Penulis Topik: Kekuatan Semangat  (Dibaca 39 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kekuatan Semangat
« pada: November 26, 2017, 04:06:29 AM »
SB : Kekuatan Untuk Belajar Dan Bekerja
====================
1. Kekuatan Semangat
1.1.Semangat
1.1.1. Semangat Bekerja
1.2. Kehilangan Semangat
1.3. Membangun Semangat Kembali

====================

1. Kekuatan Semangat
Edisi : 19 Juni 2017, 14:28:12



1.1. Semangat
 Edisi : 26 Nopember 2017, 03:57:02

Hidup ini adalah semangat. Kalau orang kurang bersemangat, berarti dia kurang hidup. Tidak bersemangat berarti tidak hidup.  Hidup seseorang akan lebih cepat berakhir, apabila dia kehilangan semangat. Contohnya, ada orang yang mengakhiri hidupnya karena semangatnya berakhir. Orang yang hidup penuh dengan semangatpun, hidupnya akan berakhir. Tetapi, dia tidak akan mengakhiri hidupnya karena kurangnya semangat.

Berlatih meditasi, berarti berlatih membangun kekuatan semangat dari waktu ke waktu. Semangat diwujudkan dalam gerak cepat. Anak yang gerakan tubuhnya lincah dan riang gembira, anak tersebut terlihat bersemangat. Dan anak yang sering terlihat diam, murung, gerak tubuhnya lambat, disebut tidak bersemangat. Tetapi, gerak cepat tidak hanya dilakukan oleh tubuh, karena yang terpenting adalah gerak kesadaran. Semakin cepat kesadaran anda bergerak, berarti semakin kuat semangat Anda, walaupun tubuh anda bergerak lambat. Bagaimana cara membuat kesadaran Anda bergerak cepat ? Lihat pada catatan "Praktik Meditasi".

_________
Versi Audio : https://instaud.io/1tyi

1.1.1. Semangat Bekerja
 Edisi : 13 Juni 2017, 09:43:51

Manusia hidup perlu bekerja. Dan manusia bekerja perlu semangat. Jadi, manusia hidup perlu semangat. Tapi bila Anda tidak cukup bersemangat atau malah justru menjadi malas dalam bekerja, maka ini adalah suatu masalah yang perlu diatasi. Karena itu temukan cara agar anda mencintai dan bersemangat atas pekerjaan Anda. Jangan biarkan Anda dikuasai oleh rasa malas. Ada berbagai faktor yang membuat seseorang malas bekerja, misalnya kondisi sosial di tempat bekerja yang kurang baik atau sikap atasan yang keras terhadap Anda dan lain sebagainya. Untuk masalah-masalah seperti ini, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan berbagai cara. Jika Anda masih sulit menemukan metoda untuk membangun semangat Anda dalam bekerja, maka cobalah metoda meditasi.

Kadang orang merasakan malas bekerja, kurang bersemangat, merasakan bahwa pekerjaan yang harus dilakukannya merupakan beban. Padahal sebenarnya, tidak ada beban yang lebih berat yang harus dipikul oleh seorang pekerja, kecuali kemalasan. Ketika seseorang memilihara kemalasan, berarti dia memikul beban yang jauh lebih berat, dari pada beban pekerjaan yang harus dia kerjakan. Pertanyaannya, "mengapa orang malas bekerja ?" karena muncul di dalam persepsinya bahwa "ada hal yang menyenangkan di dunia ini."

Salah satu dari tanda keberhasilan meditasi adalah munculnya semangat dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Bagaimana bisa ? Karena dengan meditasi, seseorang akan melihat tiga corak kehidupan yang khas, yaitu sifat tak kekal, tak memuaskan dan tanpa inti diri. Ketika melihat tiga corak ini, maka tidak lagi muncul persepsi tentang "menyenangkan" dan "tak menyenangkan" di dalam dirinya. Dan karenanya, tiada lagi kemalasan.

Ketika Anda merasa malas, silahkan perhatikan dan sadari apa yang terjadi di dalam diri Anda. Di situ ada persepsi bahwa apa yang harus anda kerjakan adalah sesuatu yang tak menyenangkan. Persepsi Anda bisa mengenali "hal tak menyenangkan" karena mengenal juga "hal menyenangkan". Karena itu, bersama munculnya persepsi tentang hal menyenangkan, Anda juga mempersepsi bahwa ada hal lain yang lebih menyenangkan dari apa yang harus anda kerjakan saat ini. Anda ingin mengerjakan hal lain itu, dan tak ingin mengerjakan yang saat ini harus dilakukan. Problemnya, manusia harus mengerjakan sesuatu, apakah dia merasa senang atau tak senang terhadap sesuatu itu. Jika seseorang hanya mengerjakan sesuatu dengan hanya mengikuti apa yang menyenangkan saja untuk dikerjakan, maka perilakunya akan menjadi kacau. Karena itu, dengan terpaksa atau sukarela, setiap orang harus melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam hidupnya.

Dalam seni meditasi, kemalasan termasuk kepada "hambatan mental". Belajar bermeditasi, sebenarnya belajar mengatasi hambatan ini. Tidak dikatakan sukses bermeditasi, apabila tidak sukses mengatasi kemalasan. Karena itu, ketika seseorang sukses meditasinya, itu berarti dia telah dapat mengatasi kemalasan, bukan hanya dalam melakukan praktik meditasi saja, tetapi sanggup mengatasi segala bentuk kemalasan. Kata "Malas" sudah dihapus dari kamus hidupnya. Karena dia akan selalu hidup dan bekerja dalam semangat.

Kemalasan merupakan salah satu bentuk mental yang diproduksi oleh pikiran. Seseorang berpikir, "ada hal lain yang lebih menyenangkan dari apa yang harus saya kerjakan saat ini", karenanya dia ingin melakukan hal lain, dan malas melakukan apa yang menjadi tugasnya.

Seorang pemuda berkata, "Ibuku bilang aku ini pemelas. Padahal sebenarnya aku tidak malas.  Aku hanya tidak berminat dengan pekerjaanku sekarang. Sedangkan bila aku mengerjakan pekerjaan yang aku minati, aku sangat bersemangat."

saya berkata padanya, "Memang itulah artinya malas, dia semangat pada hal lain. Orang yang tidak malas berarti dia bersemangat mengerjakan tugas dan tanggung-jawab yang harus dia kerjakan, bukan soal menyenangkan atau tak menyenangkan, bukan soal minat atau tidak minat, tapi dia harus bekerja. Jika tidak berminat, maka dia belajar untuk menumbuhkan minat pada apa yang harus dikerjakan, dan berhent mengejar kesenangan. Enggan melaksanakan tugas, dan ingin melakukan hal lain yang bukan tugas dan tanggung-jawabnya, itu berarti mengharap dan mengejar kesenangan. Yang demikian itu berasal dari egoisme. Kamu boleh mencari pekerjaan sesuai dengan minat dan bakatmu, tetap jangan malas untuk melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung-jawabmu saat ini. Kerjakan apa yang harus kamu kerjakan sambil kamu mencari bidang pekerjaan lain yang sesuai dengan minat dan bakatmu tadi."

Bagi meditator pemula, seringkali dapat mengatasi masalah-masalah lain dalam mengatasi kemalasan, tetapi mereka memiliki masalah baru, yakni kegemaran dalam meditasi. Di dalam meditasi, mereka mengalami kenyamanan. Karena itu, kemudian hal itu menjadi candu yang membuat mereka selalu ingin berada dalam kondisi nyaman tersebut, sehingga efeknya mereka menolak kehidupan dan merasa malas untuk bekerja. Ini akibat dari melekat pada rasa nyaman.

Meditasi memang dapat mengantarkan seseorang pada rasa nyaman, tetapi tidak semestinya melakati rasa nyaman tersebut. Rasa nyaman tersebut harus disadari dan difahami sebagai hal yang tidak kekal, tak mamuaskan dan tanpa inti.  Tujuan meditasi untuk meraih rasa nyaman tadi, tapi kenyamanan hanyalah alat untuk melihat pengetahuan yang menjadi dasar dari kebijaksanaan. Setelah pengetahuan tersebut terlihat, maka seseorang dapat bertindak berdasarkan pengetahuan tadi tanpa harus melewati proses "nyaman". Seseorang yang menolak kehidupan, dan malas bekerja, karena terlena di dalam kenyamanan-kenyamanan meditatif, menunjukan bahwa praktik meditasinya belum cukup berkembang atau telah salah faham terhadap tujuan meditasi yang sebenarnya.

_________________
Lihat juga : Tiga Jalan Kebahagiaan

1.2. Kehilangan Semangat
 Edisi : 25 Nopember 2017, 20:38:22


1.3. Membangun Semangat Kembali
 Edisi : 26 Nopember 2017, 03:55:54

https://instaud.io/1tyh

« Edit Terakhir: November 26, 2017, 04:10:01 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Kekuatan Semangat
« Jawab #1 pada: November 26, 2017, 03:31:51 PM »
A : Setiap semangat adalah kesenangan
I : Sebagian kesenangan adalah semangat
O : Sebagian kesenangan bukan semangat

Di dalam semangat ada kesenangan.
Di dalam kesenangan pun ada semangat.
Bagaimana caranya untuk menyenangi tugas dan kewajiban - kewajiban ?
Dengan bersemangat untuk melakukan tugas dan kewajiban - kewajiban.
Bagaimana caranya supaya bersemangat untuk mengerjakan tugas dan kewajiban - kewajiban ?
Dengan berkonsentrasi dan fokus terhadap keutamaan dan kepentingan - kepentingan dari tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan.

Premis Minor A : Setiap orang yang bersemangat adalah orang yang penuh energi positif
Premis Mayor A : Setiap orang yang penuh energi positif itu senang beraktifitas
Konklusi A : Setiap orang yang bersemangat itu senang beraktifitas

Jika seseorang bersemangat dalam mengerjakan tugas dan kewajiban - kewajibannya, maka ia akan senang dengan tugas dan kewajiban yang dikerjakannya.

"Sukarela atau terpaksa dalam melaksanakan tugas dan kewajiban" ada 4 opsi untuk menentukan tingkat kebaikan atau keburukan dari 2 pilihan di atas :

• Keduanya sama - sama baik
• Keduanya sama - sama buruk
• Salah satu baik
• Salah satu buruk

Jika salah satu lebih baik dari salah satunya lagi, maka salah satunya lagi lebih buruk dari salah satu yang lebih baik.

Jika salah satu lebih buruk dari salah satunya lagi, maka salah satunya lagi lebih baik dari salah satu yang lebih buruk.

Pilihan saya jatuh pada "lebih baik sukarela dalam melaksanakan tugas dan kewajiban":

A : Anda adalah orang yang bersemangat
A : Setiap orang yang bersemangat itu sukarela dalam melaksanakan tugas dan kewajiban

Konklusi :

A : Anda adalah orang yang sukarela dalam melaksanakan tugas dan kewajiban

Anda dapat sukarela dalam melaksanakan tugas dan kewajiban jika anda adalah orang yang bersemangat terhadapnya.

Jika seseorang bersemangat terhadap tugas dan kewajiban, maka ia akan melakukan tugas dan kewajibannya dengan sukarela.

A : Setiap orang yang bersemangat terhadap tugas dan kewajiban adalah orang yang sukarela dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya
A : Setiap orang yang tidak bersemangat terhadap tugas dan kewajiban adalah orang yang terpaksa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya

Pilih menjadi orang yang bersemangat dan sukarela dalam tugas dan kewajiban atau orang yang tidak bersemangat dan terpaksa dalam tugas dan kewajiban ?
Saya pilih menjadi orang yang bersemangat dan sukarela dalam tugas dan kewajiban. Sebab orang yang bersemangat dan sukarela dalam tugas dan kewajiban lebih baik dari orang yang tidak bersemangat dan terpaksa dalam tugas dan kewajiban.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2359 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2013, 05:48:59 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
961 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 08:46:01 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
710 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2013, 05:26:03 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1339 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 07:36:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
833 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2014, 09:38:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
498 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 05:36:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1790 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2015, 03:53:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
246 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 09:22:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
227 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2016, 05:56:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
77 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 07:23:35 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan