Penulis Topik: Radiasai Kegelisahan  (Dibaca 655 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Radiasai Kegelisahan
« pada: Januari 19, 2015, 07:51:15 AM »
 

suatu hari, saya berkunjung ke rumah kawan lama. namanya Tina. sekarang Tina terlihat memiliki kehidupan yg mapan. memiliki dua orang anak, putr dan putri. suaminya baik, dan Tina mendapat nafkah 5 jt perbulan, yg menurutnya sudah cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga. tidak terlihat sesuatu yg kurang padanya. sepintas lalu orang akan mengira dia hidup bahagia.

  Tina permisi ke belakang untuk menyiapkan beberapa makanan untuk saya. sementara suaminya juga permisi, krn ada urusan yg harus dikrrjakan. tapi dia meminta saya menunggu sampai dia kembali.
  saya duduk di ruang tamu sendirian. dari pada bosan, saya menaikan krdua kaki ke atas kursi untuk bersila, bermeditasi. saya mulai memusatkan perhatian ke pernafasan, dan memejamkan mata.

  ketika konsentrasi naik ke tahap ketiga, saya merasakan adanya radiasi kegelisahan dan kesedihan. ketika saya membuka mata, Tina dan suaminya telah duduk kembali di hadapanku.

  radiasi kegelisahan dan kesedihan itu nyata sekali berasal dari Tina. saya bertanya padanya, "Tina, kamu beruntung punya suami yg tampan, baik dan setia. kamu hidup berkecukupan, tidak punya utang, anak2mu pintar dan sehat. kehidupan rumah tanggamu ideal. tampaknya tidak ada sesuatu yg kurang padamu."

  Tina tersenyum lebar,"Alhamdulillah ..." lalu dia menceritkan ragam hal yg mereka miliki dan membuat mereka bahagia. sya menyimak cerita bahagia mereka sambil mengangguk2 dan tersenyum.

  setelah mereka selesai bercerita, lalu saya berkata, "Tapi Tina, mengapa kamu tiba2 suka merasa sedih dan gelisah dengan kegelisahan yg sangat parah. apa yang kamu gelisahkan? bukankah semua sudah terpenuhi ?"

  Tina terperanjat, sesuatu yang dia tutup-tutupi, yang dia rahasiakan, kini terbongkar tiba2. dengan semangat Jajat, suaminya membenarkan, "Iya benar, kadang2 kalo sudah gelisah begitu, saya sampe ditelponin suruh pulang. saya terpaksa pulang, padahal saya sedang kerja. tapi ngomong2 dari mana Asep tau, apa Tina pernah cerita ?"

  "Enggak kok pah, saya gak pernah cerita. saya juga heran, Asep tau dari mna ?" Kata Tina.
  saya menjelaskan kepada mereka bahwa saya merasakan radiasi kegelisahan itu ketika meditasi tadi.
  Tina mengatakan bhwa kadang dia menangis tersedu-sedu, karena perasaan sedih yg dia rasakan. tapi dirinya tak pernah mengerti, apa yg dia sedihkan. semua harta bendanya tak sanggup untuk mengusir kesedihan itu.

  saya berkata, "saya tau apa yg membuat kamu sedih dan gelisah, Tina. tapi apa gunanya saya katakan, bila kamu belum menyadarinya, malah justru nanti kamu akan menyangkalnya. tapi, mari kita ambi pelajaran dari apa yg terjadi pada dirimu. orang2 mengira km bahagia, dan kamupun mencitrakan dirimu sperti anggapan orang. tapi sebenarnya kamu selalu dihantui oleh perasaan gelish dan kesedihan. itu sangat menyakitkan bagi kamu. kamu ingin keluar dari problem itu dan kamu tidak mengetahui carnya. catat baik2 dalam pikiranmu bahwa semua harta milikmu telah memenuhi kebutuhan hidupmu, tapi tidak cukup untuk mengusir kegelisahan yg menyakitkan itu. krn itu, segera berhenti darin kepercayaan bahwa harta benda merupakan sumber kebahagiaan, dan berhenti mengagumi para pejuang keras yg mengumpul2 harta tetapi tak prrnah mengerti apa yg lebih penting untuk diperjuangkan dari semua itu."

  sejak pmbicaraan hari itu, mereka mengundang saya seminggu sekali ke rumahnya untuk membicarakn lebih jauh tentang filsafat kebahagiaan dan penderitaan, filsafat hidup dan krmatian. tapi saya menjelaskan semua itu pada Tina, karena berpikir siapa tau kelak kekuarga saya kelak, anak2, istri, adik2, saudara dan orang yg saya cintai bisa diberitahu oleh dia, bila selama hidup saya tidak berkesemptan memberi tahu mereka. atau diharapkan ada mengingatkan saya, bila saya lupa.

  ketika kisah Tina saya ceritakan pada beberpa orang, ada yg berkomentar, "tampaknya secara psikologi mental Tina tidak wajar. jika saya dalam posisi Tina, dimana semua kebutuhan hidup terpenuhi, maka saya tidak akan mengalami kesedihan dan kegelisahan seperti Tina." fatamorgana. silahkan temukan satu orang saja orang yg dianggap bergelimng harta yg batinnya tidak bermasalah seperti Tina, niscaya tak akan anda temukan, kecuali merka yg menempuh jalannya orang2 yg diberi nikmat, tak peduli apakah dia kaya seprti nabi sulaiman atau miskin seperti nabi Muhammad.

  salah satu yg diberi nikmat sempurna itu adalah nabi isa a.s. seorang saudagar kaya ingin mendapatkan kenikmatan sempurna sepertin yg diperoleh nabi isa a.s. maka nabi isa menyuruh saudagar itu membuang swmua hartanya, karenan itulah satu2nya yang menghalangi dia dari kenikmatan sempurna. tapi saudagar itu keberatan. permintaan dari nabi isa itu dianggap mustahil, seperti mustahilnya bila kita saat ini diminta membuangn semua harta benda kita. buknn sekrdar menganggapnya mustahil, bahkan mungkin kita akan menganggapnya sebagai jalan yang sesat dan bodoh. seperti itu pula saudagar kaya itu menolak printah nabi isa a.s. beliau tidak memksa, beliau hanya berkata, "betapa sulitnya orang2 kaya masuk ke dalam krajaan Allah."
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
969 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2013, 09:52:52 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
39 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2017, 01:52:23 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan