Penulis Topik: Ketika Cinta Bersamadhi  (Dibaca 1028 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ketika Cinta Bersamadhi
« pada: November 23, 2014, 02:26:07 AM »

Dulu, saya sering terluka dan kesakitan oleh karena tusukan belati-belati asmara. Tapi setelah melalui proses perjalanan yang panjang, saya belajar dan terus belajar, hingga kini tidak ada satupun Cinta asmara yang mampu melukai hatiku. Walau demikian, terkadang aku biarkan diriku jatuh cinta hingga merasakan “sakitnya tuh di sini di dalam hatiku”. Sengaja, agar kesakitan yang aku rasakan itu menjadi pijakan untuk terbang di dalam samadhiku.

Tampaknya, praktik samadhi itu mudah dan sederhana, hanya duduk dan diam saja. Tapi tidak semua orang mau dan mampu melakukan praktik Samadhi. Bahkan orang-orang yang tengah belajar bersamadhipun seringkali kehilangan semangat karena merasa samadhi nya tidak mendapat kemajuan. Terutama bagi para kawula muda, praktik samadhi tampak merupakan sesuatu yang membosankan bagi mereka. sebenarnya hal itu karena mereka belum menemukan samvega bagi diri mereka sendiri.

Untuk membantu menemukan Samvega, saya memulainya dengan apa yang membuat para kawula muda ini bersemangat. Tak salah lagi, para kawula muda ini bersemangat dalam hal urusan “bercinta”. Bahkan soal cinta, bukan saja merupakan semangat bagi para kawula muda, bahkan kakek tua renta pun seringkali masih sangat bersemangat. Oleh karena itu, kubiarkan orang-orang itu mencari dan menemukan cinta, hingga mereka merasakan kesakitan akibat cinta itu. Rasa sakit akibat cinta dapat dijadikan samvega, atau tenaga batin yang membuat mereka memiliki tekad kuat untuk berlatih dan menjalankan praktik samadhi.

Lihat dalam cerpen-cerpen cinta yang berlandas kepada pengalaman hidup saya  seperti Curhat Kepada Istri dan cerpen-cerpen lainnya yang menggambarkan bahwa diri saya mengalami suatu kesakitan batin akibat perasaan cinta. Tapi hal itu berbanding terbalik dengan artikel-artikel saya yang menggambarkan bagaimana keterampilan diri saya di dalam menenangkan diri, secara sederhana dapat dilihat dalam dialog berjudul Galau atau kajian Filsafat Cinta yang lebih rumit berjudul Ilusi Cinta.

obsesi pria adalah wanita. Obsesi wanita adalah pria. Itu sudah merupakan sifat alami. Saya tidak akan mengajar samadhi dengan cara melarang para kawula muda untuk bercinta, seperti para biksu yang dilarang untuk “bercinta’ atau para pendeta yang dilarang menikah. Sebaliknya, bahkan saya menyuruh sebagian murid saya untuk mencari pacar, ketika saya melihat kemajuan batin mereka terhambat kemalasan atau untuk menguji kekuatan Batin mereka.

Ada salah seorang pemuda yang sakit-sakitan. Guru saya melihat bahwa tidak ada obat bagi kesembuhan pemuda ini, kecuali harus segera menikah. Pemuda itupun disarankan untuk segera menikah. Dan ternyata benar, setelah menikah pemuda ini hidup sehat sebagaimana umumnya orang. Cerita ini menunjukan bahwa “di dalam cinta ada energi luar biasa yang bisa dimanfaatkan”. Dan saya mendorong orang-orang untuk mengolah dan memanfaatkan energi cinta tersebut, mengkonversi energi cinta menjadi kract, sehingga akhirnya lenyapkah cinta yang palsu berganti menjadi Cinta Yang Tulus Murni.

Cinta asmara memang indah, namun menyakitkan. Sebagian orang terobsesi dengan keindahan cinta itu, sehingga tidak peduli dengan kesakitannya, mereka terus mengejar cinta. Ini kelompok orang pertama berkenaan dengan cinta. Mereka akan menjalani hidup yang penuh semangat yang disertai dengan kegelisahan. Tapi sebagian orang lagi, sangat takut dengan sakitnya akibat cinta, maka mereka enggan bercinta. Inilah kelompok orang kedua berkenaan dengan cinta. Mereka akan menjalani hidup yang tenang yang disertai dengan kemalasan. Sedangkan orang yang telah bersinar darinya Cinta Yang Tulus Murni adalah kelompok orang ketiga yang tidak mengalami kesakitan karena cinta. Dibalik cinta indah yang dia rasakan, tidak ada racun yang mematikan. Dibalik semangat cintanya, tidak ada kegelisahan. Mereka tenang dan damai, tanpa kemalasan. Dan saya menawarkan samadhi kepada kelompok orang pertama dan kedua, sehingga mereka dapat pindah ke dalam kelompok ketiga.

Saya membiarkan diri saya terkenang dengan kisah cinta masa lalu yang indah, tentang Tin Hayatin. Lalu seolah-olah cinta asmara yang telah lama mati, kini bersemi kembali. Saya merasakan rindu yang mendalam, ingin bertemu dengan kekasih pujaan hati. Tetapi, saya terhalang oleh norma-norma agama, bahwa saya tidak sendiri lagi, demikian pula dengan Tin Hayatin. Kami telah sama-sama berumah tangga, sehingga tidak mungkin kami bebas saling berjumpa seprti dahulu kala. Tetapi saya biarkan perasaan cinta itu tumbuh berkembang, karena cinta itu adalah energi yang akan menggerakan diri saya. Soal kemana saya akan bergerak, itulah yang harus diwaspadai. Jangan sampai saya jatuh ke dalam jurang dosa. Oleh karena itu saya mengarahkan cinta kepada samadhi. Ketika Cinta Bersamadhi, ia akan bermetamorfosa menjadi Cinta Yang Tulus Murni, sumber kebijaksanaan. Dan filsafat ini muncul di dalam perjalanan metamorfosa cinta tersebut.

Karena rindu, saya berupaya untuk bertemu. Ja`far dan Odin, yang menjadi saksi percintaa masa remaja dulu, keduanya menghalangi saya untuk bertemu dengan Tin. Ja`far berkata, “Sudahlah Sep! Itu masa lalu, sebaiknya kamu lupakan dia. Malu, ... dia sudah punya suami. Kamu juga sudah punya istri. Apa kamu tidak malu ?” Bahkan Odin berkata dengan lebih keras, “Iya Sep, ibaratnya jajan cewek perek masih lebih baik dari pada lu gangguin istri orang.”

Saya bertanya, “Sehina itukah saya dalam pandangan kalian, jika saya ingin bertemu Tin ?”

Mereka menjawab serempak, “Iya”.

“Bagaimana kalau saya ini adalah orang yang hampir saja mati dan punya satu permintaan pada kalian, agar mempertemukan saya dengan Tin ? Akankah kalian memenuhi permintaan saya ?” tanya saya lagi.

Ja`far dan Odin terdiam sejenak, mereka saling pandang. Ja`far berkata, “Apa yang kamu katakan Sep ? kami tidak melihat kamu dalam kondisi seperti itu.”

“Saya katakan `kalau`.” Saya menegaskan.

“Sepertinya jika dalam kondisi begitu, kami akan memenuhi permintaan kamu, saya anggap itu rukhsokh.” Ja`far. “Apa memang kamu dalam kondisi seperti itu ?”

“Saya selalu merasa begitu. Jika kalian tidak melihatnya, maka ada dua kemungkinan, perasaan saya berbohong atau kalian yang buta.” Jawab saya. “Sekarang saya tanya, hukum agama mana yang melarang saya untuk bertemu dengan Tin ? Apakah hukum itu melarang kalian juga untuk bertemu dia ?”

Ja`far menjawab, “Saya sih tidak terlalu mengerti soal hukum agama. Tapi kan, setidaknya kamu harus menjaga perasaan suaminya, juga perasaan istrimu. Suami Tin tau bahwa antara kamu dan Tin ada hubungan asmara di masa lalu. Kedatanganmu tentu akan membuat dia tidak enak.”

Tidak puas dengan jawaban Ja`far saya berkata, “Jawablah dengan tegas apakah hal yang ingin saya lakuan ini haram atau halal. Jika jelas haramnya, saya tidak akan pergi menemuinya. Saya berani untuk pergi kepadanya karena tidak tahu, hukum agama yang mana yang mengharamkannya. Tapi bila saya menyentuh sedikit saja dari kulit Tin, dengan jelas saya mengetahui bahwa itu perbuatan haram. Maka saya bersumpah, saya tidak akan menyentuhnya.”

“Tapi kamu masih mencintainya kan ?”

“Benar. Dan apakah cinta itu sesuatu yang haram menurut agama ?” tanya saya.

Sambil nyengir Ja`far berkata, “He... ya mencintai istri orang lain ya haram lah.”

“kalau begitu, baik ... izinkan saya untuk bersamadhi sebentar ....” saya memejamkan mata, mengambil sikap samadhi dan mulai memusatkan perhatian pada gerak pernafasan. Ja`far dan Odin terdiam, suasana hening untuk beberapa menit. Lalu saya membuka mata kembali dan berkata, “Sekarang sudah tidak ada cinta itu di dalam hati saya. Tapi sekarng saya masih ingin bertemu dengan Tin, apakah boleh ?”

Ja`far tertawa, “Ha..ha... kamu bohong ... bagaimana mungkin rasa cinta menghilang begitu saja di dalam hatimu.”

“Dan bagaimana kamu bisa tahu, cinta itu masih ada di dalam hatiku ?” balas saya.

Sejenak Ja`far terdiam. Dia tampak berpikir, lalu terucap, “Ya enggak mungkin lah ... kalo kamu sangat mencintai Tin, pasti rasa cinta itu masih ada di dalam hatimu dan susah untuk menghilangkannya.”

Saya menjawab, “Kamu mengatakan itu berlandaskan kepada kebodohanku, kepada ketidak tahuanmu, berlandaskan dugaan-dugaan serta menjadikan dirimu sendiri sebagai ukuran. Karena kamu tidak mampu membuang perasaan cinta di dalam hatimu dalam waktu sekejap, maka kamu kira semua orang seperti dirimu. Sekarang, saya tanya, seandainya saya bukan seseorang di dalam hatinya ada cinta untuk Tin, apakah saya boleh menemuinya ?”

“Ya boleh lah!” Odin lekas menjawab.

“Sungguh mengherankan, orang yang tidak mencintai Tin diperkenankan untuk bertemu, sedangkan orang yang mencintainya dilarang untuk bertemu. Mengapa kalian hidup serumah dengan orang yang mencintaimu, dan mengapa kalian mempersilahkan orang tuamu yang mencintaimu untuk datang ke rumahmu ?” tanya saya.

Odin tampak kesal, “Yah.. si Asep mah berbelit-belit. Itu mah cintanya beda. Cinta istri sama suami. Cinta orang tua sama anaknya. Lah kamu, cinta ke istri orang lain.”

Saya ajukan pertanyaan, “Jadi, ... apakah sekarang sudah tidak ada yang boleh mencintai Tin selain suami dan orang tuanya ?”

“Ya, gak gitu juga ...” jawab Odin.

“jadi, Cuma diri saya saja yang diharamkan untuk mencintainya ?”

“Waduh.... gak tau dah ... pusing ngomong sama si Asep. Dari dulu sampe sekarang, cara ngomongnya muter-muter mul kayak gini.” Odin tampak semakin kesal.

Dengan nada yang lebih sabar, Ja`far berkata, “Sep, seharusnya kamu tidak mencari pembenaran terhadap keinginanmu itu.”

“Pembenaran itu apa ?” tanya saya.

“Pembenaran, kamu tau bahwa keinginanmu itu salah, tapi kamu terus mencari-cari alasan agar apa yang hendak kamu lakukan itu tampak benar. Itu namanya pembenaran.” Ja`far menerangkan.

“Aku tidak mengetahui bila keinginan saya untuk bertemu Tin adalah hal salah. Tapi saya khawatir bahwa saya akan salah sebagaimana tuduhan kalian, oleh karena itu saya akan terus mengajukan pertanyaan hingga jelas bagi saya di mana kesalahannya. Jika kalian yakin bahwa saya salah, seharusnya kalian mampu membuktikan kesalahan itu, jangan hanya asal menuduh.” Kata saya. Suasana jadi agak memanas. Saya mencoba mendinginkan, “Tapi saya sangat berteima kasih dengan segala masukan dari kalian. Mungkin kalian benar, tapi saya terlalu bodoh, sehingga belum dapat mengerti kebenaran yang kalian sampaikan.”

Para pembaca yang budiman! Saya cinta dan rindu pada Tin Hayatin. Saya tidak tahu kalau cinta dan rindu itu merupakan dosa. Oleh karena itu saya tidak membuang perasaan itu dari dalam batin saya. Saya biarkan diri saya tetap cinta dan tetap rindu, dan saya ingin bertemu. Mungkin saya terlalu bodoh, sehingga belum mampu mengerti letak kesalahan itu. Tapi saya tidak dapat berpedoman pada kemungkin tersebut. saya butuh kepastian. Jika Anda sepakat dengan Ja`far dan Odin bahwa keinginan saya bertemu Tin merupakan hal yang salah, maka bantulah mereka untuk meyakinkan saya ! dan jika Anda bersedia membantu, maka siapkan kesabaran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya !
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline shekinah

Re:Ketika Cinta Bersamadhi
« Jawab #1 pada: Desember 09, 2015, 10:59:50 AM »
Mohon ijin kang asep, dari ratusan artikel yang saya baca di posting kang asep selama 3 hari terakhir. Saya memberanikan diri untuk untuk memulai berbicara pada forum logika ini walaupun ada perasaan' takut' untuk berbicara dalam forum ini dan menikmati kondisi melihat dari rangkaian diskusi atau postingan yang ada.

Jawaban ini mungkin akan menimbulkan pertanyaan kembali..

Kang jika dalam kondisi mba tin dan kang asep yang demikian yang sudah sama sama memiliki keluarga, seperti yang teman kang asep katakan

 Ja`far menjawab, “Saya sih tidak terlalu mengerti soal hukum agama. Tapi kan, setidaknya kamu harus menjaga perasaan suaminya, juga perasaan istrimu. Suami Tin tau bahwa antara kamu dan Tin ada hubungan asmara di masa lalu. Kedatanganmu tentu akan membuat dia tidak enak.”

Dalam artian, memang tidak ada hukum agama yang melarang kang asep bertemu dengan sosok mba tin,
bagaimana perasaan akan suami dari mba tin atau bagaimana perasaan dari istri kang asep ? mungkin teman kang asep lebih memperingatkan kang asep akan adanya orang yang berkaitan erat dengan rindunya kang asep, saya jelas tidak memungkiri pengetahuan kang asep untuk menghilangkan rasa cinta kang asep pada mba tin dengan teknik meditasi tersebut. Btw ajarin dong kang teknik tersebut hehehe (bercanda kang)...

Selintas saya teringat postingan atas hadis berikut "Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari masalah yang dapat mengembalikan kami ke masa lalu/dapat mengacaukan kami (HR Al Bukhari).

Namun jika rindu tersebut masih berkecamuk dalam dada sedangkan ada batas yang tidak bisa kita lampaui, bagaimana dengan jendela semesta kang? dengan begitu akang bisa sedikit melihat keberadaan dari sosok mba tin dari jarak jauh dan tidak melanggar kode etika yang akang miliki?

jawaban saya mungkin lemah dan tidak merujuk pada logika untuk sebuah pembenaran namun hal ini terkait dengan apa yang saya alami kang, keberadaan dimana daya tidak bisa menemuai orang lain dalam masa
lalu saya namun masih ada rasa rindu yang kadang menghampiri, berhubung saya gak punya kapasitas melihat jendela semesta cara yang saya tempuh hanya lewat doa kang. Berdoa kepada Sang maha Cinta untuk menjaga selalu orang2 yang saya rindukan dan pernah saya cintai. Itu cukup mengobati si kang kalo buat saya, dan Tanpa mengusik keberadaan saya ditengah tengah mereka dikehidupan yang telah mereka bangun saat ini.


Itu aja kang sekedar share...




 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
11 Jawaban
2544 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 10, 2013, 12:37:58 PM
oleh dw4ryf
8 Jawaban
2988 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2015, 11:55:13 PM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
3916 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2013, 06:32:01 AM
oleh ratna
1 Jawaban
655 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2014, 09:00:00 AM
oleh Asep
2 Jawaban
1257 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2015, 02:12:01 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
375 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 02:35:09 PM
oleh bintang74
0 Jawaban
419 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2015, 03:05:19 PM
oleh bintang74
0 Jawaban
131 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2016, 10:43:36 AM
oleh seorang
0 Jawaban
255 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2016, 11:02:47 PM
oleh Kang Erik
0 Jawaban
297 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2016, 02:41:00 PM
oleh seorang

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan