Penulis Topik: Vitakka  (Dibaca 5 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Vitakka
« pada: Pebruari 08, 2018, 10:08:38 AM »
Vitakka
Edisi : 08 February 2018, 10:06:06

Kegiatan yang paling awal dalam [[t:meditasi]] adalah vitakka.  Vitakka adalah usaha Pikiran untuk menangkap objek. Tujuannya adalah untuk "mengikis pikiran", yaitu menghentikan proses berpikir secara bertahap. Vitakka disebut juga "penempatan awal pikiran".

 Vitakka berfungsi untuk mengikis pikiran, seperti meniup benda yang penuh dengan debu, semakin ditiup debunya semakin lenyap. Demikian pula, Vitakka membuat proses berpikir mereda setahap demi setahap. Semakin terampil seseorang dalam mengendalikan pikirannya, maka semakin cepat pikirannya terkikis dan sampai pada keheningan.

Seseorang harus berusaha secara terus menerus fokus pada objek meditasi.  Ketika dia lupa dengan objek meditasi, dan teralihkan oleh objek lainnya, lalu dia berusaha untuk kembali kepada objek meditasi tersebut. Inilah yang disebut vitakka.

Seseorang mengalami masalah-masalah mental karena melakuan proses berpikir yang salah. Karena itu, kemudian pemikirannya menjadi sempit, sumpek, dan mengalami sensasi-sensasi yang tidak menyenangkan. Salah satu jalan keluar dari masalah ini adalah dengan cara "berhenti berpikir", seperti halnya kita memberi kesempatan pada tubuh dan mental untuk beristirahat tidur. Akan tetapi, orang tidak dapat selamanya lelap tidur. Bila waktunya tiba, dia harus terbangun. Pada saat terjaga ini, sebagian orang suilt menghentikan proses berpikir yang salah tadi, sehingga terus menerus menciptakan masalah-masalah mental bagi dirinya sendiri.  Sebagian masalah-masalah mental dapat diatasi cukup dengan istirahat tidur saja. Tetapi sebagian lagi, tidak dapat diatasi dengan cara itu. Dibutuhkan suatu metoda untuk melepaskan beban-beban mental dalam kondisi terjaga. Dan salah satu metoda itu adalah meditasi yang diawali dengan vitakka tadi.

Dengan vitakka, berarti kita berusaha mengalihkan perhatian  dari satu hal ke hal lainnya, mengingat satu hal dan melupakan hal lainnya untuk sementara waktu. Ini adalah salah satu cara untuk memberi kesempatan kepada pikiran untuk beristirahat bekerja.  Jika berhasil menghentikan proses berpikir ini untuk waktu 30 detik saja, maka seseorang akan mengalami "perasaan bebas" atau merasakan beban-beban mentalnya dilepaskan dan mengalami ketenangan mental. Jadi, tidak butuh waktu lama untuk melepaskan beban-beban mental tersebut, cukup 30 detik saja.

Namun, … sebagian orang sangat sulit untuk menghentikan proses berpikirnya bahkan hanya untuk 30 detik saja. Selama terjaga, orang ingin terus berpikir, berpikir, dan berpikir. Bahkan dalam tidur pun, seringkali proses berpikir itu terus dilakukan. Pikirannya sangat rewel, senang mikir begini dan begitu. Jika proses berpikirnya baik dan benar, maka tidak akan menimbulkan banyak masalah. Tetapi, sebagian orang jalan pikirannya selalu menyimpang, sulit dikendalikan, sehingga terus menerus menciptakan bentuk-bentuk mental yang buruk seperti kemarahan, kebencian, dendam, keserakahan, kemalasan dan sebagainya. Untuk melenyapkan bentuk-bentuk mental negatif tersebut dibutuhkan pengendalian pikiran. Jalan pertama dari upaya pengendalian pikiran ini adalah dengan mengosongkan pikiran dari proses pemikiran, yaitu dengan Vitakka.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan