Penulis Topik: Logika dan Ilmu Batin  (Dibaca 3436 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Logika dan Ilmu Batin
« pada: November 14, 2012, 04:47:15 AM »
Logika dan Ilmu Batin

Dari sudut pandang ilmu logika, sebuah proposisi akan dlihat dari sudut pandang "mana bagian subjek dan mana predikatnya". Tapi dari sudut pandang ilmu batin, sebuah proposisi akan dilhat dari sisi apakah ini menyenangkan atau menyakitkan. apakah suatu kata-kata itu menimbulkan perasaan gembira dalam dada, ataukah sebaliknya menimbulkan perasaan tak enak dan sedih? Lalu dari perasaan-perasaan seperti itulah ilmu batin mulai diselami.

Dari sudut pandang ilmu batin, Logika adalah untuk mengendalikan pikiran, meredakan pemikiran dan kemudian menenangkannya.  Pikiran yang tadinya liar menjadi jinak karena tunduk pada kaidah-kaidah logika atau terkendali oleh norma-norma logika. inilah fungsi logika sebagai pengendalian pikiran.

Metoda logika memaksa si pemikir untuk menelusuri strukture realitas yang seringkali berujung pada “ketidak tahuan”. Dalam hukum definisi misalnya, dimana semakin sederhana lingkungan sesuatu, maka semakin sulit suatu itu didefinisikan. Dari sini kemudian dapat disimpulkan bahwa ada banyak hal yang sebenarnya tidak diketahui dari hal yang sudah diketahui. Kenyataan ini membawa kepada suatu kesadaran bahwa kita hidup dipenuhi dengan ketidak tahuan. Dengan kata lain, logika tidak hanya mengantarkan seorang pemikir untuk mengetahui banyak objek pengetahuan sebagai bagian dari strukture realitas, tetapi juga mengantarkan pemikir untuk mengetahui tentang banyak hal yang tidak diketahuinya. Saat-saat di mana "ketidak tahuan" muncul dan digunakan sebagai objek meditasi, pada saat itu pikiran berhenti berpikir. Inilah meredanya pemikiran, menuju kepada ketenangan. dan apabila pikiran telah sampai pada ketenangan, maka terbuka jalan baginya untuk melihat pengetahuan yang tak terkatakan yang merupakan bagian dari ilmu batin.

Bagaimana caranya mengambil “ketidak tahuan” sebagai objek meditasi? Seperti seorang penulis yang sampai pada suatu kondisi “tidak tahu”, kalimat apa yang harus ditulis selanjutnya untuk mengembangkan sebuah paragraf. Karena pikirannya fokus pada sebuah ide pokok, pikirannya berhenti memikirkan persoalan-persoalan lain. Tapi ketika sampai pada kondisi “tidak tahu” lagi, kalimat apa yang harus ditulis untuk menjelaskan ide pokok sebuah paragraf, maka pikirannya menjadi diam pada objek terakhir yang sudah diketahui berkenaan dengan ide pokok pemikiran, dan tidak memikirkan apapun sampai muncul pengetahuan-pengetahuan baru yang dapat mengembangkan ide pokok dari pemikirannya.

Ada banyak pertanyaan yang tidak atau belum dapat ditemukan jawabannya secara jelas. Sebagai contoh : apakah rasulullah pernah menunjuk pengganti dirinya sebelum beliau wafat atau kah tidak? Untuk menemukan jawaban yang jelas dari pertanyaan-pertanyaan ini, tentu seseorang perlu melakukan penyelidikan terhadap nash-nash yang merupakan bagian dari metoda ilmiah. Dengan demikian, ia harus beranjak dari tempat duduknya untuk pergi  ke perpustakaan dan mencari kitab-kitab yang berisi nash-nash untuk menjawab pertanyaan atau untuk mengubah “ketidak tahuan” menjadi “pengetahuan”. Tetapi, dengan metoda logika, seseorang tidak harus bangkit dari tempat duduknya untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan tersebut, melainkan cukup melakukan analisa bahasa dari kata-kata yang sudah ada. Ketika kata-kata diamati terus menerus oleh meditator sampai muncul pengetahuan analitik di dalam dirinya, ini merupakan manifestasi dari meditasi dengan “objek ketidak tahuan”.

Karena menyadari ada hal yang tidak diketahui dari strukture realitas yang sudah diketahui, maka meditator berhenti melakukan pemikiran apapun, kecuali memusatkan perhatiannya untuk mengamati strukture realitas yang sudah diketahuinya. Inilah makna dari menjadikan “ketidak tahuan” sebagai objek meditasi. Dan meditator hanya melakukan proses pemikiran kembali setelah muncul pengetahuan baru atau melihat strukture baru dari sebuah strukture realitas yang sebelumnya sudah diketahui.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #1 pada: November 14, 2012, 09:29:46 AM »
@Kang Asep, semoga Alloh swt merahmati,
Terus terang saya terperangah membaca puisi akang. Seolah-olah akang hilang kesabaran dengan usaha-usaha yang tak kunjung membuahkan hasil, menurut akang. Saya tidak sedang membuat kesimpulan kang, tapi sepertinya akang terburu-buru. Satu kalimat saja yang dilakukan/diamalkan oleh seseorang dari apa yang akang sampaikan sebagai ilmu atau nasehat kemudian membawa manfaat kepada dirinya saya kira itu adalah sebuah keberhasilan. Perasaan saya tidak enak atau bisa dikatakan sedih setelah membaca puisi itu, jikalau akang berpikir bahwa tidak ada yang mampu berjalan bersama akang karena kelambatanya biarkanlah kang,  tetapi alangkah baiknya janganlah akang sampaikan, sebab itu bisa mematahkan semangat orang-orang yang berusaha mengikuti dan mengambil ilmu dari akang. Saya tidak tahu benar ataukah salah dengan apa yang saya katakan ini. Sejatinya setelah membaca puisi itu, tiba-tiba saya ingin berhenti sejenak, kemudian meneruskan olah batin/riyadhoh kembali, untuk memperkuat apa yang telah hadir dari kasih sayangNya sebagai keyakinan di hamparan kalbu saya. Berikutnya saya akan berusaha menyusul akang dengan munajat sehingga Alloh berkenan mempertemukan dalam suasana Yang Alloh kehendaki.
Saya tidak tahu menahu apa itu logika, sampai saya mengetahuinya dari akang, sebuah seni berpikir yang menarik walaupun amatlah sulit mempelajarinya. Betapa masalah-masalah yang berat dipecahkan dengan cara yang sederhana, seperti yang biasa akang lakukan. Sungguh menyenangkan mempelajarinya dari akang. Walaupun entah berhasil atau tidak. Tetapi sesungguhnya bukan itu yang menjadi tujuan hidup saya kang..
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #2 pada: November 14, 2012, 01:54:13 PM »
@kang Ratna

saya memang belajar dan mengajar ilmu logika. tapi saya juga belajar dan mengajar ilmu batin.

jika saya selalu melihat murid-murid saya dalam kondisi baik mentalnya, tenang hatinya, gembira perasaannya, maka apakah lagi yang bisa saya ajarkan kepadanya?

sebelum saya memberikan pelajaran-pelajaran yang lebih jauh, saya harus mencoba "menggoyang" hati para murid, apakah ia sudah "kebal" terhadap guncangan atau belum. sebagaimana sang guru mengajar saya, yang seringkali menguji saya dengan berbagai "goncangan". apabila dia melihat saya belum kuat dan mulai agak terguncang, maka kemudian dia memberikan obatnya. sebab, dari guncangan-guncangan mental itulah para murid bisa mulai belajar ilmu batin.

ketika saya berkata, "ini lah kesedihan, inilah sebab-sebab kesedihan, beginilah cara melepaskan kesedihan dan beginilah cara agar terhindar dari kesedihan", maka apakah pelajaran ini dapat difahami oleh mereka yang sedang gembira hatinya? seorang murid akan lebih mudah mempelajari "kesedihan" ketika mengalami "kesedihan" dari pada ketika ia sedang gembira.

kemapanan mental berarti ia tidak bisa melihat ada sesuatupun yang bisa dianggap "menyenangkan" di dunia ini, sebagaimana ia tidak bisa melihat sesuatu "yang menyakitkan". siapa yang masih menganggap ada hal-hal yang menyenangkan di dunia ini, berarti ia belum dapat melepaskan diri dari hal-hal yang menyakitkan. darinya keluar kemalasan dan kegelisahan. dari kegelisahan dan kesedihan, dari situlah para murid harus mulai belajar dan memahami sehingga akhirnya menuju kepada kemapanan mental, di mana ia tidak akan lagi mengalami hal-hal menyenangkan pun menyakitkan.

dengan demikian, bila ada hati yang terluka, maka temukan di sini obat penawarnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #3 pada: November 14, 2012, 02:38:49 PM »
pernah ada seorang bapak, datang jauh dari Batam. katanya ia bermaksud belajar ilmu batin. dia bersumpah tanpa saya minta bersumpah, bahwa ia akan belajar bersungguh-sungguh, dan setiap pada saya. saya berkata, "Tidak perlu bersumpah, dan saya tidak ingin meminta sumpah anda."

walaupun semangatnya tinggi,  ia tidak punya waktu banyak, karena harus bekerj kembali di Batam. sehingga ia ingin cepat-cepat menguasainya. maka saya berkata, "kalau begitu, silahkan datang setiap malam dalam 3 minggu, sehingga ketika anda kembali ke batam, anda sudah mempunyai bekal yang banyak."

malam pertama pemuda ini hadir di rumah saya. saya mengajarinya meditasi bersama murid-murid saya yang lain. tapi murid-murid yang lain itu umurnya masih sangat muda. mereka meditator kecil. ada yang berusia 11 tahun, 10 tahun hingga yang berusia 9 tahun. ketika belajar, tampak dengan terang bahwa hatinya tidak tentram, karena dihimpunkan bersama anak-anak kecil. harga dirinya agak terganggu. dia berpikir, "masa saya orang tua disuruh belajar sama anak-anak kecil". gengsi.

semakin lama bermeditasi, bukannya semakin tenang, tapi semakin gelisah. dia benar-benar tidak suka masuk ke dalam kelas "anak-anak kecil". bukannya saya tidak mengetahui keadaan batinnya itu. tapi "rasa harga diri" itulah yang justru menghalangi kemurnian batinnya. apabila ia mau melepaskan egonya dari merasa punya harga diri, maka dalam waktu singkat dia akan menerima pelajaran yang berharga itu. Tapi sayang, hanya 3 malam ia hadir, selanjutnya hilang entah kemana, tidak ada kabar beritanya. di luar sana, semoa ia meneruskan belajar.

teringat dengan kisah seorang hakim di Baghdad Irak. ia mendatangi seorang murysid untuk berguru ilmu tasawuf. Tapi kemudian gurunya itu berkata, "lepaskah seluruh harta benda mu, tinggalkan jabatanmu!" Batin sang hakim terguncang, ia labil. bagaimana mungkin ia melepaskan seluruh harta bendanya, rumah mewahnya dan jabatannya yang selama ini telah dia perjuangkan secara bersungguh-sungguh? tapi sang guru tidak melihat jalan lain yang bisa memurnikan batin sang murid.

di film lain, saya melihat film Yesus, walaupun dibuat oleh kaum Nasrani, tetapi tidaklah mungkin seluruhnay berisi kebohongan. dalam film itu, ada seorang saudagar yang menyatakan hendak mengikuti ajaran Yesus. maka Yesus meminta sang Saudagar kaya itu untuk melepaskan seluruh hartanya. tapi saudagar itu menolak. "Ow, bagaimana mungkin saya membuang seluruh harta yang selama ini telah saya kumpulkan dengan susah payah?"

Yesus berkata, "betapa sulitnya orang-orang kaya memasuki kerjaaan Allah."

apa yang dilakukan oleh Mursyid di Baghdad dan yang diminta Yesus terhadap saudagar kaya itu tampaknya lebih dari "sekedar mematahkan semangat". bagaimana kiranya kalau itu menimpa diri kita. apakah kita sanggup?

Sang Guru memiliki puluhan ribu murid. Tidaklah banyak yang telah sampai ke puncak. Tetapi banyak yang patah di tengah jalan. dulu, ada seorang murid yang menangis di hadapan saya dan mengadukan sang Guru kepada saya. dia berkata, "saya tidak tahan dengan apa yang dilakukan sang Guru, karena dia meminta ini, meminta itu kepada saya. padahal saya bukanlah orang kaya."

lalu saya berkata kepadanya, "Ketahuilah bahwa sang Guru tidak menginginkan harta bendamu sama sekali. yang dia lakukan adalah hendak mengobati hatimu, yaitu mengobati kekikiranmu. dia melihat bahwa satu penyakit hati yang membuatmu sulit meliha sorga yang indah itu adalah kekikiran hatimu, maka dengan melepaskan benda-benda yang kau sayangi, niscaya kamu menemukan kebahagiaan sejati."

inilah manfaat dari Logika. banyak orang yang "salah sangka" terhadap sang guru, sebab mereka terlalu cepat menyimpulkan, atau dipenuhi dengan prasangka yang tidak semestinya. Tetapi dengan logika, saya dapat menyelami ajarannya lebih dalam, menguraikan perilakunya kepada fakta-fakta sebagaimana adanya sehingga terbebas dari prasangka. dengan demikian saya dinyatakan sebagai murid diantara ribuan murid yang telah mencapai puncak.

perilaku para ahli batin memang seringkali membingungkan, dan terkadang membuat heran. tidak jarang hal itu menimbulkan salah sangka dan fitnah.  tetapi orang-orang tertarik dengan caranya berperilaku. dan apa yang diajarkannya akan berpengaruh besar terhadap dunia. coba simak sejarah Arsitoteles, guru besar ilmu logika itu. tetapi ia ditentang oleh masyarakat banyak, ditangkap dan dibuang ke pengasingan. hal itu akibat "manusia durjana" merasa terancam oleh ajarannya. dan lalu, para durjana ini memprovokasi orang-orang bodoh dengan mengatakan "lihat Aristoteles telah menghina berhala-berhala kita! maka tangkap dan bunuh dia!" Tapi Aristoteles berhasil meloloskan diri dari upaya pembunuhan, ia berlari sambil berkata, "aku tidak akan memberi kesempatan kedua kepada orang Athena untuk berbuat dosa kepada para filsuf."

saya tidak akan mengajak para murid untuk tertawa gembira. tapi sebaliknya, saya akan mengajak para murid untuk menangis sedih. karena inilah tradisi para nabi dan orang-orang bijaksana.

Rasulullah bersabda,"Tangisan adalah rahmat Allah bagi manusia." Beliau juga bersabda, "Wahai Abu Dzar, barang siapa yang dapat menangis, maka hendaklah ia menangis. Dan barangsiapa yang tidak mampu melakukannya, maka hendaknya ia menyedihkan hatinya dan berlaku seperti orang yang sedang menangis, karena hati yang keras itu jauh dari Allah, namun masih banyak orang yang tidak menyadarinya." (Wasiat, Edisi Arbain 1431 H, hal. 1)

tangisan itulah yang akan mengubah hati yang keras menjadi lembut.


وإذا سمعوا ما أنزل إلى الرسول ترى أعينهم تفيض من الدمع مما عرفوا من الحق يقولون ربنا آمنا فاكتبنا مع الشاهدين

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui ; seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (Q.S 5:83)
« Edit Terakhir: November 14, 2012, 02:41:26 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #4 pada: November 14, 2012, 09:48:37 PM »
memang benar Kang Asep adalah seorang MURSYID, hanya itu kang kesimpulan saya. sebab saya tidak tahu apa lagi yg mesti saya katakan. jika berkenan saya ingin tahu bagaimanakah sesungguhnya keadaan mental saya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #5 pada: November 15, 2012, 06:13:55 AM »
kemungkinan kang Ratna itu menempatkan saya pada posisi yang terlalu tinggi
sehingga ketika melihat fakta yang sebenarnya bahwa saya berada pada suatu tempat yang rendah, maka timbulah perasaan kecewa atau sedih.

kalau saya dipandang seorang mursyid, maka ketika sesekali saya mengatakan hal yang salah, mungkin orang akan berkata, "Murysid kok gitu ngomongnya". iya enggak kang?

kalau saya dipandang seorang preman, maka ketika perkataan saya kasar dan salah, maka orang memaklumi tidak akan sedih dan kecewa, "ya namanya juga preman, wajarlah ngomongnya kayak gitu." tapi ketika sesekali sesekali berbicara kebenaran, mungkin orang akan berkata, "luar biasa, preman tapi omongannya kayak kyai".

saya menanggap guru saya seorang murysid, seorang wali di antara wali-wali Allah. tapi dia menolak untuk disebut murysid, apalagi wali. disebut ustadz saja dia tidak mau.  tapi dia tidak menolak disebut koboy. agar, ketika dia terlihat berbuat salah atau berkata salah, ornag tidak perlu sedih dan kecewa. demikian pula dengan diri saya, sebenarnya saya menolak dianggap MURYSID, dianggap ustadz pun saya menolak. saya hanyalah seorang kawan diskusi di sini, manusia biasa yang mungkin banyak melakukan salah dan dosa. Tapi saya tidak menolak dianggap sebagai guru, karena memang ada hal yang bisa saya ajarkan. tapi saya adalah guru biasa, yang tidak maksum, yang mungkin banyak melakukan kesalahan dan dosa. saya tidak berharap di tempatkan pada posisi yang terlalu tinggi, sehingga mengecewakan orang lain ketika faktanya terlihat bahwa saya tidak sempurna di dalam perkataan dan perbuatan.

Sang Guru pun adalah manusia biasa. sehingga ketika saya mendapatinya melakukan kesalahan di dalam perkataan dan perbuatan, sama sekali tidak menggoncang batin saya. Kebenaran itu datang dari Allah. kesempurnaan hanya milik Allah. Sang Guru berkata, "Ikutlah saya selama saya berada di jalan Allah dan Rasulnya, tapi bila saya menyimpang, maka jangan ikuti saya, tapi tariklah saya supaya kembali ke jalan yang benar!"

manusia yang mengaku dirinya Wali, niscaya dia bukan wali
manusia yang mengaku dirinya murysid, niscaya dia bukan murysid
manusia yang mengaku dirinya suci, niscaya dia tidak suci
manusia yang merasa dirinya bodoh dan hina, inilah cirinya wali
manusia yang mengaku lemah dan bersalah, inilah pertanda kewaliannya

tapi bagaimana saya bisa meyakini sang guru sebagi wali diantara wali-wali Allah yang menjadi perantara sampainya diri saya kepada makrifatullah bila saya lebih pandai menilai pribadi guru saya itu di banding dirinya sendiri?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika dan Ilmu Batin
« Jawab #6 pada: November 15, 2012, 07:27:10 AM »
^Alhamdulillah, akang telah membantu menemukan masalah saya, terima kasih kang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
32 Jawaban
9200 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 01:42:02 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
5699 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 11:39:32 AM
oleh Kang Asep
27 Jawaban
9005 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2013, 11:39:17 PM
oleh Sandy_dkk
5 Jawaban
1029 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2015, 11:49:23 AM
oleh Agate
3 Jawaban
1542 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2016, 11:33:07 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
549 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 04:13:20 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
568 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 07:23:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
633 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2015, 07:29:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
364 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 10:02:42 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
250 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2016, 04:42:34 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan