Penulis Topik: Uzlah  (Dibaca 131 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 385
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Uzlah
« pada: Juni 05, 2017, 08:15:18 PM »
Daftar Isi
====================
1. Uzlah
1.1. Orang Yang Dilarang Uzlah
2. Tajrid
3. Infirad
4. Hijrah
5. Khalwat
====================

1. Uzlah
Edisi : 30 Mei 2017, 21:44:40

Uzlah yaitu mengasingkan diri dari masyarakat banyak, terutama masyarakat yang di dalamnya terdapat banyak maksiat dan kejahatan. Karena ahi tarekat menganggap masyrakat yang demikian itu mengganggu pikiran seseorang dari mengingat Tuhan. Dalam istilah sufi dikatakan dapat membimbangkan hati dari berdzikir kepada Allah.  Begitu juga karena mereka berkeyakinan, bahwa pergaulan dengan masyarakat yang demikian itu dapat menjatuhkan ke dalam kejahatan dan kebinasaan. (Prof. Dr. Abu Bakar Aceh, "Ilmu Tarekat", Hal. 136)

1.1. Orang Yang Dilarang Uzlah
Edisi : 02 Juni 2017, 00:41:37

tidak semua orang diperbolehkan uzlah. Orang yang memiliki peranan sangat penting dimasyarakat, jasanya sangat dibutuhkan seperti seorang guru sekolah, guru ngaji, dokter, kepala desa dan lain sebagainya, mereka ini tidak diperkenankan untuk melakukan uzlah. Karena pekerjaannya menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kutip : [1]
---------------
Dalam ilmu tareka dijelaskan bahwa tidak jarang bertemu orangyang akan melakukan uzlah itu seorang peimpin dalam suatu pengajaran dan ilmu pengetahuan agama, yang dibutuhkan masyarakat penrangannya, untuk membasmi bid`ah atau melakukan dakwah kebajikan dengan perbuatan atau perkataan, dsb. Orang seperti itu tidak diperkenankan uzlah dari manusia, tetapi dianjurkan bergaul ters untuk memberikan nasihat-nasihat yang perlu, yang dilaukan dengan pernuh kesabaran, dengan pandangan dan sikap yang lembah lembut, sambil meminta kepada Allah dapat bertahan dalam jihadnya.
===========


----------------
1. Prof. Dr. H. Abu Bakar Aceh, "Ilmu Tarekat", Hal. 136

2. Tajrid
Edisi : 30 Mei 2017, 22:03:55

Tajrid artinya menghilangkan dalam diri segala sifat-sifat dan sebab-sebab yang dapat mengikat seseorang kepada dunia, dan menghadapkan seluruh nasibnya dan tawakal kepada Tuhan semata-mata. (Prof. Dr. Abu Bakar Aceh, "Ilmu Tarekat", Hal. 136)

Dalam praktiknya tajrid itu seperti menahan diri dari sifat serakah terhadap makanan, bicara gosip, tidur berlebihan dan banyak bersendagurau. Dalam bertajrid, seseorang tidak harus memisahkan diri dari pergaulan atau mengasingkan diri. Dapat dikatakan bahwa tajrid ini suatu bentuk pengendalian diri secara sungguh-sungguh di dalam kehidupan sehari-hari.

3. Infirad
Edisi : 31 Mei 2017, 21:42:29

Infirad adalah memisahkan diri dari masyarakat, bukan saja secara batiniah, melainkan juga berikut secara jasmaniah. Tujuannya adalah agar tidak tertular oleh keburukan yang ada dalam masyarakat tertentu.

Tentu saja, tidak setiap masyarakat memiliki keburukan yang menjadi sebab seseorang menjadi perlu untuk infirad.  Apabila seseorang tidak khawatir akan terpengaruh buruk oleh orang lain atau bahkan mampu memberi pengaruh baik pada orang lain, maka dia tidak peru untuk berinfirad.

Misalnya, jika seseorang hidup di tengah masyarakat yang pergaulannya buruk, gemar mabuk-mabukan, berjudi, dan sebagainya, dan orang tersebut khawatir dirinya terpengaruh, maka memilih untuk tidak bergaul dengan masyarakat tersebut disebut dengan infirad. Tentu ini maksudnya "untuk sementara waktu", sampai dia siap untuk menghadapi masyarakat dan memberi pengaruh baik, setidaknya dapat memilih yang baik diantara masyarakat atau bahkan siap memberi pengaruh baik pada masyarakat.

Apa bedanya infirad dengan uzlah ? Kalau uzlah, tidak hanya memisahkan diri dari pergaulan, tetapi pergi menyendiri dan mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat tersebut.

4. Hijrah
Edisi : 31 Mei 2017, 22:07:17

Hijrah ialah pindah dari suatu kondisi yang buruk kepada kondisi yang baik.  Hijrah dapat pula diartikan meninggalkan suatu tempat, karena keburukan yang terdapat dalam tempat tersebut.

Ketika seseorang beruzlah, maka orang tersebut juga meninggalkan suatu tempat menuju tempat lain untuk mengasingkan diri. Lalu apa perbedaannya dengan hijrah ? Uzlah dilakukan bisa karena melihat adanya keburukan dalam kehidupan masyarakat, tapi bisa pula karena mengharapkan suatu keadaan yang lebih baik. Uzlah berarti pengasingan diri. Tetapi hijrah, tidak berarti pengasingan diri. Seperti ketika kaum muslimin hijrah dari Mekkah ke Madinah. Di Madinah mereka tetap hidup bermasyarakat. Sedangkan uzalah, berarti keluar dari kehidupan masyarakat tersebut.

Makna hijrah, tidak hanya meninggalkan sesuatu secara fisik, tetapi secara batiniah juga bisa disebut hijrah. Seperti seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong, tetapi dia kemudian berjihad dengan bersungguh-sungguh untuk melawan sifat bohong, dan dia berhijrah dari kebiasaan sifat bohong kepada sifat kejujuran. Di dalam praktiknya, agar orang dapat berpindah dari suatu kondisi buruk kepada kondisi baik, dari sifat buruk kepada sifat baik, dari tempat buruk kepda tempat baik, terkadang dibutuhkan suatu metoda tertentu. Diantara metoda itu diantaranya uzalah, tajrid dan infirad. Tajrid dan infirad tidak berarti harus meninggalkan tempat. Uzlah, meninggalkan tempat sementara. Tapi, bila semua itu tidak dapat membuat seseorang  hijrah dari keburukan kepada kebaikan, maka jalan terakhir dalam hijrah secara tempat, meninggalkan suatu masyarakat yang ada di tempat tertentu, karena keburukannya menuju kehidupan masyarakat lain yang baik, sehingga bersama pindahnya tempat, maka secara batiniah pun pindah dari kondisi buruk  kepada kondisi baik.

5. Khalwat
Edisi : 31 Mei 2017, 22:27:32

berbeda dengan uzlah, tajrid, infirad, hijrah, ketika seseorang tidak saja memisahkan diri dari pergulan masyarakat, tidak saja pindah dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengasingkan diri dari semua orang, dia menyendiri di tempat yang gelap dan sunyi, yang demikian itu disebut berkhalwat. Ketika menyendiri ini, hanya diisi dengan kegiatan dzikir.  Ini adalah suatu cara meruqiyah diri sendiri atau dalam bahasa orang Sunda, "ngaruwat diri sorangan", sebagai suatu cara radikal untuk melakukan perubahan diri dari keadaan buruk kepada suatu keadaan yang baik. Dalam kelompok tarekat, seseorang berkhalwat harus dengan bimbingan dan pengawasan seorang mursyid atau guru.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 
The following users thanked this post: arhtant64

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan