Penulis Topik: Sampah Meditasi  (Dibaca 1321 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sampah Meditasi
« pada: Agustus 29, 2014, 04:47:10 PM »
“Dulu para penulis dicela dan dianggap rendah, sekarang dianggup luhur”. Pernyataan serupa ini saya dapati pada pernyataan Sang Buddha dalam salah satu Sutta, bukan untuk menunjukan ketinggian derajat para penulis, tapi hendak menunjukan hakikat penulis atau kegiatan menulis dari sudut pandang meditasi.

Bagaimana pandangan Anda terhadap jurnalis dan penulis profesional ? mungkin Anda kagum, menganggap keduanya merupakan profesi yang luhur dan intelek. Ya memang. Sekarang ini, orang yang bisa menulis buku dianggap kaum intelek. Tapi Sang Buddha menceritakan sejarah awal lahirnya para penulis. Secara bahasa saya dapat dikatakan bahwa profesi menulis pada awalnya dilakukan oleh para meditator gagal atau para meditator yang malas.

Sayangnya, saya tidak mengingat pada Sutta mana hal ini diceritakan. Tapi saya ingat bahwa Sang Buddha bercerita, pada zaman dahulu ada beberapa Brahmana yang pergi ke hutan untuk bersemedi. Tapi mereka merasa berat dan kepayahan dalam persemedian itu. Akhirnya mereka menghibur diri dengan cara menulis pada daun lontar. Orang-orang mencibirnya sebagai pertapa yang malas. Mereka dipergunjingkan. Hal itu dianggap tercela. Pandangan masyarakat pada waktu itu terhadap pertapa yang menulis, mungkin di zaman sekarang seperti ustadz yang pergi dengan cewek seksi ke diskotik.

Mungkin hal yang saya ungkapkan tersebut tidak sama persis dengan yang ada di Sutta. Tapi saya sampaikan, intisari yang dapat saya tangkap kira-kira begitu.

Terlepas dari bagaimana pernyataan sebenarnya dari Sang Buddha dalam sutta, hal yang terkemuka di atas relevan dengan pengalaman saya dalam hal meditasi. Di mana meditasi adalah latihan keras untuk menghentikan proses berpikir. Dan hal ini sangat membutuhkan semangat dan tekad yang kuat. Tetapi, nafsu untuk berpikir sangatlah besar. Manusia selalu berpikir-berpikir dan berpikir. Susah dihentikan. Karena di dalam kegiatan berpikir itu terdapat apa yang disebut “kenikmatan intelektual”. Oleh karena itu, para meditator yang banyak menulis itu semestinya merasa malu. Banyak ngomong atau banyak menuils pertanda bahwa dia malas meditasi atau sedang menghibur diri dalam kegiatan intelektual.

Mereka yang bukan meditator, tampaknya malas untuk berpikir. Agar mereka mau belajar, memikirkan hal-hal yang perlu dipikirkan, mereka harus dimotivasi. Ketika mereka bersemangat untuk membaca buku, belajar, menulis dan banyak bicara, mereka akan dipuji, dianggap rajin dan bersemangat. Sementara meditator melihat hal-hal seperti itu sebagai bentuk kemalasan, nafsu dan cinta duniawi.

Memperhatikan dari pengalaman-pengalaman meditasi, apabila saya tidak mempunyai ide untuk menulis, cukuplah saya bermeditasi, maka dalam waktu lima atau sepuluh menit, langsung saja muncul di dalam pikiran hal-hal yang oleh saya diasakan menarik untuk saya tulis. Tidak peduli, apakah hal itu akan menarik bagi orang lain atau tidak, selama saya merasakan bahwa hal itu menarik, saya mempunyai semangat dan kekuatan untuk menulis, dan bahkan itu menjadi hiburan terasyik bagi diri saya sendiri. Walaupun begitu, saya menyebutnya “Sampah Meditasi”.

“Sampah” di sini artinya bukan sesuatu yang sama sekali tidak berguna. Tapi tujuan meditasi bukanlah untuk memunculkan ide-ide untuk bahan tulisan. Seandainya saya menahan diri untuk tidak menulis, dan meneruskan kegiatan meditasi, tentu saya akan mencapai sesuatu yang lebih baik dari sekedar karya tulis. Semestinya saya malu, karena ketahuan bahwa saya “malas meditasi” dan banyak menghibur diri dengan cara menulis dan membaca. Walaupun mungkin orang lain akan menganggap menulis dan membaca sebagi kegiatan yang intelek, bagus, luhur, bermanfaat dan diinginkan oleh mereka yang merasa dirinya malas belajar. Dan dengan harapan dapat bermanfaat bagi banyak orang, “sampah meditasi” ini saya kumpulkan menjadi sebuah buku.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Sampah Meditasi
« Jawab #1 pada: Agustus 30, 2014, 06:14:17 PM »
lalu apa tujuan meditasi kang?
bagaimana dengan menjangkau pengetahuan yang lebih tinggi? apakah ini tujuan meditasi? atau ia juga merupakan sampah meditasi yang bukan tidak mungkin tentunya bisa dituangkan sebagai ide dalam tulisan?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sampah Meditasi
« Jawab #2 pada: Agustus 31, 2014, 06:43:57 AM »
benar. menjangkau pengetahuan yang lebih tinggi merupakan tujuan dari meditasi. pengetahuan yang lebih tinggi itu tidak dapat dicapai oleh pikiran yang berpikir. Ketika pikiran ini dapat menghentikan proses berpikir, maka lahirlah suatu pengetahuan yang bukan dari proses berpikir itu. Apakah kang Sandy belum mencobanya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
5855 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2013, 02:01:32 AM
oleh ratna
4 Jawaban
1507 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2016, 11:24:08 AM
oleh Ziels
7 Jawaban
2456 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2014, 04:57:10 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
680 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 02:09:47 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
559 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 31, 2015, 12:24:53 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
496 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2016, 02:20:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
525 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2017, 12:21:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
439 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2017, 07:09:40 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
451 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2017, 04:49:47 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
232 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 31, 2017, 01:44:04 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan