Penulis Topik: Sihir Ad Hominem  (Dibaca 321 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sihir Ad Hominem
« pada: April 24, 2017, 10:22:28 PM »

Mahasiswi yang Terkena Santet
1. Pindapata

1.1. Ulasan Kisah

1.1.1. Kebencian dan Hasutan

1.1.2. Argumentasi yang tak Mempan

1.1.3. Pertunjukan Supranatural

1.1.4. Berubahnya kebencian menjadi kekaguman

1.1.5. Buddha tidak menyetujui Pertunjukan Supranatural

1.2. Pengalaman Serupa

1.3. Kesimpulan

2. Mahasiswi yang Terkena Santet

2.1. Kronology

2.1.1. Dicintai Kepala Sekolah

2.1.2. Cinta Ditolak Dukun Bertindak

2.1.3. Jeritan memilukan di malam selasa dan jum'at

2.1.4. Bantuan 40 Murid Krachtology

2.2. Kesimpulan

2.2.1. Dahsyatnya Kekuatan Ad Hominem

2.2.2. Lemahnya Logika dalam Menolong orang yang terpengaruh Ad Hominem

2.2.3. Melawan Ad Hominem dengan Ad Hominem

« Edit Terakhir: April 24, 2017, 11:07:08 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sihir Ad Hominem
« Jawab #1 pada: April 24, 2017, 10:29:06 PM »
Sihir Ad Hominem
Sihir Ad Hominem[LINK]
Pada sisi ekstrem, kekuan ad hominem itu seperti Sihir. boleh saya katakan, sihir itu adalah ad hominem. tetapi ad hominem belum tentu sihir. dan orang yang terkena ad hominem itu tak jauh beda dengan orang yang terkena sihir.

lihat di medialogika.org, tulisan berjudul : Kekuatan Ad Hominem.

Kemudian, dalam kehidupan masyarakt, terutama dalam kehidupan politik, sudah menjadi rahasia umum, banyak orang yang mencoba menjatuhkan lawan politiknya dengan hasutan-hasutan agar masyarakat membenci pihak lawan politik. ketika rasa kebencian itu mempengaruhi seseorang, maka daya timbang akal menjadi lemah. orang-orang seakan kehilangan rasionalitasnya menjelang pemilu. mereka menjadi setengah gila kalau tidak boleh diebut gila. sangat mirip orang terkena sihir. itu semua adalah akibat dari kekuatan ad hominem yang mengabaikan logika.

Pindapata[LINK]
Lihat kisah berjudul : Pindapata

Ulasan Kisah

Kebencian dan Hasutan

pada waktu itu, masyarakat dihasut untuk membenci Buddha Gautama beserta pengikutnya. karena itu, masyarakat sering mengolok-olok para Bikkhu yang lewat dan enggan memberinya sedekah. lebih dari itu, mereka menghina dan melakukan caci maki. para Bikkhu berusaha untuk terus bersabar menghadapi semua itu..

Argumentasi yang tak Mempan

Semua kebencian dan hasutan masyarakat, tentu dijawab dengan argumentasi-argumentasi yang benar oleh para Bikkhu, sesuai dengan ajaran Buddha. Tetapi semua argumen tersebut tidaklah mempan. kebencian dan hasutan mereka malah semakin menjadi jadi.

Pertunjukan Supranatural

Tetapi pada saat cari maki warga ditujukan pada Guru Gotama, seorang Bikkhu bernama Prayaputtra tidak dapat bersabar lagi. dan kemudian menunjukan kemampuan supranaturalnya kepada warga di situ dengan cara terbang ke angkasa (levitasi).

Berubahnya kebencian menjadi kekaguman

Warga yang tadinya membenci, menghasut dan mengolok-olok, menjadi sangat kagum dan terpesona dengan kemampuan Bikkhu berlevitasi. dan mereka memohon agar Bikkhu Prayaputtra memaafkan dan menerima mereka sebagai murid. Mereka pun mengikuti Bikkhu ke kediaman Buddha sambil mengelu-elukan nama Prayaputrra.

Buddha tidak menyetujui Pertunjukan Supranatural

Dari masa yang tadinya membenci, jadi mengagumi, serta bersedia menjadi pengikut Buddha karena melihat perunjukan supranatural dari murid Buddha, Prayaputra. tetapi ketika Buddha mengetahui hal itu, Buddha sama sekali tidak menyetujui tindakan Prayaputtra. Bahkan Buddha mengancam, jika Prayaputra melakukan hal itu sekali lagi, maka Buddha tidak akan mengakuinya lagi sebagai sahabat. alasan Buddha tidak menyetujuinya, karena pertunjukan Supranatural itu hanya mengalihkan pikiran masyrakat dari satu persoalan duniawi ke persoalan duniawi lainnya. karena terobsesi oleh kekuatan supranatural tersebut, akhirnya masyrakat tadi bukannya mencari kebenaran sejati, tapi malah mengejar-ngejar kesaktian.

Prayaputra menangis, bersimpuh, memohon maaf dan berjanji bahwa dia tidak kan lagi mengulangi, menunjukan kemampuan supranaturalnya pada orang awam.

Pengalaman Serupa

saya dapat memahami alasan Buddha tidak menyetujui tindakan Prayaputra, karena sebagai praktisi mistik, sayapun pernah mengalami hal serupa, yakni kondisi di mana masyarakat sekitar membenci saya karena suatu hasutan tertentu. setelah saya menunjukan suatu kemampuan supranatural tertentu, keadaan berubah drastis, pesis seperti dalam kisah Pindapata tersebut. Kemudian diantara mereka mengejar-ngejar saya karena terobsesi oleh ilmu supranatural, ingin menguasainya. setelah diajarkan padanya, akhirnya dia menyalahgunakan ilmu tersebut. ketika saya mencoba mencegahnya, dia kembali membenci dan memsuhi saya. sekarang, dia menjadi musuh yang lebih berbahaya karena telah menguasai ilmu supranatural tertentu.

Kesimpulan

Dari kisah Pindapata dan dari pengalaman serupa yang saya alami, maka saya mengambil kesimpulan bahwa menunjukan kemampuan supranatural pada orang awam adalah hal yang tidak berguna. seandainya , sekali lagi saya tegaskan, ini seandainya saya mampu berlevitasi atau berjalan di atas air tanpa alat apapun, hal itu hanya akan membuat orang-orang kagum lalu terobsesi oleh kemampuan supranatural tersebut. mereka akan mendesak saya dengan penuh nafsu serakah untuk mengajarkan ilmu yang inginkannya. setelah menguasai ilmu tersebut, dia tetap jauh dari kebenaran dan malah semakin terseret ke arah kejahatan. pertunjukan mistik tak ubahnya seperti ad hominem, yang mengelabui pikiran mansusia, sehingga seolah-olah seseorang mengerti kebenaran, padahal tidak. karena saya menyimpulkan seperti ini, maka akhirnya saya berucap bahwa saya tidak akan mengajarkan ilmu-ilmu mistik, kecuali pada mereka yang mau belajar ilmu logika, agar mereka tidak menyimpang di dalam jalan pikirannya.

Mahasiswi yang terkena santet

Ini kisah tentang seorang Mahasiswi yang terkena santet. keadaannya sangat memprihatinkan. sehingga sahabatnya berinisiatif untuk membawanya menemui saya dengan harapan saya dapat membantunya. Sebenarnya saya merasa tidak sanggup, karena kekuatan santet tersebut sangat besar. Tetapi guru saya berkenan membantu, maka saya mencoba untuk membantu gadis tersebut.

Kronology

Kisah tentang Mahasiswi yang terkena santet ini akan saya ceritakan. ini adalah kisah yang diceritakan oleh sahabat Mahasiswi itu kepada saya. tentu saja, kisah nyata tersebut harus saya gubah ke dalam cerpen yang nama-nama tokoh dan tempatnya adalah fiktif. karena itu, apabila ada kesamaan nama dan tempat, saya mohon maaf, itu hanya kebetualn saja.

Dicintai Kepala Sekolah

Sebut saja namanay Lestari masih duduk di bangku kelas II SMA. Dia memang gadis yang cantik. wajar saja jika para lelaki, tua muda suka padanya. tapi kebanyakan sebatas suka saja, dan tentunya para pria tua, apalagi yang sudah beristri, tentu menahan diri untuk bertingkah, karena masih memiliki rasa malu dalam moral.

sayangnya, kecantikan yang luar biasa itu membuat Pak Bidu tidak dapat menahan diri. dia adala kepala sekolah di mana Lestari bersekolah. Padahal pak Bidu sudah memiliki anak dan istri, tapi terus saja merayu dngan berbagai cara, agar Lestrai mau menjadi kekasihnya. tentu saja Lestari tidak mau, selain karena dia sudah punya pacar, pak Bidu sudah tua dan punya istri. bahkan anaknya seusia dengan Lestrai.

pak Bidu sering mencoba memberikan sesuatu pada Lestari, seperti HP, baju seragam dan lain sebagainya. Jika Lestari menolak, pak Bidu akan marah. lalu mencari-cari cara untuk menghukum Lestari. atau, dia mengadakan kegiatan-kegiatan lomba yang dipastikan Lestrai yang menjadi pemenangnya. dan dengan cara itu, pak Bidu bisa memberikan barang-barang yang ingin dia berikan pada Lestari dan Lestari tidak dapat menolaknya.

pak Bidu bukan hanya kepala sekolah, tapi juga keras kepala. walaupun selalu ditolak oleh Lestari, tapi dia terus berusaha. hingga akhirnya Lestari hendak mengikuti ujian akhir sekolah, Lestari diancam dan ditakut-takuti, jika dia tidak mau dengan pak Bidu, Lestari akan dikasih nilai jelek dan tidak akan lulus. hal itu membuat Lestari sangat tertekan. di sisi lain, dia tidak berani terbuka pada kedua orang tuanya. karena kedua orang tuanya, bukan tipe orang tua moderat yang terbuka komunikasi dengan anak, dan masih banyak masalah-masalah lain yang membuat Lesatari tidak berani bicara.

walapun dalam kedaan tertekan, Lestari tetap menolak cintanya pak Bidu. Hingga pak Bidu sangat berani datang langsung ke orang tua Lestari dan melamar, berterus terang ingin menjadikan Lestari istri yang kedua. tentu saja, Lestari dan orang tuanya menolaknya.

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

"Cinta ditolak, dukun bertindak", itu ungkapan yang sudah terkenal. dan bukan hanya ungkapan, sebagian orang benar-benar melakukan hal itu. bahkan pak Bidu berterus terang hendak menyantet keluarga tersebut, apabila tetap menolak lamarannya. mualnya, keluarga itu hanya menganggapnya omong kosong dan tak percaya dengan hal-hal yang berbau mistik. tapi, sekitar dua minggu kemudian setelah ancaman tersebut, kejadian aneh mulai terjadi. Benda-benda di kamar Lestari sering bergerak sendiri, dan Lestari sering menjerit ketakutan.

keluaga tersebut berusha mendatangkan ahli ilmu batin untuk mengatasi hal itu, tapi bukannya sembuh, Lestari malah semakin menjadi-jadi. setiap malam Lestari melihat penampakan mengerikan di kamarnya. dia mencoba pindah kamar, atau bahkan pindah ke rumah neneknya, tetapi tetap saja makhluk mengerikan itu mengikutinya. hingga akrhinya, datanglah seorang ustadz, yang mampu mengusir pengaruh santet tadi.

Jeritan memilukan di malam selasa dan jum'at

Lestari sembuh dari pengaruh santet. lalu dia melanjutkan kuliah ke UIN SGD Bandung. dia menjalani hari-harinya dengan bahagia. tetapi setahun saja hal itu dirasakannya. tak disangka, kemudian, santet itu datang kembali. kali ini terjadi hanya pada malam selasa dan malam jum'at.

tiba-tiba saja, Nuri sahabatnya Lestari , menemukan Lestari di kamar Kost nya sedang menjerit-jeris histeris dalam keadaan berbaring, sambil menghadap ke atas langit-langit. Nuri panik dan kemudian memanggil teman-temannya. dipanggil pula ahli hikmah, untuk mengatasi hal itu, tapi Lestrai tak berhenti menjerit dengan jeritan yang memillukan, hingga pukul 3 pagi.

Pernah sekali warga inisiatif memawanya ke UGD. di sana dia diberi obat penenang. tentu, dengan obat penenang itu, Lestari dapat menjadi tenang. tapi itu tidak pernah menyelsaikan masalah,karena teror santet itu terulagn kembali di malam selasa dan jum'at.

Berbagai cara telah dilakukan. hingga Lestari pulang ke Banten, untuk diobati oleh ustad yang dulu mengobati dia. tapi rupanya, kali ini kekuatan santetnya lebih besar. hingga pak ustadz muntah darah dan meninggal.

entah dari mana informasinya, Nuri berkata bahwa ada seorang temannya yang mengetahui bahwa pak Bidu telah minta tolong Ki Gendeng Pamungkas, paranormal terkenal itu untuk menyantet Lestrari. entah benar atau tidak, saya tidak mengetahuinya dan tidak dapat membuktikannya.

kasihan melihat kondisi sahabatnya, yang sakit tapi memaksakan untuk terus kuliah karena smangatnya dalam menuntut ilmu, akhirnya Nuri mendatangi saya serta menceritakan keadaan sahabatnya itu. ketika saya memeriksa kondisi Lesari, saya terkejut karena menemukan kekuatan mistik yang besar yang mempengaruhi Lestari, sehingga Lestari selalu merasa melihat makhluk-makhluk aneh dan kejadian-kejadian aneh. sejatinya, semua itu tidak benar-benar terjadi, hanya ada di alam imajinasi Lestari. tetapi, bagaimana Lestari bisa berimajinasi sehebat itu, itulah kekuatan mistik yang mempengaruhinya.

Dengan kekuatan mistik sebesar itu, saya menyatakan tidak sanggp untuk membantu. tapi kemudian, Nuri mendatangi guru saya, Kang Irman untuk meminta bantuannya. beliau bersedia membantu.

Bantuan 40 Murid Krachtology

Kang Irman sendiri mengatakan bahwa kekuatan santet yang mempengaruhi Lestari sangatlah kuat. dia merasa berat untuk menghadapi sendiri. dan akhirnya, beliau menyuruh saya mengumpulkan 40 orang murid yang telah terlatih dalam hal tenaga dalam. sayapun segera mengmpulkannya.

Lestari kami minta tidur terlentang di tengah-tengah aula. dan empat puluh orang murid saya dibagi empat penjuru, masing-masing 10 orang di timur laut, tenggara, barat daya dan barat laut. mereke duduk berdert. orang pertama berhadap langsung dengan Lestari. adapun orang kedua, dduk di belakang orang pertama tadi. demikian sterusnya. sementara saya hanya mengawasi saja.

masing-masing orang diminta untuk mengerahkan energi tenaga dalamnya. ketika energi telah memancar, menyatu membentuk sperti pusaran angin, kang Irman mengarahkannya ke arah Lestari. seketika Lestari menjerit-jerit histeris. sampai-sampai saya ingin menghentikan proses tersebut, karena khawatir Lestari akan kehilangan nyawanya. tapi saya tidak berani melangkahi guru saya dalam bertindak, dan menunggu prosesi itu selesai.

setelah prosesi selesai, Lestari diam tak bergeming. saya khaatir, apakah gerangan yang terjadi. Kang Irman mendekatinya dan menyentuh keningnya dengan ujung jarinya. seketika Lestari siuman. dia seperti bangun dari tidur. lalu dia tersenyum, "saya merasa bugar. belum pernah saya bangun tidur merasa sebugar ini." kata Lestari.

sejak saat itu, Lestari dapat tidur nyenyak, dan tidak lagi melihat makhluk-makhluk aneh menghantuinya.

Kang Irman menjelaskan bahwa itu prosesi yang sangat berat dan mempertaruhkan nyawa.

Kesimpulan

Dahsyatnya Kekuatan Ad Hominem

Kisah tengang Lestari yang disantet mantan kepala sekolahnya itu saya ceritakan untuk diambi pelajaran tentang bagaimana dahsyatnya ad hominem dalam mempengaruhi seorang manusia.

tidak ada hantu, tidak ada kejadian-kejdian aneh di sekitar Lestari, tapi Lestari seolah benar-benar melihat semua itu secara nyata. khayal dengan nyata, sudah sulit dibedakan oleh Lestari.

Beberapa tahun kemudian, saya melihat tayangan acara televisi yang sdang memawacara Ki Gendenga Pamungkas. dia menjelaskan, bahwa apabila dia menyantet seseorang, yang dia lakukan sebenarnya adalah mempengaruhi pikiran orang itu. dia bekerjasama dengan beberapa orang dalam proses memberikan pengaruh itu hingga beberapa hari. jika dia ingin agar orang tersebut bunuh diri, maka dia akan meyakinkan orang itu agar mau melakukannya sendiri, seperti melompat dari atas gedung yang tinggi. dan bila sudah terpengaruh, orang itu akan patuh saja pada apa yang disarankan Ki Gendeng dan kawan-kawannya.

waktu itu, saya sempat berpikir. "waduh. . orang bicara seperti ini di depan publik kok berani ya, kok gak ditangkep ya."

kemudian Ki Gendeng menceitakan bahwa dirinya sering dipanggil polisi terkait pengakuan-pengakuannya. tapi dia selalu lepas dan bebas. dan dia menceritakan pernah menunjukan keajaian-keajaiban di kantor polisi, sehingga membuat polisi jadi terperangah. kesan yang saya tangkap, karena kekuatan magic nya juga dia selalu dapat lolos dari jerat hukum.

melihat tayangan wawancara seperti itu, saya teringat pada kisah tentang Lestari beberapa tahun sebelumnya. di mana ada "kabar angin" bahwa Lestari terkena santet Ki Gendeng Pamungkas. sekali saya katakan, bahwa saya tidak dapat membuktikan kebenaran. tapi ada korelasinya antara karakteristik santet yang dialami oleh Lestari dengan pengakuan Ki Gendeng di TV. dan dengan itu hal yang ingin saya tegaskan adalah bagaimana pikiran seseornag dapat dipengaruhi oleh orang lain sekuat itu ? lalu, apakah mustahil kekuatan sihir seperti itu dimiliki oleh para politius jahat ?

« Edit Terakhir: April 24, 2017, 10:42:20 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sihir Ad Hominem
« Jawab #2 pada: April 24, 2017, 10:41:51 PM »
Sihir Ad Hominem
Lemahnya Logika dalam Menolong orang yang terpengaruh Ad Hominem

Dalam banyak pengalaman, termasuk pengalaman menghadapi kasus Lestri tadi, kekuadan ad hominem tidak dapat dilawan dengan logika. ketika Lestari menjerit-jerit karena melihat makhluk mengerikan menyeringai di langit-langit kamarnya, saya tidak dapat berkata seperti "buktikan secara logis, bahwa di langit-langit rumahmu ada hantu !" atau "apa argumentasinya, di langit-langit rumahmu ada hantu ?" atau kita mencoba meyakinkan dia dengan berbagai alasan rasional lainnya, itu tidak akan dapat diterima oleh Lestari. Dia tidak akan percaya bahwa kejdian-kejadian aneh, seperti benda-benda terbang dikamarnya hanyalah khayal, dan tidak benar-benar terjadi, karena Lestari merasa benar-benar melihatnya secara nyata. jika anda menguasai teori-teori ilmu logika, maka hal itu tidak akan dapat membantu Lestari untuk membuat dia lepas dari belenggu ilusi yang menghantuinya. itulah kelemahan logika.

sejatinya di tengah masyarakat kita, sangat banyak orang yang terkena penyakit ilusi seperti Lestri, hanya dalam kadar yang berbeda-beda. bayangkan orang berjubel menonton konser, dan saya katakan mayoritas mereka mengidap penyakit ilusi. ajaran sekte-sekte agama tertentu, juga menimbulkan manusia berhalusinasi. karena itu, akhirnya mereka mau diperintah apapun atas nama agama, menjadi budak politik, dan senjata ampuh untuk perang.

contohnya seperti Sekte People's Temple yang dipimpin oleh pendeta Jones, 909 orang bunuh diri menenggak racun sianida atasnama agama dan atas perinah sanga pimpinan, Jones. ajaibnya, mereka patuh saja pada perintah pimpinannya. contoh lainnya, sekte David Koresh yang menghalalkan seks bebas dan kemudian mereka membakar diri secara masal. itu semua contoh, bagaiman pikiran manusia dipengaruhi, tak jauh beda dengan pengaruh santet tadi. Dan saya meyakini, hal semacam ini terjadi dari dunia perpolitikan. Magic dan Mistik, ada dibelakang layar, seperti iblis yang bersembunyi dibalik semua kejahatan dan kekacauan yang ada di dunia ini.

Dan saya menjadi terlihat konyol karena ingin menghadapi itu hanya dengan kekuatan argumentasi logis dan rasional. Di tengah dunia yang modern ini, di mana orang-orang tampaknya mayoritas berpikir logis dan rasional, sejatinya di dalam pengaruh hal-hal yang irasional.

Melawan Ad Hominem dengan Ad Hominem

setelah memahami betapa lemahnya argumentasi logis dan hal-hal rasional untuk melawan ad hominem, maka tentu koyol jika saya hanya menghadapi ad hominem dengan rasionalitas. Seperti halnya santet yang mempengaruhi Lestari, hanya dapat dilawan dengan kekuatan hikmah, bukan dngan argumentasi logis.

demikian pula dalam dunia politik, banyak politikus jahat mempergunakan argmentum ad hominem dan tidak mungkin dapat dilawan dengan rasinalitas, melainkan hanya isa dengan ad hominem lagi. seperti tidak mungkinnya menghalau rudal dengan pedang. mesti dengan rudal lagi.

ingat dengan kisah nabi Musa yang menghadapi ular para penyihir dengan tongkatnya yang berubah menajdi ular yang lebih besar dari ular para penyihir. seperti itulah ad hominem harus dilawan ad hominem.

dalam tingkatan yang rendah, ad hominem hanyalah kata-kata yang fungsinya untuk menyetuh emosi lawan, seperti membangkitkan kebencian, kemarahan, kesedihan, kejengelan dan lain sebagainya. di mana kemudian perasaan-perasaan tadi akan mempengaruhi jalan pikiran orang , mengubah pendapat dan keyakinan. ini adalah ad hominem braliran hitam. kita dapat melawan dengan membangkitkan emosi-emosi yang positif seperti cinta kasih, kasih sayang, belas kasih, empati dan kedamaian. ini berarti ad hominem yang beraliran putih. ad hominem hitam harus dilawan dengan ad hominem putih.

dalam level yang tinggi atau ekstrem, bentuk dari ad himinem hitam dalah sihir. dan ad himinem yang putih adalah karamah seperti yang dimiliki oleh para wali. karena itu, para nabi tidak saja dibekali dengan kemampuan memberikan argumentasi logis, tetapi juga diberi mukjizat. para wali tidak hanya pandai berdalil, tetapi juga Allah menunjukan karamah-karamah dalam dirinya yang bersifat supranatural dan menakjubkan akal.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

com


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
814 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2015, 10:46:19 PM
oleh Van Barts
2 Jawaban
376 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2016, 06:04:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
294 Dilihat
Tulisan terakhir April 18, 2017, 05:42:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
347 Dilihat
Tulisan terakhir April 21, 2017, 11:39:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
73 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 03, 2018, 08:40:32 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan