Penulis Topik: Zona Menyenangkan  (Dibaca 780 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Zona Menyenangkan
« pada: Maret 26, 2014, 04:03:08 AM »
Rasa suka seseorang pada sesuatu dan sikap melekati sesuatu itu, membuat orang itu lupa dengan kewajiban-kewajiban yang harus dia lakukan. Dia tidak akan peduli dengan benar salah, halal haram, baik buruk, karena baik dan benar di dalam pandangan batinnya adalah segala sesuatu yang dapat membuat dia dapat mempertahankan perasaan menyenangkan itu. Oleh karena itu, jika muncul perasaan menyenangkan di dalam batin Anda terhadap sesuatu, maka waspadalah. Sebab, jika Anda tidak waspada Anda bisa melekati perasaan atau objek yang menyenangkan itu tanpa Anda sadari, sehingga akhirnya kemelekatan itu menyebabkan Anda berbuat kesalahan. Sebagaimana Imam Ali Zainal Abidin berkata, “Tujuh sumber kesalahan manusia adalah cinta harta, cinta wanita, cinta pandangan, ...” inti dari cinta-cinta tersebut adalah “kemelekatan terhadap objek yang menyenangkan”.

Selama perasaan menyenangkan itu ada dan dapat dipertahankan oleh seseorang yang batinnya melakati perasaan menyenangkan itu, ia akan merasa dirinya berada di dalam zona menyenangkan, di mana dia merasa aman, nyaman, menyenangkan dan sedang dalam situasi bebas masalah. Dia tidak menyadari bahwa dia sedang menciptakan masalah.

Kondisi batin yang terasa aman, nyaman dan menyenangkan itu merupakan tujuan hidup manusia yang tidak mengetahui tujuan hidup yang lebih luhur dari itu. Sehingga ketika rasa aman, nyaman dan menyenangkan itu muncul di dalam dirinya ia merasa telah sampai pada tujuan hidupnya dan mempertahankan perasaan-perasaan itu, serta merasa tidak perlu melakukan sesuatu yang melewati batas ini. Maksudnya, dia tidak berupaya mencapai tujuan yang lebih tinggi dari tercapainya zona menyenangkan, karena tidak mengetahui tujuan yang lebih tingi dari itu. Tapi apakah ada manusia yang demikian ? tentu ada atau setiap manusia mempunyai potensi bodoh yang membuat dirinya berhenti pada zona menyenangkan.

Zona menyenangkan juga membuat sebagian orang-orang kaya dan berkuasa menjadi lupa diri. Selama harta benda mereka melimpah, kekuasaan dapat dipertahankan, hal-hal menyenangkan dapat mereka beli, mereka merasa berada di dalam zona aman dan menyenangkan tanpa masalah. Mereka hidup untuk meraih kesenangan-kesenangan itu. Sehingga mereka berhenti pada zona menyenangkan itu. Hidup bahagia menurut mereka adalah hidup bergelimang harta benda. Derajat mereka merasa terangkat, bila nama mereka terangkat, semakin terkenal. Dan hidup mulia berarti menjadi penguasa. Segala ideologi, termasuk agama mereka pergunakan untuk meraih zona menyenangkan ini.

Zona menyangkan tidak hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang bergelimang harta. Orang-orang miskin pun bisa merasakan zona menyenangkan itu dan melekatinya. Bila Anda menemukan seorang miskin yang hidupnya malas-malasan, maka sebenarnya dia itu melakati zona menyenangkan. Misalnya dia menganggap belajar dan bekerja keras sebagai hal yang tidak menyenangkan. Dan diam bermalas-malasan -tidak bekerja, tidak belajar - merupakan cara menyenangkan dirinya. Dengan cara seperti itu dia melekati zona menyenangkan, berbeda dengan orang kaya yang menemukan zona menyenangkan dengan membeli banyak hal yang menyenangkan. Tapi intinya sama, sama-sama melekati zona menyenangkan. Berarti sama buruknya. Oleh karena itu dalam hal ini, orang kaya tidak berarti lebih untung dari orang miskin. Dan orang miskin tidak berarti lebih untuk dari orang kaya. Hal ini tampak bertentangan dengan pandangan bahwa kelak di akhirat orang miskin akan lebih mudah hisabnya dari orang kaya, seolah-olah dari sisi spiritual, kemiskinan merupakan suatu bentuk keuntungan tersendiri. Mungkin saja pandangan ini benar dalam ruang lingkup tertentu, tapi dalam titik persamaan “melakati zona menyenangkan”, dari sudut pandangan ini, maka jelas miskin dan kaya sama saja.

Melekati zona menyenangkan membuat kabut kebodohan yang membuat akal pikiran seseorang menjadi tertutup dari melihat kebenaran. Seperti seorang lelaki yang tiba-tiba melihat bidadari cantik jelita di hadapannya, lalu lelaki itu sangat terpesona, di mana pesona itu telah membuat dia lupa segalanya. Dan dia mau melakukan apa saja, tak peduli halal haram, baik atau buruk, asal dia bisa mendapatkan si cantik jelita itu. Seperti itu pula kemelakatan seseorang pada zona menyanangkan, membuat ia lupa akan segala. Orang cerdaspun mendadak menjadi dungu ketika ia melekati zona menyenangkan. Daya berpikir rasionalnya menjadi pudar.

Dalam hidup sehari-hari, setiap orang dekat dengan zona menyenangkan itu, dan rawan terjebak di dalam kemelekatan terhadapnya. Agar tidak terjebak di dalam zona menyenangkan, maka “latihan mengingat” merupakan suatu motoda yang efektif yang dapat dilakukan. “latihan mengingat” ini adalah hubungannya dengan istilah dzikir, yang mempunyai arti juga “mengingat”. Tujuan dzikir itu sendiri agar orang tidak lupa, terutamanya gar tidak lupa diri.

Secara spesifik, latihan mengingat ini maksudnya adalah latihan mengingat-ingat kewajiban-kewajiban diri yang harus dilakukan, sehingga ingatan akan kewajiban-kewajiban tersebut merupakan landasan akan perbuatan, dan bukan lagi rasa menyenangkan yang menjadi landasan perbuatan. Hal ini relevan juga dengan teori Socrates tentang langkah pertama meraih kebijaksanaan, yaitu dengan “melaksanakan kewajiban umum”.

Perasaan menyenangkan yang muncul di dalam batin manusia memiliki manfaat. Ia muncul dengan suatu sebab dan tujuan. Oleh karena itu, munculnya perasaan menyenangkan itu sendiri bukanlah sesuatu yang salah. Yang salah adalah melekati perasaan menyenangkan itu, sehingga perasaan menyenangkan menjadi landasan atau tujuan bagi perbuatan. Jika perasaan menyenangkan tidak menjadi landasan suatu perbuatan, niscaya  seseorang tidak akan melakukan suatu perbuatan hanya karena sesuatu itu menyenangkan atau tidak menyenangkan, tapi karena ia mengerti dengan benar bahwa dia harus melakukan perbuatan tersebut untuk tujuan kesempurnaan batin, yaitu kemudahan batin untuk mencapai keheningan, pemikiran jernih, bebas spekulasi, objektif, sadar, terkendali penuh, dan tanpa terhalang oleh kabut kebodohan batin.

Zona menyenangkan melahirkan semangat luar biasa. Oleh karena itu, para pecinta kehidupan dunia seringkali terlihat memiliki semangat besar untuk bekerja atau meraih prestasi tertentu. Itu semua demi meraih zona menyangkan tadi. Sebenarnya semangat mereka merupakan penjelmaan dari keserakahan. Tapi ketika agama mengekang gairah mereka dengan mengingkatkan mereka akan kewajiban-kewajiban yang harus mereka lakukan atas perintah Tuhan dan tidak lagi menyandarkan perbuatan pada zona menyenangkan, maka bersama meredanya keserakahan, semangat dan gairah hiduppun meredup.

Hilangnya semangat dan gairah ini kemudian bisa ditafsirkan sebagai sesuatu yang salah. Karena hidup bersemangat dan bergairah dipandang sebagai hal yang bajik, sehingga kondisi sebaliknya dianggap sesuatu yang salah dan buruk. Tapi sebenarnya hilangnya semangat dan gairah tersebut merupakan hal baik karena semangat dan gairah tersebut tidak murni, merupakan manifestasi dari keserakahan, wujud dari cinta duniawi. Meredakan semangat dan gairah yang tak murni tersebut berarti menguras keserakahan. Dalam istilah tasawuf ini disebut tahalli, yaitu mengosongkan diri dari hal buruk. Selanjutnya semangat baru dan murni akan lahir, semangat yang bukan wujud dari keserakahan. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
2022 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2013, 07:30:14 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1528 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2015, 11:08:31 AM
oleh Monox D. I-Fly
6 Jawaban
3233 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2015, 11:45:37 AM
oleh Ziels
2 Jawaban
1879 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 09:09:38 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1577 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 12, 2015, 09:28:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
348 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2016, 12:18:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
93 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2016, 04:01:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
237 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 07:49:16 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan