Penulis Topik: Melihat Kebenaran Sebelum Dalil  (Dibaca 513 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Melihat Kebenaran Sebelum Dalil
« pada: Oktober 09, 2016, 06:56:16 AM »
Setelah mempelajari agama dan mazhab-mazhab, maka saya menemukan beberapa hal yang saya nilai sebagai ajaran yang salah pada ajaran agama atau mazhab tersebut. tetapi, saya tidak memiliki dalil aqli maupun naqli untuk membuktikan kesalahannya. saya tahu dan yakin bahwa ajaran tersebut salah, tapi tidak mampu menunjukan bukti. tidak dapat menunjukan bukti, bukan berarti tidak memiliki alasan. untuk diri saya sendiri, saya melihat bukti yang meyakinkan, dan tidak ada keraguan sedikitpun dalam batin saya. tetapi, karena bukti itu akan sulit dimengerti oleh mereka, maka saya sebut tidak memiliki dalil untuk membuktikan. terlebih dahulu saya harus mencari dan menemukan formulasi-formulasi yang bisa dimengerti mereka.

Sewaktu tahun 1998 saya bergabung dengan LDII, saya diajarkan oleh para mubaligh LDII itu bahwa mualidan, tahlil, ziarah kubur, dan semacamnya, merupaka perbuatan bid'ah. dan mereka menunjukan bukti-bukti nash yang meyakinkan dalam kitab-kitab hadis. sementara saya bukan ahli kitab, tidak menguasali hadis-hadis, sedikit wawasannya. karena itu, secara dalil, saya tidak bisa membantah . tetapi dalam hati kecil, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa ajaran seperti itu keliru. alasannya apa ? alasannya bukan dalil-dalil naqli maupun aqli, melainkan karena pengalaman mistis. karena saya seorang praktisi mistik, yang gemar berkelana ke alam-alam gaib, melihat langsung kehidupan yang dialami oleh-orang yang telah mati, bagaimana nasib mereka yang ada kubur, melihat sorga, neraka, dan sebagainya. kesimpulannya, tahlilan dan ziarah kubur adalah sesuatu yang hak, yang bermanfaat bagi mereka yang telah berada di alam barzakh. Tetapi, saya tahu bahwa pengalaman mistik yang bersifat pribadi ini tidak dapat dijadikan dalil. saya hanya berpikir, "jika pengetahuan saya ini benar, niscaya akan saya temukan didalam kita-kitab suci itu, dalil-dalil yang membenarkan pengetahuan saya."

hipotesa tersebut ternyata benar. belakangan kaum aswaja gencar melakukan pembelaannya terhadap amalan aswaja yang dituduh oleh kaum salafi sebagai bid'ah, yang serupa dengan tuduhan LDII. terbukti ada dalil-dalil yang mengesahkan amalan-amalan tersebut. selain itu, kemudian saya dapat mengoleksi dalil-dalil logic yang menguatkan keyakinan saya.

ini hanyalah contoh kecil, bahwa pertama kalinya saya mengetahui kebenaran-kebenaran tersebut tidak berdasarkan dalil aqli maupun naqli, tapi dari pengetahuan langsung. sesungguhnya masih banyak hal-hal lainnya yang saya ketahui sebagai hal benar, tetapi tidak dapat saya ungkapkan karena belum ada dalil. jadi, di sini saya ingin menjelaskan bahwa mengetahui kebenaran tidak harus diawali dengan mengetahui dalil dulu.  sebagian kebenaran diketahui melalui dalil aqli dan naqli, tetapi sebagian lagi bukan dengan dalil seperti itu. seperti ketika Anda merasa sedih, maka anda tahu benar bahwa Anda memang sedang sedih. tapi, bagaimana kalo anda diminta membuktikan melalui suatu dalil bahwa diri Anda sedih ? Anda tidak perlu dalil apapun untuk tahu bahwa diri Anda sedang sedih, sebab itu secara langsung anda ketahui. tapi untuk orang lain mengerti bahwa anda sedih, orang lain butuh melihat tanda-tandanya. seperti itu pula pengetahuan batin.

Bagaimana kalo Anda dibukakan mata batinnya oleh Allah, sehingga dia melihat apa yang terjadi pada diri seseorang yang baru saja meninggal ? Anda melihat bahwa orang tersebut ditempatkan Allah pada tempat yang mulia, tetapi orang lain menuduhnya sebagai orang kafir, dan niscaya mendapat siksa Allah. anda dihadapkan pada dua pilihan, pertama anda percaya dengan apa yang anda lihat. kedua, anda percaya dengan tuduhan orang lain terhadap yang meninggal tadi. mungkin anda berpikir, "apa yang kita lihat belum tentu lah benar. bisa saja yang kita lihat itu hanyalah halusinasi." jika Allah benar-benar membukakan mata batin Anda, maka anda tidak akan sedikitpun berpikir demikian. seperti bila Anda merasa sedih, anda pasti yakin benar bahwa anda sedih, tidak akan berpikir bahwa itu sebuah ilusi. walaupun seribu orang meyangkalnya, anda seribu kali akan yakin tentang apa yang anda rasakan. demikian pula, ketika mata batin anda terbuka, anda akan yakin bahwa apa yang anda lihat itu benar.

Untuk mengetahui kebeadaan dan keesaan Allah, manusia tidak butuh dalil aqli maupun naqli. sebab tanpa membaca kitab dan tanpa berpikir, manusia sudah mengenal Tuhannya. sebelum lahir ke alam dunia, di alam ruh, Tuhan sudah mengajaknya berbicara. dan Tuhan bertanya pada para ruh, "apakah aku ini Tuhan Mu ?" dan para ruh berkata, "Ya. kami menyaksikan." tetapi, ketika lahir ke dunia, mengapa manusia harus mencari lagi dalil-dalil akan kebeadaan dan kesaaan Tuhan ? itu tidak lain karena manusia lupa dengan apa yang telah dia saksikan.

Socrates mengatakan bahwa kebenaran itu terdapat di dalam benak setiap orang. karena itu Socrates merasa tidak perlu mengajarkan kebenaran itu. dia hanya berupaya membantu  orang-orang untuk mengeluarkan kebenaran yang ada di dalam benaknya masing-masing, seperti bidan membantu ibu melahirkan bayi yang terkandung dalam rahimnya. karena itu, ingin saya katakan "lihatlah dulu kebenarannya, baru cari dalilnya. jangan lihat dalil dulu, baru cari kebenaran."
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
21 Jawaban
10002 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2017, 10:27:34 AM
oleh khacdiapk
3 Jawaban
1121 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2012, 05:53:17 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1135 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2015, 08:18:02 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
996 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2013, 12:55:50 AM
oleh ratna
3 Jawaban
1709 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 17, 2013, 05:41:19 AM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1477 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2015, 06:46:36 PM
oleh Ziels
9 Jawaban
2068 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2016, 08:09:17 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
530 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 05:40:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
486 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2016, 07:24:18 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
317 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 10:54:08 AM
oleh comicers

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan