Penulis Topik: Kombinasi Logika dengan Meditasi  (Dibaca 1080 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kombinasi Logika dengan Meditasi
« pada: Oktober 25, 2015, 03:16:00 PM »




Tiga Keuntungan

Intisari dari Meditasi adalah pengendalian Pikiran. Karena itu, pengendalian pikiran dalam bentuk apa saja termasuk kepada meditasi. Salah satu cara mengendalikan pikiran adalah dengan mengatur ketat pikiran dalam proses berpikir dengan kaidah-kaidah ilmu logika.  Dan ini saya sebut dengan kombinasi logika dengan seni meditasi.

{alt}

Dalam proses berpikir, untuk menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang benar, dibutuhkan kejernihan pikiran. Untuk dapat berpikir jernih, pikiran membutuhkan ketenangan. Dan ketenangan dapat dicapai melalui usaha pengembangan konsentrasi sampai pada titik tertentu, di mana muncul kehendak-kehendak yang kuat untuk bepikir atau moment bepikir. Ketika muncul kehendak yang kuat untuk berpikir, ada prosedur-prosedur tertentu yang harus dilakukan sebelum kemudian dia berpikir dengan pengawasan ketat terhadap proses bepikir sehingga tunduk pada kaidah-kaidah logika dan berpikir dengan pikiran yang jernih.

Kombinasi antara ketenangan, pemahaman dan keterampilan berpikir logis merupakan kombinasi yang hebat untuk pengembangan batin. Dengan cara begini, maka ada tiga keuntungan yang bisa diperoleh.  Pertama, keuntungan dari terkendalinya pikiran, meninggkatnya kesadaran, berkembangnya konsentrasi dan ketenangan.  Kedua, keuntungan dari berkembangnya pengetahuan. Ketiga, bekembangnya kemampuan bepikir logis.

Pengembangan Ketenangan

Ketenangan dikembangkan dengan pengembangan Konsentrasi. Terdapat dua jenis konsentasi. Pertama disebut Konsentrasi Pengantar. Konsentrasi pengantar ini adalah kemampuan pikiran untuk fokus dalam proses berpikir dan bekerja. Sedangkan yang kedua, konsentrasi Tercerap, adalah konsentrasi tingkat lanjut yang fokus pada satu objek konsentrasi. Munculnya konsentrasi tercerap ini ditandai dengan tiadanya proses berpikir dan kesadaran terahdap ragam objek. Kesadaran terus menerus di isi oleh satu objek konsentrasi. Konsentasi jenis manapun, jika dikembangkan, maka itu sama saja dengan mengembangkan ketenangan. Karena berkembangnya ketenangan seiring dengan berkembangnya konsentrasi.

Pengganggu Konsentasi Tercerap

Kehendak Untuk Bepikir
Untuk dapat mengembangkan konsentrasi, yang dibutuhkan bukan saja usaha untuk fokus pada objek konsentrasi, melainkan juga dibutuhkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman tentang usaha pengembangan konsentrasi tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, salah satu yang mengganggu pengembangan konsentrasi tercerap adalah kehendak untuk berpikir.  Saat saya berusaha untuk fokus pada objek nafas, misalnya, muncul keinginan untuk berpikir begini dan begitu, tentang ini dan tentang itu. Jika ini terjadi, maka prosedur yang saya lakukan adalah :

Petama, berusaha untuk mengabaikan gangguan tersebut.
Kedua, jika gangguan sulit diabaikan, maka saya melakukan usaha sadar.
Ketiga, Jika usaha sadar tidak menghentikan kehendak untuk berpikir, maka saya akan berpikir dengan pengawasan ketat terhadap proses berpikir, sehingga tunduk pada kaidah-kaidah logika.

Sensasi-sensasi Tubuh
Selain kehendak untuk berpikir, faktor lain yang mengganggu konsentrasi tercerap adalah sensasi-sensasi tubuh. Jika hal ini terjadi, maka prosedur yang harus dilakukan sama seperti pada cara di atas untuk tahap satu dan dua. Selanjutnya lakukan prosedur berikut :

Ketiga, Jika usaha sadar tidak memembuat sensasi-sensasi tubuh mereda, maka lakukan gerakan tubuh yang sederhana untuk mengendalikan,mengalihkan atau memfokuskan sensasi. Misalnya, dengan menegakan punggung, sehingga sensasi ketegangan tubuh terletak pada area pinggang dan pikiran bisa fokus untuk berkonsentrasi pada sensasi tersebut.

Keempat, bila sensasi-sensasi tubuh sudah mereda, maka kembali ke objek utama meditasi untuk mengembangkan konsentrasi tercerap.

Kehendak Untuk Bergerak

Masih ada lagi faktor yang menganggu konsentrasi tercerap, yaitu kehendak untuk bergerak. Kehendak bergerak disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya karena rasa pegal akibat duduk meditasi terlalu lama. Sakitnya tubuh bisa jadi merupakan pertanda bahwa tubuh perlu bergerak. Tapi kondisi ini tidak serta merta berarti munculnya kehendak untuk bergerak. Karena itu, bedakan dua kondisi ini, yaitu kehendak bergerak kebutuhan untuk bergerak. Jika yang muncul adalah kebutuhan tubuh untuk bergerak, maka prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Petama, jika tubuh terlalu sakit akibat terlalu lama diam meditasi, maka jangan dipaksa untuk terus diam. Ubahlah posisi tubuh pada posisi yang nyaman.

Kedua, pada saat bergerak, maka bergeraklah secara perlahan dan diikuti oleh konsentrasi terhadap gerakan tubuh tersebut.

Ketiga, setelah mengubah posisi, maka kembali kepada objek utama meditasi untuk mengembangkan konsentrasi tercerap.

Jika yang muncul dalah kehendak bergerak, maka lakukan posedur berikut :

Pertama, abaikan kehendak tersebut.
Kedua, jika sulit diabaikan, maka lakukan usaha sadar terhadap kehendak atau menjadikan kehendak bergerak sebagai objek konsentrasi.
Ketiga, jika usaha sadar tidak meredakan kehendak untuk bergerak, maka bergeraklah secara perlahan dan diikuti oleh konsetrasi.
Keempat, jika setelah melewati prosedur ketiga ini batin menjadi tidak nyaman, maka lakukan gerakan tubuh yang diatur, misalnya gerakan senam, gerakan yoga seperti Hand Stand, memutar bahu, gerakan meremas-remas, atau gerakan krachtology.

Kelima, jika kehendak bergerak mereda, maka kembalilah ke objek utama konsentrasi.


Kesimpulan

Melalui artikel ini saya telah menyampaikan mengenai tiga keuntungan kombinasi logika dan meditasi, mengenal faktor-faktor pengganggu yang mungkin terjadi pada saat melakukan kombinasi tersebut serta prosedur-prosedur yang harus dilakukan saat menghadapi gangguan. Jika Anda ingin mencoba metoda ini, dan menemukan kendala, silahkan konsultasikan langsung di sini !
« Edit Terakhir: Oktober 25, 2015, 03:35:35 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1265 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2012, 10:01:10 AM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
2272 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2015, 03:31:11 AM
oleh alfianpase
2 Jawaban
2670 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2013, 09:02:49 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2003 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 09, 2013, 10:13:31 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
7675 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 09:51:59 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1697 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2013, 01:50:41 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
2037 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2015, 10:49:34 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
379 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2015, 10:08:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
617 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2015, 07:29:25 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1008 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2016, 11:41:03 AM
oleh kang erick

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan