Penulis Topik: Berlandaskan Kepercayaan  (Dibaca 147 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Berlandaskan Kepercayaan
« pada: Agustus 08, 2017, 05:08:52 AM »
Daftar Isi
====================
1. Kekuatan Keyakinan
1.1. Berlandaskan Kepercayaan <<<<<<

selanjutnya >>> Kekuatan Super Alami
====================




1.1 Berlandaskan Kepercayaan
Edisi : 08 Agustus 2017, 04:34:44

Alfarisqy, [01.08.17 22:16]
----------------------------------
Basis dari ilmu mistis, saya kira, adalah kepercayaan. Mistis tdk bisa diklarifikasi scr logis, maupun saintifik. Shg, pengajar2 mistis kemungkinan besar melandaskan diri kepada "kamu percaya saya atau tidak? Kalau percaya, ayo belajar"

Dan mungkin itulah sebab kemunculan dukun pengganda, maling telanjang, atau kasus2 berlandaskan mistis lainnya. Mereka berbasis kepada kepercayaan dan pengalaman yang menurut mereka "mashlahat".

Pada titik ini, saya tidak tau apakah percaya kepada anda adalah jalan yg terbaik atau tidak. Tp saya selalu punya kepercayaan yg kuat kalau Tuhan mengkhendaki manusia utk mengenali batas dunianya. Belum pernah saya temukan bahwa manusia dianjurkan utk terjun ke dunia mistis supata hidupnya apik-apik. Biasanya, Tuhan saya, selalu menyarankan saya utk bertindak dgn benar dan berpikir. Gunakan cara2 yg mmg ditakdirkan dalam dunia kita (natural).
==================

Perlu untuk diingat bahwa dengan banyaknya pejabat yang korup, jangan ditafsirkan bahwa "semua pejabat" itu korup. Siapa tahu, pejabat yang tak korup, itu lebih banyak. Tetapi karena kita hanya menghitung pejabat yang korup, maka seolah pejabat yang korup itulah yang mayoritas atau terkesan semua nya korup. Saya tidak pernah survei mengenai hal ini tapi percaya masih banyak pejabat yang tidak korup. Saya tidak tahu, bagaimana cara membuktikan kebenaran kepercayaan ini.

Demikian pula dengan banyak dukun yang menipu, tidak berarti semua dukun itu penipu. Juga perlu diketahui bahwa tidak semua ahli mistik berprofesi sebagai dukun. Tidak jarang, profesi seorang mistikus sehari-harinya adalah petani, pedang asongan, dosen, dokter, atau seorang pejabat negara. Saya mempercayai bahwa banyak para ahli mistik yang lurus, yang tidak menympang dari jalan kebenaran. Tapi saya tidak mengetahui bagaimana cara membuktikan kebenaran kepercayaan ini.

Cara para ahli mistik mengajar mistik itu berbagai macam cara dan gaya. Dan cara saya mengajar ilmu-ilmu mistikk, tidak pernah dengan meminta murid-murid untuk mempercayai apapun yang saya katakan, apalagi mewajibkannya untuk tidak percaya. Soal percaya atau tidak percaya, itu adalah urusan mereka sendiri. Kepercayaan disebut juga hak asasi masing-masing insan.

Dalam pengalaman saya mengajarkan ilmu tenaga dalam, sudah bekali-kali menghadapi tuduhan orang yang tidak percaya terhadap kebenaran tenaga dalam ini bahwa TD adalah suatu kebohongan.  Apalagi setelah mereka melihat tayangan di youtube, di mana seorang guru tenaga dala babak belur dihajar oleh ahli beladiri lainnya. Lihat di sini videonya :

https://www.youtube.com/watch?v=gEDaCIDvj6I

Video tersebut kadang digunakan sebagai argumentasi untuk menuduh bahwa tenaga dalam adalah suatu kebohongan belaka. Sebagai pelatih ilmu tenaga dalam, saya menghormati orang yang tidk percaya pada kebenaran ilmu tenaga dalam. Tetapi juga sebaiknya orang lain menghormati kami yang mempercayai kebenaran ilmu tenaga dalam. Adapun soal guru tenaga dalam yang babak belur tadi, bukanlah bukti kebohongan tenaga dalam, akan tetapi bukti bahwa sang guru tersebut sedang nahas. Apabila seseorang mencobai saya, maka tidak mustahil sayapun mengalami nasib yang sama. Bahkan saya seringkali mengaku tak sanggup untuk faith melawan seorang atlet beladiri, dan lebih baik mengaku kalah saja. Akan tetapi, saya tidak setuju dengan tuduhan bahwa tenaga dalam adalah suatu kebohongan.

Sesuatu yang diklaim benar tentu perlu dibuktikan kebenarannya, sehingga kebenaran itu bersifat objektif, tidak subjektif, bukan dogmatis, bukan kepercayaan buta. Tetapi persoalannya, bagaimana cara membuktikan kebenaran sesuatu itu ? Bagaimana cara membuktikan kebenaran tenaga dalam ? Apakah kebenaran tenaga dalam harus dibuktikan dengan cara berkelahi melawan seseorang ? Membuktikan kebenaran tenaga dalam dengan berkelahi melawan seseorang itu merupakan cara pembuktian yang keliru. Berkelahi itu hanya menunjukan "siapa yang lebih jagoan" dan bukan membuktikan kebenaran tenaga dalam.  Bagaimana bisa, karena seorang guru tenaga dalam kalah berkelahi lalu dijadikan bukti bahwa ilmu tenaga dalam (TD) itu bohong ? Lalu, bagaimana kalau lain kesempatan ada guru ilmu TD yang menang berkelahi, apakah itu menjadi bukti kalau ilmu TD itu benar ? Bagaimana kalau dalam waktu bersamaan, ada dua ahli TD yang berkelahi yang satu menang dan lainnya kalah, maka apakah TD terbukti benar atau bohong ? Disinilah perlunya memahami kaidah-kaidah logika dan ilmiah, agar kita tidak keliru menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sebagai "sebab akibat" atau sebagai "bukti dan yang dibuktikan".

Saksikan pula video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=Ye7GSo04qmo

Wanita tersebut dapat memukul jatuh para pria dari jarak jauh. Bahkan mengangkatnya tinggi-tinggi. Apakah video tersebut menjadi bukti kebenaran TD ? Atau Anda memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain ? "ah mungkin itu rekayasa.. Ah mungkin itu penggalan dari sebuah film cerita layar lebar." begitukah ?

Jika seseorang sudah mempercayai sesuatu, maka apapun akan terlihat seperti bukti dari kebenaran sesuatu. Jika seseorang mengingkari kebenaran sesuatu, maka apapun akan diragukan sebagai bukti kebenarannya. Itulah sifat kepercayaan manusia. Karena itu, jalan yang terbaik adalah saling menghormati kepercayaan. Jika saya mempercayai kebenaran ilmu TD, maka itu tak akan ada ruginya bagi Anda. Dan jika Anda tidak mempercayai kebenarnanya, maka tak ada ruginya bagi saya. Jika saya menghormati kepercayaan Anda dan Anda menghormati kepercayaan saya, maka itu tidak ada ruginya bagi kita. Justru itulah yang terbaik untuk kita.

Bila anda ingin membuktikan kebenaran ilmu TD, maka dipersilahkan. Tetapi bagimana caranya ? Berdasarkan cara saya atau cara Anda ? Bukti seperti apa yang anda butuhkan ? Apakah Anda akan meminta saya untuk mengangkat Anda ke udara dari jarak jauh ? Jika itu yang anda minta, maka saya tidak memiliki bukti yang anda minta tersebut. Jangankan tubuh Anda, bahkan saya tidak dapat mengangkat selembar kertas, jika harus dilakukan dari jarak jauh. Saya hanya dapat mengangkat benda-benda langsung dengan tangan saya, menyentuhnya, menggenggam dan kemudian mengangkatnya atau menggunakan peralatan tertentu,serta tidak dapat melakukannya dari jarak jauh dengan kekuatan telekinesis seperti yang terlihat dalam video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=whD-pY4kjIw

saya sama sekali tidak memliki kemampuan seperti itu. Tetapi saya tidak ragu sedikitpun dengan kebenaran ilmu-ilmu mistik, termasuk ilmu tenaga dalam. Keyakinan ini berlandaskan kepada proses pembuktian dalam banyak pengalaman. Jadi, yang membuktikan kebenaran TD itu adalah diri saya sendiri, bukannya guru saya. Dilakukan dengan cara mempraktikan ilmu yang diajarkan oleh guru, bukan dengan cara mencobai guru.

Ketika saya melatih para siswa yang sedang tekun berlatih olah pernafasan TD di ruang terbuka, tiba-tiba datang seorang preman berdiri di pinggir lapangan. Dengan tidak sopan dia berkata lantang, "Woi... Aku juga sudah pernah belajar ilmu TD dari banyak perguruan. Bohong semua tuh." murid-murid saya menoleh ke arah preman tersebut, dan merasa terganggu. Saya meminta mereka untuk tidak memperdulikan preman tersebut dan fokus untuk terus berlatih. Tapi itu preman seperti orang stress, trus menerus bicara dan mengejek. Orang tadi pemberani juga. Jumlah murid saya hampir dua ratus orang, dia berani petantang petenteng, gak takut dikeroyok. Saya tidak perduli, tetapi murid-murid saya tampak terganggu. Beberapa murid saya emosi dan meminta izin untuk menghajar preman tadi. Tapi saya melarang, meminta mereka untuk tetap tenang.  Akhirnya saya menghampiri dia dan berkata, "Kang, ... Tolong untuk tidak mengganggu kami berlatih.. Soal apakah Anda percaya atau tidak percaya pada ilmu tenaga dalam itu adalah hak anda. Adapun bila kami mempercayai sesuatu, maka itu juga hak kami. Jadi, silahkan Anda meninggalkan tempat ini!"

Tapi preman itu malah ngoceh gak karu-karuan. Dia ingin mencobai dipukul oleh saya dengan TD. Saya sudah menolaknya. Karena itu bukan cara yang benar untuk membuktikan kebenaran TD.  Adalah tak mustahil, bila pukulan saya tidak menjatuhkan preman itu sama sekali, sehingga saya mendapat malu di hadapan murid-murid. Saya berkata, "bila Anda ingin membuktikan kebenaran TD, maka marilah berlatih bersama kami !" tapi preman itu menolak dan berkata, "sudah ... Saya sudah pernah belajar yang ginian di banyak perguruan, (dia sebutkan satu persatu nama perguruannya). Saya sudah bosan. Kesimpulan saya, TD itu hanyalah kebohongan saja. Kalau memang benar, cobalah pukul saya dengan TD kamu."

Akhirnya saya memutuskan untuk memenuhi permintaannya. "ayo berdiri dengan tegak. Saya akan memukul Anda. Tapi saya tidak bertanggungjawab, bila ada sesuatu yang terjadi pada Anda."

"ya.. Gpp, sok pukul saya !" kata pria itu.

Saya mengambil jarak kira-kira 5 atau 10 meter.  Saya tak ingat jarak persisnya. Tapi, waktu itu disaksikan oleh ratusan murid, saya memukul preman itu dari jarak jauh. Setelah dipukul, dia tetap berdiri tak bergeming. Dan dia tertawa, "Mana .. Sudah belum ? Kok saya gak jatuh ?" katanya.

"tidak tahu. Saya sudah penuhi permintaan Anda. Sekarang biarkan kami berlatih !" saya menginstruksikan para murid untuk kembali berbaris dan memulai berlatih kembali. Terlihat wajah mereka gelisah. Tentu terpengaruh oleh kajadian barusan. Dan tergambar dari raut wajah mereka, bahwa sebagian dari mereka juga mulai ragu-ragu dengan kebenaran TD. Tapi tak ada yang bisa saya lakukan, selain tetap memberi komando untuk meneruskan latihan.

Tak disangka, selang beberapa menit kemudian preman yang tadi saya pukul  dengan TD itu terjatuh. Lalu dia berusaha untuk berdiri. Baru saja berdiri, dia terjatuh lagi. Berulang kali mencoba untuk bangkit, dia terus terjatuh. Murid-murid saya terperangah dan melihat preman yang terjungkal-jungkal tadi. Saya membentak para murid, karena berkali-kali tidak fokus pada latihan. Saya sadar, bagi para murid yang baru belajar, peristiwa orang yang terbanting-banting dengan TD itu merupakan hal yang aneh, unik dan menarik. Karena itu, mereka sulit menahan diri untuk tidak melihat ke arah preman tadi. Tapi saya tak perduli dengan preman itu, membiarkannya babak belur karena terbanting-banting ke permukaan lapangan yang dicor beton, saya terus memaksa murid-murid saya untuk fokus latihan.  Berkali-kali terdengar preman itu minta ampun, tapi masih saya biarkan.

Waktu latihan telah usai, dan preman tadi masih terbanting-banting. Tangan dan kakinya tampak berdarah. Wajahnya kotor, tapi tidak terlihat luka pada wajah. Rupanya dia selalu melindungi bagian wajah. Saya menekankan telapak tangan saya ke bumi,  preman tersebut langsung berhenti dan terbaring lesu. Saya menghampirinya dan mulai bicara dengannya.

Pengalaman tersebut bagi saya merupakan sesuatu yang menguatkan keyakinan tentang kebenaran TD. Itu hanya satu pengalaman. Ada banyak pengalaman lain yang menguatkan keyakinan. Tapi bagi pihak yang tidak mempercayainya, walaupun melihat langsung kejadian itu, dia akan memiliki seribu satu cara untuk meragukannya. Seandainya, saya tegaskan, ini seandainya saya dapat menunjukan kepada Anda bahwa saya dapat berjalan di atas air seperti anggang-anggang, terbang ke angkasa seperti malaikat, atau bahkan berjalan menembus tembok, itu sama sekali bukan jaminan Anda akan mempercayai sesuatu, apalagi jaminan bahwa anda akan menerima kebenaran kalimat-kalimat yang saya sampaikan. Karena kepercayaan adalah keputusan. Sehingga apakah seseorang akan mempercayai kebenaran sesuatu ataukah mengingkarinya, itu adalah bergantung kepada keputusan Anda sendiri.  Kurang bagaimana lagi para nabi dan para wali menunjukan mukjizat kepada umat manusia, tetapi masih saja manusia tetap mengingkarinya. Perhatikan bagaimana mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Musa, ketika nabi Musa as memukulkan tongkatnya ke laut, kemudian laut itu terbelah sehingga para pengikut nabi Musa dapat berjalan melawati dasar lautan dengan selamat. Tetapi apa yang terjadi sesampainya di daratan, mereka menjadikan patung anak sapi sebagai sesembahan mereka.

Demikian pula saya menunjukan keanehan-keanehan mistik kepada istri, sahabat dan karib kerabat saya, berharap mereka mengikuti jalan sebagaimana yang saya tempuh. Tetapi, semua itu gagal. Mereka memilih jalannya masing-masing. Hingga saya mengeluh di hadapan guru, "Kurang bagaimana lagi saya menunjukan keajaiban-keajaiban mistik kepada istri saya, tapi mengapa dia tidak tergerak untuk mengikuti langkah saya ?" guru saya tertawa dan bekata, "Bukan seperti itu caranya menunjukan keajaiban, .. Tetapi kamu harus dapat mengajarkan kepada istrimu itu bahwa kehidupan ini adalah mukjizat, diri kita, alam semesta, bulan, bintang, matahari, udara, nafas kita, darah yang mengalir dalam tubuh kita, semua ini adalah mukjizat. Mukjizat itu telah tercipta dan hadir dalam kehidupan sehari-hari kita. Karena itu, kamu tidak perlu menciptakan keajaiban apapun yang serupa dengan mukjizat. Karena mukjizat telah tercipta. Semua ini adalah ajaib, mukjizat dan mengagumkan bagi orang-orang yang berakal."

Setelah wejangan dari guru itu, saya tersadar bahwa keinginan untuk menunjukan kemampuan-kemampuan mistik di hadapan orang lain adalah tindakan yang keliru. Tidak perlu saya membuktikan apapun. Dan tidak perlu meminta seseorang untuk mempercayai apapun. Percaya atau tidak percaya, itu urusan masing-masing. Guru sayapun, seumur hidup tidak pernah mengatakan kepada saya, "kamu harus percaya pada saya." demikian pula saya tidak pernah berkata seperti itu kepada siapapun. Saya hanya menjelaskan apa yang benar menurut keyakinan saya kepada Anda. Dan Anda punya akal yang dapat mengenali benar atau salahnya. Anda dapat mengingkari kebenaran yang saya yakini, tetapi anda tidak dapat mengingkari apa yang benar menurut akal Anda. Percayai saja apa yang benar menurut akal Anda. Karena itu basis ajaran mistik kami tidak berlandas kepada "kamu harus percaya pada saya", tapi berlandas kepada prinsip Ehipashiko yakni lihat, datang dan buktikan sendiri.  Anda lah yang harus bekerja untuk membuktikannya, dan kami hanya akan membantu membimbing Anda dalam proses pembuktian tersebut.


Selanjutnya >>> Kekuatan Super Alami

« Edit Terakhir: Agustus 08, 2017, 05:26:00 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
974 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2013, 04:20:01 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan