Penulis Topik: Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama  (Dibaca 3247 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 5103
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
saya pertama kali berguru ilmu kebatinan adalah kepada Pamanku. kemudian kepada buyutku, dan kepada kakek-kakekku. semua filsafat mereka telah saya pelajari sampai ke dasar-dasarnya. kecuali ilmu falaq yang pernah diajarkan oleh kakek dari ayahku, yang aku tidak tuntas dalam mempelajarinya. selain dari mereka, aku juga mempunyai seorang guru bernama Bapak Ibrahim. Beliau pernah memberi saya dua buah pusaka bernama "Sabuk Siliwangi" dan "Lagu Buhun Siliwangi", dan beliau juga pernah menjelaskan tentang jalan-jalan gaib. waktu itu saya masih duduk di bangku SMU.

walaupun pertemuan itu hanya satu malam saja, tetapi saya memperoleh pengajaran yang sangat berharga dari beliau. Sehingga, dalam hati saya menganggap beliau salah satu dari para guru yang bijaksana.

suatu hari, tiba-tiba terdengar kabar bahwa Bapak Ibrahim telah meninggal dunia. saya melayat jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. ketika melihat jenazah itu, tiba-tiba saya tau bahwa Bapak Ibrahim belumlah meninggal, melainkan ia sedang berkelana di alam-alam gaib. saya tau, sebab apa yang dilakuka oleh Bapak Ibrahim adalah yang biasa dilakukan oleh saya. saya seringkali berkelan ke alam-alam gaib. dan karena takut jasad saya dikuburkan, maka saya menulis pesan dalam secarik kertas. lalu saya simpan di saku baju saya. isi pesannya adalah ,"saya jangan dikuburkan, karena saya belum mati!"

tapi bagaimana saya harus menyampaikan kepada keluarganya. saya tidak berani bicara, takut salah dan dipersalahkan, apa lagi mengingat saya ini hanya anak remaja kemarin sore. siapa kiranya yang akan percaya pada kata-kata saya.  kalau saya katakan, apakah mereka akan mempercayai saya, ataukah justru saya akan dianggap gila. akhirnya saya duduk terdiam dalam kebingungan.

sampai akhirnya, istri Bapak Ibrahim berkata kepada para tetamu, tadi pagi Bapak beramanat, bahwa ia akan pergi, "Jangan takut, jangan pantik, bapak tidak meninggal. jangan dikuburkan, bacakan saja shalawat sebanyak-banyaknya!" benar dugaan saya, Bapak Ibrahim belum meninggal. dia memang sedang berkelana ke alam-alam gaib.

dengan agak risih saya menyampaikan persetjuan kepada Ibu Ibrahim bahwa bapak memang belum meninggalkan. saya pelankan suara saya. dan seolah-olah saya ingin berbicara rahasia di tengah kerumunan orang. tampaknya si ibu juga tidak terlalu memperhatikan apa yang saya katakan. dan saya tidak cukup banyak keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya.

sayapun pamit hendak undur diri. rumah saya tidak jauh dari rumah beliau. walaupun saya sudah berada di rumah, tapi teinga saya cukup tajam untuk mendengarkan desas-desus yang terjadi di rumah orang yang terkan musibah. katanya, Pak RT dan Pak Ustadz bersikeras untuk segera menguburkan jenazah. terutama yang sangat bersikap keras itu adalah pak RT. dia berkata, "Udah jelas meninggal, masa mau dibiarin". demikian pula pak Ustadz mengatakan, "jenazah itu kalau tidak segera di kuburkan, maka kita semua akan berdosa!"

saya tambah sedih dan bingung. haruskan saya menyerukan ke tengah kumpulan para orang tua dan berkata lantang, bahwa Bapak Ibrahim belum meninggal, minta waktu dua hari untuk tidak dikuburkan. Tapi bagaimana kalau dalam dua hari itu bapak Ibrahim tidak kembali dari alam gaib, tentu saya akan dipersalahkan dan dicemooh. diri saya tentu kuat menghadapi cemoohan itu, tapi bagaimana dengan keluarga saya? saya tidak ingin membuat ibu saya bersedih karena persoalan ini. akhirnya saya hanya bisa menyampaikan apa yang saya ketahui kepada keluarga saya sendiri. "Beliau belum meninggal". demikian kata saya.

saat jasad Bapak Ibrahim diangkat hendak menuju pemakaman, katanya, istrinya menangis histeris, memohon agar para tetangga mengindahkan amanat bapak untuk tidak menguburkannya. tapi tampaknya para tetangga hanya menganggap itu hanya melihat hal itu sebagai akibat dari "perempuan yang belum ihlas atas kepergian suaminya."

saya menghela nafas. haruskan saya pergi ke alam gaib dan menyusul bapak Ibrahim. tapi tidak semudah itu. alam gaib itu luas. kalau orang pergi ke jakarta, tanpa memberikan alamat jelas, Jakarta mana yang dia tuju, jalan apa, nomor rumah berapa, maka bila saya hendak menyusulnya, dalam 10 tahun belum tentu ketemu. apalagi ketika orang pergi ke alam gaib yang jauh lebih luas dari kota Jakarta. maka tidak ada yang bisa saya lakukan. akhirnya saya hanya bisa diam.

jasad dikuburkan. saya menjerit dalam hati. alangkah teranianya bapak Ibrahim. kelak, ketika ia kembali dari alam gaib, jasanya sudah tertimbun tanah, merasakan pengap, kekurangan oksigen, dan akhirnya ia akan mati yang sesungguhnya. meninggal akibat ketidak tahuan orang. Tapi sungguh, saya tidak punya kekuatan untuk berargumen. apakah Logika akan cukup membuat mereka mengerti? tidak.

sejak saat itu saya menyadari, bahwa kendatipun orang telah pergi jauh ke alam-alam gaib, melihat bentuk-bentuk sorga dan neraka, mengetahui hakikat benar dan salah, serta pernah berkunjung ke perpustakaan langit untuk mempelajari 1000 kitab, maka semua itu tidak akan berguna bagi masyarakat jikalau kita tidak belajar ilmu syariat yang dibawa oleh nabi. kenapa? hanya dengan dalil-dalil syariat itulah mereka mau percaya. maka saya yakin, ulama yang sebenar-benarnya ulama, tentulah mereka akan dapat menerangkan dengan ilmu yang jelas berdasarkan ilmu syariat, apa pernah saya lihat di alam-alam gaib. tapi para ulama palsu hanya akan menuduh saya orang gila atau pengkhayal. Maka, sejak saat itu, saya giat mempelajari dalil-dalil al quran dan Hadits, agar tidak ada lagi orang yang teraniaya karena ketidak tahuan. agar saya dapat membela orang yang teraniaya dengan pengetahuan yang bisa diterima oleh masyarakat.

setelah peristiwa itu berlalu bertahun-tahun lamanya, kini kakek saya memberi amanat yang sama. beliau berwasiat kepada ibuku, "Aku akan mati tiga kali. maka bila aku mati, janganlah dikuburkan. tunggui saja mayatku, nanti aku akan terbangun kembali. Kamu harus bertanggung jawab terhadap jasadku dan harus dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang amanatku ini."

ketika ibuku menceritakan hal itu kepadaku, maka aku berkata, "itu adalah amanat yang berat. jangan begitu saja menerima amanat, apabila kira-kira kita tidak sanggup menjalankannya. apakah kita sanggup menghadapi ketidak tahuan masyarakat? bagaimana kelak kita akan berargumen, terutama apabila unsur sentimen dan kepercayaan yang dikedepankan?", maka saya menganjurkan ibuku itu mengembalikan amanat itu kepada kakekku, dan agar kakek melimpahkan amanat itu kepada orang terdekatnya, yaitu pamanku.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1460
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #1 pada: Desember 03, 2012, 03:14:19 PM »
  Sungguh miris hati ini membaca cerita Kang Asep. Tak terbayangkan, alangkah beratnya menanggung beban kenyataan sebagai saksi hidup atas orang yang dikuburkan  hidup-hidup.
  Dahulu ketika masih di kampung, pernah mendengar cerita orang yang mati dan telah dikuburkan. Kemudian selang beberapa hari orang yang mati ini hidup kembali,  pulang dengan pakaian kafan yang kotor oleh tanah kuburan dan menggegerkan orang yang sedang tahlilan. Ada kemungkinan fenomena itu sama dengan tragedi yang menimpa Bapak Ibrahim itu, hanya orang itu mampu membongkar sendiri tanah yang menimbunnya sehingga ia bisa hidup kembali.
  Kang..ketika akang berkunjung keperpustakaan langit itu dan mempelajari seribu kitab, adakah kitab-kitab itu karangan manusia atau bukan?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 5103
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #2 pada: Desember 03, 2012, 06:01:09 PM »
Kutip dari: ratna
Kang..ketika akang berkunjung keperpustakaan langit itu dan mempelajari seribu kitab, adakah kitab-kitab itu karangan manusia atau bukan?

tidak kang. tidak ada satupun yang merupakan karangan manusia.

semua itu adalah catatan peristiwa alam semesta, yang dicatat oleh malaikat. mungkin, itulah yang dimaksud oleh surah yasin ayat 12 :

إنا نحن نحيي الموتى ونكتب ما قدموا وآثارهم وكل شيء أحصيناه في إمام مبين

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz). (Q.S 36:12)

akan tetapi, barang siapa yang batinnya dipenuhi oleh kotoran (rijs), jangan mengharap dapat membaca isi kitab-kitab itu. dan bahkan orang yang telah diperkenankan oleh Allah untuk membaca kitab-kitab itu, akan dilupakan kembali tentang isi-isinya, jika dia tidak menjaga kesucian hatinya. hal ini juga sesuai dengan ayat suci al Quran :

tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.(Q.S 56:79)


« Edit Terakhir: Desember 03, 2012, 06:04:22 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 5103
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #3 pada: Desember 03, 2012, 06:25:45 PM »
Kutip dari: ratna
Sungguh miris hati ini membaca cerita Kang Asep. Tak terbayangkan, alangkah beratnya menanggung beban kenyataan sebagai saksi hidup atas orang yang dikuburkan  hidup-hidup.

itulah kang, berawal dari rasa keprihatinan atas peristiwa itulah kemudian saya berguru agama Islam ke berbagai mazhab, tak peduli mazhabnya apa. sebenarnya saya mencari, manakah mazhab yang sanggup menjelaskan segala apa yang pernah saya lihat di alam gaib.

Allah Maha Kuasa, seandainya Dia berkehendak, niscaya saya Dia jadikan menjelma di dalam dunia ini tanpa ibu ataupuan ayah. bukti kekuasaannya adalah Adam dan Hawa yang tidak beribu maupun berbapak.

Tetapi Allah telah menentukan hukum-hukumnya, sehingga manusia selain pada umumnya mesti terlahir dari rahim seorang ibu. itu adalah wujud ke maha rahiman Allah. demikian pula halnya dalam ilmu, jika Dia berkehendak, tentu dia dapat menjadikan seseorang memiliki ilmu yang luhur tanpa ada seorang manusiapun yang mengajarinya, yaitu dengan cara diperjalankan oleh Nya ke langit dan izinkan oleh Nya orang itu untuk membaca perpustakaan langit. Akan tetapi, Allah berkehendak manusia belajar dari ayah dan ibunya, belajar dari para guru, dan para ulama yang menjadi pewaris nabi. ketika sesampainya ke dunia, sekembalinya dari langit, saya menjadi bisu. tidak tahu, bagaimana cara mengatakan hal-hal yang saya lihat di sana. ketika saya mencoba melukiskan peri keadaan di sana dengan gaya bahasa saya sendiri, maka orang lain akan menyebutnya sebagai khayalan atau mimpi, dan selalu saja di salah fahami. dan ketika saya membaca al Quran, maka saya temukan di sana, bahwa tidak ada kata-kata yang paling baik, yang paling tepat untuk menggambarkan seluruh fenomena yang saya lihat itu kecuali al Quran. maka tidak ada pilihan lain bagi saya, kecuali mengikuti kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Rasul Allah.

saya tau, bahwa seharusnya jasad bapak Ibrahim tidak dikuburkan. walaupun tidak terdeteksi oleh dokter, tapi mata batin saya bisa melihat bahwa jasad ini masih memiliki daya hidup. tapi bagaimana saya harus menjelskannya? apakah saya akan berkata kepada merka, "mohon jasad ini tidak dikuburkan dulu, sebab dia masih memiliki daya hidup."

apa kira-kira yang akan dikatakan oleh mereka? paling mereka akan berkata, "daya hidup apa, namanya udah mati, ya gak ada daya hidup."

tapi, ketika saya menyodorkan persoalan ini kepada Habib Abu Bakar, beliau langsung menjawab dengan tangkas dan cepat menggunakan dalil-dalil dari al Quran dan hadits, sehingga jelas menurut hukum Allah bahwa seharusnya jasad bapak Ibrahim tidak dikuburkan.

Habib mengatakan "al Quran ini adalah diturunkan kepada Muhammad untuk menjelaskan apa yang mereka perslisihkan. perslisihan apa? perslisihan apa saja, silahkan! al Quran menjelaskan semuanya. "

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Q.S 16:64)

sejak dulu saya membaca al Quran. tapi saya tidak tahu, ketika menghadapi suatu perselisihan di dalam masyarakat, dengan ayat  mana saya dapat menyelesaikan perselisihan itu. tapi Habib telah menunjukan kepada saya dengan jelas, ayat-ayat mana yang harus disampaikan untuk menyelesaikan suatu perselisihan di dalam masyarakat.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1460
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #4 pada: Desember 04, 2012, 02:44:28 AM »
tempat dimana kitab-kitab itu berada apakah itu yang dinamakan alam malakut kang, alamnya para malaikat? untuk mencapainya apakah melewati alam jin terlebih dahulu? lalu orang yang meraga sukma itu merambah dialam yang mana kang? he..he...he..ma'af kang  pertanyaannya borongan..

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 5103
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #5 pada: Desember 04, 2012, 12:49:55 PM »
tempat dimana kitab-kitab itu berada apakah itu yang dinamakan alam malakut kang, alamnya para malaikat? untuk mencapainya apakah melewati alam jin terlebih dahulu? lalu orang yang meraga sukma itu merambah dialam yang mana kang? he..he...he..ma'af kang  pertanyaannya borongan..

sebenarnya di sana itu adalah "Alam Tanpa Nama". dan bahkan segala benda yang ada pun tidak memiliki nama. seribu kitab yang saya baca pun tidak berisi kata-kata. jadi, kalo ditanya soal nama, sebenarnya saya tidak mengetahui apa nama alam itu. justru saya belajar agama kepada para ulama, untuk mengetahui apa nama-nama yang dari segala sesuatu yang saya lihat di alam gaib itu.

sebagai contoh, ketika saya sampai di langit, saya disambut oleh dua makhluk. keduanya membawa saya terbang lebih tinggi sampai ke perpustakaan. makhluk tersebut tidak menyebut dirinya malaikat. dan saya sebenarnya tidak berani menyebutnya malaikat. cuma, kalo mempelajari dari al Quran dan Hadis tentang sifat-sifat malaikat, maka kedua makhluk tersebut identik dengan malaikat. sehingga ketika saya menyebut keduanya malaikat, maksudnya adalah "identik dengan malaikat". soal apakah keduanya itu sebenarnya malaikat atau bukan, saya tidak mengetahuinya.

demiikian pula, alam di mana terdapat perpustakaan yang luas, yang mencatat seluruh kejadian alam semesta dari awal hingga akhir. saya tidak  mengetahui, apa nama alam itu. hanya kalau kemudian mempelajari ajaran-ajaran Islam, kita memahami bahwa satu-satunya tempat menurut ajaran Islam yang berisi penjelasan segala sesuatu adalah Lauh Mahfudz atau Kitab Mubin. maka, alam tersebut identik dengan Lauh Mahfudz. apakah alam tersebut benar-benar Lauh Mahfudz sebagaimana yang dimaksud oleh Allah dan Rasulnya di dalam KitabNya yang mulia, saya tidak mengetahuinya. saya hanya berkata, "kemungkinan itu adalah Luah Mahfudz" atau "kemungkinan itu adalah alam malakut".

masalah tafsir al Quran dan makna dari istilah-istilah yang digunakan oleh al Quran, tidak ada yang mengetahui secara pasti, kecuali Rasulullah dan orang-orang yang menjadi pewarisnya. olehkarena itu, saya membutuhkan pengajaran dari para pewaris nabi itu, untuk menilik segala apa yang saya alami, dan menguji apakah alam-alam yang saya lalui itu alam malakut sebagai mana yang dimaksud kitab Allah atau bukan? jika mereka menyatakan "ya", maka barulah tidak diragukan lagi, bahwa memang itu adalah alamat malakut. sementara ini saya hanya menyatakan bahwa alam itu adalah "identik dengan alam malakut".
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 5103
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Inilah alasan, mengapa para ahli ilmu batin perlu belajar ilmu syariat agama
« Jawab #6 pada: Desember 04, 2012, 12:59:04 PM »
Kutip dari: ratna
ntuk mencapainya apakah melewati alam jin terlebih dahulu?

untuk hal yang ini juga, saya tidak memiliki pengetahuan yang pasti. saya hanya bisa mengatakan, "kemungkinan tidak harus melewati alam jin". tapi apabila mata batin orang telah tembus ke alam malakut, maka sudahlah pasti batinnya juga tembus ke alam jin.

dalam perjalanan ruh sya menuju langit, melewati lubang astral, seperti sebuah terotongan cahaya yang panjang, yang terhubung dari bumi hingga ke alam malakut. sepanjang perjalanan, saya melewati banyak alam, termasuk alam jin. ketika melewati alam jin, saya melihat mereka, tapi mereka tidak melihat saya. masalahnya, apakah ruh bisa sampai ke sana tanpa melewati alam jin, ini yang saya tidak tahu pasti. mengingat kembalinya saya dari sana, tidak melalui lubang yang sama, dan tanpa suatu tahapan, tapi langsung turun ke bumi, seperti menghilang, lenyap dari alam sana dan hadir di bumi. jadi, proses pergi dan pulang berbeda. sehingga menimbulkan pemikiran, kemungkinan bisa juga manusia langsung sampai ke alam malakut, tanpa melewati alam jin. sekali lagi, ini hanyalah kemungkinan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.

Tags: