Penulis Topik: Prinsip Dasar Meditasi  (Dibaca 294 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Prinsip Dasar Meditasi
« pada: Oktober 31, 2017, 03:05:11 PM »
SK : Prinsip Dasar Meditasi
====================
1. Sikap Tubuh
2. Konsentrasi
3. Mengembangkan Kesadaran
4. Kemajuan Meditasi
====================

1. Sikap Tubuh
Edisi : 24 Juni 2017, 20:07:08

Kutip : [1]
--------------
Sikap tubuh penting untuk mencegah berbagai macam masalah fisik, seperti ketidaknyamanan, rasa sakit, kesulitan peredaran darah, sakit kepala, sakit punggung, atau rasa pusing. Sikap tubuh yang tepat akan melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh kit befungsi dengan baik. Duduk selama beberapa jam dapat membuat kita kesemutan dan kesakitan. Meditasi jalan diresepkan Sang Buddha untuk mencegah masalah ini, beberapa orang lebih suka bermeditasi jalan.

Sikap tubuh yang dipakai Sang Buddha untuk bermeditasi dikenal dengan Sikap Teratai. Untuk sikap tubuh ini, Anda duduk dilantai dengan kaki kanan di atas paha kiri dan kaki kiri di atas paha kanan. Punggung dan leher setengah mungkin, namun jika posisi ini tidak nyaman, kia bisa sedikit menyesuaikan agar lebih nyaman. Intinya bukan untuk membangkitkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang tidak perlu karena hal ini akan mengusing ketenangan pikiran. Bagaimanapun sikap tubuh demikian akan sulit diikuti bagi yang tidak terbiasa. Sikap tubuh lain yang lebih mudah adalah setengah teratai, yaitu kaki kanan di taruh diatas paha kiri dengan punggung danleher tetap tegak. Bagi kebanyakan orang, sikap tubuh seperti ini lebih nyaman dari pada posisi teratai. Tempatkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri dengan kedua ujung ibu jari bersentuhan.
=============

Saya sendiri gemar bermeditasi dengan menggunakan sikap setengah teratai.

________________
1) Sri Dhammananda, "Meditasi Untuk Siapa Saja", Hal. 52
________________
================

2. Konsentrasi
 Edisi : 02 Juni 2017, 09:02:38



3. Mengembangkan Kesadaran
 Edisi : 18 Oktober 2017, 08:19:12

kesadaran adalah suatu jiwa yang menyadari objek.

Ketika orang tertidur lelap atau ketika dalam keadaan pingsan, orang tersebut dalam kondisi "tidak sadar". Ketika bangun dari tidur, orang menjadi sadar. Apa yang sadar ? Yaitu kesadaran.

Sadar terhadap sesuatu, berarti mengetahui sesuatu itu. Jika mengetahui sesuatu, berarti menyadari sesuatu itu. Pengetahuan hanya dapat muncul di dalam pikiran, hanya jika terdapat kesadaran. Jika manusia tidak menyadari sesuatu, maka dia tidak mengetahui sesuatu itu. Tetapi datangnya pengetahuan ke dalam diri manusia tidak hanya melalui proses sadar itu saja, melainkan juga dapat melalu proses berpikir. Karena itu, menyadari sesuatu dengan memikirkan sesuatu, itu terdapat perbedaan. Ada pengetahuan yang muncul hanya jika melalui proses berpikir. Pengetahuan ini tidak dapat muncul hanya melalui tindakan menyadari. Seperti halnya pengtahuan-pengetahuan logis. Dan ada juga pengetahuan yang muncul cukup hanya dengan proses menyadari. Dan bahkan jusru ada pengetahuan yang hanya bisa muncul, ketika proses berpikir berhenti.

Ketika seseorang sibuk memikirkan objek-objek, maka kesadarannya tertuju pada objek-objek yang dipikirkannya, sehingga dia tidak menyadari objek-objek lain yang sebenarnya ada. Ini seperti Anda diajak bicara oleh ibu Anda, tetapi Anda sibuk dengan gadget Anda, sehingga Anda tidak mendengar ibu Anda bicara. Ketika Anda berhenti memikirkan gadget Anda, Anda kemudian sadar, bahwa ternyata ibu Anda sedang berbicara sesuatu. Ini contoh, bagaimana suatu pengetahuan terhalang dari seseorang karena orang itu sibuk dengan pemikirannya.

Di dalam meditasi, kita mengembangkan kesadaran dengan cara "menghentikan pemikiran". Sejatinya tanaman, tumbuhan, binatang-binatang, bebatuan, ombak lautan yang berdebur, matahari, bulan, bintang, angin, jin dan malaikat, bahkan tubuh kita sendiri, mereka semua berbicara kepada kita. Tetapi, kita sibuk dengan pikiran-pikiran kita. Karena itu kita jadi tidak dapat mendengar mereka. karena itu, mengembangkan kesadaran dalam meditasi, berarti menghentikan proses berpikir hingga kita mendengar dan menyadari "Sabda Alam".  Mendengarkan suara tubuh, bebatuan, tanaman, tumbuhan, binatang-binatang, air yang mengalir, gunung dan lautan, merupakan awal dari kebijaksanaan. Karena untuk dapat hidup dengan benar, kita harus hidup selaras dengan alam. Untuk hidup selaras dengan alam, kita harus mengerti kehendak alam. Mengetahui kehendak alam, berarti mengetahui kehendak Allah. Kesadaran seperti inilah yang dikembangkan di dalam meditasi.

4. Kemajuan Meditasi
 Edisi : 26 Juni 2017, 06:29:16

Ingatlah bahwa berlatih meditasi memerlukan kesabaran, ketekunan, dan perjuangan. Kemajuan yang mantap membutuhkan banyak perjuangan dan waktu yang lama untuk mencapainya. Tidak ada jalan pintas, tidak ada rumus ajaib. Proses meditasi menuntut kerja keras, seperti berenang melawan arus.

Anda mungkin akan kecewa, jika mengharapkan hasil meditasi yang cepat dan segera. Jika anda termasuk orang yang sibuk dengan banyak ambisi duniawi, Anda tidak bisa dengan segera dan secara sukarela menenangkan pikiran; Anda tidak bisa tiba-tiba mengalami kesadaran terpusat yang kuat dan berkesinambungan.

Jika Anda mengharapkan kemajuan dalam meditasi, Anda harus menerapkan beberapa aturan pelatihan bagi diri Anda sendiri. Aturan pelatihan penting untuk kebugaran seorang atlet yang bertekad mmenangkan sebuah perlombaan. Demikain pula, aturan pelatihan penting bagi kebugaran seorang meditator yang bertekad untuk memperoleh kemajuan yang mantap. Dalam memantapkan diri, jadilah seperti senar gitar yang tidak terlalu kencang dant idak terlalu kendur. Jangan sampai Anda kehilangan keselarasan.

Keselarasan batin dan jasmani yang baik diperlukan bagi kemajuan Anda. Anda harus memlihara dan membangkitkan energi mental dan tubuh yang memadai. Tubuh atau pikiran yang lemah dan kelelan merupakan rintangan besar bagi meditasi. Anda harus memberi istirahat pada tubuh dan pikiran Anda.

Bagaimana Anda bisa menilai kemajuan Anda yang sebenarnya dalam meditasi ? Tidak mudah bagi seseorang untuk mengevaluasi kemampuan spiritual nya. Jangan menilai berdasarkan keadaan kegirangan sesaat, persepsi berubah, kesadaran yang tidak biasanya, dan kekuatan-kekuatan gaib yang muncul.

Berikut adalah acuan kasar untuk mengukur kemajuan sebenarnya : jika And menglai mengingktanya keadaan kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman, dan jika Anda mengalami berkurangnya keadaan keresahan, depresi, kecemasan  kegelisahan, berarti Anda membuat kemajuan yang sebenarnya.

___________
Sri Dhammananda, "Meditasi Untuk Siapa Saja", Hal. 87-88
___________
===========

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
5857 Dilihat
Tulisan terakhir April 09, 2012, 07:04:44 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1310 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2012, 08:38:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2210 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2012, 06:11:37 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1661 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2012, 09:10:35 PM
oleh kang radi
4 Jawaban
2065 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 11, 2017, 02:22:30 PM
oleh retado
0 Jawaban
723 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2014, 01:36:45 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1349 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2015, 11:35:14 AM
oleh Sandy_dkk
3 Jawaban
725 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2016, 12:25:08 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
248 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 31, 2018, 07:53:29 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
306 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2018, 09:36:42 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan