Penulis Topik: Antara Seks dan Kesaktian  (Dibaca 5827 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Antara Seks dan Kesaktian
« pada: Oktober 30, 2013, 09:37:52 PM »
Sebelumnya, silahkan baca artikel saya berjudul : Transmutasi Sex dan Energi Shakti.

Sebelum membawa artikel berikut, saya mohon maaf, karena artikel berikut bersifat agak vulgar, berbicara masalah sex dan kehidupan sex pribadi saya sendiri. hal ini saya kemukakan bukan untuk tujuan porno aksi atau untuk menyombongkan diri sendiri,  tapi sebagai sex edukasi dan mistik edukasi. Oleh karena itu, bagi anak masih dibawa umur 17 tahun, sebaiknya tidak melanjutkan membaca artikel ini.

Dalam kesempatan ini, saya bermaksud untuk membahas mangenai hubungan sex dengan kesaktian. Diawali dengan subah cerita tentang “Warok Ponorogo”. Saya sendiri tidak pernah tahu yang sebenarnya, apa itu Warok Ponorogo, hanya saja sejak remaja saya mendengar bahwa para Warok ini katanya orang-orang sakti. Dan untuk mencapai kesaktian tertentu, mereka berpantang sex seumur hidup mereka. Tetapi ada juga yang membatalkan puasa sex mereka di usia yang sudah tua, semisal 40 atau 50 tahun. Entahlah benar atau tidak cerita tentang Warok Ponorogo tersebut, yang jelas dengan kisah tersebut, saya ingin menjelaskan gambaran hubungan antara sex dengan kesaktian, bahwasannya aktifititas sex itu diyakini oleh banyak ahli kebatinan sebagai hal yang mengurangi atau melemahkan kesaktian.

Tak jauh  beda dengan pengalaman saya dahulu, ketika sedang menekuni ilmu-ilmu kanuragan, para guru seringkali menyuruh saya berpuasa serta berpantang sex. Untunglah waktu itu saya masih hidup membujang. Sehingga walau harus repot menahan diri, itu tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Bayangkan, bagaimana kalau sesudah punya istri, lalu saya berpantang sex, mungkin pihak istri akan merasa dirugikan.

Secara teori, berkurangnya kesaktian karena aktifitas sex adalah hal yang mungkin, sebagaimana dapat Anda baca dalam artikel saya berjudul transmutasi sex. Artinya, energi sakti itu lebih banyak terbuang ke melalui aktifitas sex. Ketika energi tenaga dalam mengendap, ia berubah menjadi air mani dan dorongan seksual yang kuat. Sehingga dapat diperkirakan bahwa para master tenaga dalam memiliki daya seks yang kuat.

Seorang kawan saya, namanya bu Tati, rupanya ia seorang pengamat Tenaga Dalam. Suatu hari ia bertanya, “Apakah Anda seorang krachtolog?” saya menjawab “ya”. lalu dia berujar, “Pastilah Anda hypersex”. Katanya.

“Lha. .. kenapa?” tanya saya.

“Saya suka mengamati, dari banyak kasus, rata-rata para master Tenaga Dalam hypersex”. Jawab dia.

Saya tidak tahu, apa kriteria dari hypersex. Hanya pada saat awal menikah, apabila saya berhubungan sex dengan istri, itu bisa sampai tiga jam lamanya, dipotong waktu bercumbu paling 10 hingga 15 menit. Karena saya tidak pernah lama-lama bercumbu. Hampir setahun lamanya, saya pikir sex selama tiga jam tersebut merupakan hal normal. Dalam kalau saya menonton film porno, yang kadang durasi hubungan sex itu hanya antara 15 hingga 30 menit saja, saya pikir karena sudah banyak terjadi pengeditan di mana-mana. Saya baru nyadar bahwa daya seks saya melebihi batas normal, ketika adik ipar saya mengeluh soal istrinya, yaitu adik saya, yang suka malas-malasan apabila diajak berhubungan intim. Lalu adik ipar saya itu berkata, “Padahal kan, hubungan intim itu gak lama, kalau sudah `masuk` paling 3 atau 5 menit juga selesai.”

Mendengar apa yang diturukan oleh adik ipar, saya jadi terheran-heran dan setengah tidak percaya. “Ah, masa iya sih 3 atau 5 menit? Cepet-cepet amat ? apa kamu pernah lebih lama dari itu, misalnya setengah jam atau satu jam, gitu ?”

“Gak pernah!” jawab adik ipar.

Saya pikir, dia itu lemah syahwat. Lalu saya bertanya kepada banyak pria, tentang berapa lama durasi hubungan sex mereka lakukan, sejak alat kelamin mereka telah bercampur. Dan saya semakin terkejut, bahwa rata-rata mereka memang tidak lebih dari 5 menit. Ada yang bisa sampai 10 menit hingga 30 menit. Tapi tidak ada yang lebih lama dari itu. rasanya saya tidak percaya. Dan terus menanyai para suami. Barangkali, orang-orang yang telah saya tanyai itu kelompok suami yang lemah syahwat. Tapi setelah sekian banyak, akhirnya saya yakin bahwa sayalah yang justru melebihi batas normal. Pantas saja, apabila setelah berhubungan intim, istri saya terlihat begitu kelelahan. Rupanya, kekuatanya sulit mengimbangi kekuatan saya.

Lalu saya ceritakan kepada banyak orang tentang berapa lama durasi sex yang saya lakukan. Dan kebanyakan tidak percaya, tidak sedikit yang mengatakan saya berbohong. Tetangga saya bernama mas Toni berkata, “Ah, gak mungkin itu. Vagina perempuan itu akan kering dalam waktu 20 menit, tidak akan bisa lebih lama dari itu.” entahlah, saya tidak terlalu memperhatikan hal itu. yang jelas, saya bisa tahan sampai 3 jam, dan sering berhenti sebelum waktunya berhubung istri sudah tidak tahan.

Menyadari ketidak wajaran pada diri saya, dan menyadari “penderitaan istri” yang tidak sanggup mengimbangi kemampuan sex saya, maka akhirnya saya memutar otak untuk menurunkan kadar sex tersebut, setelah sebelumnya saya gagal membujuk istri untuk berlatih krachtology agar memiliki kekuatan sex yang seimbang. Singkat cerita, dengan usaha yang keras, akhirnya saya bisa menurunkan daya sex. Pertama, dengan mengurangi latihan pengembangan energi, terutama energi kundalini, kedua, lebih banyak menyalurkan energi ke arah intelektual. Ketiga, dengan sering melakukan seks. Sampai sekarang, saya melakukan hubungan intim dengan frekuensi 2 hari sekali, dengan durasi 10 hingga 15 menit. Setelah 13 tahun berumah tangga, tidak terasa daya sex sayapun selain karena diturunkan, memang menurun secara alami.

Fakta lain sehubungan dengan sex itu adalah “melemahanya energi sakti”. Selama bertahun-tahun saya berusaha menyangkal hal tersebut, karena sebagaimana dikatakan oleh Sang Guru, bahwa seharusnya saya tidak berpikir bahwa aktifias sex itu melemahkan energi shakti. “Tergantung pikiran kita! kalau kata pikiran kita melemahkan energi, ya melemahkan. Kalau menurut pikiran kita tidak, ya enggak.” Demikian kata Sang Guru. Tapi saya pikir, ini bukan soal sugesti pikiran, tapi soal fakta yang dialami. Ada sesuatu yang tidak bisa dilawan dengan sugesti. Contohnya usia tua. Walaupun kita mensugesti diri kita bahwa kita tidak pernah menjadi tua, ya tetap saja waktu berjalan dan tiba-tiba orang-orang asing yang bertemu kita dijalan memanggil kita dengan sebutan “Bapak!” artinya memang wajah saya sudah memperlihatkan bahwa saya sudah masuk usia bapak-bapak. Jadi, dalam hal ini saya tidak sepakat dengan Sang Guru, bagaimanapun aktifitas sex ini melemahkan energi shakti, sehingga banyaklah kemampuan-kemampuan supranatural yang sewaktu bujangan dulu saya miliki, sekarang tidak lagi.

Sewaktu muda dulu, saya kebal dengan bisa ular, kebal senjata tajam, terbiasa minum dan mandi dengan air keras, makan pecahan kaca, silet dan paku, dan apabila saya menggenggam tangan seseorang dengan amarah, maka kulit tangan orang itu bisa melepuh, saya dapat menggoreng tahu dengan tangan yang dicelupkan langsung ke minyak yang sedang mendidih, berjalan di dalam bara api tanpa merasa panas sedikitpun, menjebolkan tembok dalam sekali hantaman tangan kosong, serta sanggup tidak tidur selama tiga minggu berturut-turut. Kemampuan-kemampuan seperti itu sekarang seperti raib ditelan masa. Sekarang, apabila saya bertemu ular, sayapun lari terbirit-birit karena takut digigit. Karena saya sadar, bahwa saya tidak lagi kebal bisa ular. Padahal dulu, keluarga saya yang menjadi saksinya, bahwa kamar tidur saya juga merupakan kandang ular. Bermacam-macam ular ada di situ, ular belang, ular kobra, ular sapi, ular sanca, dan sebagainya. Dan ketika mereka mereka menggigit, saya hanya merasakan sedikit sensasi, seakan-akan tidak ada bedanya dengan digigit semut. Dan saya tidak pernah dibawa ke dokter karena gigitan ular, walaupun saya sering digigit ular. Berbeda dengan para selebritis yang beraksi dengan ular-ular di televisi, seperti Panji atau pawang ular dari Australia yang meninggal diterkam buaya itu. Mereka berani menangkap ular, karena memahami sifat-sifat ular. Tapi sebenarnya mereka tidak kebal bisa ular. Dalam aksinya, seringkali mereka sudah menyiapkan tim medis untuk pertolongan. Tidak demikian halnya dengan saya dahulu, lebih mengandalkan kekuatan mistik.

Ada faktor-faktor yang menyebabkan energi shakti itu melemah. Salah satunya yang vital adalah aktifitas seksual. Para ahli mistik, seringkali digagalkan oleh persoalan seksual ini dalam usahanya mengembangkan energi shakti. Ada juga yang justru mengembangkan kekuatan mistiknya dengan melakukan aksi sex yang banyak atau menikahi banyak wanita. Ibu saya bercerita, bahwa dulu di kampung kelahirannya ada seorang dukun sakti, dan untuk mendapatkan kesaktiannya itu dia harus menggagahi 40 gadis perawan. Entahlah benar atau tidak cerita ibuku itu, tapi yang jelas, praktik mistik seperti itu bukanlah hal mustahil berdasarkan teori Trisurti. Teori ini, kalau dikupas akan terlalu panjang. Oleh karna itu, saya kupas secara garis besarnya saja.

Biasanya yang mengembangkan energi shakti dengan sex adalah aliran ilmu hitam, bersekutu atau iblis, atau bisa jadi menikahi banyak wanita sebagai “perangsang” dari usaha pengembangkan energi shakti. Yang terakhir ini, bisa jadi tidak termasuk ilmu hitam, tidak pula bersekutu dengan iblis, melainkan hanya menggabungkannya dengan trik psikologi. Kita lihat seperti seorang pemuda yang tergila-gila oleh seorang wanita, ia akan mempunyai usaha yang hebat untuk mendapatkan wanita pujaannya itu. Demikian pula, dalam sistem mistik tertentu, bisa jadi wanita menjadi motivator dari usaha pengembangan energi shaktinya.

Tapi untuk aliran-aliran tertentu, terutama aliran yang saya tekuni, sulit untuk dipungkiri bahwa sex melemahkan daya energi shakti. Lalu, kenapa saya tidak memilih sistem mistik yang justru energi shaktinya bisa berkembang dengan aktifitas sex ?  tidak. Karena semua juga melahirkan konsekuensi tertentu. Misalnya, bila saya mengambil sistem mistik tersebut, bagaimana kalau mensyaratkan saya mempunyai istri banyak seperti Eyang Subur ? apakah saya mau menyakiti istri saya yang pertama ? artinya, dengan sistem mistik tersebut, salah satu konsekuensinya, akan ada perlakuan yang berbeda terhadap istri saya, dan saya menjalani sistem hidup yang berbeda dari yang sekarang.

Lalu adakah sistem mistik yang tidak terpengaruh oleh aksi sex ? saya yakin ada. Tetapi itu sangatlah sulit dan melahirkan konsekuensi sistem hidup yang berbeda pula. Pada dasarnya, bukan sex itu sendiri yang menyebabkan melemahnya energi shakti, tapi “kerinduan terhadap sex”.  Masalahnya, kalau seorang lelaki tidak puas dengan suatu hubungan sex, maka ia ingin mengulanginya kembali di lain waktu untuk mencapai kepuasan. Dan apabila ia puas dalam suatu hubungan intim, ia rindu untuk mengulanginya kembali di lain waktu. Jadi sama saja. Sex yang murni alami, itulah yang tidak melemahkan energi shakti. Tapi hal itu, bukan main sulitnya. Mereka yang merasa diri melakukan seks murni alami, kalau dikupas dengan sistem mistik yang saya anut, akhirnya mereka sadar bahwa kegiatan sex mereka tidak alami lagi. Hanya untuk mempersingkat istilah, dalam kajian ini saya sebut “sex” sebagai hal yang melemahkan energi shakti. Dimana tafsiran “sex” tersebut adalah “kerinduan akan sex”.

Tetapi, kita harus memahami bahwa hal yang melemahkan energi shakti itu bukan hanya energi sex, masih mungkin ada banyak banyak faktor lainnya. Salah satunya adalah profesi yang kita jalani. Hal ini perlu saya jelaskan, agar pembaca tidak melihat sex sebagai satu-satunya faktor yang melemahkan energi shakti.

Setelah berumah tangga, bukan hanya kegiatan sex yang melemahkan energi shakti itu, tetapi juga karena kesibukan saya mencari nafkah. Orientasi nya sudah berbeda. Kalau dulu, saya terobsesi untuk menjadi pendekar, maka setelah menikah, terasalah semua ilmu kanuragan itu tidak berfaedah sama sekali untuk kemajuan ekonomi rumah tangga, berhubung saya tidak bisa menjual keterampilan saya tersebut. saya hanya mengajarkanya kembali kepada murid-murid secara gratis, dan sekali-kali membuat pertunjukan untuk publik secara gratis pula. Sementara, untuk menafkahi anak dan istri saya, sya bekerja sebagai programer dan guru honorer di beberapa sekolah.

Setelah berumah tangga baru disadari, bukan ilmu kebal yang berguna, tapi bagaimana caranya mencari uang dan memberi makan anak istri. Terlihat dengan jelas, bahwa lelaki jagoan bukanlah yang pandai berkalahi, tapi mereka yang pandai mengurus anak istri. Lagi pula bagaimana ilmu itu akan terasah, kalau pekerjaan yang saya geluti sehari-hari adalah sebagia programer ? coba kalau saya sejak dulu bekerja menajdi master hipnotis yang dibayar TV swasta seperti Romi Rafael, ya sudah pasti kemampuan saya semakin terasah. 

Kalaulah menyaksikan di televisi, orang beruntung seperti Limbad, dengan ilmu kanuragannya ia bisa meraup uang yang banyak, padahal aksi seperti itu bukanlah hal yang aneh dan asing bagi saya dan para ahli mistik lainnya. Jauh-jauh hari sebelum heboh di televisi dengan aksi Romi Rafael dan Uya kuya dengan hopnotisnya itu, saya sudah terbiasa dengan permainan hipnotis, dan mengajarkannya kepada banyak orang secara gratis.  Masalahnya, soal keberuntungan itu soal lain. Kita lihat misalnya, Uya Kuya dan Romi Rafael yang ahli hipnotis. Katanya Romi Rafael belajar ilmu hipnotis jauh-jauh ke Amerika Serikat selama tiga tahun. Dan sampai di Indonesia, dia bisa menjual keahliannya itu. padahal, ilmu hipnotis itu merupakan permainan saya sejak usia saya masih remaja. Sampai tahun 2005, aksi hipnotis itu masih sering saya lakukan sebagai aksi hiburan, atau pembelajaran bagi murid-murid saya yang sedang belajar ilmu hipnotis. Mulai tahun 2007, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan ilmu hipnotis. Dan saya pernah menghipnotis kurang lebih seribu orang dalam waktu bersamaan dalam sebuah acara pertunjukan. Tapi tidak seperti Romi Rafael, saya tidak pernah dibayar serupiahpun untuk aksi pertunjukan hipnotis yang saya lakukan.

Sedikit ularan tentang hipnotis, sebagian orang tidak mengkategorikan hipnotisme ke dalam kategori mistik atau supranatural, melainkan murni trik psikologi. Sebenarnya tidak demikian. Psikologi dan mistik itu ada sinkretismenya. Coba Anda telusuri sejarah Mesmerisme yang merupakan asal usul dari hipnotisme!

Ada dua jenis hipnotis. Pertama, suyet (orang yang dihipnotis) ditidurkan dengan kata-kata yang mengandung sugesti tertentu. Inilah hipnotis yang lebih kepada psikologi, seperti yang dilakukan oleh Uya dan Romi. Cirinya, penghipnotis banyak ngomong begini dan begitu, untuk mempengaruhi suyet. Kedua, pikiran suyet dikendalikan langsung dari jarak jauh, bahkan tanpa proses menidurkan. Seperti yang dilakukan oleh Joko Bodo. Ini hipnotis yang lebih ke mistik. Dan saya telah teribasa mempraktikan keduanya.

Dilihat dari awal belajar, lamanya belajar dan jam terbang, tampaknya saya jauh lebih awal  dari pada Romi Rafael dan Uya Kuya. Saya tidak tahu, kapan Uya dan Romi belajar hipnotis. Tapi saya kira, mereka belajar ilmu hipnotis tampaknya baru belakangan ini, sedangkan saja sudah mempelajarinya sejak tahun 1992, jauh sebelum dikenal banyak orang, dan saya telah mengajarkannya kepada lebih dari 3.000 orang murid. Tapi soal teknik menjual, itu tampaknya lain lagi ilmunya, dan mereka lebih unggul. Saya punya produk, tapi tidak mampu menjual. Romi Rafael juga punya produk, dan punya manajemen yang mampu menjual. Bertahun-tahun saya tidak pernah mengerti ilmu marketing. Baru sekarang, setelah saya bergabung dengan usaha kuliner, saya diajari atasan saya tentang teknik marketing. Agak terlambat, seandainya hal itu saya pelajari sejak dulu, mungkin saya bisa menjual keterampilan saya di bidang mistik tanpa harus merasa bersalah. Apalagi Sang Guru sering berkata, “Seandainya kita ingin banyak uang dengan menjual ilmu ini, niscaya sekarang kita sudah kaya raya.” Tapi saya tahu, beliau tidak suka bila ada muridnya yang menjadi dukun atau paranormal, apalagi yang mengkomersilkan ilmu-ilmu mistik. perbedaan latar belakang ini pula yang mungkin membedakan saya dengan Romi Rafael dan Uya Kuya.

Jangankan antara saya dengan mereka, antara Uya dengan Romi saja mempunyai trik yang berbeda dalam menjual hipnotisme, padahal keduanya sudah sama-sama populer. Itu menandakan, produk boleh sama tapi yang lebih laku adalah yang lebih bagus marketingnya. Dan karena keahlian seseorang terjual laris manis, tak masalah bila ia harus lebih mengasah keahliannya.


Semua itu saya ceritakan bukan untuk menunjukan bahwa saya lebih hebat dari Limbad, Uya Kuya atau Romi Rafael, tapi untuk menjelaskan bahwa kemampuan mereka semakin terasah karena mereka mencari nafkah dengan keterampilannya itu. sedangkan kemampuan saya semakin meredup, karena bekerja di bidang lainnya yang tidak bersentuhan dengan persoalan supranatural. Jadi, profesi yang digeluti merupakan faktor lain dari hal yang melemahkan energi shakti selain sex. Agar pembaca tidak berpikir bahwa sex itu satu-satunya hal yang melemahkan energi shakti, melainkan ada banyak kemungkinan lainnya.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya sampaikan seputar hubungan antara sex dengan energi shakti. Saya ingin memaparkan bagaimana hubungan antara energi kundalini dengan daya sex. Para ahli mistik mengakui bahwa energi kundalini ini merupakan energi yang dahsyat. Kundalini sendiri merupakan sesuatu berbentuk spiral, demikian yang dijelaskan Sang Guru,  yang berada pada area antara dubur dan kemaluan. Apabila energi berhasil disalurkan ke situ secara terus menerus, lama-lama ia akan merambat, menjalar ke seluruh tubuh. Gambaran kekuatannya, dalam tingkatan yang extrem dari energi kundalini ini, apabila ia berhasil dibangkitkan tembok rumah bisa roboh dalam sekali tepuk. Tentu saja, ini hanya gambaran idealis. Para praktisi kundalini jarang masuk ke tingkatan yang extrem tersebut, karena apabila tidak mampu mengendalikannya akan sangat berbahaya bagi diri sendiri, diantaranya adalah “penyimpangan seksual”. Bangkitnya energi tersebut, akan diiringi dengan bangkitnya gairah seksual yang tinggi. Walaupun maksud “diiringi” ini bukan berarti bersamaan. Tapi pada saat energi tadi mengendap, ia menjadi gairah seksual yang tinggi. Apabila hal ini tidak diiringi dengan pengendalian yang kuat, celakalah kita. inilah gambaran kecil soal hubungan energi kudanlini dengan sex. Tapi, rupanya artikel saya sudah terlalu panjang. Jadi, saya cukupkan sekian dulu. Mohon maaf, apabila ada kata-kata yang tidak berkenan! Apabila ada hal-hal salah yang saya ungkapkan, mudah-mudahan ada yang bisa mengoreksinya dengan koreksi yang bisa saya fahami kebenarannya. Dan apabila ada kebenaran yang dapat difahami oleh Anda dari apa yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi Ada dan bagi orang di sekitar Anda!
« Edit Terakhir: Oktober 30, 2013, 09:59:58 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re: Antara Seks dan Kesaktian
« Jawab #1 pada: Oktober 30, 2013, 10:30:25 PM »
Apakah itu menjadi Alasan mengapa para biku tidak di bolehkan untuk menikah ?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Antara Seks dan Kesaktian
« Jawab #2 pada: Oktober 31, 2013, 02:39:36 PM »
^ mungkin juga.

tapi yang lebih hebat dari orang yang hidup membujang, adalah mereka yang menikah, tetapi mampu menjadikan pernikahan tersebut, tersebut hubungan sex sebagai sesuatu yang bernilai ibadah. dengan melepaskan "unsur kerinduan", maka sex menjadi sesuatu yang murni. dan ini tidak mudah, bagi manusia yang masih terikat oleh nafsu. dan saya meyakini pernikahan nabi Muhammad, dan hubungan sex yang dilakukannya adalah suatu hubungan sex yang murni.

tentu saja, umat Buddhis akan menyangkal hal tersebut. saya ingat bahwa mereka mengatakan, "jangankan empat istri, satu istri saja sudah merupakan bentuk kemelekatan". kemelekatakan yang mereka maksud sama dengan cinta dunia. oleh karena itu, kaum Buddis memandang Nabi Muhammad saw sebagai orang yang cinta dunia. tentu saja, kita menyangkal pendapat mereka ini. karena jelas, ajaran beliau adalah untuk meninggalkan hubbudunya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
4780 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2012, 07:54:51 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
7741 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 09:51:59 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1429 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 08:47:31 PM
oleh gumalta
4 Jawaban
1663 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2015, 08:30:16 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
871 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2014, 06:17:25 AM
oleh ratna
4 Jawaban
2235 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2017, 10:35:00 AM
oleh Kojer Al Ghozali
5 Jawaban
1095 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
357 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2016, 02:49:19 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
416 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 12:51:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
221 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2017, 07:52:44 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan