Penulis Topik: Mengembangkan Kekuatan-kekuatan  (Dibaca 12 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mengembangkan Kekuatan-kekuatan
« pada: November 12, 2017, 07:23:35 AM »
SK : Tujuan Meditasi
====================
1. Untuk Meraih Manfaat Meditasi
2. Untuk Menjinakan Pikiran
3. Menghindari Bencana Pendidikan Ilmiah
4. Mengembangkan Hikmah Dan Kesucian
5. Mengukur Kualitas Bathin
6. Menata Hidup Menata Pikiran
7. Menuju Keabadian Hal Baru
8. Mengembangkan Kekuatan-kekuatan
9. Untuk Kesehatan Jasmani Dan Ruhani

Jumlah Karakter : 19.932
Kira-kira : 10 halaman A5
====================

SK : Mengembangkan Kekuatan-kekuatan
====================
8.1. Kekuatan Untuk Berbuat Baik
8.2. Kekuatan Keyakinan
8.3. Kekuatan Cinta Kasih
8.4. Kekuatan Untuk Belajar dan Bekerja

Jumlah Karakter : 28.480
Kira-kira : 14 halaman A5
====================

8.2. Kekuatan Keyakinan
Edisi : 29 Mei 2017, 14:49:53

terdapat dua jenis keyakinan, yaitu pertama keyakinan yang terlahir dari pengetahuan dan kedua keyakinan yang terlahir dari kesadaran.

Kang sandy pernah memposting sebuah tabel, di mana dengan tabel tersebut saya dapat mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang dikandung oleh seorang wanita. Mulanya saya ragu, apakah tabel tersebut berisi kebenaran ataukah kebohongan. Untuk mengetahuinya, lalu saya mencoba menebak jenis kelamin bayi yang sedang dalam kandungan berdasarkan tabel tadi. Setelah berkali-kali, tebakan saya tidak pernah meleset. Lalu timbulah keyakinan, bahwa informasi yang termuat dalam tabel tersebut berisi kebenaran. Ini keyakinan yang lahir dari analogi.

Kemudian seseorang meragukan kebenaran bahwa jin dapat merasuki tubuh manusia. Dia berkata, "Jin itu materi, manusia itu juga materi yang padat. Bagaimana bisa materi masuk ke dalam materi yang padat."

saya menjawab berkata, "Bukankah air itu materi ?"

"ya, materi " jawab orang itu.

"lalu bagaimana air itu dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebar ke seluruh tubuh ?" tanya saya.

Orang tadi terperangah, "o iya betul."

seketika dia tersadar bahwa dasar keraguanya tidak kokoh. Argumentasi yang selama ini membuat dia ragu tentang kebnaran orang kerasukan telah terpatahkan, maka lenyap keraguan, berubah menjadi keyakinan.

Setiap orang di sini berkeyakinan bahwa besok matahari akan terbit dari timur dan terbenam diufuk barat. Walaupun kalau bicara kemungkinan, mungkin saja terjadi hal lain, tetapi keyakinan tentang terbitnya matahari sangatlah kuat. Keyakianan ini, muncul dari pengetahuan.

Para ahli astronomi dapat memprediksi dengan tepat jam, tanggal, dan tahun kapan akan terjadi gerhana. Prediksi mereka tepat dan akurat. Dan mereka yakin dengan prediksi mereka. Ini juga salah satu contoh keyakinan yang lahir dari pengetahuan.

Pengetahuan yang benar akan melahirkan keyakinan yang benar. Pengetahuan yang salah melahirkan keyakinan yang salah. Diantara keyakinan-keyakinan tersebut terdapat kontradiksi, di mana mustahil dua keyakinan yang kontradiksi sama-sama benar, pastilah hanya satu yang benar. Seperti kontradiksi keyakinan tentang Isa Al Masih :

1) Isa adalah anak Allah
2) Isa as bukan anak Allah

Keyakinan yang benar atau salah tersebut, keduanya lahir dari pengetahuan.

Ketika tersiar kabar ke Damaskus, bahwa imam Ali bin Abi Thalib dibacok oleh Abdullah bin Muljam ketika sedang shalat shubuh, sebagian mereka sangat terkejut. Karena selama ini mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib itu seorang kafir yang tentu tidak menjalankan shalat. Keyakinan mereka keliru, karena informasi yang datang pada mereka palsu.

Nilai Keyakinan yang lahir dari pengetahuan disebut dengan kebenaran keyakinan, yang terdiri dari nilai benar atau salah, sama seperti nilai proposisi. Karena keyakinan itu sendiri diekplisitkan dalam bentuk proposisi. Dan nilai kebenaran keyakinan seperti itu tidak disebut dengan "kekuatan keyakinan".

Yang disebut dengan Kekuatan Keyakinan adalah keyakinan yang lahir dari kekuatan kesadaran. Seperti keyakinan nabi Isa as saat sampai di tepi laut, dan dengan mengucapkan bismilah kemudian dia melangkahkan kakinya berjalan di atas air, seperti Nab Musa yang memukulkan tongkatnya ke lautan, sehingga lautan terbelah menjadi dua, dan seperti Sunan Gunung Djati yang membuat seorang putri raja hamil hanya karena sang Sunan meyakininya bahwa putri raja tersebut sedang mengandung bayi laki-laki.

Cerita ini saya baca dalam buku kisah para wali. Ketika Sunan Gunung Djati berdakwah di negeri Cina dan menjadi terkenal, terdengarlah hingga ke istana kaisar. Sang Kaisar tidak percaya dengan kebijaksanaan Sunan Gunung Djati. Beliau berencana untuk menguji kebijaksanaan sang Sunan.

Sang Kaisar mengikatkan kuningan ke perut putrinya, dan membalutnya dengan kain, sehingga terlihat seolah putri tersebut sedang hamil. Lalu Sunan dipanggil,  dibawa lah putrinya ke hadapan Sang Sunan. Lalu Kaisar bertanya, "Wahai Sunan, aku mendengar, aku mendengar bahwa Anda adalah orang bijaksana. Jika Anda bijaksana, pastilah Anda tahu, apakah bayi yang dikandung oleh putri saya itu bayi laki-laki ataukah perempuan ? Jika Anda dapat mengetahui dengan tepat, maka Anda boleh terus berdakwah di negeriku. Tapi bila Anda salah, maka silahkan Anda pulang ke negeri Anda !"

Sunan menjawab, "Putri sedang mengandung bayi laki-laki."

Kaisr tertawa. Dia berkata, "Anda terbukti bukan orang bijaksana. Putriku sama sekali tidak sedang hamil. Aku mengikatkan kuningan ke perutnya, sehingga terlihat mengandung bayi."

Sunan Gunung Djatipun segera pergi meninggalkan negeri Cina, pulang ke pulau Jawa.

Tetapi alangkah kagetnya sang Kaisar, ketika membuka balutan kain pada perut putrinya, kuningan telah lenyap dan putrinya kini benar-benar sedang hamil. Kini kaisar mengakui dan mengagumi kesaktian Sunan Gunung Djati. Beliau memerintahkan menterinya untuk segera memanggil kembali Sunan. Tapi terlambat, Sunan sudah pulang ke pulau Jawa. Kaisar menyesal dan berencana akan menyusul Sunan ke pulau Jawa bersama putrinya.

Terlepas apakah cerita tersebut benar atau bohong, tapi kisah itu mewakili maksud saya dalam menggambarkan apa yang disebut dengan "kekuatan keyakinan". Bahwa pada kenyataannya, manusia dianugerahi kekuatan keyakinan semacam itu. Dan hal ini telah dikenal oleh para ahli kebatinan.

Dengan berfilsafat, seorang filsuf membangun keyakinan-keyakinan dengan pengetahuan yang diperoleh melalui jalan pemikiran. Adapun para ilmuwan membangun keyakinan-keyakinannya melalui observasi dan eksperimen. Tetapi para ahli batin membangun kekuatan keyakinannya melalui Samadhi, mengembangkan kekuatan konsentrasi dan kesadaran.

Kekuatan Keyakinan tidak serta merta muncul hanya karena seseorang meyakinkan diri akan sesuatu. Seperti kasus yang pernah saya lihat dalam sebuah film, tentang seorang pria  yang sangat yakin bahwa dirinya adalah seorang nabi dan memiliki mukjizat. Dia benar-benar yakin dengan hal itu, dan tidak tampak ragu sedikitpun. Karena itu, di hadapan masyarakat dan polisi, pria tadi berjalan dengan langkah yang cepat dan sangat yakin menuju sebuah tembok sambil berkata, "Aku memiliki mukjizat, lihat aku akan berjalan menembus tembok itu." Tetapi apa yang terjadi ? Pria tersebut terpental membentur tembok.

Demikian pula, seseorang yang mengaku dirinya "imam" mengatakan pada saya bahwa apapun yang dia inginkan, hanya perlu menengadahkan tangan pada Allah, niscaya Allah segera mengabulkannya. Dan dia menunjukan banyak contohnya. Dia berkata, "Bahkan, tadi sore aku tidak memiliki makanan apapun. Tetapi, saya ingin mengundang banyak orang ke sini, dan saya memohon kepada Allah agar menyediakan hidangan. Sekarang Anda bisa melihat, segala hidangan sudah tersaji di depan mata." sementara para tetangga mencibir, "dia kerjanya berdoa, istrinya lah yang kerja membanting tulang, sampai harus berjalan dari satu rumah tetangga ke rumah tetangga lainnya, untuk menjajakan barang dagangan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Sementara si suami, hidup terus menerus dalam dunia keyakinannya.

Nabi Isa yakin dengan langkah kakinya di atas lautan, dan keyakinannya benar. Sunan Gunung Djati yakin dengan pendapatnya tentang bayi yang dikandung, dan keyakinannya benar. Ini berarti tidak ada kontradiksi antara kekuatan keyakinan dengan kebenaran keyakinan.

Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki seorang ahli sains, bila seseorang melempatkan batu ke langit, maka batu itu akan kembali ke bumi, karena tertarik oleh gaya gravitasi. Tetapi, bila terjadi suatu peristiwa, di mana batu yang dilemparkan tidak kembali ke bumi, maka sama sekali itu tidak bertentangan dengan sains, tidak kontradiksi dengan keyakinan yang benar, tetapi itu berarti ada hukum alam lain yang bekerja yang belum diketahui oleh ilmuwan. Seperti kalau kita googling, kita dapat menemukan "kota-kota tanpa gravitasi". Demikian pula yang namanya mukjizat-mukjizat, tidak terjangkau oleh ilmu pengetahuan, bukan berarti kontradiksi dengan pengetahuan. Berbeda halnya dengan hukum logika, yang mustahil di sangkal, walaupun di alam khayal. Tidak ada suatu kesaktian atau mukjizat yang dapat meruntuhkan hukum logika, seperti tidak adanya suatu kehebatan yang membuat "seorang ayam adalah hewan, sekaligus bukan hewan". Karena kondisi ini bertentangan dengan hukum logika, sehingga mustahil dapat terjadi dengan cara apapun. Sedangkan manusia terbang tanpa sayap, berjalan di atas air, kebal dengan api atau senjata tajam, bukanlah hal yang bertentangan dengan hukum logika dan tak mustahil terjadi.

Dalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, manusia dapat menciptakan ragam teknologi yang menakjubkan akal. Di youtube, saya melihat banyak orang dapat menciptakan robot-robot canggih, seperti robot kupu-kupu yang dapat terbang indah, robot binatang yang dapat berlari kencang, dan berbagai robot lainnya. Di sisi lain, teknologi senjata perang semakin canggih. Korea Utara terus menerus mengembangkan teknologi senjata perang mereka dan menjadi ancaman bagi negara-negara musuh.  Apa yang Anda yakini akan terjadi, bila senjata nuklir jatuh dan meledak di suatu kota ? Untuk dapat menyeberangi lautan, sekarang ini sepertinya tidak diperlukan lagi kekuatan keyakinan seperti yang dimiliki oleh Nabi Isa, karena armada-armada kapal laut yang besar dan luas, siap membawa Anda menyebrangi lautan. Untuk begerak dari satu negeri ke negeri lainnya, hanya memerlukan beberapa menit menggunakan pesawat jet. Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan telpon seluler yang dapat dibeli dengan harga mulai Rp. 100.000. lalu, apakah lagi gunanya mengembangkan kekuatan keyakinan ? Gunanya, ia adalah sebagai kekuatan jiwa Anda.  Karena yang Anda  butuhkan bukan sekedar pengetahuan dan apa yang dicapai oleh pengetahuan, tetapi kita butuh kekuatan keyakinan sebagai kekuatan jiwa. Yang Anda perlukan bukan sekedar pengetahuan, tetapi juga kesehatan dan kegembiraan. Untuk gembira, Anda butuh vitalitas. Kekuatan keyakinan tadi, adalah energi atau vitalitas Anda.

Tentu Anda mengetahui, ilmuwan hebat abad ini bernama Hawking. Dengan kepandaiannya, dia meraih pengetahuan yang luar biasa dalam sains. Tapi di sisi lain, dia lemah secara fisik. Tubuhnya bergantung pada peralatan teknologi. Dia bergerak dengan berbicara dengan bantuan mesin.  Mencapai kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan dan teknlogi, tentu merupakan kebahagiaan yang besar, tetapi lebih bahagia lagi apabila secara jasmani dia sehat dan secara bathin, dia kuat. Bayangkan Anda mampu menciptakan robot yang hebat dan mampu membantu setiap pekerjaan Anda, tetapi Anda hidup dalam rasa sakit di dalam jasmani dan ruhani, maka apakah artinya semua kepandaian dan pencapaian anda dalam teknologi robot tadi ? Itu seperti orang dengan kekayaan yang melimpah, tetapi tidak dapat menikmatinya.

Hikmah adalah pengetahuan yang hadir bersama dengan kebahagiaan. Karena itu, berbeda dengan jenis pengetahuan lainnya, ketika Anda meraih hikmah, maka bersamaan dengan itu, Anda juga meraih kebahagiaan. Demikian pula dengan yang namanya mukjizat atau karamah. Ketika seseorang dianugrahi karamah, sehingga dapat berjalan melintasi lautan seperti berjalan di atas padang rumput, maka itu maknanya bukan saja sekedar bandingan teknologi canggih yang dapat menyeberangkan  manusia melewati lautan, tetapi itu bermakna kemuliaan, keridhaan Tuhan dan kebahagiaan baginya.

Jika sekedar untuk menyeberangi lautan,  sudah tersedia perahu-perahu layar. Kalau sekedar untuk terbang, sudah tersedia kapal-kapal jet. untuk komunikasi jarak jauh, sudah tersedia telepon seluler yang murah harganya. Tetapi kemampuan berjalan di atas air, berlevitasi dan bertelepati, itu fungsi dan maknanya tidak dapat digantikan oleh alat-alat teknologi tadi. Alat teknologi canggih tadi adalah manifestasi dari pengetahuan manusia. Tetapi daya supranatural adalah manifestasi dari kekuatan keyakinan, perluasan dari wujud kemegahan jiwa manusia.

Masih dalam kisah para wali, saya membaca kisah tentang Sunan Ampel yang menemukan seorang pria tua yang berlatih berjalan di atas air untuk menyeberangi sungai. Ketika sampai di tengah-tengah sungai, pria itu tenggelam dan kembali ke tepian dengan cara berenang. Ketika ditanya, pria itu mengaku telah melatih diri berjalan di atas air selama 40 tahun. Sunan Ampel menasihati pria itu, agar tidak menyia-nyiakan hidup dengan cara itu. Untuk menyeberangi sungai, sunan menyarankan agar pria itu memotong beberapa pohon bambu dan menjdikannya rakit. Dalam waktu sekejap, akan dpat menyeberang sungai. Dan dia memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus kehidupan ini. Cerita yang sama persis saya temukan dalam kisah Buddha.

Salah seorang murid saya mengeluh, bahwa kawan kuliahnya baru sebulan mengikuti suatu perguruan tenaga dalam, kawannya itu sudah dapat memadamkan api lilin dari jarak 10  meter. Sedangkan murid saya tadi, sudah tiga tahun berguru pada saya, tidak mampu memadamkan lilin dari jarak 1 meter sekalipun. Saya berkata padanya, "cara mudah memadamkan lilin adalah dengan meniupnya ! Ambilah lilin itu, dan dekatkan ke mulutmu, lalu tiuplah ! Niscaya apinya padam. Jangan menyia-nyiakan hidupmu hanya untuk berlatih memadamkan api lilin dri jarak 1 meter, 10, meter atau 100 meter. saya tidak mengajari ilmu yang demikian itu."

Walaupun tadi dikatakan bahwa peristiwa-peristiwa supranatural yang terjadi pada orang-orang shaleh merupakan karamah, tanda dimuliakannya orang tersebut, tanda kekuatan keyakinan, keridhaan Tuhan dan kebahagiaan jiwa, tetapi mengejar-ngejar daya supranatural itu adalah sebuah kekeliruan. Tetapi dengan mengalahkan nafsu amarah, kebencian dan nafsu akan kehidupan duniawi, maka kekuatan keyakinan tadi akan muncul.  Kita harus bertarung melawan musuh besar di dalam diri kita sendiri. ketika amarah, kebencian dan keserakahan musnah, diganti dengan cinta kasih dan belas kasih terhadap sesama, maka sentuhan tangan kita kepada mereka yang sakit adalah penyembuh. Karena ia adalh wujud kasih sayang dan kekuatan keyakinan. Ketika seseorang berjihad dengan bersungguh-sungguh untuk mengalahkan dirinya sendiri, niscaya Tuhan bersamanya dan menolongnya. Maka, apabila ada peristiwa-peristiwa supranatural, yang bagi para wali disebut karamah, dan bagi para nabi disebut mukjizat, itu adalah benar-benar wujud pertolongan Allah, kehendak dan keridhoannya, sehingga tidak bisa seperti ilmu sulap atau sihir, yang dapat dipertunjukan kapan dan di mana saja.

Jangan kita terobsesi untuk memiliki kemampuan-kemampuan supranatural tertentu. Karena itu seperti bonus kebahagiaan orang berlebaran bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. Mereka yang tidak berpuasa ramadhan, bisa saja sama-sama berlebaran seperti yang lainnya. Tapi apa gunanya  ? Dan lagi, bagiamana mereka dapat merasakan kegembiraan berlebaran tanpa puasa ramadhan ? Mereka yang berpuasa ramadhan, merasakan kegembiraan yang berbeda dari mereka yang tidak berpuasa, walaupun sama-sama berlebaran. Seperti itu pula, di dunia ini ada para praktisi supranatural, yang memang selalu berlatih untuk memiliki kemampuan-kemampuan supranatural. Memanglah dia dapat mencapai kemampuan supranatural tersebut, tapi apalah gunanya ? Apakah makna baginya ? Daya supranatural yang dimilikinya tidak memiliki makna yang sama dengan karamah, sebagai bonus dari kesalehan. Sedangkan yang terpenting itu adalah kesalehannya, bukan karamahnya. Adapun karamah adlaah keniscayaan bagi para wali Allah. Adalah mustahil, orang menjalani hidup shaleh, menjadi wali Allah, tapi tidak turun padanya karamah. Walaupun karamah atau daya-daya supranatural itu hanya bonus, tapi sudah merupakan kepastian. Seperti gula dengan manisnya. Seperti kerbau dengan ekornya. Bila Anda membeli kerbau, sudah pasti dapat ekornya juga kepalanya. Tapi kalau kalau Anda membeli sop buntut sapi, tidak berati dapat kepala sapi. Kalau Anda belajar ilmu-ilmu supranatural, anda dapat meraihnya. Tapi belum tentu anda menjalani hidup shaleh. Sedangkan bila Anda menjalani hidup shaleh, sudah pasti ilmu-ilmu supranatural itu anda dapatkan. Orang berilmu belum tentu orang shaleh. Tetapi orang shaleh, sudah pasti berilmu. Karena itu, ada ulama yang shaleh dan ulama yang fasad. Yang merupakan pewaris nabi pastilah ulama yang shaleh. Siapapun yang shaleh, niscaya dianugerahi daya-daya supranatural. Dia tidak hanya memiliki kekuatan keyakinan, tetapi kekuatan keyakinannya itu sejalan dengan keyakinannya yang benar.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
616 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2013, 10:56:46 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1024 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 10:44:40 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
2207 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2013, 01:09:12 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1237 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2014, 09:29:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
942 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 16, 2014, 06:23:20 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
306 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2016, 06:04:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
217 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 31, 2017, 06:44:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
125 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2017, 04:56:37 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
91 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2017, 05:14:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
6 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2017, 07:35:34 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan