingatan Anda ketika bangun tidur tersebut, maka sebenarnya ingatan atau pikiran itu adalah “pesan dari makhluk astral”. 

Sebagaimana hal yang saya alami dalam 3 malam terakhir ini. Saya selalu berimpi setiap malam secara berturut-turut, hingga saya terbangun. Mimpi dua malam yang terakhir itu saya lupa. Tapi malam ini saya bermimpi bahwa saya berjalan bersama banyak orang, termasuk istri menuruni sebuah gunung, hingga sampailah di sebuah pantai. Dari sana, saya pulang bersama istri mengendarai motor kami. Sesampainya di rumah, kami menaruh motor di halaman rumah, sebagaimana biasanya. Lalu kami beristirahat tidur. Ketika pagi hari terbangun, kami tidak mendapati motor kami di tempatnya. Sayapun berteriak pada istri, bahwa motor kami telah raib. Dan kami mencoba mencarinya ke mana-mana. Dan kami mencurigai para pemuda yang biasa nongkrong di depan halaman kami.

Tiba-tiba saya terbangun. Perut saya mules, ingin buang air besar. Tapi sejenak sebelum saya berdiri untuk menuju WC, pikiran saya berkata, “Al Baqarah ayat 107, Al Baqarah ayat 207”. Karena perut mules, sayapun bergegas ke WC. Tapi pikiran tersebut tidak mau hilang, terus saja mengulang-ngulan seperti orang sedang menghafal, “Al Baqarah ayat 107, Al Baqarah ayat 207”. Tapi saya tidak tahu atau tidak ingat, apakah bunyi ayat tersebut atau tentang apa. Saya jadi penasaran.

Ketika BAB saya termenung, dan berpikir, “kemarin aku juga mengalami hal serupa. Mimpinya berbeda, tapi ketika bangun tidur, pikiranku langsung mengulang nama surah dan ayat tersebut. Demikian pula dengan malam sebelumnya lagi. Saya penasaran, akan segera saya lihat, apa bunyi ayat tersebut.”

Al Wilayah

Usai buang hajat, segera saya menuju Laptop saya, membuka surah Al Baqarah ayat 107. dan Subhanallah, saya tidak menduga bahwa ayatnya berbunyi :

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. (Q.S 2:107)

Mungkin Anda tidak mengetahui, apa yang menakjubkan pada ayat ini. Tapi saya melihat hal menakjubkan karena sebenarnya ayat tersebut berbicara tentang wilayah[3]. Bacalah teks Quran dalam bahasa Arabnya Memang belakangan ini, saya sedang hangat-hangatnya berdiskusi tentang “al Wilayah” dengan Mushab bin Umair di myquran.org, tapi dalam berargumen, saya tidak pernah menggunakan surah al Baqarah ayat 107 tersebut. Dan kepada Mushab, ayat yang saya sampaikan sebagai dalil al Wilayah adalah surah al Baqarah ayat 257. Saya hafal ayat ini, sering membacanya, tapi tidak ingat dengan nama surah dan ayatnya. Baru malam ini saya memeriksa, ternyata ayat yang saya sampaikan ke Mushab tersebut adalah surah 2:257. sehingga munculnya ingatan yang berulang-ulang tntang surah 2:107 merupakan hal yang mengherankan bagi saya. Mungkin saja Habib Abu Bakar atau Abu Zahra pernah mengupas ayat tersebut[4]. Tapi saya tidak ingat hal itu. Keduanya memang sering membacakan ayat-ayat wilayah, dan saya hanya mengingat makna bunyi ayatnya, dan tidak pernah mengingat-ngingat nomor surah dan ayat. Lagi pula, banyak ayat yang dibacakan oleh para ustadz, kenapa ketika bangun tidur dalam tiga malam terkahir ini secara langsung terulang-ulang dalam pikiran saya ingatan “Al Baqarah ayat 107, al Baqarah ayat 207”, mengapa tidak terpikir ayat-ayat lainnya ?. Sementara saya benar-benar tidak ingat, dan tidak tahu kalau ternyata itu adalah ayat-ayat wilayah. Mungkin tidak ada yang bisa memahami seperti apa keheranan, terutama apabila orang itu tidak mengalami hal sebagaimana yang saya alami.

Adapun di dalam surah al Baqarah ayat 207, saya merasa lebih takjub lagi, hingga membuat saya serasa merinding. Ayat tersebut berbunyi :

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Q.S 2:207)

Saya belum mengetahui tafsir ayat tersebut menurut para mufasir. Tapi setelah membaca ayat ini, seolah-olah saya disokong untuk terus berjuang untuk mencari keridhaan Allah, walaupun harus mengorbankan diri. Apa hubungannya hal ini dengan ayat Wilayah pada al Baqarah 107. inilah yang membuat saya merinding. Karena konsep ajaran al Wilayah ini hanya kita temukan pada mazhab syiah. Tetapi, menurut Abu Zahra, kalau dalil sesuatu itu kuat berdasarkan al Quran dan Hadits yang saheh, maka sesuatu itu bukan dari syiah, tapi dari Islam. “Syiah itu,” kata beliau, “Sudah jelas kata pak Atian Ali juga sesat.” Walaupun begitu, saya tidak bisa untuk tidak mengatakan bahwa konsep ajaran al Wilayah hanya ada pada mazhab syiah, dan tidak ada pada mazhab sunni.

Dari syiah atau dari manapun, jika sesuatu itu benar, tentu harus saya akui benar. Mustahil bagi saya untuk mengatakan bahwa sesuatu itu “salah” atau “sesat” hanya karena sesuatu itu dikatakan oleh orang yang tidak kita sukai atau karena orang yang menyampaikan kebenaran itu dari mazhab yang kita tidak sukai[5]. Dengan berbagai cara saya mencoba mematahkan dalil al Wilayah, tapi saya gagal. Karena dalil wilayah itu sangat kokoh dan tidak terbantahkan. Lalu saya mencoba menyampaikan kebenaran yang kokoh ini kepada banyak orang dengan suatu semboyan, “Inilah ajaran. Silahkan Anda temukan, di mana letek kelemahannya. Jika tidak Anda temukan, berarti ajaran ini benar, dan Anda harus mengakui dan mengikutinya. Jika tidak, berarti Anda termasuk kaum yang mengingkari kebenaran”  atau  “kaum yang tidak berakal.” Tetapi, sebagaimana yang terjadi dalam debat panas antara saya dengan Mushab bin Umair, saya banyak ditentang oleh mereka yang tidak setuju dengan al Wilayah. Tapi tidak satupun yang bisa mematahkan argumentasi al Wilayah ini. 

Coba simak contohnya, ada yang mengatakan bahwa al Wilayah itu tidak ada dalam Islam. Lalu saya katakan bahwa yang dimaksud berwilayah itu berarti berlindung kepada Allah swt, sebagaimana bunyi surah 2:257, bahwa Allah adalah pelindung orang yang beriman. Kalimat logikanya adalah, “jika memang wilayah adalah perlindungan Allah, dan berwilayah adalah berlindung kepada Allah, berarti ajaran wilayah itu ada dalam Islam.” Tapi mengapa mereka masih saja mengingkarinya ? Gila! Coba Anda gunakan akal Anda dan katakan kepada saya, di mana letak kesalahannya jika saya berkata, “Berlindunglah kepada Allah!” apakah perkataan saya ini merupakan perkataan yang sesat ? pastilah bila Anda seorang muslim, maka Anda tidak akan bisa mengatakan bahwa itu hal yang salah atau sesat. Tapi bagaimana bila saya berkata, “Berwilayahlah kepada Allah!” Bila Anda seorang yang membenci syiah dan ajarannya, niscaya Anda mendadak dungu dan mengatakan bahwa perkataan saya itu sesat dan menyesatkan. Anda bisa menyalahkan saya, tapi Anda tidak bisa membuktikan kesalahannya dengan argumentasi-argumentasi logis.

Walaupun banyak orang yang saya sayangi, saya tidak bisa membagi-bagikan uang saya kepada banyak orang. Karena dua alasan. Pertama, saya harus memenuhi kewajiban pokok di dalam rumah tangga saya sendiri. Kedua, karena membagi-bagikan harta saya kepada banyak orang bukanlah tindakan yang bijaksana. Tetapi membagi-bagikan ilmu merupakan kewajiban saya. Menyampaikan kebenaran merupakan perintah Tuhan. Dan saya merasa bahwa saya akan dimurkai olehNya, bila saya tidak menyampaikan kebenaran atau bahkan malah menutup-nutupi kebenaran itu[6]. Oleh karena itu, walaupun mendapat banyak tentang orang, saya terus berjuang untuk menyampaikan kebenaran yang saya fahami. Saya telah merasakan pahit getirnya perjuangan ini, tapi semua saya jalani dengan sabar dan ikhlas karena berharap mendapatkan ampunan dan ridha Allah semata.  sehingga saya sungguh merasa takjub dan merinding ketika membaca bunyi ayat “dan ada yang mengorbankan diriNya, karena mencari keridhaan Allah.” Saya tidak tahu, apakah saya termasuk kepada golongan orang di ridhoi Allah atau bukan. Yang jelas, seperti Anda, tentu saya berharap termasuk kepada kelompok orang yang di Ridhoi Allah, dan saya berharap “Semoga Allah meridhoi saya”. Tapi dengan membaca ayat tadi, seolah-olah ada yang mengobarkan semangat dan berkata kepada saya, “Kamu benar dengan dengan apa yang telah kamu lakukan selama ini. Lanjutkan!”

Menurut saya, pokok dan intisari ajaran Islam adalah ajaran tentang al Wilayah ini.   
 1. Lihat : muter
 2. Lihat salah satu kasusnya dalam : siapakah yang membangunkanku
 3. Lihat dalam artikel beriman kepada wilayah amirul mukminin & Berwilayah Kepada Ali bin Abi Thalib, Menyimak Dalil Secara Bertahap
 4.  di forum media logika.org, Abu Zahra telah menjelaskan bab al Wilayah, tapi saya tidak ingat apakah beliau mengutipkan ayat 107 dan 207 atau tidak. Mari kita telaah bersama! Tapi setelah cek di dalam artikel beliau berjudul beriman kepada wilayah amirul mukminin, tidak ada kutipan surah 2:107 dan 207 ”
 5. Lihat: mengenali kebenaran
 6. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, (Q.S 2:159)
« Edit Terakhir: Pebruari 09, 2014, 03:54:23 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1555 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2012, 03:10:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
884 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 08:15:58 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
766 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 07, 2014, 06:54:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1862 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2014, 08:27:28 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1496 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2015, 06:50:51 AM
oleh ratna
0 Jawaban
1096 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2015, 04:07:09 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
695 Dilihat
Tulisan terakhir November 24, 2015, 11:29:01 AM
oleh Monox D. I-Fly
Wilayah

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

10 Jawaban
1757 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2017, 12:57:17 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
353 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 07:41:58 PM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
464 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2016, 01:09:40 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan