Komunitas Para Pemikir

Home| Register | Masuk

Rubrik Para Ahli > Meditasi

(1/1)

Kang Asep: | Desember 12, 2017, 01:57:36 PM

SB : Mengapa Bermanfaat
====================
1. Mengatasi Kekhawatiran
1.1. Obat Kegelisahan Orang Miskin
1.2. Tester Dosa
2. Mengatasi Kesedihan
3. Mengatasi Kekecewaan
4. Mengatasi Rasa Bosan
4.1. Bosan

Jumlah Karakter : 25.244
Kira-kira : 13 halaman A5
====================

1.2. Tester Dosa
Edisi : 12 Desember 2017, 13:48:11

Bagaimana kita dapat mengidentifikasi, apakah seseorang menjalani hidup yang benar atau salah ? Ada banyak cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan praktik meditasi. Praktik meditasi ini dapat menjadi tester, alat untuk mengukur cara hidup kita sehari-hari.  Saat seseorang memusatkan perhatiannya pada objek meditasi seperti nafas, maka di situ ada "nikmat", dan selamanya ada "nikmat", nikmat yang kekal ada sejak zaman azali dan tidak akan pernah berakhir. Nikmat ini akan membuat anda merasa cukup, puas dengan apa yang ada dan apa yang terjadi. Tidak ada yang melenyapkan nikmat ini, kecuali dosa.

Jadi, cobalah duduk dengan tenang, pejamkan mata anda. Lalu pusatkan perhatian Anda pada jalan keluar masuknya nafas Anda. Lakukan itu selama dua menit saja. Amati apa yang anda rasakan ? Apakah Anda merasa tenang atau gelisah, merasa nyaman atau sedih, Anda menemukan nikmat di dalam proses keluar masuknya nafas tadi atau tidak menemukan apapun ? Jika Anda tidak menemukan apapun, atau bahkan merasa sedih dan gelisah, maka itu berarti Anda berdosa. Anda harus memeriksa, kesalahan apa yang telah anda perbuat sehingga Anda kehilangan "nikmat".

Tester meditasi seperti itu telah saya ungkapkan di forum-forum online sejak belasan tahun lalu. Reaksi orang beragam. Sebagiannya menertawakan saya dengan mengatakan, "kok bisa ya, dosa tidaknya seseorang dites dengan cara seperti itu". Dan lainnya seperti biasanya, menanyakan dalilnya, "mana dalilnya, dosa bisa dilihat dengan cara demikian, Rasulullah aja gak begitu." dan semacamnya.

Jawaban saya, jika Anda ingin percaya sesuatu itu salah, maka percayalah bahwa sesuatu itu salah. Jika Anda ingin percaya sesuatu itu benar, maka percayalah sesuatu itu benar. Tapi jika Anda ingin menguji kebenaran sesuatu, silahkan lakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum Anda membuat kesimpulan dan penilaian.

[1]

Navigasi

Indeks Pesan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan
There was an error while thanking
Thanking...
Ke versi lengkap