Penulis Topik: Menemukan Tantangan Logika  (Dibaca 1219 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menemukan Tantangan Logika
« pada: Maret 21, 2014, 12:58:25 AM »
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Dulu kita duduk di bangku sekolah serta dihadapkan ke berbagai soal yang dibuat oleh guru. Mungkin kita bisa menyelesaikan soal-soal itu, tapi soal-soal itu bukanlah yang dimaksud dengan “masalah dalam hidup”. Masalah dalam hidup adalah, setelah lulus sekolah dan bekerja kita dihadapkan kepada tantangan-tantangan kerja itu. Di situlah kita akan melihat, sejauh mana ilmu yang telah kita pelajari bermanfaat bagi kehidupan. Demikian pula dengan ilmu logika, seharusnya berfungsi untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan, bukan sekedar teori yang diotak-atik. 

Sedikit demi sedikit, setahap demi setahap saya memposting teori-teori logika. Tentu baru sebagian kecil yang telah saya posting, masih ada segudang teori logika yang belum saya posting. Tapi saya tidak cukup bersemangat untuk memposting lebih banyak, ketika teori-teori logika ini terasa kehilangan funginya di dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Tidak terlihat seseorang yang tampaknya memiliki masalah yang saya bisa membantunya keluar dari masalah tersebut dengan sarana ilmu logika. Demikian pula orang-orang cenderung mengabaikan teori-teori logika yang saya tawarkan, karena mereka tidak tahu masalah apa yang perlu untuk diselesaikan oleh teori-teori logika tersebut. Walaupun saya melihat bahwa mereka dapat menghindari sebuah bahaya besar dengan bekal ilmu logika[1]. Tapi bila mereka sendiri tidak mengerti bahwa apa yang menghadang, tentu mereka tidak akan merasa butuh penanglak bahaya itu.

Karena kemalasan orang dalam belajar ilmu logika itu akibat dari ketidak tahuan bagaimana manfaat ilmu logika dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan, maka langkah pertama dalam memotivasi orang untuk mau belajar ilmu logika adalah dengan mendorong orang tersebut untuk menyadari adanya masalah-masalah yang membuat dia terdesak untuk menyelesaikannya. Lalu, setelah dia berusaha menyelesaikan sendiri masalahnya dan belum juga terpecahkan, maka barulah saya bisa menawarkan ilmu logika sebagai solusi dari problemnya.

Di sisi lain, kadang saya tidak dapat menemukan alasan, mengapa saya harus berupaya mendorong orang lain untuk mengerti masalah-masalah yang butuh penyelesaikan logika, mengapa saya tidak konsentrasi untuk memahami masalah-masalah saya sendiri dan menyelesaikannya dengan sarana ilmu logika ? ya, dari pada menghabiskan waktu untuk mendorong orang lain memahami problem-problem itu, lebih baik saya sendirilah yang menikmati manfaat dari ilmu logika untuk menyelesaikan masalah-masalah.

Dalam suatu kondisi, saya tidak melihat suatu masalahpun dalam kehidupan yang harus diselesaikan dengan ilmu logika. Tapi sebenarnya tidak demikian. Salah satu masalah yang mungkin adalah ketidak mampuan menangkap adanya masalah itu sendiri. Padahal sebenarnya banyak masalah dalam kehidupan yang butuh penyelesaian ilmu logika, kita hanya tidak mampu menyadarinya saja, sehingga cenderung mengabaikan masalah-masalah itu dan membuat logika kita tidak berfungsi untuk kehidupan.

Salah satu contohnya, mungkin saya punya masalah dalam keuangan, di mana gaji yang saya peroleh dalam suatu masa tidak memadai untuk kebutuhan belanja sebulan. Ini masalah yang perlu diselesaikan. Pertanyaannya adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan belanja keluarga dalam untuk satu  bulan ? untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin berbagai disiplin ilmu perlu digunakan, seperti ilmu matematika, akuntansi, manajemen, mistik, politik, psikologi, algoritma dan logika. Ada berbagai alternatif penyelesaikan, misalnya  “menghemat pengeluaran atau meningkatkan pendapatan”. “Bagaimana cara menghemat pengeluaran atau bagaimana cara meningkatkan pendapatan?” merupakan pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab. Apakah di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu ilmu logika tidak berperan ?

Jika untuk menyelesaikan masalah keuangan saja kita membutuhkan penerapan berbagai disiplin ilmu, maka demikian pula ketika kita hendak menyelesaikan problem-problem spiritual. Jika kita berupaya untuk mengembangkan kemampuan spiritual kita, di situ mungkin kita akan terdesak untuk mengerahkan kemampuan berpikir logis, sehingga ilmu logika yang kita pelajari menjadi fungsional. Ketika ilmu logika yang kita kuasai tidak cukup memiliki tantangan, mungkin karena kita tidak cukup memiliki usaha untuk mengembangkan kemampuan batin kita[2]. Oleh karena itu bekerjalah, berusahalah untuk mengembangkan kemampuan batin Anda. Ketika Anda mendapat hambatan untuk berkembang, di situ mungkin ilmu logika akan berguna bagi Anda sebagai senjata sakti.

Sebagai contoh, ketika batin Anda sulit berkembang, ada kemungkinan karena usaha dan konsentrasi Anda tidak cukup seimbang. Dan mungkin Anda tidak bisa keluar dari masalah ini ketika Anda tidak mengerti bagaimana masalah yang sebenarnya. Lalu, untuk mengerti masalahnya, Anda harus memperhatikan, mengamati, menyelidiki dan memikirkannya, sehingga persoalannya menjadi jelas bagi Anda. Setidaknya, ketika Anda mencoba memahami, - apa itu usaha dan apa itu konsentrasi ? bukankah mengembangkan konsentrasi itu juga merupakan “usaha” ? apakah usaha dan konsentrasi itu bisa dipisahkan ? – ilmu logika dibutuhkan untuk menguraikan jawaban-jawaban itu bagi diri Anda sendiri atau bagi orang lain yang mengajukan pertanyaan serupa kepada Anda. Saya pikir, ini merupakan gambaran yang cukup jelas, bagaimana peran logika dalam membantu mengembangkan kemampuan batin, sehingga tidak berlebihan bila saya katakan bahwa kita dapat mengembangkan kesaktian dengan logika.

Jika Anda tidak menemukan masalah dalam kehidupan, maka waspadalah! Sebab jika Anda tidak dapat menemukan masalah-masalah, tidak berarti Anda tidak punya masalah. Masalah itu bisa jadi ada, hanya saja Anda tidak cukup terampil di dalam berpikir sehingga tidak dapat memahaminya. Oleh karena itu, temukanlah masalah! Kemampuan Anda menemukan masalah merupakan salah satu bentuk keterampilan berpikir Anda. Dengan menemukan masalah, Anda menemukan tantangan logika. Selain dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut, tantangan logika itu menghidupkan ilmu logika di dalam diri Anda, sehingga kemampuan Anda dalam berpikir logis semakin terasah.
 1. lihat : Logika Fallacy Iblis
 2. lihat : mistisisme sebagai tantangan logika
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
15 Jawaban
3845 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 08:37:39 AM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
4211 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 02, 2013, 05:40:38 PM
oleh kang radi
5 Jawaban
1484 Dilihat
Tulisan terakhir April 05, 2013, 10:07:15 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
786 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2013, 10:37:55 AM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
3108 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 25, 2013, 09:06:00 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
4174 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2013, 11:14:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1052 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2014, 11:56:49 PM
oleh Asep
3 Jawaban
987 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2017, 08:20:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
686 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2014, 10:39:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
514 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2016, 12:20:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan