Penulis Topik: Tujuan Meditasi  (Dibaca 169 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Tujuan Meditasi
« pada: Juni 12, 2017, 05:13:18 AM »
Daftar Isi
====================
1. Tujuan Meditasi
2. Pencapaian Meditative
3. Cita Rasa Meditasi
4. Inilah Meditasi
====================

1. Tujuan Meditasi
Edisi : 29 Oktober 2017, 06:24:05

saat ini banyak orang di seluruh dunia, tak pandang agama apapun telah mulai menyadari manfaat yang dapat diperoleh melalui meditasi. Tujuan lansung dari meditasi adalah untuk melatih pikiran dan menggunannya secara efektif dan efisien dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan akhir dari meditasi adalah untuk terbebas dari roda samsara-siklus kelahiran dan kematian. Meskipun meditasi bukan hal yang mudah, namun manfaat positifnya dapat dirasakan di sini saat ini juga, jika seseorang serius bermeditasi. (Shri Dhammananda, "Meditasi Untuk Siapa Saja", Hal. 31)

Dari tulisan Shri Dhamananda di atas, berarti meditasi itu memiliki tujuan awal dan akhir.

Tujuan Awal : melatih pikiran
Tujuan Akhir : bebas dari roda samsara

Istilah "roda samsara" itu merupakan istilah Buddhisme yang terasa asing bagi sebagian non Buddhis. Manusia lahir ke dunia, kemudian mati, lahir lagi, mati lagi, demikian terus menerus jutaan kali lamanya. Ini adalah keyakinan tentang reinkarnasi dalam Buddhisme, yang tepatnya disebut tumimbal lahir. Seseorang tidak selalu terlahir kembali di alam dunia ini, tapi juga bisa terlahir kembali di alam-alam lain seperti sorga dan neraka, tapi kemudian mati di sana dan lahir kembali di alam dunia.

Dalam bayangan sebagian orang, "terlahir berulang-ulang ke dunia" itu seperti hidup abadi di dunia dan kalau bisa, orang ingin hidup selamanya di muka bumi. Tetapi dalam keyakinan non Buddhis, misalnya Muslim, tak ada manusia yang hidup selamanya di muka bumi, hidup hanya sekali dan mati sekali di dunia untuk kemudian hidup kembali di akhirat untuk selamanya. Karena itu tentang  "bebas dari siklus kelahiran dan kematian" tidak dapat dijadikan sebagai tujuan meditasi.

Pertama, muslim tidak percaya adanya roda samsara, siklus hidup mati yang terus menerus berputar.
Kedua, seandainya memang ada roda samsara, mengapa pula harus berusaha lepas dari keadaan itu. Bukankah hidup terus menerus itu asyik ?

Itulah alasan mengapa tujuan akhir dari meditasi yang disebutkan oleh Shri Dhamananda tidaklah cocok dijadikan tujuan dalam praktik meditasi muslim.

Tetapi saya dapat menafsirkan bahwa "samsara" di situ adalah "penderitaan", manusia berulang-ulang jatuh ke dalam penderitaan, mengalami kesenangan, kemudian menderita lagi, happy lagi sedih lagi dan begitu seterusnya. Ini adalah siklus kesenangan dan penderitaan. Setiap orang ingin bebas dari penderitaan untuk selamanya. Meditasi adalah salah satu praktik yang dapat membebaskan seseorang dari penderitaan untuk selamanya, tetapi konsekuensinya untuk itu, Anda juga harus mengucapkan goodbye pada segenap kesenangan duniawi. Karena siapa yang mengejar kesenangan duniawi, tak ada jalan untuk bebas dari penderitaan.

Kebencian terhadap kesenangan dunia dan usaha sungguh-sungguh untuk melepaskannya dilakukan oleh para salik dalam kelompok tarekat Islam. Sebagian muslim yang berada di luar kelompok tarekat pun telah menyadari buruknya pengaruh kesenangan dunia terhadap jiwa dan berusaha untuk melepaskannya. Karena itu, "bebas dari penderitaan dan kesenangan" dapat dijadikan sebagai tujuan meditasi bagi sebagi kalangan muslim.

Tetapi  bagi kelompok muslim lainnya, kondisi dimana bebas dari penderitaan, tapi  tidak tersentuh oleh kesenangan dunia sama sekali,maka keadaan itu dipersepsikan sebagai keadaan yang tak menyenangkan, tak diinginkan oleh sebagian muslim.

Misal,

teman : aku ingin bebas dari kesedihan ini. Adakah caranya ?
Saya : ada, kamu dapat membebaskan diri dari kesedihan dengan cara meditasi.
teman : benarkah ?
Saya : benar. Setelah meditasi, kamu tidak lagi tersentuh oleh penderitaan, tapi juga tidak tersentuh oleh kesenangan.
Teman : ha ... Tidak tersentuh oleh kesenangan ? Gak mau dong kalau begitu.

Itulah gambarannya, sebagian orang ingin bebas dari penderitaan tapi tidak ingin melepaskan kesenangan itu, padahal penderitaan itu ada dibalik kesenangan itu. Seperti bunga harum nan beracun. Kalau mau menghirup keharumannya, tak bisa terhindar dari racunnya. Karena itu "lepas dari kesenangan duniawi" tidak dapat dijadikan tujuan oleh sebagian kelompok muslim. Jika Anda termasuk pada kelompok ini, maka Anda dapat menjadikan "latihan pengendalian pikiran" dan "berkurangnya beban penderitaan" sebagai tujuan dari meditasi Anda.

« Edit Terakhir: November 12, 2017, 07:31:57 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
12934 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 23, 2013, 03:12:25 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
1444 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2013, 07:45:21 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1578 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 22, 2014, 09:23:54 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
619 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2015, 01:46:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1060 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 13, 2015, 05:52:01 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1127 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2016, 07:51:38 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
260 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2016, 07:54:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
49 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 07:31:12 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
50 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 05, 2017, 11:26:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
15 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2018, 08:57:09 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan