Penulis Topik: Latihan Keteguhan Hati  (Dibaca 1911 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Latihan Keteguhan Hati
« pada: Maret 23, 2014, 04:09:25 AM »
Walaupun bentuk meditasi formal itu tampak sederhana, yaitu dengan sikap duduk diam mematung, tetapi dari praktik yang tampak sederhana ini sebenarnya kaya akan makna. Salah satu makna dari praktik ini adalah latihan keteguhan hati.

Praktik meditasi merupakan manifestasi dari kemauan. Anda ingin membebaskan diri Anda dari kemelut dalam batin Anda, lalu Anda melakukan berbagai usaha untuk mencapai kebebasan tersebut. Upaya Anda tersebut merupakan menifestasi dari kemauan Anda untuk bebas. Tapi, ketika Anda tidak menemukan jalan lain, lalu saya tawarkan meditasi sebagai cara satu-satunya cara untuk membebaskan kemelut Anda, dan Anda mempraktikannya, maka meditasi ini menjadi satu-satunya manifestasi dari kemauan Anda.

Tunjukan pada diri Anda sendiri bahwa Anda memang mempunyai kemauan untuk bebas atau mencapai pencerahan dalam hidup. Dengan meneguhkan diri dalam sikap meditasi - duduk diam, mata terpejam, meluruskan lengan, menaruhnya di atas lutut, serta memusatkan perhatian pada gerakan nafas – Anda telah menunjukan kemauan Anda pada diri Anda sendiri.

Tidak semua orang memiliki tekad yang kuat, semangat, kemauan keras dan keteguhan hati. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang gagal dalam mempertahankan sikap meditasi formal yang sederhana ini walaupun sekedar untuk lima menit. Tampaknya, sekedar duduk diam mematung selama lima menit merupakan pekerjaan yang mudah. Tapi faktanya, banyak yang tidak sanggup melakukannya.

Dulu, ada seorang ibu rumah tangga namanya Shela. Dia seorang guru, kawan kerja saya ketika saya masih bekerja sebagai guru di sekolah. Suami bu Shela seorang pejabat, rumah mewah, anak-anaknya sudah besar, sehat dan cantik-cantik. Setiap satu orang dari keluarga itu mempunyai kendaraan sendiri. Sepintas lalu, tidak tampak satu kekurangan apapun pada diri bu Shela. Kadang-kadang orang menaruh iri padanya, bahwa dia hidup sukses dan bahagia.

Di sela-sela istirahat kerja, bu Shela melihat saya sedang bermeditasi. Usai meditasi, bu Shela bertanya kepada saya tentang apa yang saya lakukan. Saya menjelaskan, “Saya sedang bermeditasi bu.”

“Meditasi itu untuk apa gunanya?”

“Ibarat HP, meditasi itu seperti ngecharg, membuat tubuh dan batin saya terasa bugar kembali.” Jawab saya.

“Masa sih .. gimana sih caranya?” kata bu Shela.

“Ibu mau coba ... caranya mudah ... cobalah ibu duduk di kursi dengan santai ...taruh ke dua tangan di atas meja. Tegakan punggung ... pejamkan mata, dan pusatkan perhatian ibu pada gerakan nafas yang masuk keluar. Ibu sudah mengerti ?”

“Ya .saya mengerti.” Jawab bu Shela.

“Mulailah praktikan!”

Bu Shela melakukan sebagaimana yang saya jelaskan tadi. Satu menit berlangsung, saya melihat bu Shela dilanda oleh kegelisahan yang sangat. Jari tangannya mulai bergerak-gerak gusar. Lalu saya berkata, “Pertahankan bu, jangan sampai ibu bergerak-gerak!”

Sekitar dua menit kemudian, tiba-tiba bu Shela menutupi kedua wajahnya, dan dia menangis tersedu sedan. “kenapa bu?” tanysa saya.

Lalu bu Shela menceritakan problem hidupnya. Tentang bagaimana harapannya yang besar terhadap anak-anaknya. Ia ingin anak-anaknya yang sudah mulai tumbuh dewasa itu mau memahami kemauan ibunya serta memenuhi harapan-harapannya. Tapi yang dilakukan anak-anaknya itu sering tidak sejalan dengan harapan dirinya, sehingga hari-harinya dipenuhi dengan konflik. Ia merasa sangat menyayangi anak-anaknya, tapi merasa anak-anaknya malah membalasnya dengan hal-hal yang menyakitkan dirinya, seakan air susu dibalas dengan air tuba. Bu Shela menceritakan semua itu sela-sela tangisnya. Kesedihannya sangat dalam. Lalu ia berkata, “Saya sampai kurus kering begini, sakit-sakitan, karena saya makan ati, mikirin masa depan anak-anak.”

Lihat ... seseorang yang banyak orang lain menaruh iri padanya, menyangka hidupnya sukses dan bahagia, tapi ternyata dia memiliki luka hati yang dalam, dan merasa telah mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya. Sedangkan saya, dari aura bu Shela dapat membaca jauh lebih banyak tentang problematika kehidupan serta sedalam apa penderitaan yang dialaminya. Selama ini, dia menyembunyikan penderitaan hidupnya dari orang lain, tapi melalui praktik meditasi tiga menit saja, semua itu terbongkar di hadapan saya. Dan ketidak sanggupan bu Shela dalam mempertahankan sikap meditasi sekedar untuk lima menit saya itu menjadi alat bukti atau alat ukur, bahwa penderitaannya yang dia alami sangatlah dalam, lemah di dalam tekad, semangat, ketenangan dan keteguhan hati, yang kebanyakan orang tidak sanggup untuk memahaminya. Karena mata orang-orang banyak tertipu oleh penampilan lahir, dan tidak dapat melihat tembus jauh ke dalam batin.

Sejak saat itu, apabila saya ingin mengukur kehidupan seseorang, mengetahui pola hidup, atau memperkirakan problematika hidupnya, maka saya dapat melakukannya dengan menyuruh orang itu untuk bermeditasi. Seberapa lama dia mampu mempertahankan sikap diamnya dalam meditasi, itu juga bisa menjadi pertanda seberapa kuat dia miliki daya keteguhan hati.

Bila bu Shela mau meneruskan latihan meditasinya, maka secara perlahan saya akan melatih keteguhan hatinya melalui praktik meditasi tersebut. Bila ia sudah sanggup untuk mempertahankan diri dalam sikap diam selama kurang leibh 30 menit, itu sudah meruapkan pertanda bahwa daya keteguhan hatinya telah meningkat berkali lipat. Dan sekarang Anda bisa mencoba melakukannya sendiri. Mampukah Anda bertahan diam mematung selama kurang lebih 30 menit ? jika Anda mampu, maka bersyukurlah. Itu berarti Anda memiliki kekuatan mental yang jauh lebih kuat dari pada bu Shela. Mungkin Anda menganggap kemampuan Anda tersebut hal biasa, bukan hal biasa, tidak cukup berharga. Tapi bila Anda sadar bahwa tidak semua orang memiliki kekuatan mental seperti yang Anda mililiki, mungkin Anda akan merasa sangat bersyukur dengan kekuatan mental yang Anda miliki sekarang ini. Tapi bila memang Anda mempunyai kekuatan mental yang cukup atau melebihi dari kekuatan mental seperti bu Shela, maka itu bukan berarti Anda tidak membutuhkan praktik meditasi lagi, sebab meditasi dapat mengembangkan daya mental Anda sampai pada tahapan-tahapan yang mungkin belum dapat Anda bayangkan saat ini. Kelak Anda akan melihat bahwa kekuatan mental Anda sangat dibutuhkan oleh para makhluk yang ada di sekitar Anda. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Latihan Keteguhan Hati
« Jawab #1 pada: Maret 24, 2014, 12:24:16 PM »
Tadi malam disela istirahat makan malam di tempat kerja saya mencoba meditasi selama 30 menit untuk mengukur sejauh mana kesanggupan dan keteguhan hati seperti yang dikatakan Kang Asep. Biasanya saya hanya melakukannya selama kurang dari sepuluh menitan.

Selama mempraktekkannya saya sempat berhenti setelah lima menitan. Karena di keroyok nyamuk kebon. Setelah memakai autan dan me reset alarm untuk 40 an menit, saya kembali memulai meditasi.

Tidak berapa lama, praktek meditasi saya hentikan karena waktu istirahat saya terbatas dan juga karena hidung saya tersumbat sebelah akibat pilek. Saya lihat di alarm handphone, ternyata saya sudah melakukannya sekitar 14 menitan.

Saya coba kalkulasi dan memperhatikan dari praktek meditasi saya tadi, bahwa sepertinya saya tidakada masalah dengan lamanya waktu meditasi. Hanya tampaknya keteguhan hati yang timbul yang saya perhatikan dari diri saya adalah adanya rangsangan dari faktor luar, jika rangsangan itu tidak ada agak sulit untuk melakukannya dalam waktu yang lebih dari biasannya.

Faktor luar tersebut sepertinya ada dua. Yang pertama adalah adanya keperluan yang mendesak. Yang kedua adalah perintah dari orang lain yang dalam hal ini adalah Guru.

 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Latihan Keteguhan Hati
« Jawab #2 pada: Maret 25, 2014, 04:57:34 AM »
saya rasa kang Ratna memiliki cukup "keteguhan hati", setidaknya dalam batas normal atau di atas normal lebih sedikit. sehingga kang Ratna akan mampu melakukan meditasi dalam waktu 30 menit tanpa masalah yang berarti.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1454 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:57:58 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
879 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 02:02:29 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1273 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2015, 09:39:38 PM
oleh Monox D. I-Fly
15 Jawaban
3437 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 09:35:15 PM
oleh Monox D. I-Fly
5 Jawaban
1371 Dilihat
Tulisan terakhir November 22, 2013, 07:01:24 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
694 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2015, 07:19:54 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
2802 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2018, 06:49:39 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
350 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 09:51:50 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
156 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2016, 12:43:44 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
145 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2018, 08:14:56 AM
oleh Purnama

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan