Penulis Topik: Meditasi Antara Teori dan Praktik  (Dibaca 1864 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Meditasi Antara Teori dan Praktik
« pada: Maret 13, 2013, 11:45:44 PM »
Dulu, ketika saya belajar meditasi pada Sang Guru, saya tidak banyak menggunakan buku-buku sebagai referensi teori pendukung. Bagi saya, cukuplah apa yang diajarkan oleh Sang Guru dan memperkatikannya secara sungguh-sungguh. Tetapi dikemudian hari, ketika saya diskusi bahkan berdebat dengan para pakar meditasi yang lain, di mana mereka terampil mengungkapkan berbagai teori meditasi dan menuntut saya untuk juga menggunakan referensi-referensi dalam meyakinkan mereka atas suatu teori meditasi, maka disitulah timbul suatu kesadaran bahwa dalam banyak hal, pengetahuan dan wawasan akan referensi teori meditasi tersebut sangatlah diperlukan. Salah satunya, ketika saya hendak meyakinkan seorang Buddhis bahwa meditasi yang dia praktikan itu adalah keliru menurut teori Sang Guru dan bahkan menurut teori Buddhis itu sendiri sebagaimana yang pernah saya baca, maka orang Buddhis ini tidak bisa yakin, kecuali apabila saya menunjukan suatu referensi yang jelas kepada dia. Ini hanya salah satu contoh moment di mana referensi teori meditasi dibutuhkan. Masih banyak moment lainnya lagi.

Atas dasar kesadaran akan pentingnya referensi teori tersebut, akhirnya saya menggali kembali teori-teori meditasi dan mulai mencatatnya dan saya berpikir, “suatu hari nanti, tentu ada orang lain yang membutuhkan catatan referensi ini. Jikalau saya tidak bermaksud berbagi pengetahuan keapda orang lain, cukuplah bagi saya mempraktikannya dan tidak perlu mencatatnya.”

Di sisi lain, seringkali justru teori-teori meditasi itu menghambat meditasi secara praktis. Hal yang sebenarnya kecil, pendek dan sederhana, tapi ketika diungkapkan dalam bentuk teori menjadi besar, panjang dan rumit. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang terus menerus berputar-putar dalam teori meditasi. Sedangkan prestasi mediasinya sendiri tidak banyak. Ini adalah tipe orang yang “banyak teori sedikit praktik.”

Sebenarnya saya sendiripun termasuk teori orang yang terlalu banyak teori, sampai-sampai Sang Guru dulu menegur saya, bahwa dalam belajar meditasi, saya terlalu banyak teori, demikian pula ketika saya mengajar. Sebenarnya itu pengaruh dari ilmu Logika yang jauh-jauh hari telah saya pelajari. Bedanya, walaupun saya banyak teori, tapi praktikpun saya tak kalah banyak. Ini adalah pembelaan diri saya sendiri terhadap penilaian Sang Guru kepada saya. Ya, bagaimana lagi kalau tidak membela diri, soalnya saya tidak bisa belajar dan mengajar dengan cara 100% seperti Sang Guru. Saya belajar dan mengajar dengan cara saya sendiri.

Mempelajari banyak teori meditasi bukanlah hal yang salah, tapi semestinya diimbangi dengan banyak praktik, learning by doing, try and error, sehingga tidak berkutat di seputar teori.

Ada banyak buku-buku yang bisa saya gunakan sebagai referensi meditasi, baik di toko buku ataupun di perpustakaan. Adapun referensi meditasi terbanyak yang bisa saya peroleh adalah dari komunitas Buddhis. Saya mengaku bahwa umat Buddhis mempunya kekayaan teori meditasi yang sangat banyak, paling banyak di Banding dengan kelompok-kelompok lainnya. Teori meditasi samatha Vipassana yang diajarkan oleh para Bikkhu Buddhis itu sangat bertahap, rinci dan sistematis. Ini adalah kelebihan sistem meditasi Buddhis, walaupun di sisi lain tentu ada kekurangannya.

Di sisi lain, saya sebagai muslim sepertinya janggal atau bahkan salah apabila bertekun mempelajari teori meditasi Buddhis, apalagi memperkatikannya. Tapi bagi saya sendiri sebenarnya itu tidak masalah. Sebagai perbandingan, tidak sedikit muslim yang ahli dalam teori kekristenan, pandai menggunakan teori-teori injil yang dikemudian hari digunakan untuk menyerang kaum kristen sendiri, dan hal itu tidak dianggap janggal, salah atau dosa. Lalu mengapa saya mesti dianggap janggal, salah atau dosa hanya karena saya mempelajari teori-teori meditasi Buddhis? Bahkan untuk mempraktikannyapun menurut saya, bukanlah suatu hal yang tercela. Karena meditasi bukalah soal agama, tapi mengenai bagaimana memanfaatkan potensi tubuh batin.

Untuk meyakinkan hal tersebut, sayapun mencoba mempergunakan teori dari sebuah referensi buku meditasi, di mana Sri Dhammananda berkata, “ Meditasi tidak perlu diberi label agama apapun. Setiap orang dapat menjalaninya. Jika pikiran sudah siap, pikiran dapat dilatih dan digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik.

Energi mental dapat dimanfaatkan untuk melayani diri sendiri maupun orang lain. Energi ini adalah energi yang paling dahsyat di dalam semesta. Sementara energi lainnya adalah energi buta, namun energi mental dalan energi yang cerdas[1].” 
 1. Sri Dhammananda, Meditasi, Hal. 5
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
15 Jawaban
4773 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2013, 06:57:09 AM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
5160 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
2 Jawaban
2500 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2013, 11:16:32 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2082 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2013, 01:50:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2067 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2014, 08:48:15 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1238 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2014, 12:18:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1632 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2014, 09:49:16 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1218 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 14, 2015, 07:40:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
676 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2015, 01:46:53 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
482 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 12:11:38 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan