Penulis Topik: Mengembangkan Hikmah dan Kesucian  (Dibaca 285 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mengembangkan Hikmah dan Kesucian
« pada: April 10, 2017, 09:37:00 PM »

Kategori : Ilmu Hikmah
Edisi : 11 April 2017
Judul : Mengembangkan Hikmah dan Kesucian
Tujuan :
- memahami sisi buruk mencari ilmu
- Termotivasi untuk mengembangkan bathin dan meraih hikmah
===============

Di dalam literatur Islam, kita menemukan banyak sekali hadis-hadis tentang keutamaan mencari ilmu. seperti "mencari ilmu adalah wajib bagi muslimin dan muslimat sejak dari buaian hingga ke liang lahat.." dan "carilah ilmu walaupun ke negeri cina", juga hadis yang pernah saya dengar, "barang siapa sejenak saja duduk di majelis ilmu, maka seluruh ikan dilautan akan mendoakannya agar Allah mengampuninya." dan masih banyak lagi hadis-hadis tentang keutamaan ilmu, yang akan mendorong kita untuk menjadi giat belajar.

saya tidak memungkiri akan keutamaan dan kemuliaan mencari ilmu. Tetapi, harus diperhatikan "ilmu apa" yang wajib dicari dan "bagaimana cara mencari ilmu yang benar." Tidak semua ilmu wajib dicari, dan tidak semua proses mencari ilmu adalah baik. Rasulullah bersabda, "Adapun ilmu yang wajib dicari adalah ayat muhkamat dan sunnah qoimah." ini bermakna, ilmu yang wajib dicari itu adalah ilmu agama, al Qur'an. dan apa yang diajarkan al Qur'an, bukan hanya ilmu, melainkan juga hikmah.

Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan itu adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (Surah An Nisa : 113)

dan apa itu Hikmah ? Hikmah adalah pengetahuan yang hadir bersama kebahagiaan. Hikmah datang, sebagai hadiah bagi tercapainya kesucian. Imam Jakfar Shadiq berkata tentang hikmah, "bukah ilmu yang dapat dipelajari, melainkan cahaya yang bersinar dalam hati seorang hamba yang sangat menghendaki Allah swt memberinya petunjuk." Ilmu Hikmah itu tidak dapat dipelajari, tetapi tata cara mencapai hikmah itulah yang dapat dipelajari.

Ali bin Abi Thalib berkata, "dua golongan orang yang tak pernah puas, pertama pencari harta. dan kedua pencari ilmu." perhatikan bagaimana imam Ali mengelompokan pencari harta dengan pencari ilmu ke dalam himpunan "yang tak akan pernah puas." memang kenyataannya demikian. tetapi, barang siapa yang mencari hikmah, maka dia akan meraih kepuasan dan kebahagiaan.

Ilmu, di samping memberikan manfaat yang besar, tetapi juga akhirnya dapat membawa bencana bagi umat manusia, karena keserakahannya. contoh sederhananya, senjata kimia, senjata api, rudal, nuklir, merupakan hasil dari kemajuan ilmu dan teknologi. tetapi, itu semua menjadi jalan bagi terjadinya tragedi kemanusiaan, di samping manfaat besar yang diraih. seperti buah yang mengandung vitamin, sekaligus juga racun. Tetapi hikmah, tidak mengandung efek samping yang berbahaya. barang siapa yang menemukan hikmah, maka dia tidak akan dapat menyalahgunakannya. ketika orang mempelajari al Qur'an, itu ada dua golongan, pertama golongan orang yang hanya menemukan ilmu, dan kedua golongan orang yang tidak hanya menemukan ilmu, melainkan juga hikmah.  golongan yang hanya menemukan ilmu, itulah yang berpotensi menyalah gunakan ilmu agama, dan akhirnya akan menyeluti kejahatannya dengna kedok agama. tetapi, mereka yang menemukan hikmah, tidak akan menyimpang jalan hidupnya. segaimana dikatakan oleh imam Jakfar Shadiq, hikmah tidak dapat ditemukan semata-mata dngan belajar, melainkan dengan amalan. ketika al Qur'an itu diamalkan dengan benar, maka lahir lah hikmah. jadi, jika mengamalkan al Qur'an dan melahirkan hikmah, indikasi salah dalam mengamalkannya atau masih dalam proses menuju hikmah itu.


jika sekedar mengembangkan pengetahuan, maka di zaman sekarang ini cukup dengan geser-geser layar HP, maka otomatis setiap menitnya kita akan disuguhi oleh informasi-informasi yang sangat menarikd dari berbagai penjuru dunia. Tetapi, Anda perlu juga meluangkan waktu untuk tidak hanya mengembangkan ilmu, melainkan juga meraih hikmah. kenapa ? karena bersama berkembangkanya pengetahuan, keserakahan dan, kebencian, dan nafsu-nafsu duniawi lainnya juga bisa turut berkembang. tetapi, bila hikmah berkembang di dalam diri Anda, maka mustahil nafsu-nafsu duniawi tersebut berkembang. Sebab, ketika hikmah berkembang,  bukan hanya pengetahuan yang turut berkembang, melainkan juga kesucian.

Jadi, setiap malam sebelum tiba waktunya bagi Anda untuk beristirahat, maka tutup dan simpan HP Anda. tutup pula panca indera Anda, mengheningkan cipta untuk meraih hikmah, dimana isinya bukan sekedar pengetahuan, melainkan cahaya yang akan menyingkirkan kegelapan batin.

Jika Anda pergi ke perpustakaan, di situ Anda akan dapat menemukan ribuan buku ilmu pengetahuan. jika Anda dapat memindahkan semua isi buku itu ke dalam kepala Anda, belum tentu lah membuat Anda menjadi bahagia. Tetapi, bila ilmu hikmah bersinar di dalam jiwa Anda sekali saja, pasti itu membuat Anda bahagia.

Usaha Anda untuk meraih hikmah ini, akan memaksa Anda untuk menjauhi kesenangan-kesenangan duniawi. sebab, tidak mungkin Anda mendapatkan hikmah itu selama Anda sibuk mengejar kesenangan-kesenangan duniawi tadi. Dengan demikian, apakah Anda berhasil meraih hikmah itu atau tidak, usaha Anda dalam mengendalikan diri dari nafsu-nafsu duniawi, tentu akan selalu berguna.

Setiap hari, berbagai media menyuguhi umat manusia dengan berbagai informasi yang menarik. perlu diperhatikan bahwa "yang menarik" merpakan suguhan utama, dari media. soal manfaat itu belakangan. jika tidak menarik, media akan ditinggalkan peminat, pengiklan pun menjadi surut.

informasi yang menarik itu berarti identik dengan "menyenangkan". karena itu, informasi-informasi seperti konflik, pertikaian, peperangan, dan tayangan-tayangan hiburan seperti gosip, sinetron, musik merupakan hal-hal yang sangat digemari. sajian-sajian seperti itu, jika tidak mengembangkan keserakahan, maka mengembngkan kebencian.

Jika Anda bermeditasi, Anda pun akan dipertemukan dengan sajian informasi dari alam malakut, yaitu hikmah. tetapi sajian informasi ini sama sekali tidak mengembangkan keserakahan dan kebencian, sebaliknya mengikis dan menghancurkan segala bentuk kekotoran batin.
« Edit Terakhir: April 11, 2017, 05:24:50 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1492 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2012, 10:01:10 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
2871 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2015, 11:42:09 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1622 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 29, 2012, 02:02:26 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
8158 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 09:51:59 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1125 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 08, 2013, 04:12:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1056 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 04, 2014, 11:43:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
726 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2014, 11:47:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
986 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 18, 2015, 01:03:53 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
749 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2017, 11:50:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
71 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 17, 2017, 08:34:35 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan