Penulis Topik: Menghafal Pelajaran Sebagai Bentuk Meditasi  (Dibaca 1801 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menghafal Pelajaran Sebagai Bentuk Meditasi
« pada: Desember 27, 2012, 01:49:46 PM »
39.   Menghafal Pelajaran Sebagai Bentuk Meditasi

Mengulang-ngulang pikiran-pikiran tertentu atau lebih dikenal dengan istilah “menghafal pelajaran” merupakan suatu kegiatan yang positif dan bersifat meditatif. Kenapa? Karena ketika seseorang mengulang pikiran-pikiran tertentu, sebenarnya pikiranya diarahkan untuk masuk pada kondisi tenang dan beristirahat.

Pikiran mempunyai dua kehendak yang pokok, yaitu kehendak untuk diam dan kehendak untuk bergerak. Ketika pikiran berkehendak untuk bergerak, maka manusia terdorong untuk berpikir. Kenapa manusia ingin berpikir? Karena pikiranna hendak bergerak. Tapi, apa-apa yang dipikirkan oleh manusia itu sangat mempengaruhi mental atau emosi. Manusia bisa mengalami kesedihan, kecemasan, keputusan asaan atau kegembiraan adalah sangat dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan olehnya. Dengan berbagai gejolak mental yang mengguncang syaraf itulah kemudian terjadi sesuatu yang disebut “kelelahan pikiran”, di mana setiap kali pikiran mencoba berpikir, maka akan timbul sesuatu yang menyakitkan. Hal ini merupakan pertanda bahwa pikiran butuh beristirahat. Masalahnya, seringkali seseorang yang pikirannya sudah membutuhkan istirahat, tapi pikirannya tidak mau beristirahat. Pikirannya menjadi liar dan tak terkendali.

Salah satu cara yang bertahap  untuk mengendalikan pikiran ini adalah dengan mengulang pikiran (menghafal pelajaran). Orang yang pikirnnya sangat liar, sulit sekali menghafal pelajaran tertentu. Tapi dengan tekun menghafal, secara pelahan keliaran pikirannya akan mereda, seperti meredanya air hujan dari hujan yang sangat deras menjadi hujan rintik-rintik saja.

Ketika pikiran telah masuk pada stadium ketenangan awal, maka ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, pikiran itu bergetar kembali disebabkan menguatnya kembali kehendak pikiran untuk bergerak. Kemungkinan kedua, pikiran itu masuk ke dalam ketenangan yang lebih dalam, tanpa sebarang pemikiran apapun.

Dengan memahami rahasia sifat-sifat pikiran tersebut, maka kita akan selalu semangat untuk belajar, belajar dan belajar, tanpa malas dan tanpa bosan. Karna bagi meditator, belajar, berpikir dan menghafal pelajaran adalah meditasi itu sendiri. bedanya, pelajar ketika menghafal pelajaran yang bermaksud untuk menguasai ilmu pengetahuan, sedangkan tujuan utama dari meditator dalam belajar adalah untuk mengembangkan kemampuan batin yang lebih luas dari sekedar ilmu pengetahuan.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menghafal Pelajaran Sebagai Bentuk Meditasi
« Jawab #1 pada: Desember 27, 2012, 02:09:43 PM »
nemu artikel terikat :

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Damanhuri Zuhri

Hasil penelitian di Mesir dan Saudi menyebutkan bahwa siswa yang berprestasi rata-rata penghafal Alquran.

Meski tak ada data yang pasti, jumlah umat Islam di Tanah Air yang masih buta huruf Alquran diperkirakan masih sangat tinggi. Salah satu faktanya, separuh jamaah haji asal Indonesia yang berangkat setiap tahun ke Tanah Suci ternyata buta huruf Alquran alias tak bisa membaca kitab suci.

Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan. Apalagi, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Kini, gerakan untuk membebaskan umat dari buta huruf Alquran memang tengah digulirkan. Namun, upaya itu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Pakar tafsir yang juga Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ), Dr Muchlis Hanafi, mengungkapkan, guna mencegah munculnya generasi buta huruf Alquran,   setiap pelajar Muslim di Tanah Air harus bisa membaca dan memiliki hafalan Alquran. Menurut dia, Indonesia bisa mencontoh Mesir.

Doktor tafsir dari Universitas Al Azhar itu, mengungkapkan, di Mesir, anak-anak telah menghafal Alquran sebelum masuk sekolah dasar.  ''Jadi, melalui katatib atau kuttab (tempat-tempat menghafal Alquran), anak-anak sejak kecil menghafal Alquran,'' papar Muchlis.

''Begitu tamat madrasah Ibtidaiyah atau SD di Al-Azhar, anak-anak sudah selesai hafal Alquran 30 juz. Anak-anak di sana hafal Alquran umur sembilan tahun atau paling lambat 13 tahun,'' tuturnya.  Muchlis mengungkapkan, hasil penelitian di Mesir dan Saudi menyebutkan  bahwa  siswa-siswa yang berprestasi rata-rata mereka hafal Alquran.

''Jadi, hafalan Alquran itu sangat menunjang prestasi belajar para siswa. Selain tentunya hafalan Alquran itu sendiri membantu meningkatkan kesehatan mental anak. Ini hal positif,''  ungkapnya. Namun, kata dia, jangan hanya berhenti pada hafalan.

Hafalan  Alquran itu perlu terus dikembangkan. Karena itu,  di pesantren yang didirikan Pusat Studi Alquran (PSQ), Pesantren Baitul Quran sebanyak 19 orang huffadz yang sudah hafal 30 juz  diberi wawasan keilmuan, wawasan kewirausahaan, training, bermacam-macam training selama enam bulan.

Menurut Muchlis, sekarang anak-anak kecil sudah banyak yang pandai membaca Alquran.  Setelah bisa membaca Alquran, kata dia,  perlu digalakkan program hafalan alias tahfiz Alquran. Sekarang ini, tuturnya, semangat menghafal Alquran sangat tinggi sekali.

Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, Dr Ahsin Sakho Muhammad menambahkan,  periode menghafalkan Alquran itu harus mulai dari taman kanak-kanak sampai umur enam tahun. Jadi, anak sudah bisa menghafal Alquran. Kemudian mulai SD belajar umum, lalu sorenya dilanjutkan dengan menghafal Alquran ternyata hasilnya bagus sekali.

''Ini yang dilakukan oleh orang-orang Arab Saudi dan Mesir. Paginya sekolah umum, sore hari setelah pulang sekolah dilanjutkan dengan menghafal Alquran. Ternyata di Palestina sekarang ribuan anak sudah menghafal Alquran. Kemudian di masa musim liburan anak-anak dimasukkan ke dalam tahfiz Alquran,''  ungkap Ahsin.

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur tengah mempersiapkan lahirnya para dosen, dekan hingga rektor yang hafal Alquran.

''Di dunia ini Perguruan Tinggi yang paling hebat Harvard University, AS. Perguruan Tinggi yang nomor satu milik Islam adalah Al-Azhar Kairo Mesir. Orang tatkala menyebut nomor satu tidak ada yang mengklaim nomor dua apalagi nomor empat. Makanya saya katakan kepada mahasiswa dan dosen di sini kita harus harus ambil posisi kosong itu. Kapan? Bukan sekarang tapi 25 tahun yang akan datang,'' papar Rektor UIN Malang,  Prof Imam Suprayogo.

Guna memenuhi target itu,  sejak 2009 UIN Malang merekrut 35 mahasiswa baru yang sudah hafal Alquran. ''Saya ambil dari pondok, aliyah-aliyah yang ada di Indonesia. Ke-35  itu kita beri beasiswa, uang saku, uang buku dan macam-macam. Nanti kalau empat tahun mereka lulus dan nilainya baik lalu kita teruskan di S-2 hingga S-3,'' tuturnya.

Menurut Imam, dunia harus diprogram. ''Dunia jangan tumbuh alamiyah. Kalau alamiyah, tidak indah. Pemimpin kampus juga diprogram sehingga nanti menjadi indah jangan hanya berjalan alami.''

Karena itulah, Ustaz Yusuf Mansur meluncurkan program i'daad. Lewat program itu, para siswa  SD yang akan meneruskan ke SMP atau SMP ke SMA atau SMA ke perguruan tinggi bisa vacuum satu tahun dari pendidikan umum. Selama satu tahun itulah, mereka digembleng dan dibekali dengan pendidikan Alquran dan Sunah. Sehingga, mereka memiliki bekal berupa kekuatan tauhid yang sangat kokoh dalam mengarungi kehidupan.

Prof Imam menilai, program i'daad seperti itu perlu didukung, karena merupakan  memprogram masa depan, bukan memprogram ujian. ''Saya senang sekali kalau ada inovasi seperti ini. Karena itu perlu kita dukung bersama-sama,'' paparnya. Upaya itu, dinilai sebagai usaha untuk menciptakan  nuansa Qurani di Indonesia

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/08/25/m9advk-subhanallah-hafalan-alquran-sehatkan-mental
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
822 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2013, 07:42:25 AM
oleh patriana
0 Jawaban
1174 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2013, 03:50:13 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
2321 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2013, 04:49:18 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
2365 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2013, 10:12:21 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1407 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2014, 10:04:57 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
741 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 05:28:12 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1047 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:06:34 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1499 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 02:10:36 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
758 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 07:23:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
191 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2017, 07:04:42 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan