Penulis Topik: Kesungguhan  (Dibaca 915 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kesungguhan
« pada: Januari 18, 2014, 05:10:15 AM »
Sejak zaman sekolah dulu kita sering mendengar guru berkata, “bersungguh-sungguhlah kamu dalam belajar!” kita memahami bahwa dalam melakukan segala sesuatu, baik belajar maupun bekerja, dbutuhkan kesungguhan. Tapi apakah kesunguhan itu sebenarnya ?

“Kesungguhan” berhubungan dengan “keseriusan”,”semangat”, “kemauan” dan “konsentrasi”. Kesungguhan adalah perbuatan yang dilakukan dengan kemauan, tekad yang kuat, semangat, serius, fokus dan penuh keyakinan. di dalam kesungguhan itu terdapat kekuatan-kekuatan mental yang berharga.

Karena kesungguhan merupakan sejenis sikap atau perbuatan, maka cara membangun kesungguhan ini dapat dimulai dengan memusatkan perhatian terhadap perbuatan itu sendiri. dalam hal ini, bukan saja perbuatan yang dilakukan oleh tubuh, melainkan juga apa yang dilakukan oleh indra. Tubuh yang bergerak merupakan perbuatan tubuh, dan “melihat” yang dilakukan oleh mata dalah perbuatn indra. Disisi lain perhatian itu sendiri akhirnya perlu disadari sebagai bentuk perbuatan Pikiran.

Ketika perhatian semakin fokus pada perbuatan tubuh, indra dan pikiran, maka lahirkan kesungguhan. Atau dipandang dari sudut yang lain, upaya pehatian pikiran itu sendiri menuntun pada pementukan kemauan, semangat dan keyakinan. perhatian tidak akan pernah menjadi penuh, bila kemauan, semangat dan keyakinan tidak berkembang. Rangkaian sistem yang digunakan untuk membangun kesungguhan itu kemudian disusun dalam sebuah tata cara yang disebut dengan Meditasi

Walaupun tampaknya meditasi itu begitu sederhana. Praktiknya cukup duduk diam mematung, tetapi bila kita mulai melakukannya, maka kita dihadapkan pada problematika yang pelik yang harus kita hadapi dan kita selesaikan. Tapi ini tidak berarti dari “tidak punya masalah” menjadi “punya masalah”, karena masalah itu sudah ada sebelumnya. Meditasi adalah cara untuk menyadari adanya masalah-masalah tersebut agar dapat teratasi. Dan kadang problem itu terjadi ketika kita mulai berupaya untuk meraih suatu tujuan. Contohnya adalah upaya bagaimana membangun kesungguhan dengan meditasi. Atau dengan kata lain, bagaimana cara memahami dengan sebaik-baiknya, sehingga kita yakin bahwa meditasi itu merupakan suatu cara yang tepat dalam membangun kesungguhan.

Dengan duduk bersila, menegakan punggung dan leher, menaruh tangan di atas lutut, menjaga tubuh agar tidak bergerak, ini adalah latihan pertama dari kemauan. Dengan kata lain, sikap duduk meditasi itu sendiri merupakan manifestasi dan atau latihan dan atau ujian kemauan yang akan menuntun pada pembentukan kesungguhan.

Dalam perjalanan meditasi ini, terkadang muncul hal-hal yang membuat kita lupa dengan tekad kita sebelumnya. Ketika lupa, maka tekad dan kemauan ini lenyap dan kembali muncul ketika kita ingat kembali tujuan kita. tapi kita tidak hanya menunggu pikiran ingat kembali kepada tujuan awal, melainkan harus berupaya untuk ingat kembali dan tetap ingat, karena batin kita mempunyai daya ingat itu.

Sebenarnya apa yang harus selalu kita ingat dalam meditasi ? banyak. Terutama kita harus ingat bahwa tubuh kita harus diam mematung. Lalu apabila pikiran ingin diam, ia harus fokus pada objek utama, misalnya nafas. Ketika pikiran ingin bergerak, maka ia harus fokus pada gerakan tubuh dan indra. Giat di dalam memperhatiakn tubuh batin di dalam diam dan bergeraknya ini, secara perlahan tapi pasti akan menimbulkan kekuatan mental berharga yang akan terealisasikan dalam sikap yang disebut dengan kesungguhan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan