Penulis Topik: Rusaknya Kedamaian  (Dibaca 187 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Rusaknya Kedamaian
« pada: April 28, 2018, 01:04:35 PM »
Rusaknya Kedamaian
Edisi : 28 April 2018, 13:02:43

Rumusan Masalah :
Mengapa kedamaian seseorang bisa rusak ? Apa yang menyebabkan rusaknya kedamaian itu ? Siapa yang bertanggungjawab atas rusaknya kedamaian batin ? Dan bagaimana cara membangun kembali kedamaian batin yang telah rusak ?

Tujuan :
Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
=================

Kedamaian seseorang dapat rusak karena ingatan yang terus menerus dan berulang-ulang tentang sesuatu yang menyakitkan. Sebenarnya, tidak ada pihak luar yang merusak kedamaian batin seseorang, selain dari pikirannya sendiri. Karena itu, bila kedamaian batin kita terganggu, maka yang pertama kali harus diperiksa dan diperbaiki adalah apa yang ada di dalam pikiran sendiri, bukan hal lainnya.

Hanya dengan kesadaran yang kuat, konsentrasi yang tinggi dan perenungan yang mendalam, maka kita dapat memahami bahwa tidak ada yang benar-benar bertanggungjawab atas rusaknya kedamaian batin kita, kecuali pikiran kita sendiri. Rasa curiga, kebencian, kecemburuan, rasa tidak terima, penolakan-penolakan, kemarahan pada seseorang, dan semacamnya, pikiran-pikiran semacam itu diulang secara terus menerus sampai rasa kedamaian hancur berkeping-keping. Jika sudah melihat penyebab rusaknya kedamaian hanyalah pikiran-pikiran negatif tersebut, itu namanya orang sudah sadar diri. Dan dia tidak akan pernah menuduh siapapun dari pihak luar dirinya sebagai penyebab dari rusaknya kedamaian.

Seorang gadis bernama Sita, umurnya 24 tahun, dia menangis di hadapan saya, karena telah bertahun lamanya dia merasa kedamaian dalam hidupnya telah rusak. Dia menyebut satu persatu orang yang ia tuduh sebagai penyebab rusaknya kedamaian batinnya. Saya berkata kepadanya, "Saya mencoba mengerti perasaanmu. Dan saya setuju bahwa mereka, orang-orang yang kamu sebut itu telah bersalah terhadap kamu. Tapi mohon maaf beribu maaf, saya harus katakan bahwa jika kini kedamaian mu telah rusak, maka mereka sama sekali tidak bertanggungjawab atas rusaknya kedamaian batinmu. Yang bertanggungjawab adalah dirimu sendiri."

Sita terperangah, sambil menyeka air matanya dia berkata, "Jadi, menurut Anda saya yang salah dan mereka tidak salah. Begitukah ?"

"Maaf, saya tidak katakan demikian. Tetapi, yang saya katakan, mereka bersalah dan kamu juga bersalah. Bedanya, mereka bersalah terhadap kamu, sedangkan kamu bersalah terhadap dirimu sendiri." jawab saya.

"Lho.. Kok saya bersalah terhadap diri saya sendiri, memang salah saya apa ?" tanya Sita.

"Salahmu adalah selalu menyakiti perasaanmu sendiri dari waktu ke waktu dengan cara mengingat ucapan-ucapan buruk mereka saban hari, pagi, siang, sore dan malam hari. Kamu menolak untuk melupakannya, sehingga membuat dirimu terus menerus dalam kondisi sakit, terus menerus merasa sedih." demikian saya katakan.

Sita menyanggah, "Justru ucapan-ucapan buruk mereka itulah yang membuat saya selalu mengingatnya saban hari. Kalau saja mereka tidak mengucapkan hal-hal buruk, saya gak akan ingat terus."

saya menanggapi, "Pikiranmu adalah kamu sendiri yang mengontrol, bukan mereka. Karena itu, apakah kamu akan terus menerus mengingati ucapan-ucapan buruk itu ataukah kamu melupakannya, itu semua keputusannya pada pada dirimu sendiri."

Sejenak Sita terdiam dan termenung. Lalu dia berkata, "ya... Saya sadar.... Bahwa semestinya saya melupakan mereka. Tapi, bagaimana bisa melupakan jika mereka selalu terlihat di depan mata saya setiap harinya. Gak mungkin saya bisa lupa. Satu-satunya cara untuk melupakan mereka dengan ucapan-ucapan buruknya adalah, saya pergi jauh sejauh-jauhnya dari mereka."

"Saya tidak dapat menghalangi niatmu, jika memang itu satu-satu nya jalan yang dapat kamu tempuh. Saya hanya berharap, kamu dapat melupakan apa yang mereka katakan kemarin, walaupun kamu berjumpa kembali dengan mereka hari ini. Bila kamu merasa bahwa hal itu tidak mungkin, maka saya bersedia untuk mengajarkan suatu cara agar hal itu menjadi mungkin bagi kamu." demikian saya tawarkan.

"Bagaimana caranya ?" tanya Sita.

Saya menjelaskan, "Caranya, pertama... Dengan cara move on. Bergerak, bergerak dan terus bergerak. Lakukan hal-hal yang semestinya kamu lakukan. Ingatanmu tentang hal-hal buruk yang diucapkan orang lain tentangmu, jangan sampai menghalangi dirimu dari melakukan suatu perbuatan yang semestinya. Kedua,... Berkonsentrasilah... Pusatkan perhatianmu pada keluar masuknya nafas. Luangkan waktu 5 atau 10 menit saja, kemudian fokuskan ke situ. Dan praktikan teknik meditasi empat tahap nafas. Nanti akan saya berikan catatan tentang teknik meditasi empat tahap nafas. Ketiga,... Gunakan kekuaatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan 18 mental.  Nanti akan saya berikan juga panduan pemeriksaan 18 mental. Dengan cara ini, kamu akan melihat keajaiban pada dirimu sendiri, bahwa ternyata tidak terlalu sulit untuk melupakan apa yang seharusnya kamu lupakan."

Sita menanggapi, "Hmm... Kayaknya praktik seperti itu rumit deh... " sejenak senyumnya tersungging, "saya sudah memutuskan dan bertekad untuk pergi jauh saja sejauh-jauhnya dari mereka."

Saya beranjali dan berkata, "Saya menghormati keputusan Anda. Dan mohon maaf, saya hanya mencoba menawarkan apa yang menurut saya semestinya saya tawarkan kepada Anda."

Bagi sebagian orang, mengendalikan pikiran itu sangatlah mudah, sehingga tidak butuh trik apapun untuk melakukannya. Tidak butuh praktik bermacam-macam untuk mamapu memaafkan orang lain atau melupakan hal-hal yang semestinya dilupakan. Dan bila Anda temasuk orang yang demikian, maka tidak berarti semua orang memiliki kemampuan mengendalikan pikiran untuk mengendalikan pikiran seperti anda, tidak semua orang berjiwa besar dan pandai memaafkan orang lain. Anda perlu memahami bahwa orang lain, butuh bimbingan yang sungguh-sungguh, butuh suatu metoda yang tepat baginya untuk dapat membangun kembali kedamaian  yang telah rusak.

Mereka yang kedamaian batinnya telah rusak, seperti orang yang sedang jatuh sakit dan begitu kesakitan, sangat mengharapkan pertolongan dari seorang dokter.  Dia tidak akan peduli, apakah dokternya seorang muslim, kristen, hindu atau buddhis, juga tidak peduli apakah orang tersebut mengobatnya dengan cara herbal atau obat kimia, dengan teknik pengobatan modern atau tradisional, namun semua tidak berguna bila tidak membuatnya sembuh. Yang benar dan berguna baginya adalah yang menyembuhkan. Demikian pula, anda perlu bersyukur bila kedamaian batin Anda terpelihara dengan baik. Tetapi mendapatkan anugerah kedamaian batin, tidak berarti dapat membimbing orang lain kepada kondisi damai seperti yang anda rasakan. Karena itu, bila tidak dapat membantu orang lain yang kedamaiannya tengah hancur, setidaknya Anda tidak meledeknya dan tambah menyakitinya dengan cara mengatakan bahwa dia itu lemah, tidak sekuat anda. Setidaknya Anda perlu sedikit memiliki rasa empati terhadap mereka yang lemah dan sakit, seandainya tidak dapat membantu mereka atau biarkan mereka mencoba merajut kembali kedamaian mereka dengan cara yang dia ketahui, seandainya kita tidak tahu cara yang lebih baik. Jika kita tahu cara yang lebih baik, maka silahkan gunakan pengetahuan tersebut untuk menolong mereka, tidak sekedar untuk dipamerkan bahwa Anda punya cara yang lebih bijak. Prinsipnya sederhana, bantulah sesama untuk membantu mereka membangun kedamaian, jika tidak dapat melakukannya, maka setidaknya jangan menambah rusak kedamaian batin mereka. Memang kedamaian batin mereka adalah tanggungjawab mereka sendiri, dan tidak ada yang dapat memperbaiki kerusakannya, kecuali diri mereka sendiri, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kita dapat menjadi jalan atau perantara bagi hancur atau terbentuknya kedamaian batin sesama manusia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
4223 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2012, 05:58:38 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1218 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2014, 06:36:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
633 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2016, 03:29:41 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
842 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2018, 11:37:02 AM
oleh Kangsol

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan